• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

memperoleh hasil yang diinginkan dan sesuai dengan keadadaan yang

sebenarnya, yaitu:

Melakukan reduksi data (peringkasan data) yang mana dari data mentah

hasil pengumpulan data, data diseleksi kemudian disederhanakan dan

diambil intinya (informasi).

a. Data disajikan secara tertulis berdasarkan kasus-kasus faktual yang

saling berkaitan. Tampilan data (Display data) digunakan sebagai

alat untuk memahami apa yang sebenarnya.

b. Menarik kesimpulan tertentu dari hasil pemahaman dan

49

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

1. Kemampuan Literasi Informasi Pengelola Di Perpustakaan

Madrasah Aliyah Negeri Binamu Jeneponto.

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan mengenai literasi

informasi pengelola di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri Binamu Jeneponto

dapat diuraikan sebagai berikut:

Di bagian ini akan diuraikan hasil penelitian yang telah diperoleh,

baik melalui wawancara, observasi ataupun dokumentasi. Hasil wawancara

mengenai bagaimana literasi informasi pengelola di perpustakaan Madrasah

Aliyah Negeri Binamu Jeneponto sebagai berikut:

Literasi informasi yaitu kemampuan mengakses, mengidentifikasi,

mencari, menemukan, mengevaluasi, mengorganisasikan, dan menggunakan

informasi dalam memperoleh sumber-sumber informasi yang cepat dan tepat

yang dibutuhkan secara efektif..

Terkait dengan faktor yang mendukung program literasi informasi

pengelola di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri Binamu Jeneponto menurut

narasumber pegawai baru perpustakaan sebagai berikut:

“Menurut saya faktor-faktor pendukungnya itu sudah ada beberapa media informasi yang tersedia dan untungnya semua kebutuhan pemustaka juga terpenuhi” (Sutriani 20 Januari 2020)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa faktor yang

mendukung program literasi sudah terpenuhi. Dilihat dari konsep literasi itu

sendiri merupakan kemampuan siswa atau pemustaka dalam mengakses,

memahami, menggunakan segala sesuatu yang tersedia di perpustakaan untuk

memenuhi kebutuhan informasinya.

Pernyataan tersebut juga di perkuat ibu Mawar selaku kepala perpustakaan

Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto beliau mengatakan:

“Pelaksanaan literasi informasi ini yaitu untuk meningkatkan minat baca siswa, untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi siswa dalam hal ini perlu di tambah lagi media-media informasinya” (Mawar 20 januari 2020)

Demikian juga tanggapan pemustaka mengenai adanya literasi

informasi di perpustakaan Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto

sebagai berikut:

“Literasi informasi itu sangat penting jadi menurut saya adanya literasi di perpustakaan ini sangat membantu, saya bisa tahu semua informasi yang disediakan di perpustakaan dan juga di luar sana apalagi saat menjelang ujian guru-guru menyuruh untuk belajar lebih baik lagi. ”(Putri Ayu Ningsi 20 januari 2020)

“Menurut saya sangat penting karna dapat menambah pemahaman dan pengetahuan baru dan juga memberikan ilmu-ilmu baru mengenai informasi- informasi penting baik itu yang tersedia di perpustakaan maupun melalui media informasi yang disediakan”(Fatima 20 Januarin 2020)

“Literasi informasi sangat penting untuk diterapkan di perpustakaan karena literasi informasi berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis yang mana perpustakaan memiliki kedua fungsi tersebut sebagai media atau wadah informasi”(Sri asriani 20 Januari 2020

51

“Karena dengan adanya program ini dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan informasi serta memahami aturan-aturan yang diterapkan diperpustakaan melalui literasi informasi”(Dian 20 Januari 2020)

“Penting karena program ini termasuk langkah awal dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswa agar mengetahui sumber-sumber informasi yang penting dan aturan-aturan yang di berlakukan di perpustakaan”(Dani 20

Januar i 2020)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut maka peneliti dapat

memberikan gambaran bahwa kegiatan literasi informasi itu penting karena

dapat memberikan pengetahuan, serta pemahaman agar menjadikan para

pengguna informasi sebagai pembelajar yang mandiri yang dapat memahami

informasi yang dibutuhkan dan memanfaatkan sesuai dengan etika.

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa

literasi info rmasi itu sangat penting karena dapat menambah ilmu

pengetahuan bagi pengelola dan juga pemustaka yang datang ke

perpustakaan. Faktor-faktor yang mendukung literasi merupakan salah satu tolak

ukur majunya perkembangan literasi informasi.

Kemampuan pengelola dalam memanfaatkan perpustakaan untuk

memenuhi kebutuhan informasi perpustakaan merupakan salah satu program

utama dalam menjalankan literasi informasi di perpustakaan. hal ini dapat dilihat

pada hasil wawancara pada salah satu pegawai perpustakaan sebagai berikut:

“Menurut saya informasi yang baik itu yaitu informasi yang mampu kita komunikasikan dengan baik dan harus disertakan sumbernya agar informasi yang diperoleh jelas kebenarannya”(Sutriani 21 Januari 2020)

Adapun pendapat pemustaka mengenai apakah kebutuhannya

terpenuhi dengan adanya literasi informasi sebagai berikut :

Selama datang ke perpustakaan, untungnya terpenuhi karna diperbolehkan membawa handphone dan media informasinya dsini juga bagus dan dibiarkan juga menggunakan medianya”(Suherman 21 Januari 2020)

“Kalau menurut saya saat mengunjungi perpustakaan sudah merasa terbantu dengan adanya literasi informasi yang diterapkan disini baik itu informasi – informasi yang berupa koleksi- koleksi yang ada maupun media-media yang disediakan”(Darningsi 21 Januari 2020)

“Tidak sepenuhnya terpenuhi, karena media informasi merupakan hal yang penting di perpustakaan. Tentunya dengan adanya media informasi, pengunjung perpustakaan tidak kesulitan dalam menggali/mencari informasi”(Nia 24 Januari 2020)

Berdasarkan hasil wawancara kepala perpustakaan mengenai fasilitas

penelusuran informasi di perpustakaan.

”Untuk masalah fasilitasnya itu yang disediakan di perpustakaan, seperti yang dilihat sekarang ini, ada televisi, radio, komputer. Untuk kedepannya baru mau diajukan kepada kepala sekolah untuk penambahan fasilitas media informasi dan juga fasilitas kenyamanan seperti AC, Wifi lebih diperlancar lagi dan juga ruangan perpustakaannya lebih diperluas lagi” (Mawar 21

Januar i 2020)

Berdasarkan hasil wawancara mengenai apakah pemustaka paham

dalam mengakses informasi melalui media informasi.

“ Jika pemustaka belum paham dalam mengakses informasi melalui media informasi maka akan dijelaskan. Karena sebagian pemustaka ada yang sudah paham dari pengalaman ketika SMP sering mengunjungi perpustakaan dan sebagian lagi tidak paham sama sekali akan dibantu oleh petugas atau pengelola , ”(Mawar 21Januari 2020)

53

Berdasarkan dari hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa

literasi informasi kegiatan literasi informasi merupakan salah satu program

yang sangat penting dan perlu diterapkan di perpustakaan karena dapat

memberikan pengetahuan serat pemahaman baru dan dapat menigkatkan

perkembangan program pada perpustakaan.

Sistem literasi informasi yang diterapkan di perpustakaan sudah maksimal

sebagaimana dapat dilihat pada hasil wawancara kepada pemustaka di

perpustakaan Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto

mengenai kendala yang dihadapi saat datang perpustakaan sebagai berikut:

“Kendala yang saya hadapi selama datang di perpustakaan ini yaitu media informasi prosesnya yang lama, saya lebih sering meminta bantuan atau arahan dari pengelolanya tapi untungnya kebutuhan saya terpenuhi” (Gebi

22 Januari 2020)

“Menurut saya kendala yang saya temukan saat berkunjung untuk masalah koleksinya sudah cukup hanya saja perlu ditambah lagi media- media informasinya berhubung banyaknya teman-teman siswa yang faham masalah literasi informasi dan lebih suka mencari pada media-media yang ada” (Dewi 22 Januari 2020)

“Kendalanya adalah kesulitan dalam mencari informasi dan kurang puas

dengan informasi yang didapat sebelumnya·’DQL 22 Januari 2020)

Berdasarkan hasil wawancara kepada pemustaka diatas dapat disimpulkan

bahwa kendala-kendala yang dihadapi pemustaka saat berkunjung ke

perpustakaan itu masih kurangnya media-media informasi yang disediakan.

Tujuan utama perpustakan yaitu untuk memenuhi kebutuhan informasi dan

menunjang dan dibutuhkan dalam sebuah perpustakaan adalah perpustakaan yang

memiliki pemustaka yang terampil dalam mencari, menemukan, dan

menggunakan informasi dengan cepat dan tepat sesuai dengan etika.

Pendidikan pemustaka sangat dibutuhkan dalam menunjang kemampuan

pemustaka dalam mengenal perpustakaan dan media-media yang dilayangkan

dalam mengahadapi keterbukaan informasi di era globalisasi, karena

perpustakaan tidak hanya menyediakan bahan pustaka dalam menunjang dunia

pendidikan di perpustakaan sekolah kedepannya.

Kemampuan literasi informasi pengelola di perpustakaan Madrasah

Aliyah Negeri Binamu Jeneponto menurut saya sudah cukup bagus karena

pengelola mampu membantu pemustaka dalam menemukan informasi yang

dibutuhkan

2. Kendala yang Dihadapi Pengelola Dalam Berliterasi di Perpustakaan Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto

Adapun kendala yang menjadi penghambat pengelola dalam literasi

informasi di perpustakaan Madrasah Aliyah (MAN) Binamu Jeneponto sesuai

dengan hasil wawancara langsung kepada pengelola perpustakaan, staf

perpustakaan sebagai berikut:

“kendala yang menjadi penghambat dalam literasi informasi di perpustakaan Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto yaitu kurangnya anggaran yang disiapakan untuk sementara masih menggunakan media-media yang ada dulu nanti kedepanya baru rencana untuk permintaan dana untuk perpustakaan” (Mawar 27 Januari 2020)

55

Hal ini juga di perkuat oleh informan 2 sebagai berikut

“Kendala yang menjadi penghambat literasi informasi di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto yaitu kurangnya dana yang disedikan oleh sekolah belum seimbang dengan jumlah siswa yang ada disekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto” (Sutriani 27 Januari 2020)

Begitu juga dengan informan 3 salah satu guru mengenai kendala yang

ada di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto sebagai

berikut:

“Kendala yang menjadi penghambat pengadaan bahan pustaka di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto yaitu minimnya dana yang di anggarkan oleh pemerintah sehingga literasi informasi yang ada di perpustakaan masih minim terutama media- media informasinya.”(Umar 27 Januari 2020)

Dari pernyataan berberapa informan diatas dapat disimpulkan bahwa

kendala utama yang menjadi penghambat dalam literasi informasi pengelola di

perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto yaitu

kurangnya dana dan anggaran yang disediakan oleh pemerintah maupun sekolah

itu sendiri yang tidak sesuai dengan kurikulum yang dibutuhkan sehingga proses

literasi informasi masih jauh dari harapan.

Dokumen terkait