Standar V : Evaluasi Keperawatan
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto. Puskesmas ini terletak di bagian barat yang berbatasan sebelah utara dengan Kel. Monro – Monro, di sebelah Timur berbatasan dengan laut flores, di sebelah Selatan berbatasan dengan Kel, Biring kassi, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kel. Panaikang.
Secara umum administrasi pemerintahan Puskesmas Binamu Kota terbagi atas 4 Kelurahan 1 desa, yaitu : Kel. Pabiringa, Kel. Balang, Kel.Balang Toa, Kel. Monro – Monro, dan Desa Sapanang. Jumlah penduduk yang ada di wilayah kerja Puskesmas Binamu Kota berdasarkan hasil Registrasi Penduduk oleh Kantor Statistik Kab. Jeneponto tahun 2013 sebanyak 22.071 jiwa yang terdiri dari laki – laki 10.826 jiwa dan perempuan 11.245 jiwa dan terdiri atas 5.273 KK.
Responden dalam penelitian ini adalah perawat yang berada di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel sebanyak 27 orang
perawat. Data yang terkumpul dilakukan pemeriksaan ulang kemudian diolah dengan komputer SPSS for Windows versi 21. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel yang meliputi analisa univariat terhadap setiap variabel untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dimana diketahuinya hubungan beban kerja dan kinerja terhadap prestasi kerja perawat di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto yang diuji dengan menggunakan uji statistik Chi Square.
2. Analisis Univariat
a) Karakteristik Responden
1. Distribusi Responden Menurut Umur di Puskesmas Binamu Kota Tahun 2015
Tabel 6.1
Distribusi Responden Menurut Umur di Puskesmas Binamu Kota
Kab. Jeneponto Umur n % 21-30 tahun 16 59,3 31-40 tahun 9 33,3 41-50 tahun 2 7,4 Total 27 100
Berdasarkan tabel 6.1 di atas dari 27 responden yang diteliti, diketahui bahwa sebagian responden yang berada pada golongan umur 21 – 30 tahun,
yaitu sebanyak 16 orang ( 59,3%). Responden yang berada pada golongan umur 31 – 40 tahun sebanyak 9 orang (33,3%) dan paling sedikit berada pada golongan umur 41 – 50 tahun, yaitu sebanyak 2 orang (7,4%).
2. Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten JenepontoTahun 2015.
Tabel 6.2
Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin Di Puskesmas Binamu Kota
Kab. Jeneponto
Jenis Kelamin n %
Laki-laki 5 18,5
Perempuan 22 81,5
Total 27 100
Berdasarkan tabel 6.2 di atas dari 27 responden yang diteliti, terdapat 5 orang responden (18,5%) yang berjenis kelamin laki – laki dan 22 orang responden (81,5%) sebagin besar yang berjenis kelamin perempuan.
3. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto Tahun 2015.
Tabel 6.3
Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Di Puskesmas Binamu Kota Kab. Jeneponto
Tingkat Pendidikan n % D3 Keperawatan 17 63,0 D4 Keperawatan 1 3,7 S1 Keperawatan 5 18,5 S1 Kep + Ners 4 14,8 Total 27 100
Berdasarkan tabel 6.3 di atas dari 27 responden yang diteliti terdapat 17 orang responden (63,0%) yang berpendidikan D3 Keperawatan, 1 orang responden (3,7%) yang berpendidikan D4 Keperawatan, 5 orang responden (18,5%) yang berpendidikan S1 Keperawatan dan 4 orang responden (14,8%) yang berpendidikan S1 Keperawatan + Ners.
3. Analisis Bivariat
a) Distribusi hubungan beban kerja dengan prestasi kerja perawat menurut asumsi responden.
Tabel 6.4
Hubungan Beban Kerja Dengan Prestasi Kerja Perawat Di Puskesmas Binamu Kota Kab. Jeneponto
Tahun 2015 Beban
Kerja
Prestasi Kerja
Total
Baik Tidak Baik
n % n % n % ρ= 0,001 Baik 10 62,5 % 6 37,5 % 16 59,3 % Tidak Baik 0 0,0 % 11 100 % 11 40,7 % Total 10 37,0 % 17 63,0 % 27 100,0 %
Berdasarkan tabel 6.4 di atas menunjukkan bahwa responden yang mengatakan beban kerja baik sebanyak 10 ( 37,0% ) responden dan responden yang mengatakan beban kerja tidak baik sebanyak 17 (63,0%) responden.
Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh nilai ρ = 0,001 dimana nilai ρ < α (0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara beban kerja dengan prestasi kerja perawat di Puskemas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
b) Distribusi hubungan kinerja dengan prestasi kerja perawat di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto tahun 2015
Tabel 6.5
Hubungan Kinerja Dengan Prestasi Kerja Perawat Di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto
Tahun 2015 Kinerja
Prestasi Kerja
Total
Baik Tidak Baik
n % n % n % ρ =0,006 Baik 9 66,7 % 6 33,3 % 15 55,5 % Tidak Baik 1 8,3 % 11 91,7 % 12 44,4 % Total 10 37,0 % 17 63,0 % 27 100,0%
Berdasarkan tabel 6.5 di atas menunjukkan bahwa responden yang mengatakan kinerja baik sebanyak 10 (37,0%) responden dan yang mengatakan kinerja tidak baik sebanyak 17 (63,0%) responden .
Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh nilai ρ = 0,006 dimana nilai ρ < α (0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan kinerja dengan prestasi kerja perawat di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
Berdasarkan pada hasil penelitian tentang Hubungan Beban Kerja dan kinerja terhadap prestasi kerja perawat yang dilakukan terhadap 27 responden di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto serta berdasarkan pada hasil pengolahan data yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan berikut :
1. Hubungan beban kerja dengan prestasi kerja
Berdasarkan asumsi dari awal bahwa beban kerja baik maka prestasi kerja baik dan begitu pula apabila beban kerja tidak baik maka prestasi kerja tidak baik. Pada tabel 6.4 menunjukkan bahwa dari 27 responden yang diteliti terdapat 10 responden ( 37,0% ) yang mengatakan beban kerja baik dan prestasi kerja baik, 17 responden ( 63,0% ) responden yang mengatakan prestasi kerja tidak baik dan beban kerja tidak baik. Dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai ρ = 0,001 dimana nilai ρ < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan prestasi kerja perawat di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
Beban kerja adalah frekuensi kegiatan rata – rata dari masing – masing pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Akibat beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan seorang perawat menderita gangguan atau penyakit akibat kerja. Beban kerja berkaitan erat dengan produktifitas tenaga kesehatan, dimana 53,2% waktu
yang benar – benar produktif yang digunakan untuk pelayanan kesehatan langsung dan sisanya 39,9% digunakan untuk kegiatan penunjang ( Irwady, 2007 ).
Beban kerja berkaitan erat dengan kualitas kinerja tenaga kesehatan. Analisa beban kerjanya dari tugas – tugas yang dijalankan berdasarkan fungsinya, tugas tambahan, jumlah pasien yang dirawat, kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan perawat, waktu kerja sesuai dengan jam kerja, serta kelengkapan fasilitas. Fluktuasi beban kerja perawat terjadi pada jangka waktu tertentu, sehingga terkadang bebannya sangat ringan dan saat – saat lain bebannya bisa berlebihan (Ilyas, 2004).
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sunaryo (2007) di RSU Haji Makassar dengan judul Hubungan beban kerja perawat dan kinerja perawat pelaksana dalam pemberian layanan keperawatan di ruang rawat inap RSU Haji Makassar, menyimpulkan bahwa beban kerja perawat tinggi dengan kinerja perawat kurang baik (63,2%). Semakin tinggi beban kerja perawat maka prestasi kerja perawat kurang baik, demikian pula sebaliknya.
Penelitian Nurnaningsih (2012) yang berjudul hubungan beban kerja perawat terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pemberian layanan kesehatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu terdapat hubungan bermakna antara
beban kerja terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pemberian pelayanan kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar.
Peneliti berasumsi beban kerja perawat sangat dipengaruhi oleh jumlah tenaga perawat yang ada karena apabila terjadi lonjakan pasien berakibat banyak dari mereka yang bekerja melebihi dari beban kerja yang seharusnya ditanggung oleh perawat tersebut.
2. Hubungan kinerja dengan prestasi kerja perawat
Berdasarkan asumsi dari awal bahwa kinerja baik maka prestasi kerja baik dan begitu pula apabila kinerja tidak baik maka prestasi kerja tidak baik. Pada tabel 6.5 diatas menunjukkan dari 27 responden yang diteliti terdapat 10 responden (37.0%) yang mengatakan kinerja baik dan 17 responden (63,0%) yang mengatakan kinerja tidak baik. Dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai ρ = 0,006 dimana nilai ρ < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara kinerja dengan prestasi kerja perawat di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
Jadi kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan (achievment ) suatu program kegiatan perencanaan strategis dan operasional organisasi ( efforts ) oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi baik secara kuantitas dan kualitas, sesuai dengan kewenangan dan tugas tanggung jawabnya, legal dan tidak melanggar hukum, etika dan moral.
Kinerja sendiri merupakan penjabaran visi, misi, tujuan dan strategi organisasi (Nursalam 2014 : 120).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian La Ode (2013) yang meneliti pengaruh motivasi kerja dengan kinerja perawat pelaksana di unit rawat inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar yang menemukan bahwa ada pengaruh prestasi, pengakuan, pekerjaan, tanggung jawab, pengembangan gaji, kondisi kerja, kebijaksanaan dan administrasi, hubungan antar pribadi, supervise dengan kinerja perawat pelaksana di Unit Rawat Inap Santa Maria RS. Stella Maris.
Peneliti berasumsi tanggung jawab merupakan faktor yang penting dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien. Perawat dituntut memberi pelayanan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan batas kemampuannya. Melaksanakan fungsi perawat dengan bertanggung jawab akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Tanggung jawab ini berkaitan dengan hasil kerja, karena perawat secara langsung memberi tindakan (asuhan keperawatan) kepada pasien.
BAB VI PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Ada hubungan antara beban kerja dengan prestasi kerja perawat di Puskemas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
2. Ada hubungan antara kinerja dengan prestasi kerja perawat di Puskemas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
B. SARAN
Berdasarkan hasil yang telah didapatkan oleh peneliti, maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan pada pihak – pihak yang terkait dengan beban kerja dan kinerja terhadap prestasi kerja perawat di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto.
1. Untuk Institusi Puskesmas
a. Dalam hal pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas, maka diharapkan kepada pengambil kebijakan di Puskesmas Binamu Kota Kabupaten Jeneponto agar dapat memperhatikan sumber daya manusia dengan baik misalnya dengan pemenuhan kecukupan SDM perawat dan petugas puskesmas yang lain.
b. Agar pihak manajemen puskesmas memberikan kesempatan untuk mengembangkan pendidikan berkelanjutan dan pelatihan kepada staff
puskesmas dalam hal ini termasuk perawat untuk peningkatan kinerja pelayanan di Puskesmas.
2. Untuk Institusi Pendidikan
Kiranya penelitian ini dapat menambah bahan referensi bagi mahasiswa lain yang ingin meneliti tentang manajemen keperawatan.
3. Untuk peneliti dan kepentingan penelitian
a. Kepada peneliti yang ingin meneliti hal yang sama dengan penelitian ini sebaiknya cara pengumpulan data dilakukan dengan observasi tidak dengan menggunakan kuesioner yang hasilnya akan subjektif.
b. Mengembangkan desain penelitian lain dalam menguraikan lebih lanjut hasil penelitian ini yang dapat dilakukan pada Puskesmas.