• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

Proses pengambilan data dilaksanakan di bagian rekam medik Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 bulan, mulai dari peneliti menentukan judul, menyu sun proposal hingga seminar hasil, yaitu yang dari bulan Maret hingga Desember 2013.

5.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan yang terletak di Jalan Bungalow No.17, Medan. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan tipe A sesuai dengan SK Menkes No. 355/ Menkes/ SK/ VII/ 1990 untuk daerah Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Selain itu, rumah sakit ini juga merupakan rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakult as Kedokteran Universitas Sumatera Utara berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 502/ Menkes/ IX/ 1991 tanggal 6 September 1991. Rumah sakit ini berada di Jalan Bunga Lau No.17, Kelurahan Kemenangan Medan Tuntungan.

Rumah sakit ini memiliki instalas i rekam medik di lantai satu dan berbagai poliklinik yang salah satunya adalah Poliklinik Penyakit Dalam yang berada di lantai dua. Kedua lokasi ini merupakan tempat pengambilan data dalam penelitian ini.

5.1.2 Deskripsi Karakteristik Responden

Setelah dilakukan pengambilan data pasien dari rekam medik selama 1tahun yaitu Januari hingga Desember 2012 di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan, diperoleh total sebanyak 81 orang pasien kanker paru. Hasil yang diamati dari keseluruhan sampel tersebut adalah dievaluasi berdasarkan umur, jenis kelamin, tempat tinggal, stadium kanker paru, riwayat merokok, riwayat keluarga dan pekerjaan.

5.1.2.1 Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Tempat Tinggal

Tabel 5.1 Distribusi pasien kanker paru menurut tempat tingga l

No Tempat Tinggal Jumlah(orang) Persentasi (%)

1 Medan 28 34.6 2 Deli Serdang 9 11.1 3 Serdang Berdagai 2 2.5 4 Langkat 3 3.7 5 Permatang Siantar 1 1.2 6 Karo 4 4.9 7 Labuhan Batu 2 2.5 8 Tanjung Balai 4 4.9 9 Asahan 2 2.5 10 Madina 1 1.2 11 Padang Lawas 1 1.2 12 Simalungun 5 6.2

13 Toba Samosir 2 2.5 14 Sibolga 2 2.5 15 Dairi 3 3.7 16 Batam 1 1.2 17 Padang 1 1.2 18 Tapanuli Utara 2 2.5 19 Tapanuli Selatan 1 1.2 20 Aceh Tamiang 1 1.2 21 Aceh Tenggara 1 1.2 22 Aceh Utara 1 1.2 23 Aceh Timur 1 1.2 24 Biruen 1 1.2 25 Tanjung Jabung 1 1.2 26 Siak 1 1.2 Jumlah 81 100

Dari tabel 5.1 terlihat pasien kanker paru terbanyak bertempat tinggal di Medan yaitu 28 orang (34,6%) sedangkan yang paling sedikit bertempat tinggal di Permatang Siantar, Madina, Padang Lawas, Batam, Padang, Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Biruen, Tanjung Jabung dan Siak yang masing -masing berjumlah 1 orang (1,2%).

5.1.2.2. Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Umur

Tabel 5.2 Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Umur

No Umur Jumlah (orang) Persentasi(%)

1 31-40 tahun 2 2.5 2 41-50 tahun 19 23.4 3 51-60 tahun 38 46.9 4 61-70 tahun 15 18.5 5 Di atas 70 tahun 7 8.7 Jumlah 81 100

Dari tabel 5.2, diperoleh pasien dengan kelompok umur yang paling banyak yaitu 51 hingga 60 tahun sebanyak 38 orang (46,9%), dan kelompok umur di atas 70 tahun adalah paling sedikit sebanyak 7 orang (8,7%).

5.1.2.3. Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Jenis Kelamin

Tabel 5.3 Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentasi (%)

1 Laki-laki 66 81.5

2 Perempuan 15 18.5

Jumlah 81 100

Dari tabel 5.3, diperoleh mayoritas pasien kanker paru adalah laki -laki yaitu 66 orang (81,5%) dan minoritas adalah perempuan 15 orang (18,5%).

5.1.2.4. Distribusi pasien kanker paru menurut pekerjaan

Tabel 5.4 Distribusi pasien kanker paru menurut pekerjaan

No Pekerjaan Jumlah (orang) Persentasi (%)

1 Pegawai Negeri 15 18.5 2 Wiraswata 29 35.8 3 Petani 17 21 4 Ibu Rumah Tangga 7 8.6 5 Pensiun 7 8.6 6 Supir 2 2.5 7 Nelayan 1 1.2 8 Pekerja lepas 2 2.5 9 Guru 1 1.2 Jumlah 81 100

Dari tabel 5.4, diperoleh pasien kanker paru yang paling banyak adalah kelompok wiraswasta 29 orang (35,8%) dan yang paling sedikit dari nelayan dan guru yaitu masing-masing 1 orang (1,2%).

5.1.2.5. Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Stadium

Tabel 5.5 Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Stadium

No Stadium Jumlah (orang) Persentasi (%)

1 IA 1 1.2 2 IB 6 7.4 3 IIA 4 4.9 4 IIB 7 8.6 5 IIIA 19 23.5 6 IIIB 16 19.8 7 IV 28 34.6 Jumlah 81 100

Dari tabel 5.5, diperoleh pasien dengan stadium IV merupakan jumlah terbanyak yaitu 28 orang (34,6%) dan yang paling sedikit adalah stadium IA masing-masing sebanyak 1 orang (1,2%).

5.1.2.6. Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Riwayat Merokok

Tabel 5.6 Distribusi Pasien Kanker Menurut Riwayat Merokok

No Riwayat Merokok Jumlah (orang) Persentasi (%)

1 Ya 64 79

2 Tidak 17 21

Dari tabel 5.6, diperoleh mayoritas pasien kanker paru yang mempunyai riwayat merokok 64 orang (79%) sedangkan sebanyak 17 orang (21%) tidak mempunyai riwayat merokok.

5.1.2.7. Distribusi Pasien Kanker Paru Menurut Riwayat Keluarga Tabel 5.7 Distribusi Pasien Kanker Menurut Riwayat Keluarga No Riwayat Keluarga Jumlah (orang) Persentasi

1 Ya 1 1.2

2 Tidak 80 98.8

Jumlah 81 100

Dari Tabel 5.7 diperoleh mayoritas pasien kanker paru terbanyak tidak memiliki riwayat penyakit dari keluarga yaitu sebanyak 80 orang (98 ,8%) dan hanya 1 orang (1,2%) yang mempunyai riwayat penyakit dari keluarga.

5.2. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis karakteristik pasien kanker paru dari rekam medik yang diambil dari bagian rekam medik Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan dari Januari hingga Desember 2012. Pada penelitian ini didapatkan 81 penderita kanker paru.

Dari tabel 5.1 terlihat bahwa pasien terbanyak bertempat tinggal di Medan yaitu 28 orang (34,6%) dan yang paling sedikit bertempat tinggal di Perma tang Siantar, Madina, Padang Lawas, Batam, Padang, Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Biruen, Tanjung Jabung dan Siak yang masing-masing berjumlah 1 orang (1,2%). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aisa h AKN di RSUP Ulin Banjarmasin tahun 2006 hingga 2011 di mana mayoritas pasien adalah dari Banjarmasin yaitu 30

orang (30,6%) dan minoritas dari Balangan yaitu 2 orang (0,75%). Tingginya insidens kanker paru di perkotaan karena tingkat polusi udara dan air di perkotaan sangat tinggi serta cara hidup yang tidak sehat, seperti makan makanan yang tidak bernutrisi, merokok, dan minum alkohol (Weiderpass,2010).

Pada tabel 5.2 ditemukan pasien kanker paru terbanyak kelompok umur 51 hingga 60 tahun sebanyak 38 o rang (46,9%), dan kelompok umur di atas 70 tahun adalah paling sedikit sebanyak 7 orang (8,7%). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sunny Wang et al (2012) pasien kanker paru yang terbanyak berasal pada kelompok umur 65 hingga 74 tahun, 3569 orang (51%) dan kelompok usia di atas 85 tahun adalah paling sedikit dengan angka 377 orang (5%). Kanker paru terutama terhadap populasi yang lebih tua karena lebih cenderung mempunyai penyakit kardiovaskular maka meningkatkan resiko menderita kanker paru (Wild et al , 2012)

Mayoritas pasien kanker paru berdasarkan tabel 5 .3 berjenis kelamin laki - laki yaitu sebanyak 66 orang (81,5%) dan minoritas adalah perempuan yaitu 15 orang (18,5%). Keadaan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Bangsal Paru Rumah Sakit Umum Dr.Soedarso Pontianak, dimana didapatkan pasie n kanker paru sebanyak 33 orang (76,7%) adalah laki -laki dan 10 orang (23,3%) adalah perempuan. Kanker paru lebih banyak terdapat pada jenis kelamin laki -laki karena kebiasaan merokok lebih sering daripada perempuan dan mempunyai morbilitas tinggi. Hal ini juga karena laki-laki lebih banyak terpapar bahan inhalasi karsinogenik seperti asap rokok, bahan industri di lingkungan kerja, maupun polusi kenderaan dan udara (Jockel et al, 1998)

Tabel 5.4, didapati pasien kanker paru yang paling banyak dari golongan yang bekerja sebagai wiraswasta yaitu 29 orang (35,8%) dan paling sedikit terdiri dari nelayan dan guru yaitu masing -masing 1 orang (1,2%). Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Jockel (1997) kelompok pekerja transportasi mempunyai angka yang tinggi menderita kanker paru yaitu 292 orang (34.8%).

Dilihat dari tabel 5.5, ditemukan pasien dengan stadium IV yang terbanyak yaitu 28 orang (34,6%) dan s tadium IA yang paling sedikit, sejumlah 1 orang (1,2%). Studi ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anwar Jusuf di Dharmis, Jakarta (1994 -1998) di mana stadium IV merupakan kelompok pasien kanker paru terbanyak sejumlah 18 orang (48,7%). Keterlambata n pasien untuk memeriksakan diri merupakan sebab utama kanker paru terdiagnosis pada stadium terminal. Ini karena, gejala yang tidak khas dari kanker paru dan dapat tumbuh selama bertahun-tahun tanpa menyebabkan gejala, maka sering diabaikan oleh pasien (Haryati et al, 2013).

Dari Tabel 5.6, menunjukkan bahwa mayoritas pasien m empunyai riwayat merokok sebanyak 64 orang (79%) dan selebihnya sejumlah 17 orang (21%) tidak mempunyai riwayat merokok. Jika dievaluasi, kebanyakan pasien mulai merokok pada jenjang SMA. SMA merupakan tahap perkembangan remaja akhir dan pada tahap ini seseorang berada pada tahap perkembangan fisik yang pesat dimana merupakan masa yang paling mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan teman sebaya. Penelitian Tandra (2003) menyebutkan bahw a 64,8% laki-laki di Jakarta yang berusia di atas 13 tahun adalah perokok. Peningkatan resiko terjadinya kanker paru menjadi 60 kali lebih besar pada mereka yang merokok 2 bungkus sehari selama 20 tahun (Black et al, 2005).

Asap rokok mengandung lebih dari 7 zat kanker yang berbeda dan apabila asap ini dihirup, maka bahan kimia ini masuk ke paru -paru dan menyebar ke seluruh bagian tubuh dan mengubah gen penting yang menyebabkan terjadinya kanker paru akibat perkembangan sel tubuh yang tidak terbatas (Cancer US Research, 2013).

Berdasarkan tabel 5.7 diperoleh sebanyak 80 orang (98,8%) pasien kanker paru tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dan hanya 1 orang (1,2%) yang mempunyai riwayat penyakit dalam keluarga. Penelitian ini sejalan dengan Wild et al (2012) yang memperoleh pasien kanker tidak mempunyai keturunan riwayat penyakit yaitu 497 orang (93.6%) dan 34 orang (6.4%) keturunan riwayat

penyakit. Keadaan ini terjadi karena menurut penelitian di atas mayoritas pasien kanker paru mempunyai keturunan riwayat penyakit adalah perokok aktif dimana meningkatkan resiko menderita kanker paru. Riwayat keluarga yang positif menunjukkan bahwa mereka berada di sekitar dua kali resiko kanker paru dibandingkan mereka yang tidak dan gaya hidup mereka di mana anggota keluarga yang merokok (Horner et al, 2006).

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait