TINJAUAN PUSTAKA
2. Return on Equity (ROE)
Rasio ini berguna untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini bisa dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah ekuitas perusahaan.
Return on Equity (ROE) =
Equity Total Taxes After Income Net ………(2.6)
2.1.5. Makroekonomi dan Perusahaan
Pemerintah suatu negara selalu berusaha menjaga kegiatan perekonomiannya mengalami suatu pertumbuhan. Namun pada kenyataannya keadaan perekonomian selalu mengalami fase membaik dan menurun. Keadaan ini selalu terjadi secara berulang sehingga menyerupai sebuah siklus. Indikator-indikator ekonomi makro seperti tingkat inflasi, jumlah pengangguran, jumlah uang beredar, dan indikator lainnya menunjukkan adanya siklus ini. Produk Domestik Bruto sebagai akumulasi semua kegiatan ekonomi juga dapat memberikan gambaran terjadinya fase-fase dalam perekonomian tersebut. Fase perekonomian yang mengalami peningkatan dan penurunan tersebut dapat dipandang sebagai suatu fluktuasi dalam aktifitas
perekonomian yang terjadi secara terus menerus dan terkait dengan berbagai faktor seperti kebijakan dan keadaan perekonomian secara global.
Seperti yang telah dikemukakan bahwa kondisi perekonomian mengalami fase yang tidak konstan yang dapat juga dipandang sebagai fluktuasi aktifitas perekonomian. Fluktuasi aktifitas perekonomian ini mengakibatkan timbulnya resiko bisnis yang ditanggung oleh suatu perusahaan yang juga berarti melekat pada saham perusahaan tersebut. Resiko ini berbeda antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya atau antara kelompok industri tertentu. Perbedaan ini mengakibatkan perlu dilakukan suatu analisa terhadap saham yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan keputusan investasi.
Dalam analisis makroekonomi, sebelum melakukan analisa individual perusahaan, analisis diarahkan untuk menemukan industri yang memberikan tingkat pengembalian yang cukup baik atau disesuaikan dengan ekspektasi lain seperti tingkat resiko. Pada keadaan ekonomi yang diramalkan mengalami pertumbuhan, seorang investor cenderung akan memilih saham yang sensitif terhadap aktifitas perekonomian sehingga memberikan kemungkinan return yang relatif besar, namun sebaliknya pada tahap aktifitas perekonomian diramalkan mengalami penurunan maka investor akan cenderung memilih saham yang tidak sensitif terhadap aktifitas perekonomian. Tingkat kesensitifan saham terhadap aktifitas perekonomian ini akan tercermin pada gejolak harga saham tersebut dan juga pada tingkat pengembalian saham tersebut.
Hal terpenting berdasarkan penjelasan diatas adalah bahwa setiap perusahaan yang diwakili oleh sahamnya memiliki karakteristik masing-masing. Analisa harus dilakukan terhadap saham dan membuat keputusan investasi yang sesuai dengan karakteristik investasi yang diinginkan dalam suatu situasi perekonomian atau tahap aktifitas perekonomian tertentu.
2.1.6. Perusahaan LQ 45
Indeks LQ 45 adalah indeks harga saham gabungan dari 45 saham likuid yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Indeks LQ 45 dijadikan benchmark karena LQ 45 adalah kumpulan 45 saham-saham yang memiliki likuiditas yang tinggi atau paling sering ditransaksikan.
Saham-saham yang termasuk di dalam LQ 45 terus dipantau dan setiap 6 bulan akan diadakan review (awal februari sampai agustus). Apabila ada saham yang sudah tidak masuk kriteria maka akan diganti dengan saham lain yang memenuhi syarat.Pemilihan saham LQ45 harus wajar, oleh karena itu BEI mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli di Bapepam, universitas, dan profesional di pasar modal.
2.2. Review Penelitian Terdahulu (Theoretical Mapping)
Penelitian pengaruh atau hubungan antara faktor-faktor makro ekonomi dengan pasar modal telah banyak dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri. Penelitian ini menggunakan berbagai proxy sebagai pengukur pengaruh atau hubungan yang sedang diteliti. Beberapa proxy yang sering digunakan adalah tingkat
suku bunga, tingkat inflasi, nilai tukar (exchange rate), jumlah uang beredar dan tingkat bunga, produk domestik bruto, dan proxy lainnya yang bertujuan mempelajari pengaruh makroekonomi terhadap pasar modal.
Tabel 2.1. Tinjauan Penelitian Terdahulu
No Nama
Peneliti
Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Yang Diperoleh 1 Mahdavi dan Sohrabian (1991)
The Link Between The Rate of Growth of Stock Prices and The Rate of Growth of GNP in The United States Harga Saham PDB Penelitian menggunakan test kausalitas Granger untuk melihat hubungan GDP terhadap harga saham di Amerika Serikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan harga saham dapat digunakan memprediksi perubahan GDP untuk 6 triwulan kedepan (optimal lag). 2 Manurung (1996) Pengaruh Variabel Makro, Investor Asing, Bursa yang Telah Maju Terhadap Indeks BEJ PDB Investor Asing Harga saham Penelitian yang meneliti variabel makroekonomi yang berpengaruh pada indeks harga saham. Nilai PDB tidak berpengaruh signifikan namun tidak
menggunakan lag time. 3 Bolten dan
Weigand (1998)
The Generation of Stock Market Cycles
Harga Saham Siklus Perkonomian
Mempelajari hubungan pasar modal dengan siklus bisnis dengan dividen discount
model. Penelitian ini
menghasilkan interaksi
expected earning dan
suku bunga menentukan harga saham.
Lanjutan Tabel 2.1 4 Panjinegara (2000) Analisis Pengaruh Perkembangan Variabel Makro Ekonomi Terhadap Tingkat Pengembalian Saham di Bursa Efek Jakarta Pada Periode
Sebelum Krisis Moneter dan Periode Krisis Moneter di Indonesia Jumlah Uang beredar Suku bunga Nilai Tukar Harga Saham
Pada periode sebelum krisis variabel uang beredar dan suku bunga mempengaruhi harga saham
sedangkan untuk periode setelah krisis dipengaruhi jumlah uang beredar dan nilai tukar. 5 Wirjono (2001) Analisis Hubungan Anatara Indikator-Indikator Ekonomi dan Nilai Transaksi Portofolio Saham di Bursa Efek Jakarta
Suku bunga Nilai tukar Harga Saham Penelitian yang dilakukan Januari 1995 sampai Maret 2001 menghasilkan bahwa suku bunga dan nilai tukar tidak signifikan mempengaruhi nilai transaksi saham. 6 Mariono dan Murasawa (2002) A New Coincident Index of Business Cycles Based On Monthly and Quarterly Series PDB Indeks Siklus Bisnis Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa dengan interpretasi ekonomi yang tepat, nilai PDB dapat menjadi variabel pembentuk indeks untuk mengukur siklus bisnis.
7 Situmeang (2004)
Analisa Pengaruh Indeks Defensive
Stock Dan Indeks
Cyclical Stock Terhadap Produk Domestik Bruto Harga Saham PDB Pertumbuhan ekonomi mempengaruhi harga saham berdasarkan karakteristik masing-masing saham.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan seperti telah dikemukakan diatas, penulis tertarik untuk mempelajari pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap profitabilitas perusahaan.
BAB III