• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Data Penelitian

Sebelum melakukan pembahasan mengenai data secara statistik harus terlebih dahulu memperhatikan deskripsi data Kabupaten/Kota yang telah ditentukan sebagai sampel. Populasi pada penelitian ini berjumlah 33 Kabupaten/Kota, terdiri dari 25 Kabupaten dan 8 Kota di Provinsi Sumatera Utara. Diantara 33 Kabupaten/Kota tersebut yang memenuhi kriteria mejadi anggota sampel sesuai dengan maksud penelitian adalah sebanyak sebanyak 17 kabupaten/kota, yang terdiri dari 13 kabupaten dan 4 kota seperti yang terdapat pada Tabel 4.1 pada bab sebelumnya.

Data kuantitatif yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yaitu APBD tahun 2007 s/d tahun 2009 dan laporan realisasi anggaran tahun 2006 s/d tahun 2008. Dari APBD dan Laporan Realisasi APBD tersebut yang menjadi objek penelitian adalah realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi Dana Alokasi Umum (DAU), Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi dan Anggaran Belanja Daerah. Data diperoleh dari situs Sistem Informasi Keuangan Daerah – Departemen Keuangan Republik Indonesia

diakses melalui situs: www.depkeu.djpk.go.id dan Badan Pusat Statistik yang diakses melalui situs: www.bps.go.id/sumut.

5.1.2. Deskripsi Statistik Data Penelitian

Berdasarkan data penelelitian yang diperoleh selama 3 tahun pengamatan, maka diperoleh deskriptif statistik data penelitian. Dari data deskriptif statistik data penelitian diperoleh data hasil yang mencakup n (banyaknya data yang diperoleh), rata-rata (mean), nilai tengah (median), standar deviasi, variance, range, nilai minimum, dan nilai maksimum atas variabel-variabel penelitian. Variabel variabel tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi dan Belanja Daerah, yang diuraikan berikut ini:

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Berdasarkan 51 (lima puluh satu) data sampel yang diperoleh maka data statistik yang dapat diuraikan atas variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah sebagai berikut:

Tabel 5.1. Deskriptif Statistik PAD

Statistics PAD (puluh milyar rupiah)

N Valid 51 Missing 0 Mean 1.26 Median 1.03 Mode 1.03 Std. Deviation .59578 Variance .355 Range 2.61 Minimum .30 Maximum 2.91

Dari tabel tersebut di atas, diketahui bahwa rata-rata (mean) realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah 1,26 atau Rp. 12.650.633.791,55. Sedangkan nilai tengah (median) PAD Kabupaten/Kota yang diteliti adalah sebesar 1,03 atau Rp. 10.319.730.000,00 yang menunjukkan bahwa 50% realisasi PAD adalah

Rp. 10.319.730.000,00 keatas dan sisanya sebesar 50% adalah Rp. 10.319.730.000,00 kebawah, di mana jumlah nilai realisasi PAD yang paling

banyak diterima Kabupaten/Kota (mode) adalah 1,03 atau sebesar Rp. 10.300.000.000,00. Sedangkan standar deviasi sebesar 0,59578 atau Rp. 5.957.800.000,00. Nilai realisasi PAD terendah yang diterima adalah 0,30 atau

Rp. 2.988.975.729,32 dan nilai realisasi PAD tertinggi yang diterima adalah 2,91 atau Rp. 29.143.500.000,00, sehingga jarak (range) antara nilai maksimum realisasi PAD dengan nilai minimum realisasi PAD adalah 2,61 atau Rp. 26.154.524.270,68 (Rp. 29.143.500.000,00 - Rp. 2.988.975.729,32).

Gambar 5.1. Realisasi PAD 2006 - 2008

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa setiap tahunnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan, yang berarti adanya usaha dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan penggalian potensi-potensi daerah dalam rangka usaha untuk peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dana Alokasi Umum (DAU)

Berdasarkan 51 (lima puluh satu) data sampel yang diperoleh maka data statistik yang dapat diuraikan atas variabel Dana Alokasi Umum (DAU) adalah sebagai berikut: 20,0251 20,6535 23,8396 18,0000 19,0000 20,0000 21,0000 22,0000 23,0000 24,0000 25,0000

REALISASI PAD (Puluh Milyar Rupiah)

2006 2007 2008

Tabel 5.2. Deskriptif Statistik DAU Statistics

Dana Alokasi Umum (Ratus Milyar Rupiah)

N Valid 51 Missing 0 Mean 2.85 Median 2.59 Std. Deviation 1.0088 Variance 1.018 Range 4.71 Minimum 1.28 Maximum 5.99

Dari tabel tersebut di atas, diketahui bahwa rata-rata (mean) realisasi

penerimaan atas Dana Alokasi Umum (DAU) adalah 2,85 atau

Rp. 285.011.358.200,00. Sedangkan nilai tengah (median) DAU Kabupaten/Kota yang diteliti adalah sebesar 2,59 atau Rp. 259.019.000.000,00 yang menunjukkan bahwa 50% realisasi DAU adalah Rp. 259.019.000.000,00 keatas dan sisanya sebesar 50% adalah Rp. 259.019.000.000,00 kebawah. Sedangkan standar deviasi sebesar 1,0088 atau Rp. 100.885.647.999,30. Nilai realisasi DAU terendah yang diterima adalah 1,28 atau Rp. 127.756.000.000,00 dan nilai realisasi DAU tertinggi yang diterima adalah 5,99 atau Rp. 598.954.580.000,00, sehingga jarak (range) antara nilai maksimum realisasi DAU dengan nilai minimum realisasi DAU adalah 4,71 atau Rp. 471.198.580.000,00 (Rp. 598.954.580.000,00 - Rp. 127.756.000.000,00).

Gambar 5.2. Realisasi DAU 2006 - 2008

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa setiap tahunnya realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) mengalami peningkatan, yang dapat menggambarkan keinginan pemerintah pusat untuk menutup kesenjangan fiskal (fiscal gap) dan pemerataan kemampuan fiskal antara daerah dan pusat dan antar daerah.

Jumlah Penduduk

Berdasarkan 51 (lima puluh satu) data sampel yang diperoleh maka data statistik yang dapat diuraikan atas variabel Jumlah Penduduk adalah sebagai berikut:

Tabel 5.3. Deskriptif Statistik Jumlah Penduduk

Statistics

Jumlah Penduduk (Ratus Ribu Jiwa)

N Valid 51 Missing 0 Mean 3.02 Median 2.64 Std. Deviation 1.9755 Variance 3.903 Range 10.04 Minimum .35 Maximum 10.39 43,6028 49,0007 52,7523 0,0000 10,0000 20,0000 30,0000 40,0000 50,0000 60,0000

REALISASI DAU (Ratus Milyar Rupiah)

2006

2007

Dari Tabel 5.3 tersebut, diketahui bahwa rata-rata (mean) Jumlah Penduduk adalah 3,02 atau 301.979,31 jiwa. Sedangkan nilai tengah (median) Jumlah Penduduk yang diteliti adalah sebanyak 2,64 atau 263.750 jiwa yang menunjukkan bahwa 50% jumlah penduduk Kabupaten/Kota adalah 263.750 jiwa keatas dan sisanya sebesar 50% adalah 263.750 jiwa kebawah. Sedangkan standar deviasi jumlah penduduk adalah 1,97557 atau 197.480,12 jiwa. Jumlah penduduk terendah adalah 0,35 atau 34.822 jiwa dan jumlah penduduk tertinggi adalah 10,39 atau 1.038.554 jiwa, sehingga jarak (range) antara jumlah penduduk tertinggi dengan jumlah penduduk terendah adalah 10,04 atau 1.003.732,00 (1.038.554 jiwa – 34.822 jiwa).

Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan 51 (lima puluh satu) data sampel yang diperoleh maka data statistik yang dapat diuraikan atas variabel Pertumbuhan Ekonomi adalah sebagai berikut:

Tabel 5.4. Deskriptif Statistik Pertumbuhan Ekonomi

Statistics Pertumbuhan Ekonomi (%) N Valid 51 Missing 0 Mean 5.34 Median 5.49 Mode 5.68 Std. Deviation .68332 Variance .467 Range 3.45 Minimum 3.54 Maximum 6.99

Dari Tabel 5.4 tersebut, diketahui bahwa rata-rata (mean) pertumbuhan ekonomi daerah adalah 5,34%. Sedangkan nilai tengah (median) pertumbuhan ekonomi daerah pada Kabupaten/Kota yang diteliti adalah sebesar 5,49% yang menunjukkan bahwa 50% pertumbuhan ekonomi daerah adalah 5,49% keatas dan sisanya sebesar 50% adalah 5,49% kebawah, di mana tingkat pertumbuhan ekonomi daerah yang paling sering dicapai Kabupaten/Kota (mode) adalah sebesar 5,68%. Sedangkan standar deviasi pertumbuhan ekonomi daerah adalah 0,68%. Tingkat pertumbuhan ekonomi daerah terendah yang dicapai adalah 3,54% dan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah tertinggi yang dicapai adalah 6,99%, sehingga jarak (range) antara capaian maksimum pertumbuhan ekonomi daerah dengan capaian minimum pertumbuhan ekonomi daerah adalah 3,45% (6,99% - 3,54%).

Belanja Daerah

Berdasarkan 51 (lima puluh satu) data sampel yang diperoleh maka data statistik yang dapat diuraikan atas variabel Belanja Daerah adalah sebagai berikut:

Tabel 5.5. Deskriptif Statistik Belanja Daerah

Statistics

Belanja Daerah (Ratus Milyar Rupiah)

N Valid 51 Missing 0 Mean 4.61 Median 4.31 Std. Deviation 1.345 Variance 1.811 Range 6.81 Minimum 2.41 Maximum 9.22

Dari Tabel 5.5 tersebut, diketahui bahwa rata-rata (mean) anggaran belanja daerah adalah sebesar 4,61 atau Rp. 461.301.555.712,77. Sedangkan nilai tengah (median) anggaran belanja daerah Kabupaten/Kota yang diteliti adalah sebesar 4,31 atau Rp. 431.024.940.000,00 yang menunjukkan bahwa 50% anggaran belanja daerah

adalah Rp. 431.024.940.000,00 keatas dan sisanya sebesar 50% adalah Rp. 431.024.940.000,00 kebawah. Sedangkan standar deviasi anggaran belanja

daerah sebesar 1,34 atau Rp. 134.525.920.198,27. Nilai anggaran belanja daerah terendah adalah 2,41 atau Rp. 241.048.833.115,00 dan nilai anggaran belanja daerah tertinggi adalah 9,22 atau Rp. 921.650.000.000,00, sehingga jarak (range) antara nilai maksimum anggaran belanja daerah dengan nilai minimum anggaran belanja daerah

adalah 6,81 atau Rp. 680.601.166.885,00 (Rp. 921.650.000.000,00 - Rp. 241.048.833.115,00).

Gambar 5.3. Anggaran Belanja Daerah 2007 - 2009 72,6236 79,6772 82,9630 66,0000 68,0000 70,0000 72,0000 74,0000 76,0000 78,0000 80,0000 82,0000 84,0000

ANGGARAN BELANJA DAERAH (ratus milyar rupiah)

2007

2008

Dari Gambar 5.3 dapat diketahui bahwa setiap tahunnya anggaran belanja daerah mengalami peningkatan, yang dapat menggambarkan semakin tingginya kebutuhan dana daerah untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah.

Dokumen terkait