BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “ Peningkatan Prestasi Belajar Dengan Menggunakan Metode Simulasi Pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas V SD Kanisius Kintelan I Semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011 yang dilaksanakan selama dua minggu dari 26 April 2010 - 3 Mei 2010. 1. Siklus I
Siklus pertama terdiri dari empat bagian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini peneliti telah mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari :
1) Menyusun instrumen pembelajaran
a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
b) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS)
2) Menyusun instrumen penilaian
a) Menyusun lembar ulangan/soal
b) Menyusun kisi-kisi soal
c) Menyusun skor setiap soal
3) Menyusun media pembelajaran
a) Audio Visual : Film dokumenter
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
b. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan tindakan kelas siklus yang pertama dilaksanakan pada hari selasa, 26 April 2010 dengan jumlah siswa 29 orang. Pembelajaran berlangsung sesuai dengan pedoman perencanaan pembelajaran yang telah direncanakan dan menggunakan metode simulasi dalam pembelajaran. Pada awal pelaksanaan pembelajaran dengan metode simulasi di kelas V Sekolah Dasar Kanisius Kintelan I masih ada kesalahpahaman tentang pengertian simulasi hal ini dimungkinkan karena penerapan metode simulasi merupakan hal baru bagi siswa di sekolah tersebut. Beberapa siswa kelas V masih kesulitan dalam melaksanakan metode simulasi dan ada yang beranggapan bahwa simulasi adalah drama, setelah mendapat penjelasan dari peneliti bahwa kedua hal tersebut sangat berbeda maka siswa kelas V pun bisa memahami kekeliruannya terhadap metode simulasi. Dalam pelaksanaan kegiatan simulasi banyak hal yang menarik mulai dari pembagian kelompok siswa, diskusi kelompok, pemilihan tokoh, karakter siswa dengan tokoh yang diperan, pembuatan dialog, pemilihan atribut dan lain sebagainya. Pada saat pembagian kelompok peneliti menyerahkan proses pemilihan pada siswa kelas V untuk memilih anggota kelompok masing-masing namun ada beberapa siswa perempuan yang tidak mau berkelompok dengan siswa lelaki hal ini terjadi karena ada anggapan bahwa siswa lelaki sulit diajak kerjasama dan sulit diatur dalam kelompok. Karena adanya protes tersebut peneliti memutuskan untuk
51
melakukan pemilihan anggota kelompok secara acak/undi dengan persetujuan dari siswa dengan pengumpulan suara terbanyak untuk proses pemilihan anggota kelompok. Dalam diskusi kelompok ada beberapa kelompok siswa yang mengalami kesulitan dalam pembuatan dialog, peneliti pun memberikan penjelasan tentang bagaimana membuat dialog yang mudah dan tidak sulit untuk dihafalkan. Pemilihan tokoh untuk pemegang peranpun masih ada yang rebutan misalnya pemilihan tokoh Ir. Soekarno ada yang merasa cocok tidak mau berperan sebagai tokoh lain kalau tidak memerankan Ir. Soekarno. Pada saat pelaksanaan kegiatan simulasi berlangsung suasana kelas riuh karena ada dialog yang salah pengucapannya dan ada juga siswa perempuan yang menangis karena diejek serta masih ada siswa yang malu-malu untuk tampil di depan kelas dihadapan teman-temannya. Pada saat kegiatan simulasi selesai dilaksanakan peneliti memutarkan film dokumenter tentang detik-detik proklamasi yang di bacakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah selesai menonton film dokumenter pada akhir siklus pertama ini dilakukan ulangan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah dilaksanakannya kegiatan pembelajaran.
c. Hasil Penelitian Siklus I
Setelah melakukan penelitian untuk siklus pertama, diperoleh nilai ulangan sebagai berikut :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tabel 4. 1
Nilai Ulangan IPS Siswa Kelas V SD Kanisius Kintelan I Yogyakarta pada Siklus I
No NAMA SKOR NILAI Ketuntasan
Ya Tidak
1 Anggi Bayu Permana - - - -
2 Bernadeta Safitri 18 60 - √ 3 Dewi Kumara 19 63 √ - 4 Febe Dekanoia 21 70 √ - 5 Ferdinand Kristantyo 24 80 √ - 6 Roberta Herima 21 70 √ - 7 Heroik Nasa J 18 60 - √ 8 Juventus Diffon 22 73 √ - 9 Kidung Jagad K 24 80 √ - 10 Leonardus Ryan 22 73 √ - 11 Melania Kurnia 20 66 √ - 12 Monica Sofi 25 83 √ - 13 Okki Tria 24 80 √ -
14 Secundina Frida Hoki 22 73 √ -
15 Serly Herawati 24 80 √ -
16 Stevanus Christian 20 66 √ -
17 Vitalia Dyah Utami 24 80 √ -
18 Jodi Hermawan 25 83 √ -
19 Agatha Indra Febi 19 63 √ -
20 Amalia Dwi Cahya 22 73 √ -
21 Andre Armadenta 22 73 √ -
22 Desak Made M 21 70 √ -
23 Dian Safari Asih 22 73 √ -
24 Elisabeth Desi - - - -
25 Jonny Kurniawan 21 70 √ -
26 Rahma Firmana 21 70 √ -
27 Ratri Kurniasari 22 73 √ -
28 Rosalia Rida Larasati 22 73 √ -
29 Servulus Toni 25 83 √ -
30 Yosaphat Assa 24 80 √ -
31 Yosephine Della 19 63 √ -
Jumlah 663 2104 27 2
53
d. Refleksi
Pada saat peneliti mencoba menerapkan metode simulasi banyak hal baru yang didapat dalam kegiatan pembelajaran dimana masih banyak siswa yang awam dengan istilah simulasi, bahkan tidak jarang mereka beranggapan bahwa simulasi adalah drama sehingga dalam penerapannya masih sulit. Adapun tujuan dipilihnya Metode simulasi adalah untuk memotivasi siswa dalam belajar, untuk lebih aktif dan berani tampil di depan kelas. Dalam pelaksanaan kegiatan simulasi peneliti membagi siswa dalam tiga kelompok yang mana tiap kelompok terdiri dari 10-11 orang siswa. Hal ini dilakukan sesuai dengan jumlah tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi, bahkan ada diantara siswa yang berperan ganda dengan dua tokoh sekaligus, hal ini dikarenakan ada siswa yang tidak masuk sekolah saat kegiatan simulasi dilakukan. Bahkan dalam pemilihan konsep sekalipun masih sering terjadi perdebatan diantara siswa yang berdiskusi dalam kelompok. Pada saat pelaksanaan kegiatan simulasi kelompok yang maju diundi, hal ini dilakukan untuk mencegah supaya tidak terjadi keributan karena ada anggota kelompok tidak mau maju kalau sesuai urutan pembagian awal.
Hal-hal yang menyebabkan berhasil :
1) Penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran
2) Media yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran 3) Guru yang memberikan motivasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4) Hasil yang diperoleh sesuai dengan metode simulasi pada siklus 1 sangat memuaskan
5) Ketika siswa melaksanakan pembelajaran dengan metode simulasi dalam kegiatan pembelajaran IPS, masih ada yang mengalami kesulitan untuk membedakan antara drama dan simulasi, hal ini dimungkinkan sebagai akibat dari pelaksanaan metode simulasi merupakan hal baru.
2. Siklus II
Siklus kedua tidak dilaksanakan karena target indikator keberhasilan pada siklus pertama sudah tercapai.