• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA

B. Hasil penelitian

Dalam bagian ini akan disajikan dat-data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut:

1. Modal Sosial Pada Program Penyuluhan Pertanian

Modal sosial dapat didefinisikan sebagai serangkaian nilai dan norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota suatu kelompok masyarakat yang memungkinkan terjadinya kerjasama di antara mereka. Pada modal sosial lebih menekankan pada potensi kelompok dan pola-pola hubungan antar individu dalam suatu kelompok dan antar kelompok dengan ruang perhatian pada tiga unsur utama dalam modal sosial yakni trust (kepercayaan), network (jaringan) dan reciprocal (timbal balik) antarsesama yang lahir dari anggota kelompok dan dapat mendorong seseorang untuk bekerjasama dengan orang lain untuk memunculkan aktivitas atau pun tindakan bersama yang produktif.

a. Kepercayaan Pada Program Penyuluhan Pertanian

Kepercayaan merupakan harapan yang tumbuh di dalam sebuah masyarakat, yang ditunjukkan oleh adanya perilaku jujur, teratur dan kerjasama berdasarkan norma-norma yang dianut bersama, sedangkan norma merupakan pemahaman-pemahaman, nilai-nlai, harapan-harapan, dan tujuan-tujuan yang diyakini dan dijalankan bersama oleh sekelompok orang. Karena itulah kepercayaan akan tumbuh seiring dengan kepatuhan masyarakat terhadap norma yang diakui dan disepakati bersama.

Salah satu bentuk kepercayaan adalah adanya antusias dari masyarakat tani terhadap pelaksanaan suatu kegiatan. Kondisi ini terlihat pada lokasi penelitian.

Masyarakan kelompok Tani antusias dan bersemangat melaksanakan program-program Penyuluhan Pertanian bersama dengan Penyuluh pertanian. Indikator dari antusias dan semangat masyarakat tercermin dari kehadiran masyarakat yang selalu memenuhi undangan pada setiap pertemuan, musyawarah dan sosialisasi kegiatan.

Berdasarkan data dokumen yang peneliti lakukan:

“………menunjukkan bahwa program penyuluhan pertanian sangat berdampak positif bagi masyarakat petani hal ini dikarenakan program penyuluhan pertanian memberikan bantuan kepada petani berupa uang yang diberikan ke rekening masing-masing kelompok tani.” (data dokumen pada tanggal 02 agustus 2015)

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan:

“……..program penyuluhan pertanian di Desa Cendana Putih berjalan dengan baik karena tingginya antusias masyarakat petani yang tergolong dalam kelompok pertanian”(data observasi pada tanggal 02 agustus 2015).

Menurut Bapak Imam Muslich: (kepala desa cendana putih)

Setiap tahun pemerintah memberikan bantuan ke petani dan di bagikan ke setiap desa. Bantuannya ini sangat membantu petani. Karna manfaatnya di rasakan banyak warga, dan petani-petani juga selalu hadir kalo ada penrtemuan. Karna itu petani dan pihak penyuluh terjalin saling pengertian.

Penyuluh memberikan informasi kepetani bagaimana cara menanam sampai panen, sehingga petani percaya kepada penyuluh begitu juga sebaliknya(Wawancara di kantor Desa Cendana putih, 2 Agustus 2015).

Menurut ibu Asnah SP: (penyuluh pertanian)

Bantuannya sekarang yang di berikan kepada petani sesuai dengan kebutuhannya. Pembagian bantuan di kasi langsung sama ketua kelompoknya masing-masing terus meraka mi yang diskusi pupuk apa saja yang mereka akan pakai untuk padi mereka. selain memudahkan kami memantau, petani juga teratur dalam membuat kelompok. Dengan ini akan mendidik petani dalam melakukan tertib atministrasi, dan pada saat melakukan pemupukan di awasi oleh penyuluh dan kami selalu mengawasi setiap kelompok petani yang ingin menanam padi mereka dan saya mengawasi bersama dengan babinsa dari mulai pengololaan lahan sampai panen. (Wawancara di kantor penyuluhan ,9 juli 2015).

Uraian di atas menunjukkan bahwa dalam proses penyusunan kegiatan penyuluhan pertanian selalu berbasis kepada masyarakat. Mekanisme usulan kegiatan dilaksanakan berbasis kepada hasil Musrembang di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Selanjutnya pada implementasi program penyuluhan dilakukan tertib administrasi, salah satu di antaranya adalah berupa pendokumentasian kegiatan.

Melalui kegiatan ini pihak pemerintah pertanian dapat melihat proses kontribusi masyarakat tani dalam menjalankan kegiatan. Program penyuluhan pertanian memberikan bantuan dengan beberapa variasi kegiatan, namun pada hasil Musrenbang yang dilakukan di Desa Cendana Putih bantuan Penyuluhan pertanian lebih banyak ditekankan pada sektor pertanian. Hasil Musrembang yang disepakati bersama oleh masyarakat dan pihak penyuluh kemudian menghasilkan bantuan berupa uang ke rekening tiap kelompok tani pada kelompok tani yang telah terdaftar pada badan penyuluhan pertanian. Penyaluran kebutuhan saran produksi ini sudah melalui mekanisme yang ketat. Hanya masyarakat yang terdaftar sebagai anggota kelompok tani pada badan penyuluhan yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut,

karena selama ini mekanisme penyaluran bantuan sarana produksi tidak ada yang perorangan, tetapi melalui kelompok tani.

Menurut bapak Baharuddin:

Sekarang itu bantuannya berupa uang yang di kasi langsung kerekening masing-masing kelompok tani tapi yang sudah terdaftar dalam kelompok tani, karena memang selama ini bantuan yang di kasi tidak ada yang perorangan,tapi selalu melalui kelompok tani,karna itu mi saya percaya sama penyuluh karna penyuluh juga memberikan arahan tentang bagaimna cara mengelola lahan yang baik dan bagamana cara pemupukan yang baik.

(wawancara di Desa Cendana Putih pada 10 juli 2015).

Menurut bapak kasianto

Kami hanya di berikan bantuan kepada penyuluh itupun yang hanya terdaftar ji dalam kelompok tani dengan adanya bantuan ini saya merasa tidak terlalu membebani saya dalam hal melakukan perawatan padi saya semisal pupuk dan racun itu sudah ada di sediakan dalam kelompok tani dan saya juga mendapatkan informasi tentang cara pemupukan yang baik. (wawancara di Desa Cendana Putih, pada 8 agustus 2015.)

Pengamatan peneliti menemukan bahwa meskipun masyarakat sudah memiliki kepercayaan pada pihak penyuluh tetapi ada juga yang belum percaya kepada pernyuluh pertanian. Kelompok masyarakat yang belum percaya pada penyuluhan pertanian, hal ini disimpulkan dari hasil wawancara kepada masyarakat tani Wawancara pada responden menunjukkan bahwa hanya petani yang tidak terdaftar sebagai kelompok tani dan tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah saja yang memberikan jawaban tidak percaya kepada penyuluhan pertanian

Meskipun kelompok-kelompok seperti ini ada di dalam masyarakat, pihak penyuluh menganggapnya wajar. Karena untuk menjangkau masyarakat secara

keseluruhan memerlukan waktu untuk berproses. Menurut Mahbub (2000) golongan seperti ini disebut dengan golongan penganut lambat. Persentasenya di dalam masyarakat dapat mencapai 34%, terlebih jika sarana komunikasi dan informasi di wilayah tersebut belum tersedia. Selanjutnya diuraikan bahwa golongan ini biasanya lambat laun akan menerima inovasi jika sudah melihat hasilnya dari masyarakat di sekitarnya.

Merujuk uraian di atas dapat dikemukakan gagasan bahwa golongan ini tidak mutlak dapat dikatakan sebagai golongan penganut lambat ataupun penolak. Sarana informasi dan komunikasi yang tersedia dengan baik memungkinkan mereka untuk memantau hasil-hasil program penyuluhan yang sudah dinikmati oleh masyarakat lain. Sosialisasi yang rutin dan komunikasi yang baik perlu dibangun antara pengelola dengan mereka. Karena jika manfaat bisa dirasakan, maka inovasi akan mudah pula untuk diadopsi.

Menurut Bapak Hidayat

Hanya kelompok tani ji yang percaya sm penyuluh yang lain tidak percaya karna tidak pernah dia rasakan manfaat program penyuluhan. Kebanyakan juga dari mereka sudah berusia lanjut dan mereka percaya sendri klo dia bisa perbaiki sendiri padinya tapi sebenarnya bisa ji di ajak utuk gabung di kelompok tani perlu pendekatan yang baik lah untuk mengajaknya gabung di program ini. (Wawancara di Desa Cendana Putih, 10 agustus 2015

Teori yang mendukung kepercayaan kelompok tani kepda penyuluh pertanian yaitu melalui komunikasi. Komunikasi adalah proses perpindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau komunikasi dari seseorang ke orang lain. Sosiologi komunikasi menurut Soerjono Soekanto (1992) dalam burhan (2006), sosiologi komunikasi

merupakan kekhususan sosiologi dalm mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok. Menurut soekanto, sosiologi komunikasi juga ada kitannya dengan public speaking, yaitu bagaimana seseorang berbicara kepada publik. Maka dari itu penyuluh harus berkomunikasi yang baik kepda petani sehingga petani dapat percaya kepada penyuluh pertanian. Hal ini sangat berkaitan dengan hasil yang ada di lapangan dimnana masyarakat penati percaya kepada program-program penyuluh pertanian yang dilakukan oleh penyuluh dengan berkomunikasi yang baik kepada masyarakat tani dan hanya kelompok tani yang percaya terhadap penyuluh pertanian sehingga penyuluh harus pandai berkomunikasi kepada petani.

b. Jaringan

Masyarakat yang memiliki modal sosial yang baik akan membuka kemungkinan menyelesaikan masalah kelompoknya dengan lebih mudah. Bermodalkan saling percaya, toleransi dan kerjasama mereka dapat membangun jaringan baik di dalam kelompok masyarakatnya maupun dengan kelompok masyarakat lainnya.

Menurut bapak Aa’saefuddin

Setiap penyuluh mengadakan pertemuan, saya selalu menghadiri pertemuan itu yang di namakan SL (sekolah lapang) di mana kami di berikan pembelajaran tentang pengelolaan lahan dan pemupukan, informasi tentang hama yang membuat padi kita rusak dan kami juga bisa saling bertukar pikiran bagaimna agar padi kita tetap bagus dan tidak di serang hama.

(Wawancara di Desa Cendan Putih, 11 agustus2015)

Pada masyarakat tradisional, pada umumnya telah memiliki beberapa perkumpulan-perkumpulan informal, baik yang berhubungan dengan aktifitasnya sebagai petani maupun dalam kegiatan religius atau keagamaan serta aktifitas ekonomi dan sosial lainnya. Perkumpulam ini umumnya kuat dan memiliki nilai-nilai, norma, dan etika kolektif sebagai sebuah komunitas yang saling berhubungan.

Hal ini merupakan modal sosial yang dapat mendorong munculnya organisasi-organisasi modern dengan prinsip keterbukaan, dan jaringan-jaringan informal dalam masyarakat, yang secara mandiri dapat mengembangkan pengetahuan dan wawasan dengan tujuan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup bersama dalam kerangka pembangunan masyarakat.

Berkembangnya modal sosial di tengah masyarakat akan menciptakan suatu situasi masyarakat yang toleran, dan merangsang tumbuhnya empati dan simpati terhadap kelompok masyarakat di luar kelompoknya. Hasbullah ( 2006) memaparkan mengenai Jaringan-jaringan yang memperkuat modal sosial akan memudahkan saluran informasi dan ide dari luar yang merangsang perkembangan kelompok masyarakat. Hasilnya adalah lahirnya masyarakat yang peduli pada berbagai aspek dan dimensi aktifitas kehidupan, masyarakat yang saling memberi perhatian dan saling percaya. Situasi yang mendorong kehidupan bermasyarakat yang damai, bersahabat, dan tenteram. Demikian juga halnya dalam bidang pertanian, secara umum kemampuan modal sosial (social relationship) di pedesaan masih kuat dan mengakar termasuk kesediaan dan saling membantu dalam pengerjaan usaha tani.

Pembangunan pertanian akan berhasil apabila petani sebagai subjek pembangunan

bergairah dan termotivasi untuk bekerja keras, motivasi akan menumbuhkan daya kreasi petani dan kegotong-royongan di antara mereka yang pada gilirannya menumbuhkan modal sosial yang telah menjamin keberhasilan penerapan teknologi pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian di masa akan datang

Jaringan terbentuk tidak dengan sendirinya melainkan ada proses terlebih dahulu yang harus dilalui seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Pada dasarnya kepercayaan dan jaringan tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling berkaitan, jaringan berkembang di kelompok masyarakat diawali dengan norma-norma yang berfungsi sebagai aturan yang harus dipatuhi agar tercapainya suatu kerjasama di dalam komunitas tersebut.

Menurut Bapak naim S.pd

Setiap ada pemberitahuan dari penyuluh dan sosialisasi tentang program penyuluhan, masing-masing perwakilan kelompok di bentuk dalam tim pelaksana.Pembentukan tim ini untuk memastikan pelaksanaan program ini dengan baik dan benar, karena kami saling menjaga kepercayaan dari masing-masing pihak. Yang pertama kami dibagikan Hand Traktor dan Pupuk Organik kepada kelompok tani yang sudah ada di Desa Cendana Putih antara lain kelompok tani Merta sari, Hidup baru,Sederhana, putra tani, buah padi, usaha tani, tirta bening, subur makmur, tani jaya, mekar sari, tunas baru, padi murni, sederhana 2. Selanjutnya jaringan penerima program ini di harapkan dapat lebih meluas dan menjangkau petani lain yang belum termotivasi atau belum bergabung dalam kelompok tani dan belum mendapatkan bantuan (Wawancara di Desa Cendana Putih pada 12 agustus 2015).

Penyuluhan dilaksanakan dengan melibatkan langsung kelompok masyarakat, pemerintah daerah dan babinsa. Kondisi ini memungkinkan semakin tumbuhnya kepercayaan pada semua pihak, karena masing-masing aktor yang terlibat merasa

dihargai peran dan kedudukannya. Jaringan pun terbentuk dengan baik karena pelibatan babinsa.

Indikator yang dapat dilihat adalah masyarakat yang selalu ikut serta dan mengikuti arahan, sosialisai maupun pertemuan kelompok lain yang diberikan oleh tim. Kepatuhan mereka terhadap norma sebagai kunci kepercayaan sebagai modal sosial mereka adalah tertibnya pemakaian Hand Tractor yang meskipun jumlahnya terbatas tetapi dapat dipakai optimal oleh kelompok tani dengan cara bergilir.

Menurut Bapak wagimin

Jumlah Hand Traktor yang dibagikan sudah cukup mi untuk kelompok tani gunakn jadi kami tdk harusmi bergantian klo mau pake alatnya.

Alhamdulillah tidak pernah jie ada konflik karena pemakaian Hand Traktor dipakai dengan teratur dan terarah. (wawancara di Cendana Putih pada 12 agustus 2015).

Pengaturan dan komunikasi yang terjalin atara petani dengan petani lainnya ketika saling membutuhkan untuk melancarkan usahanya ini turut didukung oleh kepala desa yang berperan sebagai wakil masyarakat yang mengawasi pelaksanaan kegiatan. Merekalah yang dianggap oleh pihak penyuluh sebagai representasi situasi dan kondisi pelaksanaan program penyuluhan yang diimplementasikan di masyarakat.

c. Hubungan Timbal Balik

Bekerja sama merupakan usaha bersama antara individu dan kelompok untuk mencapai suatu tujuan bersama. Timbal balik antara anggota kelompok tani dengan

tim penyuluh, dengan saling menerima dan saling memberi bantuan yang mucul dari adanya interaksi sosial menjadikan mereka lebih peka terhadap sesama.

Berdasarkan data dokumen yang penelitilakukan

“……..terjalinnya kerjasama antara masyarakat petani dengan penyuluh pertanian sehingga program penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik” (data dokumen pada tanggal 13 agustus 2015).

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan

“…….dilihat dari hubungan yang terjalin antara masyarakat kelompok petani dengan penyuluhan pertanian hal ini dilihat dari masyarakat kelompok petani yang selalu menghadiri setiap pertemuan yang dilakukan oleh penyuluhan pertanian” (data observasi pada tanggal 12 agustus 2015).

Menurut Bapak aswar

Setiap desa berbeda-beda kerjasamanya, ada beberapa desa yang tingkat kerja samanya yang bagus dan ada juga desa yang tidak bagus kerjasamanya.

Contoh ada 6 desa yang kerja samanya tinggi yaitu kapidi, bampres, mekarjaya, sukamaju, cendana putih 4,cendana putih 5, cendana putih. Desa-desa ini mi yang bagus kerjasamanya karna pelaksnaanya lebih cepat di bandingkan dengan desa lain.(wawancara Di Desa Cendana Putih 13 agustus 2015)

Menurut bapak maimun

Awalnya petani kurang aktif menghadiri Program Penyuluhan tapi semenjak menculnya program SL (sekolah lapang) yg memberikan bantuandan dan arahan ke petani jadi petani sekarang selalu hadir setiap penyuluh melalkukan pertemuan. Contoh kerja sama yang selama ini terjadi adalah pelatihan yang diusulkan oleh petani dan diselenggarakan oleh penyuluh untuk menambah pengetahuan dan petani ikut karna kegiatannya ini bagus supaya kita bisa mendapat informasi dan bagusnya juga biasa kita melakukan kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan. (Wawancara di Desa cendana putih, 12 agustua 2015).

Hubungan timbal balik antar masyarakat dan penyuluh pertanian terjalin dalam kegiatan-kegiatan dalam program tersebut. penyuluh memberikan bantuan yang merupakan kebutuhan dari masyarakat sehingga program tersebut menarik perhatian masyarakat untuk ikut serta dalam melanjarkan promram tersebut. Sedangkan menurut

Menurut bapak supriadi

Kelompok tani dan tim penyuluh terjalin satu ikatan. Masing-masing memiliki keperluan atau saling membutuhkan saling memberi dan menerima bantuan dalam mencapai tujuan mereka masing-masing, penyuluh melakukan kewajibanya dan masyarakat tani mendapatkan haknya (wawancara di Desa cendana putih pada 12 agustus 2015).

Dari wawancara tersebut dapat jelaskan bahwa terdapat hubungan timbal balik dari kedua pihak yang terdapat di dalam kegiatan tersebut dapat di lihat dari usaha mereka untuk bekerja sama. Misalnya penyuluh pertanian menjadikan masyarakat sebagai mitranya dalam mengimplementasikan programnya dan kepentingan program dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten sebagai fasilitator yang berfungsi memberikan arahan, bimbingan dan pembinaan melaksanakan tanggung jawabnya dalam mencapai tujuan dan mendapat upah hasil kerja sedangkan masyarakat tersebut mendapat manfaat langsung dari bantuan program tersebut.

Kepercayaan dan jaringan yang terbentuk yang saling menguntungkan dan bermanfaat untuk semua pihak. Tindakan-tindakan sosial tidak hanya untuk

kepentingan individu saja akan tetapi juga untuk kepentingan bersama sehingga menghasilkan kerjasama yang mendatangkan manfaat.

2. Kendala Melaksanakan Program Penyuluhan

1. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat yang diakibatkan dari tingkat pendidikan masyarakat menyebabkan masyarakat kurang memahami program tersebut.

2. Pelaksanaan kegiatan yang terlaksana tidak sesuai dengan jadwal yang telah tersusun sebelumnya, misalnya lambatnya kegiatan pembagian pupuk organik dan pembuatan laporan kegiatan yang telah berlangsung sehingga mengahabat pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

3. Permasalahan sikap dan orientasi masyarakat merasa tidak merata dalam pemberian bantuan yang disebabkan oleh keterbatasan dana yang di berikan oleh pihak penyuluh sehingga masih ada masyarakat yang tidak merasakan langsung bantuan tersebut

Dokumen terkait