BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan berbagai tahapan yang baik sesuai tahapan yang telah direncanakan. Tahapan penelitian dimulai sejak pengumpulan data, pengolahan data menjadi variabel penelitian, serta tahapan pengujian data dan pengujian model. Tahapan yang dilakukan menghasilkan data yang layak untuk digunakan di dalam penelitian.
5.2.1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran awal terhadap pola persebaran variabel penelitian. Gambaran ini sangat berguna untuk memahami kondisi subyek penelitian dimana biasanya menggunakan indikator seperti rata-rata, standard deviasi, nilai minimum dan maksimum, dan ukuran-ukuran lainnya. Berhubung data yang digunakan adalah data runtut waktu yang polanya semakin lama semakin tinggi (PDB) serta adanya kemungkinan variasi musiman disebabkan data triwulanan, maka peneliti memutuskan tidak melakukan perhitungan rata-rata secara keseluruhan secara bersamaan namun akan menghitung rata-rata dengan memperhatikan kategori triwulan.
Tabel 5.1. Rangkuman Statistik Deskriptif Nilai Variabel Indikator
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Rata-rata 447,242 456,318 472,301 461,299 Tertinggi 505,243 519,359 538,567 518,935 Terendah 402,597 411,936 423,852 418,132 PDB Konstan Keterangan Tertinggi Terendah 2008 2004 2008 2004 2008 2004 2008 2004 Rata-rata 791,089 839,996 899,897 899,056 Tertinggi 1,117,580 1,229,645 1,332,517 1,274,287 Terendah 536,605 564,422 595,321 599,478 PDB Nominal Keterangan Tertinggi Terendah 2008 2004 2008 2004 2008 2004 2008 2004 Rata-rata 11.84 8.63 7.72 6.96 Tertinggi 26.51 13.91 11.52 11.03 Terendah 5.77 5.05 4.01 4.79 ROA Keterangan Tertinggi Terendah 2007 2004 2007 2004 2007 2004 2007 2004 Rata-rata 30.66 23.13 25.23 16.38 Tertinggi 55.86 27.31 38.45 22.44 Terendah 22.85 17.53 20.12 8.43 ROE Keterangan Tertinggi Terendah 2007 2004 2007 2004 2007 2004 2007 2004 Berdasarkan rangkuman perhitungan yang terdapat di dalam tabel 5.1, terlihat bahwa data PDB baik nominal maupun harga konstan senantiasa mengalami peningkatan sehingga nilai PDB terendah untuk semua triwulan pada tahun 2004 dan tertinggi pada tahun 2008. Jika memperbandingkan antara triwulan, terlihat bahwa PDB tertinggi berada pada triwulan ke III dan terendah pada triwulan I. Hasil ini memperlihatkan bahwa kebanyakan perusahaan berusaha mencapai target operasi
sebelum berakhirnya triwulan III. Hal ini sejalan dengan strategi manajemen perusahaan yang menginginkan pencapaian target sebelum periode terakhir. Triwulan IV sering dijadikan sebagai fase konsolidasi sebelum penerbitan laporan keuangan tahunan.
Pola nilai ROA dan ROE berdasarkan hitungan ditas terlihat bahwa nilai kedua rasio tersebut tertinggi pada triwulan I. Angka ini tidak sepenuhnya dapoat diterima karena hanya pendekatan dengan mengalikan rasio triwulan I dikalikan dengan 4 untuk mendekati nilai tahunan. Hal ini memang kurang baik namun harus dilakukan untuk dapat melakukan set data untuk regresi.
ROA dan ROE tertinggi secara konsisten terjadi pada tahun 2007. Hal ini sangat sesuai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai puncak pada tahun 2007 setelah jatuh ke dalam krisis. Jika membandingkan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG), IHSG pada tahun tersebut juga mengalami pertumbuhan yang sangat baik.
5.2.2. Pengujian Asumsi Klasik 5.2.2.1. Pengujian Normalitas Data
Asumsi distribusi normal adalah suatu persyaratan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan analisis regresi berganda. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan pengujian Kolmogorov-Smirnov, pengujian ini adalah pengujian yang cenderung lebih objektif karena menggunakan angka yang dengan mudah diklasifikasi dibandingkan menggunakan plot yang bias dipandang secara subjektif. Pengujian dengan metode ini menyatakan jika nilai Kolmogorov-Smirnov memiliki
probabilitas lebih besar dari 0.05, maka variabel penelitian tersebut dapat dinyatakan berdistribusi normal.
Setelah dilakukan pengujian normalitas dengan melakukan Kolmogorov- Smirnov dapat disimpulkan bahwa data-data yang digunakan di dalam penelitian ini telah berdistribusi normal. Tabel 5.2 meringkaskan hasil yang diperoleh dalam lampiran IV
Tabel 5.2. Pengujian Normalitas
Variabel Nilai p
PDB Nominal 0.846
PDB Konstan 0.538
ROA 0.064
ROE 0.526
Diolah dari lampiran III 5.2.2.2. Pengujian Heteroskedastisitas
Gejala heteroskedastisitas timbul karena adanya ketidakstabilan variansi error sehingga hasil regresi menjadi diragukan karena estimator yang digunakan menjadi tidak efisien. Pengujian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan membentuk diagram plot untuk melihat pola persebaran data. Apabila pola persebaran data tidak membentuk pola tertentu maka data dapat dikatakan terbebas dari heteroskedastisitas.
Gambar 5.1. Pengujian Heteroskedastisitas
Berdasarkan gambar 5.1 dapat dilihat bahwa plot yang dibentuk dari variabel ZPRED sebagai variabel X dan SRESID sebagai variabel Y dari model penelitian tidak memiliki pola tertentu sehingga model penelitian ini dapat dikatakan terbebas dari masalah heteroskedastisitas.
5.2.2.3. Pengujian Autokorelasi
Autokorelasi adalah masalah statistik dalam model yang ditunjukkan oleh adanya hubungan antara variasi error antara berbagai periode waktu penelitian. Gejala ini dapat timbul dalam penelitian time series. Berdasarkan pengujian otokorelasi dengan menggunakan pengujian Durbin-Watson, diperoleh nilai d untuk persamaan regresi yang diajukan sebesar 2.482 untuk regresi PDB terhadap ROA dan nilai d sebesar 2.519 untuk regresi PDB terhadap ROE. Model yang tidak memiliki Otokorelasi jika du < d < 4- du atau dalam persamaan ini untuk n sebanyak 20, α = 5%, dan k =1 maka du = 1.411 dan dl = 1.201 sehingga 1.411<1.892<2.589(4-1.411). Hal ini berarti variabel gangguan antara satu periode dengan periode lain tidak saling berkorelasi. Berdasarkan pengujian ini persamaan regresi yang diajukan sudah dapat dianalisa dengan baik.
5.2.3. Pengujian Model
Pengujian data menyangkut normalitas data, pengujian heteroskedastisitas, dan pengujian otokorelasi menghasilkan bahwa model penelitian yang diajukan di dalam penelitian ini sudah dapat dianalisa dengan menggunakan analisis regresi berganda. Untuk memberikan kemudahan analisa, persamaan regresi yang diajukan beserta hasil yang diperoleh disampaikan di dalam tabel 5.3. Cara perolehan nilai dalam tabel 5.3 :
1. Nilai tHitung diperoleh dari output pengolahan data berdasarkan analisa regresi
2. Nilai ttabel diperoleh dari nilai α = 5% dan derajat kebebasan n-k-1.
Berdasarkan ringkasan hasil pengolahan data dalam tabel diatas, kesimpulan terkait hipotesa penelitian dapat disampaikan sebagai berikut :
Tabel 5.3. Pengujian Model
Variabel Dependen
Variabel
Independen R
2
(%) Koef tHitung tTabel Sig Keterangan
ROA PDB Harga Konstan 14.7 0.601 1.764 2.101 0.095 Terima H0 ROE PDB Harga Konstan 31.0 2.181 2.845 2.101 0.011 Tolak Ho
Diolah dari lampiran VI - IX
1. H1 : B1 ≠ 0, Hipotesa yang menyatakan Produk Domestik Bruto (PDB)
mempengaruhi Return on Equity (ROE) berdasarkan pengujian analisa regresi terhadap sampel penelitian terbukti. Hal ini terlihat dari nilai tHitung>tTabel serta
nilai signifikansi 0.011<0.05.
2. H1 : L1 ≠ 0, Hipotesa yang menyatakan Produk Domestik Bruto (PDB)
mempengaruhi Return on Asset (ROA) berdasarkan pengujian analisa regresi terhadap sampel penelitian tidak terbukti. Hal ini terlihat dari nilai tHitung<tTabel
serta nilai signifikansi 0.095>0.05.
3. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa hubungan antar variabel independen terhadap variabel dependen tidak terlampau kuat. Varian PDB dapat menjelaskan varian ROE dan ROA masing-masing sebesar 31.0% dan 14.7%,sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar PDB.
4. Analisa terhadap koefisien. Persamaan regresi PDB terhadap ROA menunjukkan jika peningkatan pertumbuhan PDB sebesar 1% maka secara rata-rata ROA akan naik sebesar 0.601 %. Persamaan regresi PDB terhadap ROE menunjukkan jika terjadi peningkatan pertumbuhan PDB sebesar 1% maka secara rata-rata ROE akan bertambah sebesar 2.181% demikian berlaku sebaliknya jika terjadi penurunan.
5. Uji model regresi dengan menggunakan data PDB nominal terbukti sangat tidak signifikan. Hal ini disebabkan karena nilai PDB nominal yang tidak disesuaikan dengan inflasi tidak dapat dipasangkan dengan ukuran profitabilitas perusahaan yang sudah dalam bentuk rasio.