• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

a. Uji normalitas

Uji asumsi normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data penelitian terdistribusi secara normal dalam kurva sebaran normalitas. Uji normalitas skala kesejahteraan psikologis dan skala bullying pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

pengolahan data Normal QQ Plots di dalam SPSS. Berikut ini

merupakan grafik hasil uji normalitas untuk skala kesejahteraan psikologis dan skala bullying.

48

Grafik 1. Uji Normalitas Kesejatheraan Psikologis

Grafik 2. Uji Normalitas Bullying

Dari grafik 1 yang ditunjukkan dari pengolahan data tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik nilai data skala kesejahteraan psikologis banyak yang menempel atau berada di sekitar satu garis lurus. Begitu pula dengan grafik 2 yang menunjukkan nilai data skala

49

bullying. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa skala modal

psikologis dan bullying berasal dari populasi yang terdistribusi

normal.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah dua variabel penelitian ini, yaitu variabel kesejahteraan psikologis dan bullying di

tempat kerja memiliki hubungan yang linear secara signifikan. Hasil dari pengujian linearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 9. Uji Linearitas Variabel Kesejahteraan Psikologis dan Bullying ANOVA Table Sum of Squares Df Mean Square F Sig. pwb * bullying Between Groups (Combined) 13046,547 36 362,404 5,444 ,000 Linearity 9791,350 1 9791,350 147,076 ,000 Deviation from Linearity 3255,197 35 93,006 1,397 ,094 Within Groups 8188,553 123 66,574 Total 21235,100 159

Berdasarkan tabel diatas, dapat diperoleh nilai signifikansi linearitas adalah 0.000 (<0.05) sehingga uji asumsi linearitas variabel kesejahteraan psikologis dan bullying terpenuhi.

50 2. Hasil Utama Penelitian

a. Pengaruh Bullying di Tempat Kerja terhadap Kesejahteraan Psikologis

Pekerja

Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel, yaitu variabel kesejahteraan psikologis dan bullying di

tempat kerja dan juga seberapa besar pengaruh bullying di tempat

kerja terhadap kesejahteraan psikologis pekerja. Oleh sebab itu, pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik analisa regresi sederhana dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 20 for

windows dan Microsoft Office Excel 2007.

Tabel 10. Hasil Analisis Regresi Sederhana Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 -,679a ,461 ,458 8,511

a. Predictors: (Constant), bullying

Berdasarkan tabel diatas, diketahui variabel bullying di

tempat kerja memiliki pengaruh yang negatif dengan kesejahteraan psikologis. Tanda negatif didapatkan melalui hasil korelasi Pearson

Product Moment menunjukkan bahwa bullying telah memiliki

hubungan yang negatif dengan kesejahteraan psikologis. Selain itu, pada kolom berikutnya didapatkan nilai R square sebesar 0.461

51

(berarti variabel bullying mempengaruhi kesejahteraan psikologis

sebanyak 46.1%). Oleh karena itu, hipotesis null (Ho) ditolak.

b. Nilai Empirik dan Nilai Hipotetik

1. Nilai Empirik dan Hipotetik Kesejahteraan Psikologis

Skala kesejahteraan psikologi yang digunakan merupakan skala adaptasi dari skala kesejahteraan psikologi yang dikembangkan oleh Ryff (1989). Setelah dilakukan uji coba, terdapat 29 aitem yang digunakan di dalam penelitian. Respon yang diberikan terdiri dari 5 buah rentang (sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju). Nilai untuk respon sangat tidak setuju adalah 0, nilai untuk respon tidak setuju adalah 1, nilai untuk respon netral adalah 2, nilai untuk respon setuju adalah 3, dan nilai untuk respon sangat setuju adalah 4. Dengan demikian, skor minimum yang dapat diperoleh untuk skala kesejahteraan psikologis adalah 0, sedangkan nilai maksimum yang dapat diperoleh adalah 116.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai minimum dari subjek-subjek penelitian untuk skala kesejahteraan psikologis adalah 46 dan nilai maksimal adalah 110. Hasil perhitungan nilai empirik dan hipotetik untuk kesejahteraan psikologis dapat dilihat pada tabel berikut ini.

52

Tabel 11. Perbandingan Mean Hipotetik dan Mean Empirik Kesejahteraan Psikologis

Variabel Kesejahteraan Psikologis

Nilai Hipotetik Empirik

Min 0 46

Maks 116 110

Mean 58 80.83

SD 19.33 11.56

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai rata-rata hipotetik kesejahteraan psikologis sebesar 58 dengan standar deviasi sebesar 19.33, sedangkan nilai rata-rata empirik kesejahteraan psikologis adalah 80.83 dengan standar deviasi sebesar 11.56. Nilai rata-rata empirik kesejahteraan psikologis yang lebih besar dari nilai hipotetiknya (80.83 > 58) dengan selisih nilai sebanyak 22.83 menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan psikologis yang dimiliki oleh subjek penelitian tergolong tinggi.

2. Nilai Empirik dan Hipotetik Bullying

Setelah dilakukan uji coba, terdapat 26 aitem bullying

yang digunakan di dalam penelitian. Respon yang diberikan untuk skala bullying terdiri dari 5 buah rentang (tidak pernah, jarang,

setiap bulan, setiap minggu, setiap hari). Nilai untuk respon tidak pernah adalah 0, nilai untuk respon jarang adalah 1, nilai untuk respon setiap bulan adalah 2, nilai untuk respon setiap minggu

53

adalah 3, dan nilai untuk respon setiap hari adalah 4. Dengan demikian, skor minimum yang dapat diperoleh untuk skala bullying

adalah 0, sedangkan nilai maksimum yang dapat diperoleh adalah 104.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai minimum dari subjek-subjek penelitian untuk skala bullying adalah

0 dan nilai maksimal adalah 52. Hasil perhitungan nilai empirik dan hipotetik untuk bullying dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 12. Perbedan Mean Hipotetik dengan Mean Empirik Bullying

Variabel Bullying

Nilai Hipotetik Empirik

Min 0 0

Maks 104 52

Mean 52 13.63

SD 8.67 9.66

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai rata-rata hipotetik bullying sebesar 52 dengan standar deviasi sebesar 8.67, sedangkan

nilai rata-rata empirik bullying adalah 13.63 dengan standar deviasi

sebesar 9.66. Nilai rata-rata empirik bullying yang lebih kecil dari

nilai hipotetiknya (13.63 < 52) dengan selisih nilai sebesar 38.37 menunjukkan bahwa subjek penelitian tidak banyak mendapatkan perilaku bullying di tempat kerja.

54 c. Kategorisasi Data Penelitian

1. Kategorisasi Kesejahteraan Psikologis

Norma kategorisasi yang digunakan pada kesejahteraan psikologis adalah sebagai berikut.

Tabel 13. Norma Kategorisasi Kesejahteraan Psikologis

Rentang Nilai Kategori

X ≤ (µ - 1.0 SD) Rendah (µ - 1.0 SD) <X ≤ (µ + 1.0 SD) Sedang X > (µ + 1.0 SD) Tinggi

Besar nilai rata-rata hipotetik kesejahteraan psikologis adalah 58 dengan standar deviasi 19.33 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 14. Norma Kategorisasi Kesejahteraan Psikologis Rentang Nilai Kategori Jumlah Persentase

X ≤ 39 Rendah 0 0%

39 <X ≤ 77 Sedang 59 36.88% X > 77 Tinggi 101 63.12%

Total 160 100%

Berdasarkan tabel 14, dapat diketahui bahwa tidak ada subjek penelitian yang memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang rendah, sedangkan sebanyak 59 orang dari subjek penelitian (36.88%) memiliki kesejahteraan psikologis yang sedang, dan

55

sebanyak 101 orang dari subjek penelitian (63.12%) memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi.

2. Kategorisasi Bullying di Tempat Kerja

Norma kategorisasi yang digunakan untuk bullying di

tempat kerja adalah sebagai berikut:

Tabel 15. Norma Kategorisasi Bullying di Tempat Kerja

Rentang Nilai Kategori

X ≤ (µ - 1.0 SD) Rendah (µ - 1.0 SD) <X ≤ (µ + 1.0 SD) Sedang X > (µ + 1.0 SD) Tinggi

Besar nilai rata-rata hipotetik bullying di tempat kerja

adalah 52 dengan standar deviasi 8.67 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 16. Norma Kategorisasi Bullying di Tempat Kerja Rentang Nilai Kategori Jumlah Persentase

X ≤ 43 Rendah 158 98.75%

43 <X ≤ 61 Sedang 2 1.25%

X > 61 Tinggi 0 0%

56

Berdasarkan tabel 16, dapat diketahui bahwa sebanyak 158 subjek penelitian (98.75%) memiliki tingkat bullying yang

rendah di tempat kerja, sebanyak 2 subjek penelitian (1.25%) memiliki tingkat bullying yang sedang dan tidak ada subjek

penelitian yang memiliki tingkat bullying tinggi.

3. Tambahan Hasil Penelitian

Sebagai tambahan dari hasil penelitian, peneliti ingin melihat pengaruh dari dimensi-dimensi bullying terhadap kesejahteraan psikologis

para karyawan perbankan. Kedua dimensi tersebut adalah work-related

bullying dan personal bullying. Pengolahan data juga menggunakan

analisa regresi sederhana. Hasil dari pengaruh dari dimensi work-related

bullying dan personal bullying terhadap kesejahteraan psikologis subjek

dapat dilihat di tabel berikut ini.

Tabel 17. Hasil Analisis Regresi Sederhana antara Dimensi Bullying dengan Kesejahteraan Psikologis

Dimensi Bullying Kesejahteraan Psikologis

R R square Sig. (1-tailed) N

Work-related bullying -.633 0.400 0.000 160

Personal bullying -.612 0.375 0.000 160

Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua dimensi bullying juga

berkorelasi dan berpengaruh negatif dengan kesejahteraan psikologis. Dimensi work-related bullying memiliki korelasi sebesar -0.633 dan

57

berpengaruh sebanyak 40% terhadap kesejahteraan psikologis, sedangkan dimensi personal bullying memiliki korelasi -0.612 dan berpengaruh

sebanyak 37.5% terhadap kesejahteraan psikologis.

Dokumen terkait