• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang

dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum,

sum, range, kuortosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2013:19). Analisis deskriptif dalam tabel 4.3 merupakan analisis deskriptif untuk variabel

Tabel 4.1

Analisis Statistik Deskriptif Tahun 2012-2014

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

FEE 57 1.061 1.176 1.11100 .027221 DK 57 .00200 .00500 .0034958 .00069650 KA 57 .00500 .01000 .0066314 .00084117 UP 57 1.172 1.240 1.20121 .017195 LEV 57 .122 .800 .40054 .179717 ROA 57 .001 .261 .07551 .063393 KAP 57 .00 1.00 .2807 .45334 IA 57 .00 1.00 .5088 .50437 Valid N (listwise) 57

Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016

Tabel 4.1 menunjukkan statistik deskriptif masing-masing variabel

penelitian. Berdasarkan Tabel 4.1, hasil analisis dengan menggunakan statistik

deskriptif terhadap variabel independen DK menunjukkan nilai minimum 0,002

dan nilai maksimum 0,005. Sementara nilai rata-rata (mean) sebesar 0.0034 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.0006. Nilai rata-rata (mean) yang lebih besar dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan baik. Pada variabel independen KA menunjukkan

nilai minimum 0.005 dan nilai maksimum 0.010. Sementara nilai rata-rata (mean) sebesar 0.0066 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.0008. Nilai rata-rata (mean) yang lebih besar dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan baik.

Pada variabel independen UP menunjukkan nilai minimum 1.172 dan nilai

maksimum 1.240. Sementara nilai rata-rata (mean) sebesar 1.201 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.017. Nilai rata-rata (mean) yang lebih besar

dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan baik. Pada variabel independen LEV menunjukan nilai

minimum 0.122 dan nilai maksimum 0.800. Sementara nilai rata-rata (mean) sebesar 0.400 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.179. Nilai rata- rata (mean) yang lebih besar dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan baik.

Pada variabel independen ROA menunjukkan nilai minimum 0.001 dan

nilai maksimum 0.261 . Sementara nilai rata-rata (mean) sebesar 0.075 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.063. Nilai rata-rata (mean) yang lebih besar dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan baik. Pada variabel independen KAP

menunjukkan nilai minimum 0.00 dan nilai maksimum 1.00. Sementara nilai rata-

rata (mean) sebesar 0.280 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.453. Nilai rata-rata (mean) yang lebih kecil dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi dengan baik.

Pada variabel independen IA menunjukkan nilai minimum 0.00 dan nilai

maksimum 1.00. Sementara nilai rata-rata (mean) sebesar 0.508 dan standar deviasi (standard deviation) sebesar 0.504. Nilai rata-rata (mean) yang lebih besar dibandingkan nilai standar deviasi (standard deviation) menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan baik.

Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap variabel

dependen FEE menunjukkan nilai minimum 1.061 dan nilai maksimum sebesar

(standard deviation) sebesar 0.027. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas data dari penelitian ini baik, karena nilai rata-rata (mean) lebih besar dari nilai standar deviasi yang mengidentifikasikan bahwa standar error dari setiap variabel kecil.

4.2.2. Asumsi Klasik

4.2.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui

apakah variabel pengganggu atau variabel residual terdistribusi normal.

Salah satu cara yang digunakan untuk melihat apakah data normal atau

tidak adalah melakukan analisis grafik dengan melihat grafik histogram

dan probability plot. Suatu data dikatakan baik apabila data tersebut terdistribusi normal. Pada grafik histogram, data yang mengikuti atau

mendekati distribusi normal adalah distribusi data dengan bentuk lonceng.

Gambar 4.1

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram Sumber Data: Hasil Output SPSS diolah, 2016

Grafik histogram pada gambar 4.1 menunjukan pola distribusi

normal karena grafik tidak melenceng kiri atau melenceng kanan. Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi

normalitas. Selain itu, grafik normal P Plot of Regression Statistic juga dapat digunakan untuk melihat normal tidaknya suatu data. Kondisi

normalitas terjadi apabila titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan

mengikuti arah garis diagonal. Hasil uji normalitas pada penelitian ini

dapat dilihat pada gambar berikut. Dari grafik normal P-Plot terlihat

bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah

garis diagonal. Sehingga dalam penelitian tidak terjadi gangguan

normalitas, yang berarti data terdistribusi normal.

Gambar 4.2

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot Sumber Data: Hasil Output SPSS diolah, 2016

Berdasarkan Gambar 4.2 dapat dilihat bahwa grafik normal

probability plot of regression standardized menunjukkan pola grafik yang normal. Hal ini terlihat dari titik-titik yang menyebar di sekitar garis

diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal diagonal. Maka

dapat disimpulkan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi

asumsi normalitas. Untuk memperkuat pengujian dilakukan pengujian

normalitas dengan menggunakan uji One-Sample Klomograv Smirnov. Tabel 4.2

One-Sample Kolmograv Smirvon test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 57

Normal Parametersa,b Mean 1.11100 Std. Deviation .027221 Most Extreme Differences Absolute .107 Positive .107 Negative -.056

Test Statistic .107

Asymp. Sig. (2-tailed) .163

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber Data: Hasil Output SPSS diolah, 2016

Dari Tabel 4.2 menunjukkan bahwa besarnya nilai Klomograv Smirnov Z adalah 0,107 dan variabel memiliki nilai probabilitas 0.163. Dasar pengambilan keputusan untuk pengujian One-Sample Klomograv Smirnov adalah apabila nilai probabilitas untuk nilai residual lebih besar dari 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dalam penelitian ini

terdistribusi secara normal, mendukung pengujian dengan grafik histogram

4.2.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah model

regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji

multikolinearitas menggunakan nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Batas tolerance adalah 0,10 atau nilai VIF adalah 10. Jika VIF > 10 dan nilai tolerance <0,10, maka terjadi multikolinearitas tinggi

antar variable bebas dengan variable bebas lainnya. Berikut adalah hasil

uji multikolinearitas menggunakan SPSS.

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -.222 .192 DK -3.074 2.847 -.079 .899 1.113 KA -4.885 2.329 -.151 .921 1.086 UP 1.128 .163 .712 .451 2.215 LEV .024 .014 .159 .583 1.716 ROA .116 .042 .271 .501 1.998 KAP .007 .006 .110 .453 2.205 IA .001 .004 .026 .852 1.174

a. Dependent Variable: FEE

Sumber data : Hasil Output SPSS diolah, 2016

Dari Tabel 4.3 Coefficients, hasil perhitungan nilai Tolerance

menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance

kurang dari 0,10. Hasil Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama bahwa tidak ada satu variabel independen yang memiliki

Pada variabel DK memiliki nilai tolerance sebesar sebesar 0,899 > 0,10 dan VIF sebesar 1.113 < 10. Variabel KA memiliki nilai tolerance

sebesar 0.921 > 0.10 dan VIF sebesar 1.086 < 10. Variabel UP memiliki

nilai tolerance sebesar 0.451 > 0.10 dan VIF sebesar 2.215 < 10. Variabel LEV memiliki nilai tolerance sebesar 0.583 > 0.10 dan VIF sebesar 1.716 < 10. Variabel ROA memiliki nilai tolerance sebesar 0.501 > 0.10 dan VIF sebesar 1.998 < 10. Variabel KAP memiliki nilai tolerance sebesar 0.453 > 0.10 dan VIF sebesar 2.205 < 10. Variabel IA memiliki nilai

tolerance sebesar 0.852 > 0.10 dan VIF sebesar 1.174 < 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar

variabel independen dalam model regresi.

4.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan

kepengamatan yang lain. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat

dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik

scatterplot. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk

pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit),

maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola

Gambar 4.3 Grafik Scatterplot Sumber data: Hasil output SPSS diolah, 2016

Pada Gambar 4.3 dapat dilihat hasil uji heteroskedastisitas

menunjukkan bahwa model regresi tidak mengalami gangguan

heteroskedastisitas. Hal ini dapat terlihat dimana titik-titik tersebar tanpa

membentuk suatu pola tertentu dan tersebar naik di bawah atau di atas

angka 0 pada sumbu Y.

4.2.4 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

pengujian autokorelasi yang dilakukan dengan tabel Durbin Watson dilihat

pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.4 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .875a .766 .733 .014069 1.872

a. Predictors: (Constant), IA, KAP, KA, DK, LEV, ROA, UP b. Dependent Variable: FEE

Sumber data : Hasil Output SPSS diolah, 2016

Hasil pengujian Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai D-W (Durbin

Watson) sebesar 1.872. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel Durbin-

Watson, dimana nilai batas bawah Durbin-Watson (dl) sebesar 1.3111, nilai batas

atas Durbin-Watson (du) sebesar 1.8562 dengan jumlah sampel (n) sebanyak 57

dan jumlah variabel independen (k) sebanyak 7 variabel. Sesuai dengan kriteria

pengambilan keputusan Durbin-Watson (du < d < 4-du = 1.8562 < 1.872 < 2.128),

maka model regresi pada penelitian ini tidak terjadi autokorelasi.

4.3 Hasil Pengujian Hipotesis

Setelah dilakukan pengujian asumsi-asumsi klasik statistik dan telah

terbukti data terbebas dari asumsi-asumsi klasik tersebut maka data dalam

penelitian ini telah memenuhi syarat untuk melakukan uji statistik untuk

membuktikan kebenaran uji hipotesis.

4.3.1Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur proporsi

determinasi dapat dilihat pada kolom Adjusted R square, yang ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 4.5

Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .875a .766 .733 .014069

a. Predictors: (Constant), IA, KAP, KA, DK, LEV, ROA, UP b. Dependent Variable: FEE

Sumber data : Hasil Output SPSS diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, menunjukkan bahwa besarnya

nilai Adjsuted Rsquare adalah 0.733 atau 73.3 persen. Hal ini

menunjukkan bahwa 73.3 persen variabel fee audit dapat dijelaskan oleh tujuh variabel DK, KA, UP, LEV, ROA, KAP, IA. Sedangkan sisanya

26.7 persen dijelaskan oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam

penelitian ini seperti konsentrasi kepemilikian, keahlian komite audit dan

faktor lainnya.

4.3.2. Hasil Uji Statistik F

Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua

variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model

mempunyai pengaruh secara bersama sama secara simultan terhadap

variabel dependen atau terikat. Pengujian dilakukan dengan

menggunakan tingkat signifikansi 0.05. Jika nilai signifikansi kurang

dari atau sama dengan 0.05 maka hipotesis diterima yang menyatakan

Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka hipotesis

ditolak yang menyatakan bahwa variabel independen tidak signifikan

terhadap variabel dependen.

Tabel 4.6

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression .032 7 .005 22.950 .000b

Residual .010 49 .000

Total .041 56

a. Dependent Variable: FEE

b. Predictors: (Constant), IA, KAP, KA, DK, LEV, ROA, UP Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016

Berdasarkan Uji-F diperoleh hasil bahwa nilai F hitung sebesar

22.950 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. Karena tingkat

signifikansi lebih kecil (0.000 < 0.05). Hal ini berarti dapat dikatakan

bahwa variabel independen yaitu DK, KA, UP, LEV, ROA, KAP, IA

sebagai variabel kontrol berpengaruh secara bersama-sama atau secara

simultan dalam mempengaruhi fee audit eksternal.

4.3.3. Hasil Uji Statistik t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh

satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam

menerangkan variabel dependen. Untuk melihat ada tidaknya pengaruh

dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat

dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas (p-value) dari masing- masing variabel dengan tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0.05.

Tabel 4.7 Hasil Uji Statistik t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.222 .192 -1.154 .254 DK -3.074 2.847 -.079 -1.079 .286 KA -4.885 2.329 -.151 -2.097 .041 UP 1.128 .163 .712 6.931 .000 LEV .024 .014 .159 1.753 .086 ROA .116 .042 .271 2.777 .008 KAP .007 .006 .110 1.072 .289 IA .001 .004 .026 .346 .731

a. Dependent Variable: FEE

Sumber data : Hasil Output SPSS diolah, 2016

Berdasarkan hasil pengujian Tabel 4.7, uji statistik t dapat

disimpulkan bahwa terdapat tiga variabel yang memiliki tingkat

signifikansi di bawah 0.05. Variabel independen KA dengan nilai

probabilitas signifikan sebesar 0.041. Variabel independen UP dengan

nilai probabilitas signifikan sebesar 0.000. Variabel independen ROA

dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0.008.

Sedangkan, terdapat empat variabel yang memiliki nilai

signifikansi di atas 0.05. Variabel independen DK dengan nilai

probabilitas signifikansi sebesar 0.286. Variabel independen LEV dengan

nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.086. Variabel independen KAP

dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.289. Variabel independen

dikatakan bahwa keempat variabel tersebut tidak mempunyai pengaruh

terhadap fee audit eksternal.

Berdasarkan Tabel 4.7, maka diperoleh persamaan regresi sebagai

berikut:

Keterangan:

Y = logaritma natural dari fee audit (FEE)

a = konstanta

X1 = presentase total komisaris independen terhadap dewan komisaris

(DK)

X2 = presentase komite audit di luar komisaris independen terhadap

jumlah total komite audit (KA)

X3 = logaritma natural total asset perusahaan (UP)

X4 = Rasio hutang atas aset perusahaan (LEV)

X5 = Return on Asset Perusahaan (ROA) X6 = Ukuran kantor akuntan publik (KAP)

X7 = Keberadaan fungsi audit internal (IA)

Pada persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa nilai konstanta

sebesar –0.222. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel fee audit eksternal tanpa dipengaruhi oleh variabel independen akan bernilai –0.222.

Koefisien regresi DK sebesar -3.074, menyatakan bahwa setiap

penambahan dewan komisaris yang lebih independen dalam perusahaan,

Y = -0.222- 3.074X1 - 4.885X2 + 1.128X3 + 0.024X4 + 0.116X5 + 0.007X6 + 0.001X7

maka dapat menurunkan jumlah fee audit eksternal yang diterima auditor eksternal. Koefisien regresi KA sebesar -4.885, menyatakan bahwa setiap

penambahan anggota komite audit dalam perusahaan maka dapat

menurunkan jumlah fee audit eksternal yang diterima auditor eksternal. Koefisien regresi UP sebesar 1.128, menyatakan bahwa ukuran perusahaan

yang besar dapat mengakibatkan fee audit eksternal yang lebih tinggi. Koefisien regresi LEV sebesar 0.024, menyatakan bahwa semakin besar

rasio hutang yang dimiliki perusahaan, maka mengakibatkan fee audit eksternal yang lebih tinggi. Koefisien regresi ROA sebesar 0.116

menyatakan bahwa semakin besar return on asset perusahaan maka dapat meningkatkan fee audit eksternal. Koefisien regresi KAP sebesar 0.007 menyatakan ukuran kantor akuntan publik yang ternama dapat

meningkatkan fee audit eksternal. Koefisien regresi IA sebesar 0.001 menunjukkan penambahan internal audit dalam perusahaan, maka

mengakibatkan kenaikan fee audit eksternal ketika audit eksternal tergantung pada pekerjaan audit internal. Berdasarkan pada Tabel 4.7

dapat disimpulkan bahwa variabel UP memiliki pengaruh yang paling

besar dengan koefisien beta regresi sebesar 1.128, diikuti variabel ROA

sebesar 0.116, dan variabel LEV sebesar 0.024.

Dari hasil Uji–t dapat dilakukan pembahasan hipotesis yang diajukan

sebagai berikut:

a. H1 = Ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap fee

berpengaruh negatif dengan koefisien regresi sebesar -3.074 dan

signifikan sebesar 0,286. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05,

maka secara parsial variabel DK berpengaruh negatif terhadap fee audit. Dengan demikian dikatakan bahwa hipotesis ditolak.

b. H2 = Ukuran komite audit berpengaruh positif terhadap fee

audit eksternal. Berdasarkan Uji–t diperoleh hasil bahwa KA berpengaruh

negatif dengan koefisien regresi sebesar -4.885 dengan tingkat signifikansi

0,041. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka secara

parsial variabel KA berpengaruh positif terhadap variabel fee audit. Dengan demikian dikatakan bahwa hipotesis diterima.

c. H3 = Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap fee

audit eksternal. Berdasarkan Uji–t diperoleh hasil bahwa UP berpengaruh

positif dengan koefisien regresi 1.128 dengan tingkat signifikansi 0,000.

Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka secara parsial

variabel UP berpengaruh signifikan. Dengan demikian dikatakan bahwa

hipotesis diterima.

d. H4 = Rasio hutang atas perusahaan berpengaruh negatif

terhadap fee audit eksternal. Berdasarkan Uji–t diperoleh hasil bahwa variabel LEV berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi sebesar

0.024 dengan tingkat signifikansi 0.086. Karena tingkat signifikansi lebih

besar dari 0,05, maka variabel LEV tidak berpengaruh signifikan terhadap

e. H5 = Return on asset perusahaan berpengaruh positif terhadap

fee audit eksternal. Berdasarkan Uji–t diperoleh hasil bahwa variabel ROA berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.116 dengan

tingkat signifikansi 0.008. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05,

maka variabel ROA berpengaruh signifikan terhadap fee audit eksternal. Dengan demikian dikatakan bahwa hipotesis diterima.

f. H6 = Ukuran kantor akuntan publik berpengaruh negatif

terhadap fee audit eksternal. Berdasarkan Uji–t diperoleh hasil bahwa variabel LEV berpengaruh negatif dengan nilai koefisien regresi sebesar

0.007 dengan tingkat signifikansi 0.289. Karena tingkat signifikansi lebih

besar dari 0,05, maka variabel LEV tidak berpengaruh signifikan terhadap

fee audit eksternal. Dengan demikian dikatakan bahwa hipotesis ditolak. g. H7 = Keberadaan audit internal berpengaruh negatif terhadap

fee audit eksternal. Berdasarkan Uji–t diperoleh hasil bahwa variabel IA berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.001 dengan

tingkat signifikansi 0.086. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari

0,731, maka variabel LEV tidak berpengaruh signifikan terhadap fee audit eksternal. Dengan demikian dikatakan bahwa hipotesis ditolak.

4.4 PEMBAHASAN

Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa secara simultan jumlah

dewan komisaris, jumlah komite audit, ukuran perusahaan, rasio hutang atas

perusahaan, return on asset perusahaan, ukuran kantor akuntan publik dan internal audit berpengaruh signifikan terhadap fee eksternal audit. Berdasarkan

Uji-F diperoleh hasil bahwa nilai F hitung sebesar 22.950 dengan tingkat

signifikansi sebesar 0.000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil (0.000 <

0.05). Hal ini berarti dapat dikatakan bahwa variabel independen yaitu DK, KA,

UP, LEV, ROA, KAP, IA sebagai variabel kontrol berpengaruh secara bersama-

sama atau secara simultan dalam mempengaruhi fee audit eksternal.

Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa secara parsial jumlah dewan

komisaris, jumlah komite audit, ukuran perusahaan, rasio hutang atas

perusahaan, return on asset perusahaan, ukuran kantor akuntan publik dan internal audit berpengaruh signifikan terhadap fee eksternal audit. Berdasarkan uji statistik t dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga variabel yang memiliki

tingkat signifikansi di bawah 0.05. Variabel KA dengan nilai probabilitas

signifikan sebesar 0.041. Variabel independen UP dengan nilai probabilitas

signifikan sebesar 0.000. Variabel independen ROA dengan nilai probabilitas

signifikan sebesar 0.008. Sehingga dikatakan bahwa ketiga variabel tersebut

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap fee audit eksternal.

Sedangkan, terdapat empat variabel yang memiliki nilai signifikansi di

atas 0.05. Variabel independen DK dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar

0.286. Variabel independen LEV dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar

0.086. Variabel independen KAP dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar

0.289. Variabel independen IA dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar

0.731. Sehingga dikatakan bahwa keempat variabel tersebut tidak mempunyai

Dokumen terkait