• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berikut ini merupakan penjabaran hasil penelitian mengenai penggunaan tes keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran konsep kalor dengan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains siswa yang berkembang dalam pembelajaran konsep kalor denagn model inkuiri terbimbing. Tes keterampilan proses sains yang diukur pada penelitian ini meliputi mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan percobaan, mengamati (observasi), menafsirkan (interpretasi) dan berkomunikasi. Tes keterampilan proses sains yang dilakukan berupa tes dan nontes. Data-data yang dideskripsikan merupakan data hasil lembar observasi tes keterampilan proses sains dan teshasil belajar berupa uraian sebanyak 11 soal.

1. Hasil Observasi Tes Keterampilan Proses Sains (KPS)

Observasi dilakukan terhadap 32 siswa yang dibagi menjadi enam kelompok dan dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama mengenai asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi, pertemuan kedua mengenai perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi dan pertemuan ketiga mengenai perubahan wujud benda. Aspek Keterampilan Proses Sains (KPS) yang diukur pada observasi ini meliputi mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan percobaan, mengamati (observasi), menafsirkan (interpretasi) dan berkomunikasi.

Penilaian yang digunakan dalam penelitian ini, siswa menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) sedangkan lembar observasi digunakan untuk memantau keterampilan siswa melalui kegiatan praktikum. Skala yang digunakan adalah 1 – 4 kemudian dikonversikan dalam kategori nilai persentase. Hasil penilaian obervasi I tes KPS dapat dilihat pada tabel 4.1

Tabel 4.1 Penilaian Hasil Observasi I Keterampilan Proses Sains (KPS)

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 2,92 sehingga diperoleh prosentesenya sebesar 72,92%. Aspek pertama yaitu mengajukan pertanyaan, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 2,83 sehingga diperoleh persentase sebesar 70.83%. Aspek kedua yaitu berhipotesis, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 2,83 sehingga diperoleh persentase sebesar 70.83%. Aspek ketiga yaitu merencanakan percobaan, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 2,33 sehingga diperoleh persentase sebesar 58.33%. Aspek keempat yaitu mengamati (observasi), diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,33 sehingga diperoleh persentase sebesar 83.33%. Aspek kelima yaitu menafsirkan (interpretasi), diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,00 sehingga diperoleh persentase sebesar 70.00%. Aspek terakhir yaitu berkomunikasi, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,17 sehingga diperoleh persentase sebesar 70.83%.

.

Tabel 4.2 Penilaian Hasil Observasi II Keterampilan Proses Sains (KPS)

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata KPS siswa sebesar 3,14 sehingga diperoleh persentasenya sebesar 78,47%. Aspek pertama yaitu

mengajukan pertanyaan, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,17 sehingga diperoleh persentase sebesar 79,17%. Aspek kedua yaitu berhipotesis, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 2,67 sehingga diperoleh persentase sebesar 66,67%. Aspek ketiga yaitu merencanakan percobaan, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 2,83 sehingga diperoleh persentase sebesar 70,83%. Aspek keempat yaitu mengamati (observasi), diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,50 sehingga diperoleh persentase sebesar 87,53%. Aspek kelima yaitu menafsirkan (interpretasi), diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,33 sehingga diperoleh persentase sebesar 83,33%. Aspek terakhir yaitu berkomunikasi, diperoleh nilai rata-rata keterampilan proses sains (KPS) siswa sebesar 3,33 sehingga diperoleh persentase sebesar 83,33%.

Tabel 4.3 Penilaian Hasil Observasi III Keterampilan Proses Sains (KPS)

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan proses sains (KPS) siswa sebesar 3,44 sehingga diperoleh persentasenya sebesar 86,11%. Aspek pertama yaitu mengajukan pertanyaan, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,50 sehingga diperoleh persentase sebesar 87,50%. Aspek kedua yaitu berhipotesis, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,00 sehingga diperoleh persentase sebesar 75,00%. Aspek ketiga yaitu merencanakan percobaan, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,33 sehingga diperoleh persentase sebesar 83,33%. Aspek keempat yaitu mengamati (observasi), diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,67 sehingga diperoleh persentase sebesar 91,67% . Aspek kelima yaitu

menafsirkan (interpretasi), diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,50 sehingga diperoleh persentase sebesar 87,50%. Aspek terakhir yaitu berkomunikasi, diperoleh nilai rata-rata Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa sebesar 3,67 sehingga diperoleh persentase sebesar 91,67%.

2. Rekapitulasi Data Hasil Observasi Tes Keterampilan Proses Sains (KPS)

Berdasarkan hasil perhitungan lembar observasi tes KPS, maka diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.4 Rekapitulasi Data Hasil Observasi Tes KPS

Berdasarkan tabel 4.4, aspek pertama yaitu mengajukan pertanyaan, diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 3,17 sehingga diperoleh persentase sebesar 79.17% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa baik. Aspek kedua yaitu berhipotesis, diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 2,89 sehingga diperoleh persentase sebesar 72.22% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa baik. Aspek ketiga yaitu merencanakan percobaan, diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 2,78 sehingga diperoleh persentase sebesar 69.44% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa baik. Aspek keempat yaitu mengamati (observasi), diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 3,50 sehingga diperoleh persentase sebesar 87.50% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa sangat baik. Aspek kelima yaitu menafsirkan (interpretasi), diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 3,28 sehingga diperoleh persentase sebesar 81.94% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa sangat baik. Aspek terakhir yaitu berkomunikasi, diperoleh

nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 3,39 sehingga diperoleh persentase sebesar 84.72% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa baik. Dari semua aspek KPS diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa sebesar 3,17 sehingga diperoleh persentase sebesar 79.17% atau dikategorikan aspek keterampilan siswa baik. Data di atas dapat disajikan dalam diagram Gambar 4.1 di bawah ini.

Gambar 4.1 Diagram Rekapitulasi Data Hasil Observasi KPS

Berdasarkan Gambar 4.1, dari semua aspek KPS yang terukur terlihat bahwa aspek mengamati merupakan aspek yang tertinggi yang dicapai oleh siswa. Aspek merencanakan percobaan merupakan aspek yang terendah yang dicapai siswa. Tabel hasil observasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 11.

3. Hasil Tes Uraian Keterampilan Proses Sains (KPS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap tes KPS yang telah diberikan. Tes ini dirancang oleh guru. Aspek keterampilan proses sains yang diukur pada tes hasil belajar ini meliputi mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan percobaan, menafsirkan/interpretasi dan berkomunikasi. Tes yang digunakan berupa tes uraian yang diberikan di akhir

79.17 72.22 69.44 87.50 81.94 84.72 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Rata-rata Hasil Observasi Tes KPS

p erse n tase niilai rata-rata

pembelajaran (posttest) sebanyak 11 soal kepada 29 siswa yang mengikuti tes. Hasil tes ini dapat dilihat pada Tabel 4. 5 di bawah ini.

Tabel 4.5 Ukuran Pemusatan Data Tes Uraian KPS

Data Hasil Banyaknya siswa 29 Nilai tertinggi 94 Nilai terendah 60 Rentang 34 Banyak kelas 6 Interval 6 Mean 77,19 Standar deviasi 9,29

Tabel 4.5 di atas diperoleh nilai tertinggi yang diperoleh siswa sebesar 94 sedangkan nilai terendah siswa sebesar 60. Rentang kelas yang diperoleh sebesar 34. Banyak kelas dan interval yang diperoleh adalah 6. Mean yang diperoleh dari hasil belajar siswa sebesar 77,19 sedangkan hasil standar deviasi yang diperoleh siswa sebesar 9,29.

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka diperoleh kedudukan siswa. kedudukan siswa dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok atas, kelompok sedang dan kelompok bawah. Untuk pengkategorian tes hasil belajar ini dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini.

Tabel 4.6 Pengkategorian Tes Uraian KPS

No Skor Kategori Siswa Jumlah Siswa Persentase

1 86.48 Atas 5 17,24%

2 67.90 - 86.48 Sedang 17 58,62%

3 67,90 Bawah 7 24,14%

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, diperoleh kelompok atas yang mempunyai skor diatas 86.48 sebanyak 5 siswa dan diperoleh persentasenya sebesar 17.24%. Kelompok sedang, siswa yang mempunyai skor diantara 67.90 sampai 86.48 sebanyak 17 siswa dan diperoleh persentase sebesar 58,62%. Kelompok bawah,

siswa yang mempunyai skor 67.90 sebanyak 7 siswa dan diperoleh persentasenya sebesar 24,14%. Untuk hasil penelitian pada tes uraian KPS selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 14.

Dokumen terkait