HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
Dari pengumpulan data yang telah dilaksanakan di Desa Arapayung Dusun II tahun 2010 dengan jumlah responden sebanyak 80 orang.
1. Karakteristik Responden
Pada penelitian ini karakteristik responden mencakup umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan sumber informasi. Secara rinci dapat dilihat sebagai berikut:
Table 5.1
Distribusi Karakteristik Responden di Desa Arapayung Kec. Pantai Cermin Kab. Serdang Bedagai
Tahun 2010
No Karakteristik Responden Jumlah Persentase
N % 1 Umur 1. 31-35 tahun 2. 36-40 tahun 3. 41-45 tahun 31 41 16 38,8 41,2 20,0 2 Pekerjaan
1. Ibu rumah tangga 2. PNS 3. Wira swasta 75 1 4 93,8 1,2 5,0 3 Pendidikan 1. Pendidikan dasar 2. Pendidikan menengah 3. Pendidikan tinggi 43 36 1 53,8 45,0 1,2
Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa dari 80 responden sebagian besar berumur 36-40 tahun sebanyak 41 responden (41,3%) dan sebagian kecil berumur 41-45 tahun sebanyak 16 responden (20%).
Berdasarkan pekerjaan responden, dapat dilihat bahwa dari 80 responden sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 75 responden (93,8%) dan sebagian kecil responden bekerja sebagai PNS sebanyak 1 responden (1,2%). Berdasarkan pendidikan responden, dapat dilihat bahwa dari 80 responden sebagian besar berpendidikan dasar sebanyak 43 responden (53,8%) dan sebagian kecil responden berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 1 responden (1,2%)
2. Pengetahuan Responden
Berdasarkan hasil penelitian, distribusi jawaban responden tentang terhadap osteoporosis sebagian ’benar’ adalah pertanyaan nomor 11 tentang tanda dan gejala osteoporosis yaitu 61 orang (75,0%), sedangkan sebagian kecil menjawab ‘salah’ adalah pernyataan nomor 8 tentang makanan untuk kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis yaitu 9 orang (11,3%). Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Table 5.2
Distribusi hasil Pengetahuan Wanita terhadap Osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai
Tahun 2010
No. Pertanyaan Jawaban
Benar Salah
N % N %
1 Menopause adalah berhentinya menstruasi pada wanita untuk selamanya
12 15 68 85
2 Menopause terjadi antara usia 45-50 tahun
57 71,3 23 28,7 3 Gejolak panas pada wajah merupakan
gejala dari menopause
58 72,5 22 27,5 4 Menopause menyebabkan wanita
osteoporosis
55 68,8 25 31,2 5 Osteoporosis merupakan kehilangan
masa tulang(keropos tulang)
40 50 40 40 6 Kurangnya aktivitas meningkatkan
terjadinya osteoporosis
59 73,7 21 26,3 7 Berkurangnya tinggi badan secara
tiba-tiba merupakan tanda dan gejala osteoporosis
36 45,0 44 55
8 Telur, susu, mentega adalah makanan mengandung vitamin D yang dapat mencegah osteoporosis
9 11,3 71 88,7
9 Osteoporosis menyebabkan tubuh menjadi bungkuk
56 70 24 30 10 Pegal, linu, dan nyeri tulang merupakan
tanda dan gejala osteoporosis bagi wanita tua
25 31,2 55 68,8
11 Tulang yang pertama mengalami osteoporosis adalah tulang belakang
60 75 20 25 12 Asupan kalsium yang cukup dapat
mempertahankan kepadatan tulang
58 72,5 22 27,5 13 Paparan sinar matahari pagi membantu
tubuh menghasilkan vitamin D
48 60 32 40 14 Merokok dapat mempercepat
osteoporosis
61 76,3 19 23,7 15 Wanita gemuk dapat memperlambat
tulang keropos
Berdasarkan perhitungan sesuai kategori yang di tetapkan, dapat dilihat dari 80 responden bahwa sebagian besar pengetahuan responden terhadap osteoporosis adalah baik sebanyak 56 orang (70%). lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.3
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan
Pengetahuan Wanita terhadap Osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II Tahun 2010
Pengetahuan Frekuensi Persentase % Baik Tidak Baik 56 24 70 30 Jumlah 80 100 3. Sikap Responden Tabel 5.4
Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Sikap Wanita terhadap Osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II
Tahun 2010
Sikap Frekuensi Persentase %
Positif Negatif 47 33 58,8 41,2 Jumlah 80 100
Berdasarkan dari tabel 5.4 diatas dapat dilihat dari 80 responden bahwa sebagian besar sikap responden tentang osteoporosis adalah positif sebanyak 47 orang (41,3%).
4. Analisis Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Responden
Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan dan sikap wanita terhadap osteoporosis diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 5.5
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita terhadap Osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II
Tahun 2010
*Chi square
Dari tabel 5.4. dapat dilihat bahwa dari 56 responden yang berpengetahuan baik memiliki sikap positif yaitu sebanyak 28 responden (50,0%) dan memiliki sikap negatif yaitu sebanyak 28 responden (3,75%), sedangkan dari 24 responden yang berpengetahuan tidak baik memiliki sikap positif yaitu sebanyak 19 responden (79,2%) dan bersikap negatif yaitu sebanyak 5 responden (1,25%).
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai P= 0,015 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita terhadap osteoporosis.
Pengetahuan Sikap Total P Positif Negatif N % N % N % Baik 28 50,0 28 50,0 56 100 0,015 Tidak baik 19 79,2 5 20,8 24 100 Jumlah 47 58,8 33 41,3 80 100
B. PEMBAHASAN
1. Karakteristik Responden
Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa dari 80 responden sebagian besar responden berumur 36-40 tahun yaitu sebanyak 41 responden (41,2%), dan sebagian kecil responden berumur 41-45 tahun yaitu sebanyak 16 responden (20,0%). Menurut Abu Ahmadi (2002) mengemukakan bahwa memang daya ingat seseorang itu salah satunya dipengaruhi oleh umur. Dari uraian ini, maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya.
Dari 80 responden sebagian besar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 75 responden (93,8%), dan sebagian kecil bekerja sebagai PNS yaitu sebanyak 1 responden (1,2%). Menurut hasil penelitian Anna Meilani Siregar (2007) ibu rumah tangga yang tidak bekerja menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan sumber informasi tentang osteoporosis melalui televisi.
Sedangkan dari 80 responden sebagian besar responden berpendidikan SD yaitu sebanyak 43 responden (53,8%), dan sebagian kecil berpendidikan perguruan tinggi yaitu sebanyak 1 responden (1,2%). Melalui pendidikan seseorang dapat memperoleh informasi dengan cepat, tingkat pendidikan juga menentukan mudah tidaknya seseorang memahami pengetahuan yang diperolehnya. Karena pendidikan yang rendah mempengaruhi pemahaman seseorang dalam memperoleh pengetahuan. Dengan pendidikan yang tinggi seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi baik dari orang lain maupun dari media informasi
lainnya. Sebaliknya tingkat pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan dan sikap seseorang terhadap nilai–nilai baru yang diperkenalkan. (Nursalam, 2003)
2. Pengetahuan Wanita terhadap Osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010
Berdasarkan tabel 5.3. pengetahuan responden terhadap osteoporosis diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 56 responden (70,0%) sedangkan yang berpengetahuan tidak baik yaitu sebanyak 24 responden (30,0%).
Adapun hasil penelitian dari Anna Meilani Siregar wanita tentang osteoporosis baik sebanyak 43,8 % dan tidak baik 32,9%. Melihat kenyataan tersebut berarti pengetahuan responden tentang osteoporosis lebih banyak berpengetahuan baik, perbandingan antara jumlah responden yang berpengetahuan baik dan tidak sangat besar
Menurut Maulana (2009), pengetahuan merupakan hasil dari tahu, ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap sesuatu objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan wanita diperoleh dari umur seseorang, pekerjaan, dan pendidikan,.
3. Sikap Wanita terhadap osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap positif yaitu sebanyak 47 responden (58,8%) dan terdapat 33 responden (41,2%) yang menunjukkan sikap negatif terhadap osteoporosis.
Sedangkan menurut Maulana (2009, hlm. 202) sikap itu respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap tidak dapat langsung dilihat dan merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. Sikap dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Sehingga diketahui adanya responden yang bersikap negatif bisa disebabkan karena kecendrungan dan kebiasaan dari diri mereka sendiri (faktor internal) yaitu tidak mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam situasi dan kondisi yang sebenarnya, meskipun sebenarnya mereka tahu terhadap penyakit osteoporosis.
4. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita terhadap Osteoporosis Dusun II di Desa Arapayung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010
Berdasarkan hasil analisis ada hubungan pengetahuan dan sikap wanita terhadap osteoporosis disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap dimana (P = 0,015 < 0,05).
Dari data yang diperoleh, responden yang berpengetahuan baik memiliki sikap positif yaitu 28 orang (50%) dan bersikap negatif sebanyak 28 orang (3,75%). sedangkan responden yang mempunyai pengetahuan tidak baik dengan sikap positif sebanyak 19 orang (79,2%) dan bersikap negatif sebanyak 5 orang (1,25%).
Dengan demikian, seseorang yang mempunyai pengetahuan tinggi terhadap osteoporosis akan membentuk sikap positif pula terhadap penerimaannya. Dengan kata lain sikap negatif akan lebih sedikit ditemukan pada responden yang memiliki
pengetahuan tidak baik dibandingkan dengan pengetahuan baik, sehingga individu akan membentuk sikap positif terhadap hal-hal yang dirasakannya yang akan merugikan dirinya.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data dan pengujian hipotesis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan pengetahuan wanita terhadap osteoporosis menunjukkan bahwa dari 80 responden terdapat 56 responden (70,0%) memiliki pengetahuan baik dan 24 responden (30,0%) memiliki pengetahuan tidak baik.
2. Berdasarkan sikap wanita terhadap osteoporosis menunjukkan bahwa dari 80 responden terdapat 47 responden (58,8%) memiliki sikap positif dan 33 responden (41,2%)
memiliki sikap negatif.
3. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita terhadap osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kababupaten Serdang Bedagai Tahun 2010.
B. Saran
1. Bagi tenaga kesehatan
Agar meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan konseling tentang osteoporosis