BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................ 5 9
Berdasarkan hasil penelitian tentang “ Literasi Informasi Pengelola Perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri Binamu Jeneponto maka penulis dapat
mengemukakan bahwa :
1. Kemampuan literasi informasi pengelola dalam memanfaatkan informasi
sudah paha dalam memanfaatkan informasi karna pemustaka juga sudah
mampu dalam mencari informasi dengan sendirinya.
2. Media informasi yang disediakan di perpustakaan baik dalam bentuk teori
maupun praktek langsung sehingga pemustaka terbiasa dalam
memanfaatkan media informasi tersebut.
B. Saran
Berdasarkan hasil pengamatan secara langsung mengenai
“Literasi Informasi Pengelola Perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri Binamu Jeneponto maka peneliti dapat menuliskan saran saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya pengelola menyediakan informasi informasi yang up to date
dan dapat dipercaya kandungan informasinya..
2. Pengelola perpustakaan perlu memberikan bimbingan atau
pendidikan secara langsung kepada pemustaka atau pengunjung dalam
memanfaatkan media informasi yang disediakan di perpustakaan baik dalam bentuk teori.
DAFTAR PUSTAKA
Afrizal. (2015). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali pers.
Achmad, dkk (2012). Layanan cinta: perwujudan layanan prima perpustakaan
Jakarta: Sagung seto.
Almah, H. (2012). Pemilihan dan pengembangan koleksi di perpustakaan. Makassar: Alauddin University Press.
Ashshofa, B. (2007). Metode penelitian hukum. Jakarta: Rineka cipta.
Aswar, M. (2013). Information literancy Skills: Strategi penelusuran informasi online. Samata: Alauddin University Pers.
Bafaddal, b. (2006). Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Bungin, B. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers. Harmayani. (2018). Strategi pustakawan dalam Meningkatkan Literasi informasiMahasiswa di perpustakaan B.J Habibie Politeknik Negeri ujungpandang. Samata: UIN Alauddin Makassar.
Herdianyah, H. (2015). Wawancara, Observasi, Dan focus Groups. Jakarta: Rajawali Pers.
Iriantara, Y. (2009). Literasi Media. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Iskandar. (2016). Menajemen dan Budaya perpustakaan. Bandung: Refika Aditama
Koswara. (1998). Dinami ka Informasi dalam era globalisasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Lasa. (1994). Pengelola perpustakaan masjid dan lembaga islamiyah. Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS.
Maryaeni. (2005). Metodologi penelitian kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara. Mathar. Q . (2013). Metodologi penelitian kuantitatif untuk ilmu perpustakaan.Makassar: Alauddin university press.
Mishra, R.N dan C. Mishra (20110). Relevance Of Information Literacy in Digital environment. Jurnal of Emerging Trends in Computing and Information Sciences, 1 (1) h. 48-54, diakses dari http://www. cisjournal,org,
tranggal16 Juli 2012
Muin. Aswar (2010).informasi literacy skills strategi penelusuraninformasi online. Makassar: Alauddin university press.
Mulyadi (2014). Perpustakaan sebagai literasi informasi bagi pemustaka. Palembang: jurusan ilmu perpustakaan fakultas adab dan humaniora raden fatah,8.
Pattah. (2017). Literasi informasi peningkatan kompetensi informasi dalam proses pembelajaran. Jurnal ilmu perpustakaan dan Kearsipan Khizanah Al- Hikmah, 118.
61
Pattah. (2014). Literasi informasi: Peningkatan kompetensi informasi dalam proses pembelajaran. Khizanah Al-hikmah, 117-128
prastowo, A. (2012). Manajemen perpustakaan sekolah profesional. Yogyakarta: Diva press.
Puwono. (2009). Pemaknaan BUku Bagi Masyarakat Pembelajar . Jakarta: Sagung Seto.
Reality, T. (2008). Kamus bahasa indonesia. Surabaya: Reality Publisher. RI, D. A. (2006). Al Qur'an dan Terjemahnya. Semarang: CV.Asy Syifa.
Rohman, A. S. (2013). Literasi informasi pustakawan: Studi kasus di universitas padjajaran. Jurnal kajian informasi dan perpustakaan, 64-65-70.
Said, I. (2016). Literasi informasi : Perspektif pustakawan.jupiter XV (1), 13 Sanapsiah faisal (2001). format-format penelitian sosial. Jakarta: Raja grafika
persada.
Shihab, Q. M. (2002). Tafsir Al-Misbah: pesan, kesan, dan keserasian Al Quran. Jakarta: Lentera hati.
subekti, P. (2010). Teori dan praktik penelusuran informasi. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Sukaesih. (2013). Literasi Informasi Pustakawan: Studi Kasus. jurnal kajian informasi dan perpustakaan , 61.
Sutarno. (2006). Manajemen perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto.
Suwarno, W. (2015). Ilmu Perpustakaan dan kode etik pustakawan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Usman, A. (2015). Analisis Pengetahuan Kepustakawanan dengan Kreatifitas pengelola perpustakaan di sekolah menegah pertama negeri 3 barru. Makassar: UIN Alauddin Makassar.
Yudistira. (2017). Literasi Informasi Pustakawan di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM Menggunakan Pengembangan model The Big6. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 99-102.
Yusuf, P. M. (2005). Pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Jakarta: Kencana predana media group.
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran 1
Pengelola
PEDOMAN WAWANCARA
1. Faktor apa sajakah yang dapat mendukung program literasi informasi?
2. Mengapa program literasi informasi itu penting disebuah perpustakaan ?
3. Sejauh mana bapak/ibu memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi
kebutuhan informasi?
4. Bagaimanakah kemampuan literasi informasi pemustaka dalam
memanfaatkan informasi di perpustakaan.
5. Apakah perpustakaan menyediakan fasilitas untuk penelusuran informasi
di perpustakaan ?
6. Menurut Bapak / Ibu sudah pahamkah pemustaka dalam mengakses
informasi melalui media informasi
7. Kendala apa yang dihadapi dalam pelaksaan literasi informasi?
Pemustaka
1. Bagaimana tanggapan anda tentang adanya literasi informasi di
Perpustakaan ?
2. Apakah anda merasa terbantu dengan adanya literasi informasi?
3. Apakah kebutuhan anda terpenuhi dengan adanya literasi informasi?
4. Kendala apa yang anda dihadapi saat mengakses informasi melalui media
Lampiran 2
DOKUMENTASI
Rak koleksi referensi
koleksi koran
Lemari katalog
Kartu perpustakaan
Wawancara dengan staf perpustakaan
RIWAYAT HIDUP
Sri Rahayu, Lahir di jombe, 14 Agustus
1997. Penulis merupakan anak pertama dari tiga
bersaudara yang merupakan buah cinta dari
pasangan Syamsuddin dan Rostina. Setelah
menyelesaikan pendidikan sekolah Dasar di SDN 46
Jombe, kec. Turatea, kab. Jeneponto dan tamat tahun 2009, penulis melanjutkan
pendidikannya ke SMPN 4 Binamu dan dinyatakan lulus pada tahun 2012.
Karena penulis merasa bahwa pendidikan agama sangat dibutuhkan dalam hidup
ini.
Penulis memutuskan tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah
atas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto. dan dinyatakan lulus
ujian nasional pada tahun 2015. Dan pada tahun 2015 Penulis melanjutkan
perjalanan pendidikan di tingkat perguruan tinggi dan diterima sebagai
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Makassar fakultas Adab dan Humaniora
Jurusan Ilmu Perpustakaan. Pada akhir studinya Kemampuan Literasi Informasi
Pengelola di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binamu Jeneponto
dipilih sebagai judul skripsi sebagai penyelesaian tugas akhir dibawa bimbingan
Muh. Quraisy Mathar S.Sos., M.Hum dan Saenal Abidin, S.IP., M.Hum.