BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil penelitian
kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan.
Makassar 2020
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUN PEMBIMBING ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTARAK... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 6
A. Penelitian yang Relevan ... 6
B. Kajian Teori ... 9
1. Pergseran (Perubahan) Makna ... 9
2. Pengertian Makna ... 11
xi
4. Jenis-jenis pergeseran makna ... 18
5. Instagram ... 24
C. Kerangka Pikir ... 28
BAB III METODE PENELITIAN ... 29
A. Rancangan Penelitian ... 29
B. Data dan Sumber Data ... 30
C. Teknik Pengumpulan Data ... 30
D. Teknik Analisis Data ... 31
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 33
A. Hasil penelitian... 33
B. Pembahasan ... 62
BAB V PENUTUP ... 74
A. Kesimpulan ... 74
B. Keterbatasan dan Saran ... 75
DAFTAR PUSTAKA ... 76 LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 4.1 Generalisasi pada caption @indahhkasim ... 34
Gambar 4.2 Generalisasi pada caption @muhrezaes__ ... 35
Gambar 4.3 Generalisasi pada caption @rusliyah.abd ... 36
Gambar 4.4 Generalisasi pada caption @irmawatiwahyuningsi ... 37
Gambar 4.5 Generalisasi pada caption @muhrezaes__ ... 38
Gambar 4.6 Spesialisasi pada caption @muhrezaes_ ... 39
Gambar 4.7 Spesialisasi pada caption @muhrezaes__ ... 40
Gambar 4.8 Spesialisasi pada caption @iinpratiwi29_ ... 41
Gambar 4.9 Spesialisasi pada caption @muhrezaes__ ... 42
Gambar 4.10 Spesialisasi pada caption @muhrezaes__ ... 43
Gambar 4.11 Ameliorasi pada caption @muh.ihsan_rajab ... 44
Gambar 4.12 Ameliorasi pada caption @muhrezaes__ ... 45
Gambar 4.13 Ameliorasi pada caption @muhrezaes__ ... 46
Gambar 4.14 Ameliorasi pada caption @khairunnisanur3 ... 46
xiv
Gambar 4.16 Peyorasi pada caption @wawan_pasalli1109 ... 48
Gambar 4.17 Peyorasi pada caption @wawan_pasalli1109 ... 49
Gambar 4.18 Peyorasi pada caption @lianaamalia_ ... 50
Gambar 4.19 Peyorasi pada Caption @ikhaa185 ... 51
Gambar 4.20 Peyorasi pada caption @finnamel ... 52
Gambar 4.21 Sinestesia pada caption @muhrezaes__ ... 53
Gambar 4.22 Sinestesia pada caption @wawan_pasalli1109 ... 54
Gambar 4.23 Sinestesia pada caption @tarantula.ra07 ... 55
Gambar 4.24 Sinestesia pada caption @muhrezaes__ ... 55
Gambar 4.25 Sinestesia pada caption @kiki.indrawati27 ... 56
Gambar 4.26 Asosiasi pada caption @nurhalisahusain ... 57
Gambar 4.27 Asosiasi pada caption @kiki.indrawati27 ... 58
Gambar 4.28 Asosiasi pada caption @ikhaa185 ... 59
Gambar 4.29 Asosiasi pada caption @anniisa7462 ... 60
1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pergeseran makna (juga disebut pergeseran makna, pengembangan makna, atau penyempitan makna) merupkan evolusi penggunaan kata-kata biasanya hingga tahapan makna modern menjadi sangat berbeda dari makna aslinya. Kata setiap kata dalam setiap bahasa dapat saja mengalami pergeseran makna sesuai dengan kebutuhan pemakaian bahasanya. Di dalam peristiwa interaksi verbal manusia selalu menggunakan kata di dalam suatu kalimat atau ujaran dari bahasa yang mereka gunakan.
Bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam berkomunikasi, yaitu sebagai alat komunikasi yang paling utama. Seiring dengan perkembangan zaman, pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Sehubungan dengan itu, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap bahasa Indonesia. Bahasa memiliki peran yang sangat penting bahasa menjadi alat yang paling efektif dalam setiap aktivitas komunikasi. Setiap manusia memerlukan bahasa agar dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. Dalam pemakaiannya, bahasa menjadi sangat beragam. Keragaman bahasa sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan komunikasi. Bahasa dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Seiring majunya peradaban manusia, termasuk di Indonesia, banyak cara yang
dipilih pemakai bahasa dalam berkomunikasi bahkan pilihan cara komunikasi tidak hanya semakin beragam tapi juga semakin canggih sehingga menimbulkan kesalahan dalam penggunaan Bahasa Indonesia di era sekarang. Di saat ini perkembangan semakin pesat perkembangan dan berbagai pengaruh-pengaruh globalisasi semakin menjalar. Terutama di kalangan remaja. Di zaman sekarang serasa segalanya sudah berbeda, apalagi jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dari segi tingkah laku dan gaya bahasa yang digunakan pun saat ini juga berbeda dengan dengan zaman dulu.
Terlaksananya komunikasi yang baik, lancar dan terarah antara pembicara atau penulis dengan pendengar atau pembaca sangat ditentukan oleh makna kata atau kalimat dalam bahasa yang digunkannya. Selain itu, dukungan situasi yang dihadapi turut menentukn. Oleh sebab itu, pemakai bahasa harus selalu mengikuti perkembangan makna. Dewasa ini, makna kata suatu bahasa terus mengalami perkembangan, baik secara linguistik maupun secara nonlinguistik. Perkembangan makna kata dari segi jenis atau ragamnya dapat dilihat dari perkembangan makna sebuah kata yang dulunya hanya mengacu pada makna dasar (denotatif) tetapi dalam perkembanganselanjutnya kata tersebut mengalami penambahan makna yang menunjuk kepada sesuatu yang berbeda pada makna dasarnya.
Alasan peneliti mengambil judul ―Pergeseran Makna Kosakata pada Instagram karena salah satu fenomena komunikasi yang paling pesat saat ini adalah penggunaan bahasa yang didukung oleh perangkat
teknologi canggih, khususnya bahasa yang digunakan pada jejaring sosial seperti Instagram. Adapun contoh pergeseran makna kosakata yang misalnya kata wanita bermakna ‗orang (manusia) dan perempuan yang merupakan dua kata yang bersinonim. Akan tetatapi, kedua kata tersebut mempunyai nilai rasa yang berbeda. Kata wanita dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (2012: 1556) bermakna‘perempuan dewasa‘ sedangkan kata perempuan dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (2012:1054) bermakna ‗orang (manusia) yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Jadi dikatakan bahwa kata perempuan memiliki makna atau nilai rasa yang rendah (kootasi kurang baik. Perbedaan nilai ini dapat dilihat dan dirasakan dalam pemakaian sehari-hari, misalnya sering orang mengatakan perempuan jalanan, tetapi jarang sekali didengar ungkapan wanita jalanan. Demikian juga sebaliknya sering dilihat dan dibaca dituliskan dharma wanita tetapi jarang sekali atau bahkan tidak pernah ditemukan tulisan dharma perempuan.
Hal ini diperjelas dari penelitian 1) Firnasari (2015) pergeseran makna kosakata bahasa Indonesia , 2) Hesti Retnosari (2013) pergeseran bahasa Jawa dialek Banyumasan di Kalangan remaja dalam berkomunikasi, 3) Hijriyani (2018) pergeseran bahasa Jawa di Desa Karyamukti Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, 4) Sahril (2018) pergeseran bahasa daerah pada anak-anak di Kaula Tanjung Sumatra Utara dan , 5) Hasming (2009) pergeseran makna bahasa Bugis dialek Sinjai pada penutur bahasa Bugis Sinjaidi Makassar. Namun
berbeda dengan rencana peneliti yang membahas pergeseran makna kosakata bahasa Indonesia . Maka peneliti menganalisis pergesesaran makna kosakata yang digunakan remaja pada Instagram karena banyak remaja yang menggunakan kosakata baru pada media sosial.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis memilih Instagram sebagai objek penelitian sekripsi ini. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pembahasan mengenai pergeseran makna kosakata terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada pengguna Instagram dikalangan remaja. Peneliti membatasi masalah yang akan dibahas dalam proposal ini yaitu, jenis-jenis pergeseran makna kosakata yaitu generalisasi, spesialisasi, ameliora, peyorasi, sinestesia, dan asosiasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka masalah yang diteliti adalah ―Bagaimana Pergeseran Makna Kosakata Bahasa Indonesia pada Pengguna Instagram‖ ?
C. Tujuan Penelitian
Berdsarkan rumusan masalah di atas tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan Pergeseran Makna Kosakata Bahasa Indonesia pada Pengguna Instagram.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memenuhi informasi, mengenai pergeseran bahasa. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi informasi, tentang jenis-jenis pergeseran makna memberikan pemahaman dan pengethuan.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti maupun pembaca. Adapun manfaat praktis yang diperoleh yaitu: a. Secara akademis hasil penelitian ini dapat memperkaya kajian ilmu
bahasa yang menjelaskan kebahasaan
b. Bagi pembaca jenis-jenis pergeseran makna kosakata dapat dijadikan pengetahuan tentang kebahasaan
6 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Penelitian yang Relevan
Firnasari (2016) ―Pergeseran Makna Kosakata Bahasa Indonesia Harian Tribun Timur (Tinjauan Semantik). Hasil penelitian ini menjelaskan perubahan makna kata yang terdapat pada harian Tribun Timur terdiri atas perluasan makna, penyempitan makna, ameliorasi, dan peyorasi serta faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan makna kosakata pada harian Tribun Timur yaitu perkembangan dalam bidang ilmu dan teknlogi, perkembangan sosial budaya, perbedaan bidang pemakaian,dan perbedaan tanggapan.
Kesamaan yang terdapat pada penelitian Firnasari dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas pergeseran kosakata dan mengunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh gamabaran secara objektif. Sedangkan yang membedakan penelitian Firnasari menganalisi jenis- jenis perubahan atau pergeseran dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran atau perubahan makna kosakata pada harian Tribun Timur sedangkan penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk kosakata bahasa Indonesia
Hesti Retnosari (2013) ―Pergeseran Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Kalangan Remaja dalam Berkomunikasi‖. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Remaja Desa Adimulya malu untuk menggunakan bahasa Jawa Bayumas dalam berkomunikasi sehari-hari, ini
dikarenakan bahasa Jawa Bayumas dianggap bahasa pinggiran dan bahasa ndeso yang memiliki logat yang medhok dan kasar. 2) Perubahan Bahasa Jawa Bayumas merupakan sebab dari remaja yang pergi ke kota-kota besar untuk bekerja dan setelah pulang mengakibatkan remaja menggunakan bahasa gaul dalam berinteraksi.
Kesamaan yang terdapat pada penelitian Hesti Retnosari dengan penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh gamabaran secara objektif. Sedangkan yang membedakan penelitian Hesti Retnosari membahas perubahan sosial, sosiolinguistik dan etnolinguistik dan penelitian membahas kosakata
Hijriyani (2018) ―Pergeseran bahasa Jawa di Desa Karyamukti Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim‖. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahasa jawa telah bergeser pada masyarakat golongan muda pada setiap rana yaitu ranah keluarga, rana kekariban, rana ketetangggan, rana pendidikan, rana agama, rana transaksi, dan rana pemerintahan. Hasil dari skala imlikasional yaitu 85,8%. Hal ini menunjukkan bahasa Jawa di Desa Karyamukti Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim mengalami pergesan bahasa. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah bahasa daerah harus dipertahankan , baik dari golongan tua maupun golongan muda.
Kesamaan yang terdapat pada penelitian Hijriyani dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas pergeseran bahasa dan mmenggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan yang
membedakan penelitian Hijriyani menggunakan Skala dan penelitian ini tidak menggunakan skla .
Sahril (2018), ―Pergeseran Bahasa Daerah pada Anak-Anak di Kaula Tanjung Sumatra Utara‖. Hasil penelitian menunjukkan adanya kondisi pergeseran bahasa di kalangan anak-anak di Kuala Tanjung berdasarkan analisis persentase data kuesioner. Penggunaan bahasa pada ranah keluarga dan ranah resmi dan tidak resmi di sekolah menunjukkan dominannya penggunaan bahasa Indonesia. Berdasarkan perhitungan persentase, hampir semua jawaban responden menunjukkan kurangnya penggunaan bahasa daerah oleh anak-anak walaupun dari segi sikap responden terhadap penggunaan bahasa daerah cukup mengembirakan, yang ditunjukkan oleh hasil persentase kuesioner. Akan tetapi, tidak memberi pengaruh pada pemertahanan bahasa daerah sehingga disimpulkan telah terjadi pergeseran bahasa.
Kesamaan yang terdapat pada penelitian Sahril dengan penelitian ini adalah sama-sama mengunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh gamabaran secara objektif. Sedangkan yang membedakan penelitian Sahril menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, dan wawancara yang dilengkapi dengan instrumen penelitian,dan penelitian ini tidak mengunakan teknik tersebut hanya menggunakan teknik observasi, teknik baca dan teknik dokumentasi.
Hasming (2009) ―Pergeseran Makna Bahasa Bugis Dialek Sinjai pada Penutur Bahasa Bugis Sinjaidi Makassar‖. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pada bahasa bugis dialek Sinjai dan bahasa bugis Sinjai di Makassar juga terdapat banyak perubahan makna . kemudian ―Perubahan Makna Akibat Perubahan Status Bahasa‖ (1998) yang ditulis oleh Juharni. Dalam skripsinya Juharni tersebut, dibahas perubahan makna kata dari bahasa daerah dan dari bahasa asing. Juharni dalam skripsinya membahas mengenai perubahan makna dengan kata dari bahasa daerah dan bahasa asing. Hasil penelitian menunukkan bahwa pada bahasa daerah dan bahasa asing juga terdapat banyak perubahan makna.
B. Kajian Teori
1. Pergeseran (Perubahan) Makna
Dalam pergeseran makna selalu ada hubungan (asosiasi) antara makna lama dan makna baru, tidak peduli apapun yang menyebabkan pergeseran itu terjadi. Dalam beberapa hal, asosiasi begitu begitu kuat untuk mengubah makna dengan sendirinya, sebagian lagi asosiasi itu hanyalah suatu wahana untuk suatu pergeseran yang ditentukan sebab-sebab lain tetapi bagaimanapun suatu jenis asosiasi akan mengalami proses, dalam pengertian ini asosiasi dapat dianggap sebagai suatu syarat mutlak bagi pengertian itu asosiasi dapat dianggap sebagai suatu syarat mutlak bagi perubahan makna (Stephen, 2007:263-264).
―Panta rei” kata heraktetitos ―semua mengalir, semua berubah‖. Demikian pula kata-kata atau maknanya pun turut berubah sesuai dengan pergeseran zaman. Pergezeran zaman atau pergeseran makna seringkali
bersamaan dengan pergeseran sosial yang disebabkan oleh peperangan perpindahan penduduk, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya, dan faktor-faktor lainnya.Pergeseran makna dalam suatu bahasa dianggap sebagai peristiwa kebahasaan yang wajar, dikatakan wajar kaena bahasa sebagai alat komunikasi bagi masyarakat pemakainnya tidak bersifat statis, tetapi karena adanya pergeseran kehidupan sosial masyarakat pemakainannya.
Pergeseran makna kata dalam bahasa indonesia perlu ditelusuri dan mendapat perhatian yang serius, mengingat perkembangan bahasa Indonesia dewasa ini semakin pesatnya. Demikian pula ynag terjadi pada bahasa yang dipakai oleh masyarakat yang bersangkutan, selalu terjadi pergeseran terutama yang menyangkut pergeseran makana kata. Tarigan (1985:17) menyangkut bahwa kata-kata yang sesuai dapat mengalami pergeseran makna dapat pula disebabkan oleh hilangnya motivasi atau dorongan umtuk menggunakan makna yang ada, akhirnya diupayakan makna lain yang lebih bersifat konseptual dan lebih hidup.
Pergeseran makna pada umumnya menyangkut pergeseran pengertian atau benda yang ditunjukkan oleh nama dalam bahasa yang bersangkutan. Maksudnya, nama dari suatu konsep yang ditunjukkan itu tetap, sedangkan pengertian yang dimaksud berubah. Dapat pula terjadi sebaliknya, yaitu pengertian berubah tetapi nama yang ditunjukkan tetap seperti semula. Sebagai contoh, kata bapak dan ibu, untuk menyebut atau
menyapa orang yang mempunyai status sosial yang lebih tinggi walaupun usianya jauh lebih muda dari orang yang menyapanya.
2. Pengertian Makna
Dalam pembahasan sebelumnya, telah disinggung secara sekilas bahwa semantik adalah telaah makna. Persoalan makna secara sekilas bahwa semantik adalah telaah makna. Persoalan makna persoalan yang menarik dalam kehidupan sehari-hari Istilah makna (meaning) merupakan kata dan istilah yang membingungkan. Bentuk makna diperhitungkan sebagai istilah sebab bentuk ini mempunyai konsep dalam bidang ilmu tertentu, yakni dalam bidang ilmu linguistik.
Istilah makna meskipun membingunkan, sebenarnya lebih dekat dengan kata. Bagi orang awam, untuk memahami makna kata tertentu ia dapat mencari kamus sebab didalam kamus terdapat makna yang disebut makna lesikal. Dalam kehidupan sehari-hari orang sulit menerapkan makna yang terdapat didalam kamus, sebab makna sebuah kata sering bergeser jika berada dalam satuan kalimat. Dengan kata lain setiap kata-kata mempunyai makna luas.
Kemudian Stevenson (dalam Pateda, 2010:82) perpendapat bahwa, jika seorang menafsirkan makna sebuah lambang, berarti ia memikirkan sebagaimana mestinya tentang lambang tersebut, yakni suatu keinginan untuk mengahasilkan jawaban tertentu dengan kondisi-kondisi tertentu pula. Selanjutnya, ogden dan Rivhards (dalam Pateda 2010:82) mengatakan bahwa makna adalah suatu perbendaharaan kata yang
intrinsik dan sesuatu yang secara aktual dihubungkan dengan suatu lambang oleh hubungan yang telah dipilih. Selanjutnya, menurut Sarwiji (2008:71) yang dimaksud dengan makna adalah makna yang terdapat yang berhubungan dengan kalimat atau kelompok yang ada didalam sebuah kata dalam kajian kebahasaan.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa makna merupakan konsep yang lahir dari hasil interpresentasi yang menunjuk pada suatu arti tertentu yang dapat dipahami. Hal ini berarti bahwa makana itu berkaitan erat dengan upaya agar setiap pemakai bahasa bisa saling memahami dengan apa yang telah dituturkan. Oleh karena makna hanya berlaku untuk bahasa yang bersangkutan, makna dengan sendirinya pula makna berbentuk berdasarkan sistem aturan yang berlaku yang dimiliki oleh bahasa tersebut.
Makna kata dalam pemakai bahasa selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga sering memberikan kesulitan bagi pemakai bahasa. Seperti yang dikatakan oleh Keraf (1984:45) bahwa, ― menelusuri perkembangan makna kata dalam suatu bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan dari waktu ke waktu, maka kata dapat mengalami perubahan sehingga akan mengalami kesulitan baru bagi pemakai bahasa yang bersifat konservatif‖
3. Kosakata
Kosakata berarti perbendaharaan kata atau kekayaan kata yang dipakai.Sebagai tolok ukur keterampilan berbahasa kosakata merupakan tolok ukur perbendaharaan kata yang dipakai, wawasan kata yang
digunakan, serta ketetapan pemakaiannya dalam konteks kalimat. Keraf (2009: 80) mengatakan bahwa kosakata adalah keseluruhan kata yang berada dalam ingatan seseorang yang segera akan menimbulkan reaksi bila mendengar materi membaca Selanjutnya, Adwinata (dalam Martono, 1990: 5) mengaitkan kosakata sebagai berikut (1) semua kata yang terdapat dalam semua bahasa; (2) kata yang dikuasai oleh seseorang atau kata-kata yang dipakai oleh segolongan orang dalam lingkungan yang sama; (3) daftar sejumlah kata atau frasa dari sebuah bahasa yang disusun secara alfabetis disertai bahasa dan keterangannya.
Menurut Kridalaksana (1993: 127), bahwa kosakata adalah (1) komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna/arti dan pemakaian kata dalam bahasa; (2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seseorang pembicara, penulis dari suatu bahasa.Selanjutnya, Soedjito (dalam Citra, 1999: 9) mengemukakan bahwa kosakata dapat diartikan sebagai (1) semua kata yang terdapat dalam satu bahasa; (2) kekayaan kata yang dialami oleh pembicara dan penulis; (3) kata yang dipakai dalam satu bidang ilmu pengetahuan; (4) daftar kata yang disusun seperti kamus yang disertai penjelasan singkat dan praktis
Kosakata atau pembendaharaan dalam bahasa Inggris disebut lekxikon yang berarti kata. Cabang ilmu linguitik yang mempelajari kata atau leksikon disebut leksikologi. Menurut Soekesi (1994:7) kosakata dapat diartikan menjadi beberapa pengertian, yaitu semua kata yang ada dalam satu bahasa, kata yang dikuasai oleh seseorang atau kata-kata yang
dipakai oleh golongan orang dari lingkungan yang sama, kata-kata yang dipakai dalam satu bidang keilmuan, seluruh morfem yang ada dalam satu bahasa, dan daftar sejumlah kata dan frasa dari suatu bahasa yang disusun secara alfabetis disertai batasan dan keterangannya.
Secara leksikal kata merupakan satuan terkecil untuk leksikon atau kata yang disebut menjadi entri dalam kamus. Kata secara leksikal merupakan dasar untuk kalimat yakni yang kombinasi yang ditentukan oleh unsur sintaksis (Soekaesi 1994:9). Soedjito (1992:1) mengungkapkan bahwa kosakata (pembendaharaan kata) dapat diartikan sebagai berikut yaitu (1) semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, (2) kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis, (3) kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, dan (4) daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis.
Berdasarkan tingkat pemakaiannya, kosakata ada dua yaitu kosakata aktif dan kosakata pasif. Kosakata aktif adalah kosakata yang sering dipakai dalam berbicara dan menulis adapun kosakata pasif adalah kosakata yang jarang atau tidak pernah dipakai (Soedjito 1992:1).
Di dalam linguistik dikenal istilah basic vocabulary atau kosakata dasar (Tarigan 1986:2). Kosakata dasar adalah kata-kata yang tidak mudah berubah atau sedikit sekali mengalami perubahan. Kosakata yang termasuk ke dalamnya adalah istilah kekerabatan, nama-nama bagian tubuh, kata ganti, kata bilangan pokok, kata kerja pokok, kata keadaan pokok, dan benda-benda universal (Tarigan 1986:2).
Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa kosakata cukup luas tidak terbatas pada perbendaharaan kata. Pengertian kosakata, yaitu kata-kata yang dikuasai oleh seseorang, kata-kata yang terdapat dalam satu bahasa, kata yang dipakai dalam satu bidang ilmu pengetahuan, kata-kata yang disusun dalam kamus secara alpabetis disertai penjelasan secara singkat dan praktis.
a. Pembagian kosakata dalam bahasa Indonesia
Pembagian kosakata atau kelas kata dalam bahasa Indonesia telah banyak dilakukan oleh para ahli bahasa. Berikut ini akan diuraikan beberapa bagian kosakata tersebut.
Meolino (1998: 62) mengelompokkan jenis kata, yaitu :
1) Verba atau kata kerja adalah semua kata yang menyatakan perbuatan misalnnya mengetik, meraba, melihat, mencuci dan lain-lain.
2) Nomina atau kata benda adalah nama dari semua benda dan segala yang diadakan misalnnya meja, kursi,tas,jam dan lain-lain.
3) Adjektiva adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sifat atau keadaan orang, benda, binatang, (putih, bersih, gemuk, kurus, dan lain-lain.
b. Sumber kosakata bahasa Indonesia
Kosakata bahasa Indonesia dapat bersumber dari kosakata bahasa Indonesia, kosakata bahasa serumpun (bahasa daerah),,dan kosakata bahasa asing.
1) Kosakata bahasa Indonesia
Kata Indonesia yang dijadikan bahan istilah adalah kata umum, baik yang lazim maupun yang tidak lazim, yang memenuhi salah satu syarat atau lebih , berikut ini.
a) Kata yang dengan tepat mengungkapkan makana konsep, proses, keadaan atau sifat yang dimaksudkan, seperti tunak (steady), telus (percolate), imak (simulate)
b) Kata yang lebih singkat dari pada kata yang lain yang beracuan sama, seperti gulma jika dibandingkan dengan tumbuhan pengganggu, suaka (politik) jika dibandingkan dengan perlindungan (politik).
c) Kata yang tidak bernilai rasa (konotasi) buruk yang sedap didengar (eufonik),seperti pramuria jika dibandingkan dengan hostes, tunakkarya jika dibandingkan dengan pengannggur
Di samping itu, istilah dapat berupa kata umum yang diberi makna baru atau makna khusus dengan jalan menyempitkan atau meluaskan makna asalnya. Misalnnya berumah dua, garam, garis bapak, hari jatuh, hitung dagang, pejabat teras, suaka politik, tapak, titik sudut.
2) Kosakata bahasa serumpun