HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Laundry
DiInstalasi laundry RSUD Dr. Moewardi mempunyai 16 tenaga kerja, dimana semuanya adalah sebagai tenaga tetap.Belum ada sift kerja dikarenakan jam kerja sampai jam 14.00 WIB sedangkan pekerjaan diinstalasi laundry terlalu banyak dan minimnya karyawan yang bekerja diinstalasi laudry, sehingga semua karyawan harus bekerja samaksimalnya dan selesai sesuai target.
Letak instalasi laundry berada dibelakang tepatnya disamping Instalasi gizi dan berdekatan pula dengan IPAL, sehingga pembuangan limbah dari laundry dengan proses penyaringan lalu langsung masuk kedalam IPAL, jadi tempat ini jauh dari ruang perawatan. Bangunan laundry terdiri dari satu lantai, namun terdapat beberapa ruangan. Ruang paling depan ialah tempat linen kotor dan tempat pencucian, ruang tengah ialah tempat pengeringan, penyetrikaan serta tempat pelipatan, dan ruang disebelahnya ialah ruang penyimpanan linen bersih yang siap diambil. Ada juga ruang untuk tempat memnjahit linen yang rusak dan pembuatan linen baru.
Sarana dan prasarana yang ada diinstalasi laundry RSUD Dr. Moewardi Surakarta ada 4 mesin cuci diantaranya :
commit to user
1. Dua mesin cuci kecil 1 pintu untuk pencucian linen yang berukuran kecil dan ringan serta linen yang benar – benar infeksius.
2. Dua mesin cuci besar 2 pintu untuk pencucian linen yang berukuran besar dan berat termasuk linen yang infeksius. Mesin cuci ini terhubung dengan ruang pengering. Dimana pintu pertama adalah tempat masuknya linen kotor lalu setelah pencucian selesai, linen yang sudah bersih akan diambil melalaui pintu kedua yang berada diruang pengering.
Serta terdapat 3 mesin pengering linen yang sudah bersih, satu setrika gulung besar dengan memnggunakan mesin uap, Sarana prasarana lainnya yaitu banyak kereta pengambilan linen kotor dengan betuk tertutup yang berukuran besar dan kereta pengambilan linen bersih dengan bentuk terbuka, almari untuk tempat penyimpanan linen bersih, tempat setrika manual, mesin jahit untuka linen yang usak maupun penbuatan linen baru, buku nota pencatat linen kotor yang masuk dan buku nota pencatatn linen bersih yang sudah dibawa keruangan, serta bahan cuci yang digunakan seperti deterjen, pelembut atau pewangi, dan desinvectan.
2. Pengelolaan Laundry a. Kualitas air
Untuk kualitas air dilihat berdasarkan tekanan air dan tingkat kejernihan air. Di RSUD Dr. Moewardi sudah dilakukan
commit to user
pemerikasaan setiap satu bulan sekali dan pengukuran serta penetralan pH dan suhu setiap hari.
a. Hasil Pengukuran pH dan Suhu Air Bersih Jenis Spesimen : Air Bersih
Pemeriksaan : Bulan Februari 2012 Tabel 1. Hasil Pengukuran pH dan Suhu Air Bersih
No Tanggal Ground I Ground II
Suhu pH Suhu pH 1 15 Februari 2012 28,9 7,20 28,7 67,9 2 16 Februari 2012 28,9 7,12 28,7 68,1 3 17 Februari 2012 28,9 7,47 28,7 6,9 4 18 Februari 2012 28,9 7,43 28,7 6,91 6 20 Februari 2012 28,8 7,43 28,7 6,87 7 21 Februari 2012 28,9 7,39 28,7 6,86 8 22 Februari 2012 28,9 7,38 28,7 6,84 9 23 Februari 2012 28,7 7,39 28,7 6,84 10 24 Februari 2012 28,9 7,31 28,7 6,90 11 25 Februari 2012 28,9 7,48 28,7 6,96 12 27 Februari 2012 28,9 7,49 28,7 6,91 13 28 Februari 2010 28,9 7,39 28,7 6,91 14 29 Februari 2012 28,9 7,41 28,7 6,90 15 1 Maret 2012 28,9 7,36 28,7 6,93
commit to user
16 2 Maret 2012 28,9 7,20 28,7 6,86
17 3 Maret 2012 29,8 7,3 28,7 7,3
b. Pemeriksaan Mikrobiologi Air Bersih
Pemeriksaan : Bulan Februari 2012
Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi Air Bersih
No Tanggal/ jam pH Suhu (0C) Jumlah koloni (koloni/100 ml) Standar (koloni/100 ml) Keterangan 1 20-02-2012 Jam ambil : 08.13 Jam Periksa : 09.45 7,8 25,7 0 10 Memenuhi syarat 2 20-02-2012 Jam ambil : 08.31 Jam Periksa : 07.87 7,87 25,7 0 10 Memenuhi syarat
c. Pemeriksaan kualitas fisika kimia air bersih
Pemeriksaan : Bulan Februari 2011
Tabel 3. Hasil pemeriksaan kualitas fisika kimia air bersih
Parameter Hasil Batas
Fisik 1. Bau Tidak Berbau Tidak Berbau
2. TDS 504 1500
3. Rasa Tidak Berasa Tidak Berasa
commit to user 5. Warna 23 50 Kimia 1. Besi 0,19 0,3 2. Mangan 0,53 0,4 3. Nitrit 0,09 3,0 4. Ph 7,78 6,5-8,5 5. Seng 0,053 15 6. Sianida 0,003 0,1 7. Sulfat 19 400 8. Zat Organik 1,2 10 9.Klorida 8,4 600 10.Kromium 0,29 0,5 b. Peralatan Cuci
Peralatan disini adalah mesin cuci, telah dipasang permanen, mesin cuci juga dapat diatur untuk mencuci berbagai jenis linen.
c. Mesin Cuci dan Ruang Cuci
Untuk ruang cuci masih menjadi satu antara linen infeksius dan non infeksius. Namun untuk mesin cuci sudah tersedia 4 buah mesin cuci diantarany 2 buah mesin cuci besar dengan 2 pintu dan 2 mesin cuci sedang dengan 1 pintu.
commit to user
Gambar 2. Mesin cuci pintu 1
Sumber : ruang pencucian di instalasi laundry RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Gambar 3. Mesin cuci pintu 2
Sumber : Ruang pencucian di instalasi RSUD Dr. Moewardi Surakarta
commit to user d. Saluran Pembuangan Limbah
Saluran limbah yang diinstalasi laundry berada dibawah mesin cuci dan langsung dialirkan ke IPAL yang letaknya tepat dibelakang ruang instalasi laundry.
e. Penyediaan Ruang – Ruang
Ruangan yang tersedia adalah ruang linen bersih, ruang jahit untuk linen yang rusak maupun pembuatan linen baru, ruang peralatan kebersihan, ruang perlengkapan cuci, kamar mandi.
3. Jenis linen a. Sprei / laken b. Steek laken c. Perlak/ zeil d. Sarung bantal e. Sarung guling f. Selimut g. Boven laken h. Alas kasur i. Bed cover j. Tirai/gorden k. Vitrage l. Kain penyekat m.Kelambu n. Celemek,topi,lap
commit to user o. Baju pasien
p. Popok bayi, baju bayi, kain gedong, gurita bayi q. Steek laken bayi
r. Kelambu bayi s. Laken bayi t. Selimut bayi u. Masker v. Gurita w.Topi kain x. Wash lap y. Handuk
1) Handuk untuk petugas 2) Handuk pasien untuk mandi 3) Handuk pasien untuk lap tangan 4) Handuk pasien untuk muka
z. Linen operasi ( baju, celana, jas, macam – macam laken, topi, masker, doek, sarung tangan, sarung kaki, sarung meja mayo, alas meja instrumen, mitela, barak schort)
4. Pengelolaan Linen a. Pengambilan Linen
Adapun cara pengambilan linen kotor yaitu disetiap bangsal perawatan, linen kotor dimasing – masing ruang diletakkan pada boks linen yang selalu dalam keadaan tertutup. Linen yang
commit to user
dimasukkan kedalam boks, disesuaikan jenisnya ( infeksius dan non infeksius). Linen infeksius adalah linen yang terkontaminasi berbagi penyakit seperti TBC, diare, hepatitis, dan lainnya. Untuk linen yang terkontaminasi penyakit tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik berwarna kuning sebagai penanada. Pengambilan linen dilakukan oleh petugas laundry yang berkaliling disetiap ruang dengan menggunakan kereta dorong yang ada tutupnya, pengambilan linen terjadwal mulai pukul 07.00 pagi sampai dengan kurang labih pukul 09.00 WIB.
b. Pencatatan
Pencatatan ditulis berdasarkan berapa berat linen yang masuk kedalam mesin cuci, dikarenakan terlalau banyaknya linen yang harus dicuci maka tidak ada perhitungan khusus maupun pemilahan, terkecuali pemilahan linen yang infeksius dan non infeksius.
c. Penimbangan
Penimbangan linen kotor dilakukan berdasarkan kapasitas mesin cuci kurang lebih 30 kg dan tingkat kekotoran linen.
commit to user
Gambar 4. Penimbangan linen
Sumber : Ruang cuci instalasi laundry RSUD Dr. Moewardi Surakarta
d. Pencucian
Pencucian linen dilakukan sampai semua linen bersih dan perlakuan berdasarkan tingkat kekotoran dan ukuran linen, yaitu: 1) Linen infeksius
Linen infeksius penanganannya hampir sama dengan linen yang bukan infeksius yaitu langsung dimasukkan kedalam mesin cuci, namun pencucian linen berdasarkan tingkat kekotorannya. a) Linen yang dimasukkkan kedalam plastik kuning
Linen yang dimasukkan kedalam plastik kuning langsung dimasukkan kedalam mesin cuci 1 pintu atau mesin cuci kecil, pencucian ini khusus untuk infeksius meskipun yang dicuci sedikit. Tanpa ada pemilahan anatra linen kotor berat ataupun ringan. Linen yang masuk kedalam mesin cuci
commit to user
langsung diberi air dan dibersihkan terlabih dahuu sebalum diberi deterjen maupun desinfektan.
b) Linen kotor berat
Linen kotor berat biasanya berasal dari ruang IBS atau ruang operasi dan terkadang dari seorang petugas perawat yang langsung membawa linen yang terkena noda darah, muntah, berak ke laundry. Untuk linen yang dari IBS setelah ditimbang langsung dimasukkan kedalam mesin cuci besar 2 pintu dan setelah mesin dioperasikan secara otomatis air akan langsung masuk kedalam mesin cuci untuk membersihkan noda – noda yang ada dilinen setelah mesin berputar sampai kurang labih 15 manit air yang sudah kotor secara otomatis akan terbuang dan deterjen serta desinfektan lengsung dimasukkan kedalam masin cuci. Pembarian deterjen dan desinfektan perlu penimbangan berdasarkan tingkat kekotoran linen. Besarnya jumlah penimbangan berbagai deterjen dapat dilihat pada lampiran.
Untuk linen yang masih baru dan dibawa oleh petugas perawat ketempat pencucian akan langsung masuk kedalam mesin cuci kecil pintu 1.
2) Linen non infeksius
Linen non infeksius cara penanganannya tidak jauh beda dengan linen infeksius, hanya saja linen non infeksius untuk
commit to user
pemberian deterjen dan desinfektan mesuk kategori tingkat kekotoran yang ringan.
e. Pengeringan
Pengeringan linen dengan menggunakan mesin pengering untuk keseluruhan linen yang sudah dicuci, kecuali linen tipis yang bisa diangin – anginkan.
Gambar 5. Pengeringan
Sumber : ruang pengeringan linen di instalasi RSUD Dr. Moewardi Surakarta
f. Penyetrikaan
Penyetrikaan dilakukan pada semua jenis linen. Penyetrikaan dilakukan dengan menggunakan setrika gulung besar dan menggunakan tenaga uap dari steam boiler. Serta untuk penyetrikaan gorden dengan setrika manual, dikarenakan agar dapat menyesuaikan bentuk semula.
commit to user
Gambar 6. Proses Penyetrikaan
Sumber : Ruang penyetrikaan di instalasi laundry RSUD Dr. Moewardi Surakarta
g. Pelipatan
Pelipatan linen dilakukan setelah keluar dari mesin setrika dan masih dalam keadaan setengah panas. Linen yang sudah dilipat ditempatkan diatas meja terlebih dahulu dan harus sesuai dengan ruang linen.
commit to user
Sumber : ruang pelipatan di instalasi laundry RSUD Dr. Moewardi Surakarta
h. Penyimpanan
Linen yang belum didistribusikan akan disimpan pada tempat yang sudah disediakan dan ditempatkan berdasarkan ruang linen.
i. Pendistribusian
Linen yang sudah dilipat ditempatkan pada ruang penyimpanan kemudian didistribusikan.
5. Sumber infeksius
Yang merupakan sumber infeksi adalah : a. Petugas rumah sakit
1) Kurang atau tidak memhami cara –cara penularan penyakit 2) Kurang memperhatikan kebersihan
3) Menderita suatu penyakit
4) Kurang memperhatikan teknik aseptikdan antiseptik b. Alat – alat yang dipakai (alat kedokteran/kesehatan, linen)
1) Kotor atau kurang bersih /tidak steril 2) Dipakai berulang – ulang
3) Lewat batas wantu pemakaian c. Lingkungan
1) Tidak ada sinar matahari langsung yang masuk 2) Ruangan lembab
commit to user 6. Ada Infeksi
Infeksi bisa juga ditemukan di instalasi laundry, karena infeksi ini bisa terdapat pada linen yang dipakai oleh pasien,sehingga tergolong linen infeksius. Ada berbagai macam penyakit infeksi salah satuny adalah :
Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan (fecal - oral), bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain (B dan C). Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas seksual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.
Masa inkubasi
Penularan virus Hepatitis A atau Hepatitis Virus tipe A (HVA) melalui fecal oral, yaitu virus ditemukan pada tinja. Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, juga terkadang melalui hubungan seks dengan penderita.
Gejala Hepatitis A biasanya tidak muncul sampai Anda memiliki virus selama beberapa minggu. Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Dalam banyak kasus, infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah Hepatitis B atau C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Meski demikian, Hepatitis A tetap
commit to user
harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit.
Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. Penderita akan mengalami gejala-gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah-muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll. Gejala
Seringkali tidak ada bagi anak kecil;
Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium:
a. Pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual;
b. Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik); dan
c. Stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT, SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.
Tanda dan gejala Hepatitis A yaitu: a. Kelelahan
commit to user
c. Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk)
d. Kehilangan nafsu makan e. Demam
f. Urine berwarna gelap g. Nyeri otot
h. Menguningnya kulit dan mata (jaundice). 7. Bahaya Mikrobiologi
Dari berbagai mokroorganisme antara lain : a. Mycobacterium tuberculosis
b. Virus Hepatitis B c. Virus HIV 8. Bahaya bahan kimia
a. Debu
Mekanisme penimbunan debu pada paru – paru dapat terjadi dengan menarik napas sehingga udara yang mengandung debu masuk ke dalam paru – paru. Pertikel debu yang masuk dalam pernapasan mempunyai ukuran 0,1 – 10 mikron.
Pada pemajanan yang lama dapat terjadi pneumooniosis, dimana pertikel debu dijumpai di paru – paru denga gejala sukar bernapas. Zat Pneumokoniosis yang disebabkan oleh serat linen/kapas disebut bissinosis.
commit to user
Sebagian besar dari bahaya di instalasi pencucian diakibatkan oleh zat kimia seperti deterjen, desinfektan, zat pemutih, dan lainnya
9. Alat Pelindung Diri (APD)
Pakaian khusus untuk petugas laundry yaitu berupa kaos panjang dan celana panjang. Untuk alat pelindudng diri saat proses pencucian adalah:
a. Masker
b. Sarung tangan tebal serta panjang hingga siku c. Sepatu boot
10. Hasil pengukuran bising yang berasal dari mesin pencucian di instalasi laundry adalah 78,9 dB. Serta bisa juga berasal dari para pekerja dan pengunjung rumah sakit.
11. Hasil pengukuran suhu di instalasi laundry adalah 30,0 C.
12. Hasil pengukuran kelembaban di instalasi laundry adalah 69,0 %. 13. Hasil pengukuran pencahayaan pada pekerjaan yang tidak teliti di
instalasi laundry adalah 98 lux. Sumber pencahayaan diperoleh dari alami dan buatan.
B. PEMBAHASAN