• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Keterbatasan dan Saran

Penelitian ini berfokus pada caption berbahasa Indonesia yang dibuat oleh remaja pada sosial media instagram. Namun, seperti yang kita ketahui saat ini para user cenderung membuat postingan dengan caption berbahasa

Inggris, emoticon, atau bahkan tanpa caption sama sekali sehingga menjadi sebuah kesulitan tersendiri bagi peneliti.

2. Saran

Saran peneliti kepada para user instagram terkhusu kepada para remaja adalah bagaimana kemudian mereka bisa memahami setiap makna kata berikut dengan pergeseran maknanya yang digunakan dalam captionnya agar tidak terjadi salah penafsiran dan salah paham. Hal ini juga agar caption yang diposting dapat lebih berbobot dimata viewers.

76

DAFTAR PUSTAKA

Arnawa, Nengah. 2016. Pergeseran Kosakata Bahasa Bali Ranah Pertanian: Studi Linguistik Kebudayaan. Jurnal. Vol. 28 No. Di unduh 15 Januari 2020. Dari http://repo.ikippgribali.ac.id.

Citra. (1999).Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Kelas III Batara Gowa Singguminasa. Skripsi. Ujung Pandang: FPBS IKIP Ujung Pandang. Danie, Julianus Akun. 1987. Kajian Geografi Dialek Minahasa Timur Laut.

Desertasi pada Universitas Indonesia, Jakarta.

Firnasari. 2016. Pergeseran Makna Kosakata Bahasa Indonesia Harian Teribun Timur. Skripsi. Tidak Diterbitkan.

Fitriyadi, Rizky. 2014. Pengaruh Penguasaan Kosa Kata dan Tata Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi Siswa Kelas x SMA Negeri Se Kota Yogyakarta. Skripsi: `Tidak Diterbitkan.

Hijriyani.2018. Pergeseran bahasa Jawa di Desa Karyamukti Kecematan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Skripsi: Tidak Diterbitkan.

Irwansyah. 2011. Corporate and Marketing Communication. Jakarta: Puskombis Universitas Mercu Buana

Keraf, G. (2009).Tata Bahasa Indonesia.Ende: Nusa Indah.

Khaer, Fajrul. 2017. Implikasi Visual Media Instagram Terhadap Peggunaan Ragam Bhasa Indonesia. Skripsi: tidak Diterbitkan.

Kridalaksana, H. (1993). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Martono. (1990). Kosakata Bahasa TulangMamak. Jakarta. Depdibud.

Masyhitah. 2017. Pergeseran Bahasa Bugis Dialek Barru Pada Penutur Bahasa Bugis Dialek Barru di Makassar (Tinjauan Sosiolinguistik). Skripsi: Tidak Diterbitkan.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Munirah & Hardian.2016. Pengaruh Kemampuan Kosakata dan Struktur Kalimat Terhadap Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa

SMA.Jurnal.Vol 16 No 1. Di unduh 07 Januari 2002, dari http://dx.doi.org./10.17509/bs_jpbs.v1512.

Nurul Irawan, Yulia. 2013. Pergesran bahasa Mandarin dialek Hokkian dalam keluarga etnis Cina Benteng di kelurahan Sukasari kota Tanggerang. Skripsi: Tidak Diterbitkan.

Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Lesikal. Jakarta:Rineka Cipta.

Prihatningsih, Witanti. (2017). Motif Penggunaan Media Sosial Instagram di

Kalangan Remaja. Jakarta: 7 januari 2020 dari

http://journal.budiluhur.ac.id.

Rahma Putri, Devita. 2016, Artikel Tentang Instagram. Diambil dari :

http://putridevits.blogspot.co.id/2016/04/artikel-tentang-instagram.html (07 April 2016).

Retrosari, Hesti. (2013). Pergeseran Bahasa Jawa Dialek Banyumasan Di Kalangan Remaja Dalam Berkomunikasi. Skripsi: Tidak Diterbitkan. Sahril. (2018). Pergeseran Bahasa Daerah pada Anak-Anak di Kuala Tanjung

Sumatera Utara, Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7 (2), 210—228. doi: https://doi.org/10.26499/rnh.v7i2.571 Sumarsono dan Paina Partana. 2002. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Penerbit Sabda.

Setiawati, Sulis. 2016. Penggunaan Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) dalam Pembelajaran Kosakata Baku dan tidak Baku pada Siswa Kelas IV SD. Jurnal. Vol 2.i1 (44-45). Di unduh 15 Januari 2020. Dari

http://dx.doi.org/10.22202/JG.2016.v2i1.1048.

Soedjito. 1992. Kosakata Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Soekesi. 1994. Tata Istilah Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

Tarigan. 1986. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa. Soedjito. 1992. Kosakata Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Yusuf, Muri. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Gabungan.Jakarta.

L

A

M

P

I

R

A

N

Lampiran I

KORPUS DATA

Data Akun Instagram yang Dijadikan Sumber Data No. Nama Akun Instagram Jumlah Data yang Diambil

1 @indahhkasim 1 2 @muhrezaes__ 9 3 @rusliyah.abd 1 4 @irmawatiwahyuningsih 1 5 @iinpratiwi29_ 1 6 @nurhalisahusain 2 7 @muh.ihsan_rajab 1 8 @khairunnisanur3 1 9 @iinekaswtry 1 10 @wawan_pasalli1109 3 11 @lianaamalia_ 1 12 @ikhaa185 3 13 @finnamel 1 14 @tarantula.ra07 1 15 @kiki.indrawati27 2 16 @anniisa7462 1 Total 30

1. @indahkasim : Ada yang indah tapi bukn pemandangan

2. @muhrezaes_ : Tujuan tidak mesti sama, tapi kebersamaan tetap harus terjaga, itu

3. @rusliyah.abd : Ngampus sampai mampus....

4. @irmawatiwahyuningasi : Ramadhan H-27- apa kabar diri yang masih sama saja dengan sebelumnya? Wacana intropeksi diri sudahkah berhasil? Sekarang belum terlambat untuk memperbaiki. Selamat berbenah ya  5. @muhrezaes_ : kalian begitu berharga,itu

6. @muhrezaes_ : Juara? Tentu saja. Karena kita dilahirkan sebagai pemenang, dan untuk menjadi pemenang

7. @muhrezaes_ : Ketemu dengan senior-senior FEBI (kak Iksan Manajemen & kaka Hera-Ekonomi Islam) yg sedang kuliah Magister di UGM dan UII. Semoga bisa nyusul segera!

8. @iinpratiwi29_ : Emakkkk gue...selalu kasih saran...Selalu kasih makan... Selalu kasih solusi...Selalu kasih uang juga 

9. @muhrezaes_ : Barakallah, anaknya baba sudah sarjana betulan wkwk. Farida sawali, S.Farm.

10. @muhrezaes_ : Karena olahraga bukan sekedar soal fisik, tapi juga bagaimana menjalin silaturahmi

11. @ muh.ihsan_rajab : Ngopi biar tidak sepi

12. @muhrezaes_ : Terima kasih rabu malam berfaedahnya, saudara saudaraku! Semoga donasi yang ada dapat segera kita salurkan ke saudara(i) kita di Sulawesi Tengah 

13. @muhrezaes_ : Malam ini jadi bagian dari kelas Akutansi D 2015, dalam sebuah momen bahagia salah satu saudari kami yang akhirnya resmi melepaskan ―masa sendiri‖ nya. Barakallah!

14. @khaerunnisanur3 : Gambar ini didedikasikan untuk siapapum kamu kamu yang sudah berjuang mengusahakan hari ini 15. @iinekaswtry : Kebenran Cuma ada di langit dan dunia hanyalah

palsu- Soe Hok Gie

16. @wawanpasalli1109 : Kalau tinggal alam yang mengerti luka mu. Kembalilah jadi tanah.

17. @wawanpasalli1109 : Garis merah

18. @lianaamalia_ : jangan sering-sering memendam luka, tak baik, nanti susah pulih

19. @ikhaa185 : Bukankah Menggoda Manusia itu tugas Setan (?) Setan Upss Jangan diambil Hati nanti cepat stroke 20. @finnamel : Hati-hati jangan sampai ini RAMADHAN terakhir

untuk diri kita.

21. @muhrezaes_ : Kita hidup bagaikan kartu remi. Kesuksesan ditentukan dari seberapa mampu kita menjadi ―Kartu As‖ terhadap kehidupan, dan tetap menyadari bahwa kita tak mungkin menjadi ―Joker‖ yang sudah pasti diperankan Sang Maha Kuasa. Muh Reza Eka saputra

22. @wawanpasalli1109 : Berfikir bersama kursi kosong 23. @tarantula.ra07 : MENAPAK ATAP

24. @muhrezaes_ : Haruska aku meletus dulu agar kau pegang erat erat

25. @kiki.indrawati27 : Apa kabar Rindu? Kadang kita harus meneladani matahari. Ia mencintai Bumi, tapi ia mengerti mendekat pada sang kekasih justru membinasakan

26. @nurhalisahusain : Manusia adalah miniatur alam semesta. lebih besar dari pujian, lebih luas dari cacian

27. @kiki.indrawati27 : Biar aku mencintaimu seperti cara matahari menjaga bumi. Dari jauh dan tidak mendekat, tanpa sedikitpun mengurangi rasa hangat... 28. @ikhaa185 : Keluarga Camera

29. @annisa7462 : Jika tidak bisa menjadi mawar yang

membahagiakan, maka jangan jadi duri yang melukai.

30. @ikhaa185 : Jadilah seperti kopi Meskipun Pahit tapi Dia tak Pernah Pura-Pura Manis

LampiranII

Lampiran Spesialisasi

Lampiran Sinestesia

Lampiran Asosiasi

RIWAYAT HIDUP

Rasas Mita, dilahirkan di Segeru Kabupaten Pangkep pada tanggal 20 Mei 1998. Anak pertama dari empat bersaudara, pasangan dari bapak H.Muh.Amir dan Ibu Hasriah. Adik pertama bernama Suhaelah, adik kedua bernama Ashar dan adik ketiga Kamria Amila. Penulis menyelesaikan pendidikan di SDN 14 Lasare lulus pada tahun 2010, MTS DDI Jawi-Jawi lulus pada tahun 2013, SMAN 5 Pangkep lulus pada tahun 2016. Tahun 2016 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis melakukan Pemantapan Profesi Keguruan (P2K), di SMA Muhammadiyah Rappang Kabupaten Sidrap. Dengan ketekunan motivasi tinggi untuk terus belajar dan berusaha, penulis telah berhasil menyelesaikan pengerjaan tugas akhir skripsi ini. Semoga dengan penulisan tugas akhir skripsi ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.

Akhir kata penulis mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas terselesaikannya skripsi yang berjudul ― Pergeseran Kosakata Bahasa Indonesia pada Pengguna Instagram.‖

Dokumen terkait