BAB IV METODE PENELITIAN
BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian
SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan berbatasan disebelah Timur dengan Rumah Dinas Kapolda, sebelah Bara t berbatasan dengan Kantor Brimob sebelah Utara berbatasan dengan Rumah Sakit Brimob Bhayangkari, sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan KH. Wahid Hasyim.
5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini responden yang terpilih sebanyak 86 siswa yang terdiri dari 28 siswa kelas X, 29 siswa kelas XI dan 29 siswa kelas XII.
Dari keseluruhan responden gambaran karakteristik responden yang diamati meliputi : Usia dan jenis kelamin. Data lengkap distribusi frekuensi responden berdasarkan usia d an jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 5.1.
Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Karakteristik F Persen Usia 14 Tahun 14 16.2 15 Tahun 23 26.8 16 Tahun 28 32.6 17 Tahun 21 24.4 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 36 50 41.9 58.1 Total 86 100
Dari tabel diatas terlihat bahwa distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia terbanyak pada kelompok usia 16 tahun yaitu sebanyak 2 8 orang (32.6%) dan terendah pada kelompok usia 14 t ahun yaitu sebesar 14 (16.2%). Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah pada kelompok perempuan yaitu
sebanyak 50 orang (58.1%) dan terendah pada kelompok laki-laki yaitu sebanyak 36 orang (41.9%).
5.1.3. Pengetahuan Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan Tahun 2012
Data lengkap distribusi frekuensi pengetahuan remaja terhadap perilaku seks bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan berdasarkan jawaban responden dapat dilihat pada tabel 5. 2.
Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas Berdasarkan Jawaban Responden
No Pertanyaan Benar Salah
F Persen F Persen
1 Yang dimaksud dengan hubungan seksual 80 93.0 6 7.0
2 Yang dimaksud dengan hubungan seksual pranikah
78 90.7 8 9.3
3 Hubungan seksual sebelum menikah dapat berakibat
71 82.6 15 17.4
4 Kehamilan dapat terjadi karena 67 77.9 19 22.1
5 Yang dimaksud dengan Penyakit Menular Seksual adalah
59 68.6 27 31.4
6 Pada usia berapa melakukan hubungan seksual yang meningkatkan resiko terk ena kanker rahim
59 68.6 27 31.4
7 Dampak psikologis yang dapat
ditimbulkan akibat hubungan seksual pranikah adalah
56 65.1 30 34.9
8 Gangguan yang sering timbul pada seorang pria akibat melakukan hubungan seksual pranikah adalah
65 75.6 21 24.4
Pengetahuan remaja terhadap perilaku seks bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan dikategorikan baik, cukup dan kurang. Pengetahuan diukur dengan menjawab 8 pertanyaan. Pengetahuan baik diperoleh dengan menjawab benar 6–8 pertanyaan, pengetahuan cukup diperoleh dengan menjawab benar 4 – 5 pertanyaan, sedangkan pengetahuan kurang diperoleh dengan menjawab benar < 4 pertanyaan.
Berdasarkan tabel di atas pada pertanyaan/pernyataan yang paling banyak dijawab dengan benar adalah pada nomor 1 yaitu sebesar 9 3.0%. Sedangkan yang paling menjawab salah adalah pada pertanyaan/pernyataan nomor 7 yaitu sebesar 34.9%. Berdasarkan hasil tersebut maka tingkat pengetahuan remaja seputar seks bebas dapat dikategorikan pada tabel 5. 3.
Tabel 5.3. Distribusi Kategori Pengetahuan Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan
Pengetahuan F Persen
Kurang 0 0
Cukup 49 56.9
Baik 37 43.1
Total 86 100
Dari hasil diatas didapati tingkat pengetahuan remaja di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan rata -rata cukup sebesar 49 orang (56.9%) dan rata-rata baik sebesar 37 orang (43.1%).
Data lengkap distribusi frekuensi tingkat pengetahuan remaja terhadap perilaku seks bebas berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 5. 4.
Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Usia
Umur Tingkat Pengetahuan Total
Kurang Cukup Baik
F Persen F Persen F Persen
14 0 0 8 16.4 6 16.2 14
15 0 0 14 28.6 9 24.4 23
16 0 0 18 36.7 10 27.0 28
17 0 0 9 18.3 12 32.4 21
Total 0 0 49 100 37 100 70
Dari tabel 5.4. dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan yang dikategorikan baik paling banyak pada kelompok usia terbesar yaitu 17 tahun (32.4%), sedangkan tingkat pengetahuan yang dikategorikan cukup paling banyak pada kelompok usia terkecil yaitu 14 tahun (16.4%).
Data lengkap distribusi frekuensi tingkat pengetahuan remaja terhadap perilaku seks bebas berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 5. 5.
Tabel 5.5. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Tingkat Pengetahuan Total
Kurang Cukup Baik
F Persen F Persen F Persen
Laki-laki 0 0 24 48.9 12 32.4 36
Perempuan 0 0 25 51.1 25 67.6 50
Total 0 0 49 100 37 100 86
Dilihat dari tabel 5.5 diatas, tingkat pengetahuan laki -laki dan perempuan tidak jauh berbeda karena sebena rnya saat ini perempuan juga memiliki akses yang sama dengan laki-laki dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan tentang seks dan kesehatan reproduksi.
5.1.4. Sikap Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan pada Tahun 2012
Data lengkap distribusi frekuensi sikap remaja terhadap perilaku seks bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan berdasarkan jawaban responden dapat dilihat pada tabel 5. 6.
Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi Sikap Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas Berdasarkan Jawaban Responden
No Pertanyaan Benar Salah
F Persen F Persen 1 Perilaku seksual pranikah adalah hal yang
tidak wajar untuk remaja yang bersekolah seperti kamu
72 83.7 14 16.3
2 Berhubungan kelamin dengan lawan jenis tanpa ikatan perkawinan adalah ha l yang sah-sah saja asalkan dengan dasar rasa saling suka sama suka
58 67.4 28 32.6
3 Sebaiknya memakai alat kontrasepsi ketika melakukan hubungan seksual pranikah
61 71.0 25 29.0
4 Berpegangan tangan merupakan hal yang wajar bagi saat berpacaran
5 Berciuman adalah hal yang wajar dalam berpacaran
52 60.5 34 39.5
6 Kurangnya informasi yang tepat tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas dapat menimbulkan kejadian hubungan seksual pranikah
62 72.1 24 27.9
7 Remaja dipandang belum pan tas mendapatkan pengetahuan tentang seksual
68 79.0 18 21.0
8 Menikah akibat kehamilan yang tidak diinginkan akan mengakibatkan kualitas hidup dan keluarga menurun
62 72.1 24 27.9
9 Bergonta-ganti pasangan merupakan hal yang wajar saat berpacaran
60 69.8 26 30.2
10 Melakukan hubungan seksual di lu ar nikah didasari cinta sama cinta merupakan hal yang wajar
54 62.7 32 37.2
11 Film porno bukan salah satu pemicu untuk melakukan hubungan seksual pranikah
65 75.6 21 24.4
12 Menikah dini merupakan hal yang wajar 66 76.8 22 23.2
Berdasarkan tabel di atas pada pertanyaan/pernyataan yang paling banyak dijawab dengan benar adalah pada nomor 1 yaitu sebesar 83,7%. Sedangkan yang paling menjawab salah adalah pada pertanyaan/pernyataan nomor 5 yaitu sebesar 39.5%. Berdasarkan hasil tersebut maka sikap remaja terhadap seks bebas dapat dikategorikan pada tabel 5. 7.
Tabel 5.7. Distribusi Kategori Sikap Remaja Terhadap Perilaku Seks Bebas di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan
Sikap F Persen
Kurang 0 0
Cukup 48 55.8
Baik 38 44.2
TOTAL 86 100
Dari hasil diatas didapati sikap remaja di SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan rata-rata cukup sebesar 48 orang (55.8%) dan rata-rata baik sebesar 38 orang (44.2%).
Data lengkap distribusi sikap remaja tentang seks bebas berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 5. 8
Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi Sikap Berdasarkan U sia
Umur Sikap Total
Kurang Cukup Baik
F Persen F Persen F Persen
14 Tahun 0 0 8 16.7 6 15.8 14
15 Tahun 0 0 13 27.0 10 26.3 23
16 Tahun 0 0 18 37.5 10 26.3 28
17 Tahun 0 0 9 18.8 12 31.6 21
TOTAL 0 0 48 100 38 100 86
Dari tabel 5.8. terlihat bahwa sebanyak 42.1% dari siswa-siswi yang berusia 14-15 tahun memiliki sikap yang dikategorikan baik dan sebanyak 57.9% dari 34 siswa/i yang berusia >15 tahun memiliki s ikap yang dikategorikan baik .
Data lengkap distribusi frekuensi sikap remaja tentang seks bebas berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat tabel 5.9.
Tabel 5.9. Distribusi Frekuensi Sikap Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis
Kelamin
Sikap Total
Kurang Cukup Baik
F Persen F persen F Persen
Laki-laki 0 0 26 54.1 10 26.3 36
Perempuan 0 0 22 45.9 28 73.7 50
Total 0 0 48 100 38 100 70
Pada tabel 5.9 tidak tampak perbedaan yang berarti antara laki -laki dengan perempuan. Perempuan lebih memiliki sikap yang baik dalam menilai perilaku seks bebas sebanyak 28 orang (73.7%).