• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Saran

Mengacu pada hasil kesimpulan di atas, maka penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut:

1. Sebelum melakukan tes KPS sebaiknya harus memperhatikan aspek KPS mana yang akan ditentukan.

2. Tes keterampilan proses sains merupakan salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan siswa. Dengan demikian, tes keterampilan proses sains dan pembelajaran inkuiri terbimbing ini dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran dalam pembelajaran fisika.

3. Pastikan bahwa siswa telah memahami cara kerja peralatan praktikum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

61

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Khoiru, dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi cetakan I. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Akinbobola, Olufunminiyi dan Afolabi, Folashade. 2010. Analysis of Science Process Skills in West African Senior Secondary School Certificate

Physics Practical Examinations in Nigeria. American-Eurasian Journal

of Scientific Research, , pp. 234. 6 Desember 2014 pukul 09.00 WIB. Amri, Sofan dan Ahmadi, Iif Khoiru. 2010. Proses Pembelajaran Inovatif dan

Kreatif dalam Kelas. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi 2010. Jakarta: Rineka Cipta.

---. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.

Bricckman, Peggy, dkk. 2009. Effects Of Inquiry-Based Learning On Student’

Science Skills And Confidence, International Journal for the Scholarship

of Teaching and Learning, , pp. 1.

Dahar, Ratna Wiliis. 2006. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Djaali dan Muljono, Pujdi . 2004. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan,. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

Giancoli, Douglas C. Fisika Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga, 2001.

K, Roestiyah N. 2008. Strategi Belajar Mengajar cetakan VII. Jakarta: Rineka Cipta.

Kanginan, Marthen. Fisika 1 untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga. 2006.

Kuhlthau, Carol dan J, Ross. Todd. 2006. Guided Inquiry: A Framework For

Learning Through School Libraries In 21” Century School”. 6 Desember

Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung, Pustaka Setia.

Marnita, 2013. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran

Kontekstual pada Mahasiswa Semester I Materi Dinamika, Jurnal

Pendidikan Fisika Indonesia.

Mulyasa,E. 2005. Menjadi Guru Professional. Bandung: PT Rosdakarya,

Nuh, Usep. 2010. Keterampilan Proses Sains, http://fisikasma-online.blogspot.com/ keterampilan-proses-sains.html, 01 Mei 2014. Nurtafita, Nita, 2012. Pengaruh Metode Guided Inquiry Terhadap Keterampilan

Proses Sains pada Konsep Suhu Kalor. Jakarta: Skripsi UIN Jakarta,

tidak dipublikasikan.

Rustaman, Nuryani Y, dkk. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Semiawan, Conny. 1992. Pendekatan Proses Sains. Jakarta: PT Gramedia Widiasmara.

Sanjaya, Wina. 2012. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan Cetakan IX. Bandung: Kencana.

Sudjana.1989. Metoda Statistika Edisi VI. Bandung: Tarsito.

Suhana, Cucu . 2012. Konsep Strategi Pembelajaran Cetakan III. Bandung: PT. Refika Aditama.

Suhardiman, Lalu Ria dan Hamdi, Asep Saepul. 2012. Pengaruh Metode Inquiry Terhadap Keterampilan Ptoses dan Hasil Belajar IPA (Fisika)siswa kelas

VIII SMPNegeri Singaraja, Jurnal Teknologi Pendidikan, Program Studi

Teknologi Pendidikan. 5 Desember 2014.

Syafitri, Winda. 2010. Analisis Keterampilan Proses Siswa Melalui Pendekatan

Inkuiri pada Konsep Sistem Koloid. Jakarta: Skripsi UIN Jakarta, tidak

dipublikasikan.

Trianto. 2014. Model Pembelajaran Terpadu cetakan VI. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Wahyudi, Lutfi Eko dan. Imam Supardi, Z.A . Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Pokok Bahasan Kalor Untuk Melatihkan

Keterampilan Proses Sains Terhadap Hasil Belajar Di Sman 1 Sumenep, Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika. Vol 02 No 02 Tahun 2013.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : MAN 2 Kota Serang

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X / Genap

Materi Pokok : Kalor

Konsep : Asas Black dan Perpindahan Kalor secara Konveksi

Pertemuan : Ke-1

AlokasiWaktu : 3 x 45 menit

I. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II. Kompetensi Dasar

3.8 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari.

4.8 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan, terutama kapasitas, dan konduktivitas kalor

.

III. Indikator

1. Merencanakan percobaan mengenai asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi. 2. Berhipotesis mengenai peristiwa asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi.

3. Merencanakan percobaan untuk membuktikan prinsip asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi. 4. Melakukan percobaan untuk membuktikan prinsip asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi. 5. Mengamati percobaan asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi. dalam memecahkan masalah. 6. Berkomunikasi mengenai percobaan asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi.

IV. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjawab pertanyaan dalam penyajian masalah mengenai peristiwa asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi.

2. Siswa dapat merencanakan percobaan mengenai asas black dan perpindahan kalor secara konveksi. 3. Siswa dapat berhipotesis mengenai peristiwa asas black dan perpindahan kalor secara konveksi.

4. Siswa dapat merencanakan percobaan untuk membuktikan prinsip asas black dan perpindahan kalor secara konveksi. 5. Siswa dapat melakukan percobaan untuk membuktikan prinsip asas black dan perpindahan kalor secara konveksi. 6. Siswa dapat mengamati percobaan asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi dalam memecahkan masalah. 7. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil kegiatan percobaan di depan kelas.

8. Siswa dapat menafsirkan/interpretasi dari hasil percobaan.

V. Materi Pembelajaran

1. Kalor atau panas merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu. Satuan SI untuk kalor adalah joule dan kilokalori. Kalor berhubungan dengan energi termal, kapasitas kalor, dan kalor jenis.

2. Energi termal merupakan energi total yang dimiliki suatu benda, baik energi kinetik maupun energi potensial. Kapasitas kalor merupakan jumlah kalor yang dibutuhkan suatu benda dalam menaikkan suhu sebesar 1oC. Kalor jenis merupakan jumlah kalor yang dibutuhkan 1 kg benda dalam menaikkan suhu sebesar 1oC.

3. Asas Black merupakan suatu prinsip pencampuran dua zat atau lebih suatu benda yang ditemukan oleh Joseph Black, yang berbunyi “Jumlah kalor yang dilepaskan suatu benda sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh benda yang lain.”. Persamaan : Qlepas = Qterima

4. Asas Black dimanfaatkan untuk mengetahui kalor jenis suatu benda.

5. Konveksi adalah perpindahan kalor yang dilakukan oleh pergerakan fluida akibat perbedaan massa jenis.

6. Laju kalor konveksi (Q/t) melalui suatu dinding adalah: dengan h adalah koefisien konveksi (J/m2sK)

7. Contoh konveksi dalam kehidupan sehari-hari di antaranya arus konveksi udara yang membawa asap bergerak ke atas, sistem ventilasi udara di rumah, angin laut, dan angin darat.

VI. Model Pembelajaran : Model inkuiri terbimbing (guided inquiry)

VII. Kegiatan Pembelajaran

Tahapan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Siswa

Pendahuluan Motivasi  Membuka pelajaran dengan

berdoa dan memfokuskan

perhatian siswa serta memberikan motivasi untuk belajar

Berdoa sebelum belajar

15 menit Apersepsi  Mengajukan pertanyaan Mengapa

kita harus mencampurkan air panas dan air dingin jika kita

Menjawab pertanyaanyang diberikan oleh guru

ingin mandi air hangat?”  Menyampaikan tujuan

pembelajaran

Memperhatikan informasi yang disampaikan oleh guru

Inkuiri terbimbing Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu Guru Siswa Kegiatan Inti Menyajikan pertanyaan atau masalah

 Membimbing siswa dalam

membentuk kelompok sebanyak 6 kelompok dan membagikan LKS

Menyajikan permasalahan yang terkait Asas Blackdan

perpindahan kalor secara konveksi yang terdapat dalam LKS

Membentuk kelompok dan menerima LKS

Memahami permasalahan yang terkait Asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi

100 menit Membuat hipotesis  Menyajikan pertanyaan berupa

hipotesis yang terdapat dalam LKS

 Menjawab pertanyaan hipotesis

Merancang percobaan

 Menyediakan alat dan bahan percobaan

 Memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah percobaan

Mengambil alat dan bahan menentukan

langkah-langkah percobaan

Melakukanpercobaan  Membimbing siswa melakukan percobaan mengenai asasBlack

Melakukan percobaan Mengumpulkan dan  Membimbing siswa dalam diskusi Melakukan diskusi.

menganalisis data kelompok

 Memberi kesempatan pada kelompok untuk menyampaikan hasilpercobaan data yang terkumpul.

Menyampaikan hasil percobaan di depan kelas melalui perwakilan kelompok

Memberi kesimpulan Membimbing siswa dalam membuat kesimpulan mengenai Asas Black dan perpindahan kalor secara konveksi

Memberikan kesimpulan mengenai Asas Blackdan perpindahan kalor secara konveksi

Penutup

 Memberikan tes kepada siswa tentang materi yang telah

dipelajari secara tertulis atau lisan

Menginfomasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan menutup pembelajaran

 Menjawab soal-soal tes yang diberikan oleh guru

Memperhatikan informasi dari guru dan menutup pembelajaran

20 menit

VIII.Sumber Belajar

1. Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA (Jilid 1, Edisi 5). Jakarta :Erlangga.

2. Kanginan, Marthen. 2014. Fisika untuk SMA/MA kelas XI Semester 2 Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga. 3. Ruwanto, Bambang. 2007. Asas-asas Fisika SMA Kelas X Semester 2. Yogyakarta: Yudhistira.

IX. Penilaian Pembelajaran

1. Pedoman Observasi KPS (terlampir) 2. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Ciputat, Agustus 2015 Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : MAN 2 Kota Serang

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X / Genap

Materi Pokok : Kalor

Konsep : Perpindahan Kalor Konduksi dan Radiasi

Pertemuan : Ke-2

AlokasiWaktu : 3 x 45 menit

X. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

XI. Kompetensi Dasar

3.8 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari.

4.8 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan, terutama kapasitas, dan konduktivitas kalor

.

XII. Indikator

1. Mengajukan pertanyaan mengenai peristiwa konduksi, dan radiasi.

2. Merencanakan percobaan mengenai perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi. 3. Berhipotesis mengenai peristiwa perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi. 4. Merencanakan percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi.

5. Melakukan percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi. 6. Mengamati percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi

7. Berkomunikasi mengenai percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi.

XIII.Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjawab pertanyaan dalam penyajian masalah mengenai peristiwa perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi.

2. Siswa dapat merencanakan percobaan mengenai perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi 3. Siswa dapat berhipotesis mengenai perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi

4. Siswa dapat merencanakan percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi. 5. Siswa dapat melakukan percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi. 6. Siswa dapat mengamati percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi.

7. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil kegiatan percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi. 8. Siswa dapat menafsirkan/interpretasi dari hasil percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi.

XIV.Materi Pembelajaran

1. Kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. 2. Ada tiga perpindahan kalor yakni konduksi, konveksi dan radiasi.

3. Konduksi terjadi pada medium padat, sedangkan radiasi terjadi tanpa memerlukan medium.

4. Contoh perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari, misalnya terjadi saat mencelupkan sendok logam ke kopi panas, memasak air atau makanan, terjadinya angin laut dan angin darat, panas matahari sampai ke bumi, saat menjemur pakaian, dan sebagainya.

XV. Model Pembelajaran : Model inkuiri terbimbing (guided inquiry)

XVI.Kegiatan Pembelajaran

Tahapan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Siswa

Pendahuluan Motivasi  Membuka pelajaran dengan

berdoa dan memfokuskan

perhatian siswa serta memberikan motivasi untuk belajar

Berdoa sebelum belajar

15 menit Apersepsi  Mengajukan pertanyaan

“Mengapa kita menggunakan

kain ketika mengangkat panci yang baru selesai digunakan

untuk memasak?”  Menyampaikan tujuan

pembelajaran

Menjawab pertanyaanyang diberikan oleh guru

Memperhatikan informasi yang disampaikan oleh guru

Inkuiri terbimbing Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu Guru Siswa Kegiatan Inti Menyajikan pertanyaan atau masalah

 Membimbing siswa dalam

membentuk kelompok sebanyak 6 kelompok dan membagikan LKS

Menyajikan permasalahan yang terkait perpindahan kalor secara konduksi, dan radiasi yang terdapat dalam LKS

Membentuk kelompok dan menerima LKS

Memahami permasalahan yang terkait perpindahan kalor secara konduksi, dan radiasi

100 menit

Membuat hipotesis  Menyajikan pertanyaan berupa hipotesis yang terdapat dalam LKS

 Menjawab pertanyaan hipotesis

Merancang percobaan

 Menyediakan alat dan bahan percobaan

 Memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah percobaan

Mengambil alat dan bahan menentukan

langkah-langkah percobaan

Melakukanpercobaan  Membimbing siswa melakukan percobaan mengenai perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi

Melakukan percobaan

Mengumpulkan dan menganalisis data

 Membimbing siswa dalam diskusi kelompok

 Memberi kesempatan pada kelompok untuk menyampaikan hasil percobaan data yang terkumpul.

Melakukan diskusi.

Menyampaikan hasil percobaan di depan kelas melalui perwakilan kelompok

Memberi kesimpulan Membimbing siswa dalam membuat kesimpulan mengenai perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi

Memberikan kesimpulan mengenai perpindahan kalor secara konduksi dan radiasi

Penutup

 Memberikan tes kepada siswa tentang materi yang telah

dipelajari secara tertulis atau lisan

Menginfomasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan menutup pembelajaran

 Menjawab soal-soal tes yang diberikan oleh guru

Memperhatikan informasi dari guru dan menutup pembelajaran

20 menit

XVII. Sumber Belajar

1. Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA (Jilid 1, Edisi 5). Jakarta :Erlangga.

2. Kanginan, Marthen. 2014. Fisika untuk SMA/MA kelas XI Semester 2 Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga. 3. Ruwanto, Bambang. 2007. Asas-asas Fisika SMA Kelas X Semester 2. Yogyakarta: Yudhistira.

XVIII.Penilaian Pembelajaran

1. Pedoman Observasi KPS (terlampir) 2. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Ciputat, Agustus 2015 Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : MAN 2 Kota Serang

Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X / Ganjil

Materi Pokok : Kalor

Konsep : Perubahan Wujud Zat

Pertemuan : Ke-3

AlokasiWaktu : 3 x 45 menit

XIX.Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

XX. Kompetensi Dasar

3.8 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari.

4.8 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan, terutama kapasitas, dan konduktivitas kalor

.

XXI.Indikator

1. Merencanakan percobaan mengenai perubahan wujud zat.

2. Berhipotesis mengenai pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. 3. Merencanakan percobaan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. 4. Melakukan percobaan perubahan wujud zat.

5. Mengamati percobaan perubahan wujud zat.

6. Berkomunikasi mengenai percobaan perubahan wujud zat.

XXII. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjawab pertanyaan dalam penyajian masalah mengenai peristiwa perubahan wujud zat. 2. Siswa dapat merencanakan percobaan mengenai perubahan wujud zat.

3. Siswa dapat berhipotesis mengenai pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. 4. Siswa dapat merencanakan percobaan perubahan wujud zat.

5. Siswa dapat melakukan percobaan perubahan wujud zat. 6. Siswa dapat mengamati percobaan perubahan wujud zat.

7. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil kegiatan percobaan di depan kelas. 8. Siswa dapat menafsirkan/interpretasi dari hasil percobaan.

XXIII.Materi Pembelajaran

1. Perubahan wujud ada tiga wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas yang dapat berubah karena pengaruh kalor.

2. Peristiwa mencair, menguap, dan menyublim dibutuhkan kalor, sedangkan pada peristiwa membeku, mengembun, dan mengkristal kalor dilepaskan.

3. Jumalah kalor yang diperlukan atau dilepaskan selama proses proses perubahan zat, ditulis: .

4. Contoh peristiwa perubahan wujud di dalam kehidupan sehari-hari, misalnya es yang mencair, pembuatanes, air yang habis jika dimasak terus-menerus, embun pagi, kamper yang menyublim, pembuatan garam, dll.

XXV. Kegiatan Pembelajaran

Tahapan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Siswa

Pendahuluan Motivasi  Membuka pelajaran dengan

berdoa dan memfokuskan

perhatian siswa serta memberikan motivasi untuk belajar

Berdoa sebelum belajar

15 menit Apersepsi  Mengajukan pertanyaan“Apakah

yang akan terjadi jika air dimasak terus-menerus di atas kompor? Mengapa hal tersebut

dapat terjadi?”

 Menyampaikan tujuan pembelajaran

Menjawab pertanyaanyang diberikan oleh guru

Memperhatikan informasi yang disampaikan oleh guru Inkuiri

Terbimbing

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu Guru Siswa Kegiatan Inti Menyajikan pertanyaan atau masalah

 Membimbing siswa dalam

membentuk kelompok sebanyak 6 kelompok dan membagikan LKS

Menyajikan permasalahan yang terkait perubahan wujud zat yang terdapat dalam LKS

Membentuk kelompok dan menerima LKS

Memahami permasalahan yang

terkait perubahan wujud zat 100 menit Membuat hipotesis  Menyajikan pertanyaan berupa

hipotesis yang terdapat dalam LKS

Menjawab pertanyaan hipotesis

percobaan percobaan

 Memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah percobaan

menentukan langkah-langkah percobaan

Melakukan percobaan

 Membimbing siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud zat

Melakukan percobaan

Mengumpulkan dan menganalisis data

 Membimbing siswa dalam diskusi kelompok

 Memberi kesempatan pada kelompok untuk menyampaikan hasil percobaan data yang terkumpul.

Melakukan diskusi.

Menyampaikan hasil percobaan di depan kelas melalui perwakilan kelompok.

Memberi kesimpulan

Membimbing siswa dalam membuat kesimpulan mengenai percobaan perubahan wujud zat

Memberikan kesimpulan mengenai percobaan perubahan wujud zat

Penutup

 Memberikan tes kepada siswa tentang materi yang telah

dipelajari secara tertulis atau lisan

Menginfomasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan menutup pembelajaran

 Menjawab soal-soal tes yang diberikan oleh guru.

Memperhatikan informasi dari guru dan menutup

pembelajaran.

XXVI.Sumber Belajar

1. Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA (Jilid 1, Edisi 5). Jakarta :Erlangga.

2. Kanginan, Marthen. 2014. Fisika untuk SMA/MA kelas XI Semester 2 Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga. 3. Ruwanto, Bambang. 2007. Asas-asas Fisika SMA Kelas X Semester 2. Yogyakarta: Yudhistira.

XXVII.Penilaian Pembelajaran

1. Pedoman Observasi KPS (terlampir) 2. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Ciputat, Agustus 2015 Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Fisika Peneliti

Pertemuan ke-1

Alat dan bahan:

Gambar Nama Alat dan Bahan

2 botol bekas berwarna bening

Air panas

Air dingin

Pewarna merah

LEMBAR KERJA

Konsep : Asas Black dan Perpindahan kalor secara Konveksi

Tujuan : Mengamati, berhipotesis, melakukan percobaan,

interpretasi dan berkomunikasi dalam percobaan azas Black dan konveksi.

Hari / Tanggal : ... Kelompok : ...

Nama Anggota : 1. 4.

2. 5.

Aspek KPS yang yang dilatihkan yaitu keterampilan berhipotesis Pewarna biru

Termometer

Solatif

Fase 1 : Menyajikan masalah

Ketika cuaca panas, pernahkah kamu merasa haus dan menginginkan sebuah minuman yang dapat menghilangkan rasa dahaga dan bagaimana cara mendapatkannya? Hal yang pasti kamu lakukan adalah mencampurkan air dengan air dingin sesuai dengan keinginanmu. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Fase 2 : Hipotesis

Fase 3 : Percobaan

Sebelum memulai percobaan, jawablah pertanyaan berikut:

1. Bagaimanakah dengan keadaan suhu akhir ketika air panas dan air

dingin dicampurkan?

... ...

2. Bagaiamanakah keadaan air ketika air panas diletakkan di atas air

dingin ataupun sebaliknya? Apakah bercampur?

... ...

Langkah kerja I

1. Siapkan alat dan bahan

2. Campurkan pewarna merah pada air panas dan pewarna biru pada air

dingin

3. Masukan ke dalam masing-masing botol

4. Catatlah suhu awalnya (air panas dan air dingin)

5. Letakan botol air dingin di atas botol air panas kemudian rekatkan

dengan menggunakan solatif.

6. Hitung suhu akhir setelah dicampurkan

7. Catatlah hasil pengamatanmu

Langkah kerja II

1. Ulangi langkah kerja I no. 1-3

2. Letakan botol air panas di atas botol air dingin kemudian rekatkan

dengan menggunakan solatif

3. Catatlah hasil pengamatanmu.

Aspek KPS yang yang dilatihkan yaitu keterampilan mengamati dan keterampilan berkomunikasi

Tabel Hasil Pengamatan

Fase zat Massa

(gram) Suhu awal ( ) Suhu campuran ( ) Air panas Air dingin

Aspek KPS yang yang dilatihkan yaitu keterampilan mengamati

1. Pada langkah kerja I dan II, apakah ada perbedaan antara pencampuran

Dokumen terkait