• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Setelah wancara dengan setiap informan telah dilakukan, peneliti membuat transkrip verbatim sebagai dokumen untuk dianalisis. Peneliti kemudian melakukan koreksi dari transkrip tersebut dan mencocokkan kembali dengan audio wawancara tiap informan. Seselesainya dengan hasil transkrip, peneliti lekas melakukan member checking kepada tiap informan sesuai dokumen masing-masing. Proses member checking dilakukan untuk mendapat

45 konfirmasi dari tiap informan terkait dengan kesesuaian atau keabsahan antara transkrip verbatim dengan maksud atau makna yang hendak disampaikan informan. Setiap informan berhak untuk merubah, mengurangi atau menambahkan dari hasil transkrip verbatim tersebut. Sampai pada akhirnya tiap informan telah menyetujui transkrip tersebut untuk dianalisi oleh peneliti.

Peneliti mulai melakukan tahap analisis data sesuai dengan metode

Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) pada transkrip yang telah

melalui member checking. Peneliti mengawali tahap analisis dengan melakukan

reading and re-reading. Pada tahap awal ini peneliti membaca berulang-ulang

transkrip untuk memperoleh pemahaman yang sesuai dengan sudut pandang tiap informan. Kemudian peneliti masuk pada tahap initial noting yang bertujuan untuk memperoleh catatan-catatan penting dalam menemukan makna dari transkirp yang telah dibaca. Ketika beberapa bagian penting dari transkrip yang sesuai dengan topik penelitian telah ditemukan dan diberi catatan penting, maka akan dilanjutkan pada tahap developing emergent themes. Pada tahap ini peneliti mulai mengelompokan beberapa catatan sesuai dengan lingkup bahasan yang sesuai atau dalam suatu tema yang mewakili. Catatan – catatan yang rinci akan di kelompokkan pada tema yang lebih general untuk membentuk lingkup yang lebih besar dari tema – tema kecil sebelumnya. Peneliti kemudian melanjutkan untuk mencari hubungan antar tema besar atau disebut dengan tahap searching for connections across emergent themes. Pada tahap ini peneliti membuat skema yang menghubungkan setiap tema dengan

46 pola yang dikembangkannya. Ketika peneliti telah menyelesaikan dengan informan pertama, maka akan dilanjutkan dengan informan berikutnya atau disebut dengan tahap moving to the next case. Seselesainya dengan ketiga informan, maka peneliti masuk pada tahap looking for patterns across case. Peneliti akan menghubungkan keberagaman tema yang muncul dari tiap informan untuk menjadi suatu kesatuan skema. Berangkat dari skema yang telah dibuat, peneliti mulai menjelaskan analisis datanya secara naratif terhadap tema-tema yang ditemukan. Berikut akan peneliti paparkan hasil naratif dari setiap informan.

1. Informan 1 STY (47)

a. Merasakan kebaikan dari orang lain

STY (47) mengalami pengalaman berkesan dari perhatian orang sekitar padanya. STY (47) sempat mengalami masa yang sulit sebagai seorang anak yang terpisah dengan orang tuanya. Beruntungnya STY (47) mendapat perhatian dari orang lain yang mau merawatnya. Keterbatasan dan masalah yang dibawa STY (47) tidak mengecilkan hati orang lain untuk membantunya. STY (47) belajar dari apa yang telah orang lain berikan padanya. Belajar untuk dapat peduli pada sesama tanpa ragu membantu secara tulus.

STY (47) termotivasi untuk menjadi seorang penolong bagi sesama. Motivasi ini muncul karena STY (47) pernah dibantu orang lain untuk bertahan hidup. Pengalaman yang berkesan bagi STY

47 (47) dan membuatnya ingin mengambil peran sebagai orang yang juga ada bagi siapapun sesama yang membutuhkan. STY (47) tidak membatasi pertolongannya hanya kepada orang yang pernah menolongnya.

Kalo tadi secara sukarela, bapak sendiri memaknani arti relawan atau melakukan hal secara sukarela bagaimana pendapat bapak terhadap apa yang bapak lakukan terhadap pengondisian yang dilakukan pada saudara-saudara yang membutuhkan?

“Karena gimana saya terus terang dari kecil itu hidupnya juga susah. Susahnya gimana itu saya dari kecil ikut orang lain bukan sama orang tua. Gimana cara dibantunya suatu orang yang sudah dibantu dengan rela hati dengan suka hati tanpa imbalan tanpa bayaran dan apa pun kok beliau-beliau itu bisa. Itu yang membuat saya sendiri gimana cara saya tidak bisa membantu beliau-beliau yang pernah membantu saya, tapi saya bisa membantu orang lain mungkin itulah yang membuat saya berbagi, membalas budi beliau-beliau yang sudah membantu saya tidak saya kondisikan tapi saya dapat mengondisikan orang lain.”(STY, 48-59)

b. Keinginan menjadi relawan jalanan

STY (47) terlibat dalam aktivitas kemanusiaan di jalanan karena naluri masa lalunya yang pernah mengalami hidup di jalanan. Melalui pengalamannya, STY (47) melihat adanya beragam kendala yang kerap dialami orang-orang saat berkendara di malam hari. Kendala di jalanan yang sebenarnya juga pernah dialami STY (47) mampu memposisikan dirinya untuk berempati di kondisi saat ini.

48 STY (47) merasa nyaman untuk kembali hidup di jalanan dengan peran barunya sebagai seorang relawan jalanan. Peran yang membuat dirinya secara tulus bagi sesama dan melakukan tindakan kemanusiaan. Mulai dari masalah pada kendaran bermotor hingga masalah-masalah lain.

Yang membawa bapak akhirnya turun di jalanan itu karena permasalahan di Jogja yang saat ini atau emang tertariknya di jalanan?

“Sebenarnya kita ini naluri mas, dalam arti kita sering berkecimpung di jalanan dan kita tahu di jalanan itu seperti apa. Saya sendiri mengalami entah itu bocor ban di malam hari kita gak punya temen, kawan, maupun sodara. Kita kebocoran ban di sini, itu pun otomatis saya sendiri mendorongnya sampai ke sana dan itulah yang membuat hati kita untuk saling membantu, di mana kita a… berkeluarga di suatu komunitas sosial dan pure untuk sosial. Jadi kita itu saling a… gimana ya, saling membantu di mana seseorang itu baru terjadi masalah atau trouble di kala itu.”(STY, 25-35)

c. Ketertarikan pada Lowanu Squad

STY (47) memilih Lowanu Squad sebagai komunitas yang dianggap sesuai dengan tujunnya sebagai relawan jalanan. STY (47) telah mengamati Lowanu Squad bergerak sebagai komunitas relawan jalanan. Prinsip dalam membantu secara altruis dirasa cocok dengan apa yang ingin dijalani STY (47). Kinerja dan relasi dalam Lowanu Squad juga menjadi nilai lebih bagi STY (47).

49 Pada kesempatan ini, STY (47) berharap untuk dapat optimal dalam segala aktivitas kemanusiaan. STY (47) hanya bersedia bergabung dengan Lowanu Squad dibanding komunitas yang lain. Daya tarik dari Lowanu Squad mampu memantik semangat bagi STY (47) untuk terus menjalani pilihannya sebagai seorang relawan.

Untuk Awalnya sendiri apakah ada satu orang lalu mengajak yang lain atau memang dibentuk oleh beberapa orang dan akhirnya dibentuk suatu kepengurusan pak?

“Yang jelas waktu itu saya lihat di sosmed postingan-postingan beliau seperti a… istilahnya pengondisian malam yang bersifat positif seperti tambal ban dan lain-lainnya. Bersifat gratis tanpa dipungut biaya, itu yang membuat saya tertarik di Lowanu Squad. Entah itu beberapa personil di Lowanu Squad saya hanya di Lowanu Squad karena saya sendiri tahu kinerjanya Lowanu entah itu di pengondisian apapun, AM selalu di garis depan. Dalam arti garis depan dia selalu jadi panutan gimana cara sodara-sodara kita, temen-temen kita supaya bisa dibantu dikondisikan entah itu hal-hal yang seperti ini tambal ban yang jelas.”(STY, 36-47) d. Tanggung jawab dalam keluarga

STY (47) menyadari bahwa ada tanggung jawab dalam keluarga yang harus dipenuhi sebagai seorang ayah dan suami. STY (47) memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dalam setiap halnya. STY (47) sendiri bekerja sebagai Sales Marketing, sepulangnya ke rumah dia lanjut menemani anak-anaknya. STY (47) merasa bahwa tanggung

50 jawabnya di keluarga adalah untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Setelah tanggung jawabnya dalam keluarga terpenuhi, baru dirinya akan melanjutkan peran lainnya sebagai seorang relawan jalanan. STY (47) tetap memiliki prioritas pada keluarganya dan itu pun juga direstui oleh Lowanu Squad.

Berarti kalo kumpul malem gini apakah ada jadwalnya? “Yang jelas kita bukan membuat jadwal seperti ronda ya mas. Kita dalam prinsip kita sopo sing lego

sopo sing lego, dalam arti anggota kan punya kewajiban

dan tanggungan masing-masing. Kewajiban dan tanggungan mereka adalah keluarga.”(STY, 110-114) Kalo bapak sendiri menganggap Komunitas Lowanu ini seperti apa pak?

“Keluarga kedua saya ya. Keluarga pertama saya adalah keluarga saya sendiri yaitu istri dan anak-anak. Keluarga kedua saya ya Lowanu yang berdiri dengan puluhan anggota dan keluarga yang di luar sana, itulah keluarga saya.”(STY, 191-195)

Lalu apakah ada perbedaan perlakuan atau sikap atau apapun itu terhadap dua keluarga ini pak?

“Itu pasti mas, saya sendiri tidak munafik dalam arti tidak munafik apa, kita meninggalkan keluarga kita sendiri kita tanggung jawab. Dalam arti tanggung jawab kita mungkin untuk istilahnya untuk harian keluarga kita sendiri itu gimana caranya kita penuhi. Namun, tidak menuntup kemungkinan kita harus selalu membagi kita keluarga kedua ini gimana caranya tenaga kita yang kita salurkan untuk keluarga kedua ini untuk walapun hanya tenaga tapi itu sangat berarti untuk semuanya, entah untuk pengondisian malam atau yang lain-lain itulah keluarga kita keluarga kedua kita.”(STY, 196-206) e. Kedewasaan dalam menentukan sikap sebagai relawan

STY (47) adalah individu yang merdeka akan setiap keputusan dalam menjalankan tanggung jawabnya. Kebebasan

51 yang bertanggungjawab adalah prinsip yang dijalankan STY (47) sebagai relawan jalanan. Lowanu Squad yang tidak memaksakan setiap anggotanya akan ketentuan yang wajib dijalankan.

STY (47) coba menghargai setiap kebebasan orang lain layaknya yang dilakukan pada dirinya sendiri. STY (47) percaya bahwa orang yang tulus untuk terlibat di Lowanu Squad akan merasa bertanggungjawab tanpa perlu dicari kehadirannya. Kesadaraan diri pun telah terbentuk secara mandiri dalam Lowanu Squad.

Berarti kalo kumpul malem gini apakah ada jadwalnya? … “Ya itu tadi niat dari hati di mana sapa yang

selo menyisihkan waktu untuk membantu saudara kita

itu kita dimanggake. Dalam arti monggo akan saudara-saudara kita yang lego untuk stand by dalam kondisi ada pengondisian atau ndak kita tetap stand by di sini di Lowanu. Bila nanti ada kebutuhan yang mendesak seperti kebocoran ban di daerah mana yang terjangkau pasti kita yang stand by akan siap membantu beliau-beliau yang membutuhkan bantuan di jalan.”(STY, 101-109)

f. Kesepakatan dalam menghidupi komunitas

STY (47) merupakan orang yang aktif untuk terlibat di Lowanu Squad. STY sendiri mengemban tugas kepengurusan sebagai hubungan masyarakat (Humas) di Lowanu Squad. Tugas sebagai humas dipercayakan rekan-rekan di Lowanu pada

52 STY (47) karena kinerjanya selama ini. Kepengurusan di Lowanu Squad ini dipilih melalui voting.

STY (47) menghargai kepercayaan dari rekan-rekan dengan mengemban tugas sebagai hubungan masyarakat dengan baik hingga saat ini. STY (47) telah menunjukkan bahwa dirinya mampu untuk menjalankan perannya di keluarga dan komunitas dengan totalitas. Dukungan dari keluarga dan kepercayaan rekan-rekan di Lowanu Squad adalah gambaran nyata STY (47) nyaman dengan dinamika hidupnya.

Selain ada presiden, apakah ada kepengurusan yg lain dalam komunitas ini pak?

“Terus terang kita untuk pembinanya ada NA sebagai pembina kita, untuk presidennya ada AM, lalu wakil presiden ada AW, sekretarisnya RCPX, lalu untuk humas saya sendiri STY, terus bendahara A dan anggotanya sekitar 50an lebih kalo anggotanya.”(STY, 73-77)

Lalu ini pak dari kepengurusan itu apakah cara pemilihannya dengan voting atau dengan seperti apa sih pak?

“Kita terus terang kan setiap bulannya selalu bertemu dan berkumpul nanti kita dalam pembentukan itu kita voting dalam arti nanti kita dalam pembentukan pengurus kita selalu terbuka sama anggota sapa yang mau dipilih. Seperti pemilihan dan kita juga setiap bulannya mengumpulkan kas untuk suatu pengondisian untuk beli ban atau beli apa itu pasti ada dan terkumpul dan untuk laporan juga ada itu bisa dilihat di rekaman di sekretaris atau bendahara itu ada. Yang jelas kita kepengurusan itu terpilih, bukannya kita menunjuk tapi terpilih. Siapa sih yang cocok di pengurusan.”(STY, 78-88)

53 Selain adanya kepengurusan, kesepakatan untuk pertemuan besar dan iuran pun dijalani STY (47) dalam Lowanu Squad. STY (47) menyadari bahwa komunitas ini perlu dipenuhi kebutuhannya untuk tetap hidup. Kebutuhan untuk berelasi dan hal-hal teknis adalah kesepakatan yang dibuat dalam Lowanu Squad. Setidaknya sebulan sekali diadakan pertemuan dengan seluruh anggota komunitas yang disertai dengan iuran rutin. Kegiatan tersebut adalah agenda di luar pengondisian setiap malam yang secara aktif diikuti STY (47).

Tadi dengan anggota mengumpulkan kas, bagaimana latar belakangnya kita mengumpulkan kas dan bagaimana ketentuannya atau sistem pengumpulannya?

“Kalo iuran kas itu kan kita sudah sepakat dengan anggota bahwa kita perbulan taruhlah 10.000 atau satu lapannya kalo orang Jawa atau 35 hari itu 10.000. Ya nanti yang hadir itu berapa yang terkumpul itu berapa ya nanti kalo bisa kita belanjakan buat alat pengondisian ya kia belanjakan… ataukah nanti untuk isitlahnya keperluan mendadak seperti ada saudara kita yang berkunjung ke Lowanu ya nanti bisa kita buat untuk beliau-beliau ini bisa kita cukupi istilahnya ya kita sediakan air teh atau teh manis, cemilan ala kadarnya itulah isinya kita membuat dana kas yang bersifat bulanan itu.”(STY, 89-100)

g. Keseharian aktivitas Lowanu Squad

Lowanu Squad melakukan beberapa inisiatif dalam melakukan setiap kegiatan kemanusiaan mereka. STY (47) pada awalnya mendapat informasi dari media sosial tentang adanya relawan jalanan. STY (47) pun merasa media sosial mampu

54 sangat bermanfaat bagi Lowanu Squad dalam memperluas jangkuan dengan masyarakat awam serta rekan-rekan relawan lain. Selain penggunaan FB, STY (47) juga melakukan gerilya di jalanan dalam memantau kondisi di jalanan. Cara lama ini tetap dilakukan agar dapat mengakomodir beberapa orang yang belum mengetahui keberadaan Lowanu Squad dan terbatas dalam penggunaan media sosial.

STY (47) mengungkapkan bahwa Lowanu Squad selalu terbuka untuk melakukan kerja sama dengan beberapa pihak lain dalam melakukan pengondisian. STY (47) dengan rendah hati menyatakan bahwa komunitas ini masih memiliki kekurangan baik teknis pun non teknis. Lowanu Squad sengat terbuka untuk belajar dan meminta bantuan dari pihak lain yang lebih berpengalaman dalam penanganan suatu masalah. Kolaborasi yang dilakukan mampu membuat relasi Lowano Squad semakin luas dengan relawan atau masyarakat lain yang terlibat.

“Yang jelas waktu itu saya lihat di sosmed postingan-postingan beliau seperti a… istilahnya pengondisian malam yang bersifat positif seperti tambal ban dan lain-lainnya.”(STY, 60-63)

Kok bisa to pak membantunya itu dalam bentuk menambal ban dan membantu orang yang kesusahan di malam hari?

… “Kadang kita gini kita juga apa a… kita selalu stand by di akun media kita selalu posting di wall nya Lowanu, dalam arti gini kita juga sering gerilya di mana nanti kita jalan, di jalan itu ada saudara kita, teman kita,

55 atau pun itu mengalami bocor ban dan lain-lain kalo bisa kita tangani nanti kita tangani. Kalo kita belum bisa nangani nanti kita berkolaborasi dengan teman-teman kita yang bisa nangani sesuatu entah itu motor maupun mobil yang mengalami macet atau mogok.”(STY, 64-72)

h. Keberagaman pandangan dalam komunitas

STY (47) terbuka dengan segala realita yang muncul dalam Lowanu Squad. Komunitas ini terdiri dari beragam individu yang masing-masing memiliki kekhasannya. Khas dalam berpikir, bereskpresi, berelasi dan berdinamika dengan masing-masing caranya dalam Lowanu Squad. STY (47) sendiri mau untuk menghargai sesama anggota di Lowanu Squad dan melihat kondisi ini sebagai hal yang wajar.

Terus ini pak, selama bapak berdinamika dengan Lowanu, kendala apa saja to pak yang bapak alami. Baik itu di dalam maupun di luar lingkup ini?

“Dinamikanya kita di komunitasnya ada yang pro ada yang kontra mas. Jujur saja kita di komunitas itu seperti yang kita alami di lapangannya, ada yang suka ada yang tidak gitu saja. Ya istilahnya ada yang pro ada yang kontra ya gitu simple.”(STY, 138-142)

i. Dukungan dari masyarakat

Lowanu Squad telah dilihat dan didukung oleh masyarakat luas terkait kinerjanya sebagai relawan jalanan. Ketertarikan masyarakat pun disertai dengan apresiasi guna mendukung STY (47) dan rekan-rekan. Contoh dukungan yang muncul berupa adanya pihak yang mempercayakan bantuan

56 untuk disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Berangkat dari titipan tadi, Lowanu Squad menjankan kepercayaan masyarakat secara professional. STY (47) pun turut senang dengan ketulusan masyarakat untuk membantu sesama.

… “Seperti kemaren teman kita atau saudara kita yang di Bantul mengalami kebanjiran dan tanah lonsor itu kita apresiasi kita bantu dengan wadah Lowanu Squad. Alhamdulilah dari rekan-rekan entah itu W atau P dari Solo Jawa Tengah itu ikut apresiasi membantu saudara kita yang di Bantul dan saudara-saudara kita yang di sini dan Magelang itu banyak… Tidak bisa kita sebutkan satu persatu itu juga membantu apresiasi seperti sembako dan lain-lain itu kita tidak bisa memperinci isi dalam kotak dan sebagainya itu privasi mereka atau beliau. Kita hanya menyalurkan amanah dari beliau-beliau, supaya apa yang diinginkan saudara kita yang kebanjiran dan tanah longsor itu sedikit membantu itu saja.”(STY, 115-127)

j. Kolaborasi dengan pihak lain

STY (47) menyadari kapasitas Lowanu Squad yang masih kurang dan dengan terbuka mau berkolaborasi dengan rekan-rekan di luar sana. Memang tak semua masalah dikuasai oleh Lowanu Squad. Melalui kekurangan ini, STY (47) dengan rendah hati tak ragu untuk meminta bantuan dari pihak-pihak yang lebih mampu mengatasinya.

STY (47) mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan beberapa pihak di setiap pengondisian menjadi momen untuk menjalin relasi yang lebih luas. Relasi yang terbentuk dirasa

57 STY (47) dapat saling menguntungkan saat ada masalah di luar kemampuan tiap pihak. Tak heran jika telah banyak pihak yang menjalin relasi dengan Lowanu Squad.

Kok bisa to pak membantunya itu dalam bentuk menambal ban dan membantu orang yang kesusahan di malam hari?

… “Namun kita di sini Lowanu Squad begadang sampai pagi ini sampai pagi hanya untuk pengondisian entah itu bocor ban, mobil mogok dalam arti kita yang jelas aki soak dalam arti nanti aki kita jumper, untuk onderdil terus terang kondisi kita tidak paham dengan perbengkelan sehingga nanti kita berkolaborasi dengan temen-temen yang di bengkel itu mengapresiasi kita nanti mencoba mereka untuk saling membantu saudara-saudara kita yang mengalami mobil mogok dan lain-lainnya.”(STY, 128-137)

k. Harapan tersebarnya kebaikan

STY (47) memiliki harapan akan berkembangnya kesadaran masyarakat pada masalah yang dialami sesama di sekitar. STY (47) semakin optimis melihat respon masyarakat yang terus muncul pada Lowanu Squad. Walaupun respon masyarakat beragam bentuk dan caranya, tak ayal membuat STY (47) terus berjuang menyebarkan kebaikan.

Hingga saat ini STY (47) melihat sudah ada beberapa daerah yang mulai peduli dan bergerak nyata bagi sesama. Namun hal itu tak lantas membuat STY (47) segera puas jika belum seluruh masyarakat di Indonesia ikut peduli pada sesama. STY (47) mengandaikan jika suatu saat nanti ada gerakan yang

58 masif untuk seluruh masyarakat dapat saling membantu sama lain dengan tulus.

Kemudian harapan apa sih pak yang muncul setelah bapak terlibat dalam Lowanu, sosial, dan yang lainnya?

“Untuk titiknya terus terang selagi penyebaran virus kebaikan ini belum sampai dari ujungnya Indonesia ya dari Sabang sampai Merauke saya rasa belum puas ya mas. Terus terang sebarkan virus kebaikan nuwun sewu sementara itu hanya wilayah Jogja dan Jawa Tengah, mungkin Jawa Timur, Bali dan sekitarnya. Namun untuk di luar Jawa nuwun sewu mungkin masih ego masing-masing, masih elo elo gue gue. Gimana caranya kalo kita itu menghilangkan egoism kita itu elo elo gue gue mungkin menjadikan kami. Marilah kami dalam arti kesulitan yang kita bantu kita kondisikan mungkin titik dari sosial kita tebarkan virus kebaikan ini mungkin bisa puas. Sangatlah puas bila sempet sampai Sabang sampai Merauke. Sementara ini hanya teruntuk wilayah Jogja, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lain-lainya. Untuk luar Jawa belum begitu terdeteksi bagaimana saudara-saudara kita bagaimana di sana. Tapi harapan saya pribadi itu kalo isa tebarkan virus kebaikan dari Sabang sampai Merauke baru saya sendiri puas.”(STY, 228-246)

l. Sensitivitas dengan sekitar

STY (47) menyadari akan realita dari tiap sisi sifat manusia. Telah ditemui oleh STY (47) respon masyarakat yang bertentangan akan keberadaan Lowanu Squad. Respon tersebut dapat berupa kecemburuan dari beberapa pihak terhadap Lowanu Squad. Ada yang dari perorangan atau bahkan kelompok lain.

59 STY (47) mencoba menerima kenyataan di masyarakat yang tak bisa dipaksakan. STY (47) sadar akan setiap sisi manusia dalam bersikap pada sesama. Jika ada yang pro maka yang kontra pun pasti ada menurut STY (47). STY (47) pun coba

Dokumen terkait