HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai November 2016 di RS Haji Adam Malik Medan, sampel pada penelitian ini adalah pasien Stroke Iskemik Akut Dewasa (> 18 tahun) yang sadar dan tidak sadar, dan pasien Stroke Hemoragik Akut Dewasa (> 18 tahun) yang sadar dan tidak sadar. Sampel diperoleh dari rekam medis dan didapatkan total 70 sampel dimana 35 sampel (50%) berasal dari pasien Stroke Iskemik Akut sedangkan 35 sampel lainnya (50%) berasal dari pasien Stroke Hemoragik Akut.
Berdasarkan Tabel 5.1, dari 35 pasien stroke iskemik akut terdapat 16 pasien (45,7%) berjenis kelamin laki-laki dan 19 pasien (54,3%) berjenis kelamin perempuan.
Sedangkan dari 35 pasien stroke hemoragik akut terdapat 19 pasien (54,3%) berjenis kelamin laki-laki dan 16 pasien (45,7%) berjenis kelamin perempuan.
Pada kelompok umur, dari 35 pasien stroke iskemik akut terdapat 4 pasien (11,4%) dengan umur 43 sampai 45 tahun, 5 pasien (14,3%) dengan umur 46 sampai 48 tahun, 13 pasien (37,1%) dengan umur 49 sampai 51 tahun, 8 pasien (22,9%) dengan umur 52 sampai 54 tahun, 3 pasien (8,6%) dengan umur 55 sampai 57 tahun, serta 2 pasien (5,7%) dengan umur 58 sampai 60 tahun. Sedangkan dari 35 pasien stroke hemoragik akut terdapat 5 pasien (14,3%) dengan umur 46 sampai 48 tahun, 5 pasien (14,3%) dengan umur 49 sampai 51 tahun, 8 pasien (22,9%) dengan umur 52 sampai 54 tahun, 6 pasien (17,1%) dengan umur 55 sampai 57 tahun, 10 pasien (28,6%) dengan umur 58 sampai 60 tahun, serta 1 pasien (2,9%) dengan umur 61 sampai 63 tahun.
Dari kelompok tekanan darah, dari 35 sampel pasien Stroke Iskemik Akut terdapat 9 pasien (25,8%) dengan tekanan darah sistolik normal, 9 pasien (25,8%)
22
Tabel 5.1. Karakteristik Pasien SIA dan SHA
Karakteristik Frekuensi (%)
dengan tekanan darah sistolik pre-hipertensi, 6 pasien (17%) dengan tekanan darah sistolik hipertensi grade I, dan 11 pasien (31,5%) dengan tekanan darah sistolik hipertensi grade II. Sedangkan tekanan darah diastolik pada 35 sampel pasien Stroke
23
Iskemik Akut, didapatkan 9 pasien (25,8%) dengan tekanan darah diastolik normal, 8 pasien (22,9%) dengan tekanan darah diastolik pre-hipertensi, 9 pasien (25,8%) dengan tekanan darah diastolik hipertensi grade I, dan 9 pasien (25,8%) dengan tekanan darah diastolik hipertensi grade II.
Sedangkan dari 35 sampel pasien Stroke Hemoragik Akut terdapat 3 pasien (8,7%) dengan tekanan darah sistolik normal, 3 pasien (8,7%) dengan tekanan darah sistolik pre-hipertensi, 4 pasien (11,4%) dengan tekanan darah sistolik hipertensi grade I, dan 25 pasien (71,6%) dengan tekanan darah sistolik hipertensi grade II. Sedangkan tekanan darah diastolik pada 35 sampel pasien Stroke Hemoragik Akut, didapatkan 3 pasien (8,7%) dengan tekanan darah diastolic normal, 6 pasien (17%) dengan tekanan darah diastolik pre-hipertensi, 2 pasien (5,7%) dengan tekanan darah diastolik hipertensi grade I, dan 24 pasien (68,7%) dengan tekanan darah diastolik hipertensi grade II.
Didapatkan juga bahwa rata-rata tekanan darah sistolik pasien Stroke Iskemik Akut sebesar 140,57 mmHg dengan nilai modus sebesar 130 mmHg, nilai minimum sebesar 70 mmHg, dan nilai maksimum sebesar 240 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik pada pasien Stroke Iskemik Akut sebesar 85,71 mmHg dengan nilai modus sebesar 90 mmHg, nilai minimum sebesar 50 mmHg, dan nilai maksimum sebesar 140 mmHg. Pada tekanan darah pasien Stroke Hemorgik Akut, didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 177,43 mmHg dengan nilai modus sebesar 200 mmHg, nilai minimum sebesar 80 mmHg, dan nilai maksimum sebesar 300 mmHg.
Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik pada pasien Stroke Hemoragik Akut sebesar 102,29 mmHg dengan nilai modus sebesar 100 mmHg, nilai minimum sebesar 60 mmHg, dan nilai maksimum sebesar 180 mmHg.
Pada tingkat kesadaran kelompok, dari 35 pasien stroke iskemik akut terdapat 21 pasien (60%) dengan tingkat kesadaran kompos mentis, 5 pasien (14,3%) dengan tingkat kesadaran apatis, 6 pasien (17,1%) dengan tingkat kesadaran somnolen, 2 pasien (5,7%) dengan tingkat kesadaran sopor, serta 1 pasien (2,9%) dengan tingkat kesadaran koma. Sedangkan dari 35 pasien stroke hemoragik akut terdapat 14 pasien
24
(40%) dengan tingkat kesadaran kompos mentis, 7 pasien (20%) dengan tingkat kesadaran apatis, 7 pasien (20%) dengan tingkat kesadaran somnolen, dan 7 pasien (20%) dengan tingkat kesadaran sopor.
Tabel 5.2. Hasil Perhitungan Perbedaan Tekanan Darah Pasien SIA dengan SHA Rata-Rata TD
Dari hasil uji t-independen tekanan darah sistolik, diperoleh p value sebesar <
0.001 sehingga didapatkan hasil adanya perbedaan yang bermakna antara tekanan darah sistolik pasien stroke iskemik akut dengan pasien stroke hemoragik akut.
sedangkan pada uji t-independen tekanan darah diastolik, diperoleh p value sebesar 0,001 sehingga didapatkan hasil adanya perbedaan yang bermakna antara tekanan darah diastolik pasien stroke iskemik akut dengan pasien stroke hemoragik akut.
Tabel 5.3. Hasil Perhitungan Perbedaan Tingkat Kesadaran Pada Pasien SIA dan SHA
Tingkat Kesadaran
p value Kesadaran Normal Penurunan Kesadaran
SIA 21 (30%) 14 (20%) 0,094
SHA 14 (20%) 21 (30%)
Dari data diatas didapatkan bahwa dari total 35 pasien stroke iskemik akut terdapat 21 pasien dengan tingkat kesadaran normal dan terdapat 14 pasien dengan penurunan kesadaran. Sedangkan dari total 35 pasien stroke hemoragik akut terdapat 14 pasien dengan tingkat kesadaran normal dan terdapat 21 pasien dengan penurunan kesadaran. lalu dengan perhitungan Chi Square diperoleh p value sebesar 0,094 sehingga didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan antara tingkat kesadaran pasien stroke iskemik akut dengan pasien stroke hemoragik akut.
25
5.2 Pembahasan
Menurut hasil data rekam medis, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan antara tekanan darah pasien stroke iskemik akut dengan pasien stroke hemoragik akut.
pada pasien stroke hemoragik akut didapatkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien stroke iskemik akut (TD sistolik SHA vs SIA = 300-80 mmHg vs 240-70 mmHg, TD diastolik SHA vs SIA = 180-60 mmHg vs 140-50 mmHg). hal ini sesuai dengan penelitian Chi-Hung Liu, yang menunjukkan bahwa pasien stroke hemoragik memiliki tekanan darah sistolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien stroke iskemik (IS vs. HS: 152,2 ± 23.5 vs. 157,0 ± 30,8 mmHg, p = 0,01) dan tekanan darah diastolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien stroke iskemik (IS vs. HS: 85,5 ± 13,6 vs. 88,2 ± 18,4 mmHg, p = 0,02).17 Hal ini bisa terjadi karena salah satu faktor resiko yang paling sering terjadi pada pasien stroke hemoragik adalah hipertensi yang tidak terkontrol.18 Namun, pada kedua kelompok terjadi peningkatan tekanan darah, dimana pada pasien stroke iskemik akut didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 140,57 mmHg (Hipertensi Grade 1) dan tekanan darah diastolik sebesar 85,71 mmHg (Pre-Hipertensi) serta pada pasien stroke hemoragik akut didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 177,43 mmHg (Hipertensi Grade 2) dan tekanan darah diastolik sebesar 102,29 mmHg (Hipertensi Grade 2). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Helene Nordahl, bahwa hipertensi dapat meningkatkan kejadian penyakit stroke iskemik maupun stroke hemoragik.19 Hal ini dapat dibuktikan karena tekanan darah yang tinggi merupakan suatu proses awal terbentuknya trombus, emboli, atau rupturnya pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke iskemik maupun stroke hemoragik.20
Berdasarkan hasil dari tingkat kesadaran pasien stroke iskemik akut dan stroke hemoragik akut, didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesadaran pasien stroke iskemik akut dengan pasien stroke hemoragik akut (p
= 0,094). hal ini bertentangan dengan hasil dari penelitian di Vietnam yang dilakukan oleh David L Tirschwell, bahwa karakteristik pasien disana menunjukkan adanya perbedaan gangguan kesadaran pada pasien stroke iskemik dengan pasien stroke
26
hemoragik, dimana pada pasien stroke hemoragik lebih banyak yang mengalami gangguan kesadaran dibandingkan dengan pasien stroke iskemik (p = < 0,001).21 Hal yang sama juga ditemukan pada penelitan yang dilakukan di Surabaya, dimana terdapat perbedaan tingkat kesadaran yang signifikan antara pasien stroke iskemik dengan stroke hemoragik, dimana pasien stroke hemoragik lebih banyak yang mengalami penurunan kesadaran dibandingkan dengan pasien stroke iskemik (p = < 0,001). Hal ini sesuai karena pada pasien stroke hemoragik terjadi ruptur pembuluh darah di otak sehingga terjadi penggumpalan darah yang menyebabkan peningkatan tekanan intra kranial. peningkatan tekanan intra kranial akan menyebabkan penekanan pada substansio retikularis diensefalon yang mengakibatkan penurunan kesadaran lebih cepat.22
26
BAB 6