• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: JAMALUDDIN LOLANG NIM (Halaman 43-67)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

a. Lembar observasi yaitu untuk merekam proses belajar mengajar berlangsung berupa keberhasilan dan kelemahan tindakan yang diberikan.

b. Data tentang hasil siswa yang diperoleh dari tes pada saat proses ataupun setelah pembelajaran.

Data di atas dapat diperoleh melalui instrumen sebagai berikut:

1) Data hasil belajar pra siklus

Data didapatkan sebelum masuk dalam siklus penelitian, dilakukan di awal pertemuan dengan menggunakan tes awal.

2) Data hasil belajar pasca siklus

Data ini didapatkan setelah pelaksanaan siklus I dan siklus II. Hasil data ini untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca siswa secara individu, maka dilakukan kembali evaluasi tes akhir. Tetapi apabila tes hasil siklus II sudah mencapai batas ketuntasan, dalam artian 85 % siswa yang sudah mencapai nilai 65 ke atas, maka tidak perlu dilakukan evaluasi tes akhir (tes pasca tindakan).

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan awal siswa sebelum proses pembelajaran serta penguasaan siswa terhadap mata pelajaran setelah proses pembelajaran.

Selain lembar observasi, peneliti mengunakan lembar penilaian sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan tindakan penelitian.

G. Teknik Analisis Data

Analisis dan dilaksanakan berdasarkan analisis data strategi mengalir yakni dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul. Data tersebut direduksi berdasarkan masalah yang diteliti dan selanjutnya disusun dalam

satuan-satuan yang dikategorikan. Secara garis besar tahap analisis data diuraikan sebagai berikut:

1. Menelaah seluruh data

Data yang telah terkumpul berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi ditelaah untuk melakukan proses transkripsi. Data yang telah ditranskripsikan dikelompokkan sesuai dengan masalah penelitian.

2. Meruduksi data

Pada tahap ini, data-data ditelaah kemudian diseleksi. Kegiatan mereduksi data dilakukan peneliti mulai dari pengumpulan data sampaikegiatan penyimpulan hasil kegiatan penelitian.

3. Penyajian data

Penyajian data dapat dilakukan dengan cara mengorganisasikan semua data yang telah direduksi dalam satuan peristiwa dan makna yang berkaitan dengan masalah penelitian. Penyajian dilakukan dengan sistematis, runtu, dan tersusun dengan baik agar mudah untuk menarik kesimpulan.

4. Menarik kesimpulan

Penggunaan strategi The Power Of twodalam upaya meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa dikaitkan dengan ketuntasan belajar. Siswa yang mendapat nilai 65 ke atas dan mencapai 85% ke atas 40 siswa dalam pembelajaran menulis puisi melalui strategi ThePower Of Twodinyatakan berhasil oleh guru.

Dari 6 kategori yang telah ditentukan diberi skor maksimal 24. Rentang nilai dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.1 Rentang Nilai Pembelajaran No. Interval Persentase

Tingkat Penguasaan

A – D Keterangan

1 85 – 100 A Baik Sekali

2 75 – 84 B Baik

3 65 – 74 C Cukup

4 <64 D Kurang

(modifikasi Nurgiyantoro, 2010:253)

H. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah siswa dikatakan tuntas apabila mencapainilai65 ke atas dan tuntas secara klasikal apabila mencapai 85%

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa, mengkaji Meningkatan kemampuanmenulis puisi melalui Jurnal Harian dengan Menerapkapkan Strategi The Power Of Two Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa dilakukan terhadap 31 subjek penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil dianalisis data disajikan atas dua bagian, yaitu deskripsi hasil siklus I dan II.

1. Siklus I

Tahapan kegiatan siklus I, meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tiap-Tiap hasil kegiatan diuraikan sebagai berikut:

a. Perencanaan

Perencanaan dilakukan sebagai langkah awal pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri Tinggimoncong Kabupaten Gowa dengan menggunakan Strategi The Power Of Two Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa . Aspek perencanaan, yaitu: menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bahasa Indonesia dengan kompetensi dasar menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai, menyusun format penilaian kemampuan menulis puisi, dan menyusun lembar observasi proses pembelajaran dan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia. Selain itu, ditetapkan jadwalkan kegaitan pembelajaran bahasa Indonesia sebanyak 4 kali pertemuan, dan menetapkan indikator keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia yaitu sesuai standar KKM 65 dan ketuntasan belajar minimal 85 %.

b. Pelaksanaan Tindakan

38

Pelaksanaan tindakan sebanyak 4 kali pertemuan untuk mengajarkan materi pelajaran tentang menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa dengan menggunakan Strategi The Power Of Two Pada Siswa Kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Pertemuan I tanggal 15 Januari 2014, pertemuan II tanggal 17 Januari 2014, pertemuan III tanggal 18 Januari 2014, dan pertemuan IV tanggal 20 Januari 2014 yang sekaligus dilakukan penilaian berdasarkan hasil kerja siswa (puisi). Proses pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two Pada Siswa di kelas VII.A SMP Negeri 1Tinggimoncong Kabupaten Gowa, dibagi tiga kegiatan, yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia aspek menulis puisi melalui Strategi The Power Of Two Pada Siswa di kelas VII . A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa. diawali dengan berdoa dipimpin oleh ketua kelas dan absensi, apersepsi, memotivasi siswa untuk mengamati alam sekitar sebagai sumber belajar dan memiliki kesiapan belajar, kemudian mengemukakan tujuan pembelajaran menulis puisi dengan memanfaatkan alam sekitar berupa flora dan fauna sebagai sumber belajar. Kegiatan inti pembelajaran yaitu:

menyampaikan materi puisi dan unsur-unsur pembentuk puisi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi, kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jawab, kemudian membawa siswa keluar kelas untuk mengamati alam sekitar sebagai sumber belajar sebagai bahan dalam menulis

puisi dan setiap siswa dimintai mengamati dan mempelajari makna flora dan fauna pada alam sekitar sebagai bahan dalam menulis puisi disertai tanya jawab.

Setelah siswa mengamati alam sekitar sebagai sumber belajar dalam menulis puisi, siswa dilatih secara individu menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan pada alam sekitar dengan memperhatikan penggunaan pilihan kata yang tepat. Selanjutnya, salah seorang siswa membaca puisinya sementara siswa lainnya mendengarkan, sementara guru membimbing siswa menemukan gagasan pokok isi puisi, ditindak lanjuti dengan tanya jawab materi menulis puisi.

Kegiatan akhir yaitu: siswa dan guru membuat kesimpulan, refleksi, pemberian pesan-pesan moral, dan menutup pelajaran.

c. Hasil Observasi dan Penilaian Keterampilan Menulis Puisi

Hasil observasi terhadap proses pembelajaran bahasa Indoensia, berupa aktivitas mengajar guru berdasarkan tahapan Strategi The Power Of Two, aktivitas belajar siswa, dan penilaian keterampilan menulis puisi, disajikan sebagai berikut:

1) Aktivitas guru

Hasil observasi aktivitas guru dalam mengajarkan materi menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa secara umum berlangsung cukup baik pada setiap pertemuan walaupun sebagian aspek masih berlangsung kurang baik.

Hasil observasi menunjukkan bahwa guru mempersiapkan siswa dengan menugaskan mempersiapkan peralatan menulis berlangsung cukup baik pada

pertemuan I, II, dan III, serta berlangsung dengan baik pada pertemuan IV.Hal ini berarti guru telah berupaya agar siswa memiliki kesiapan mengikuti pelajaran menulis puisi. Demikian pula menyampaikan tujuan pembelajaran menulis puisi melalui pemanfaatan alam sebagai sumber belajar menulis puisi yang dilakukan cukup baik setiap pertemuan (pertemuan I,II, III, dan IV).

Selama proses pembelajaran menulis puisi pada pertemuan I dan II, guru masih kurang maksimal memotivasi siswa mengikuti pelajaran, kemudian pertemuan berikutnya telah dilakukan cukup baik sehingga siswa cukup termotivasi belajar menulis puisi dengan memanfaatkan alam sebagai sumber belajar. Dalam hal penjelasan tujuan pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar menulis puisi, maka hal tersebut telah berlangsung cukup baik setiap pertemuan sehingga siswa memahami tujuan ke luar kelas mengamati alam sekitar sebagai bahan menulis puisi.Penyajian materi dilakukan dengan baik setiap pertemuan, karena guru menyajikan materi secara singkat, jelas, dan sistematis sehingga memudahkan siswa memahami materi menulis puisi.

Saat siswa keluar kelas mengamati alam sekitar sebagai bahan menulis puisi atau kegiatan memperoleh informasi, pelaksanaannya hanya sepintas pada pertemuan I dan II yaitu sekitar 15 menit menulis, kemudian pertemuan berikutnya telah berlangsung cukup baik karena siswa diberi kesempatan sekitar 20 menit mengamati alam sekitar sebagai bahan untuk menulis puisi. Setelah siswa mengamati alam sekitar, siswa masuk kembali ke kelas untuk berlatih menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan yang berlangsung baik, karena setiap siswa diberi kesempatan menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan setiap

pertemuan berkaitan dengan keadaan flora dan fauna dengan waktu cukup memadai.Setelah itu, siswa diberi kesempatan membacakan puisinya walaupun pelaksanaannya masih kurang baik. Hal ini dikarenakan setiap pertemuan hanya 2 siswa yang tampil ke depan kelas membacakan puisinya. Demikian halnya tanya jawab materi pelajaran dan tentang hasil kerja siswa juga masih berlangsung kurang baik pada pertemuan I, II, dan III, karena kurang merangsang partisipasi siswa untuk bertanya jawab sehingga hanya sebagian kecil siswa aktif bertanya jawab. Demikian pula pemberian penguatan atau penghargaan atas hasil kerja siswa juga masih kurang baik, karena kurang memperhatikan pentingnya pemberian penguatan.Pada akhir pertemuan, guru menyimpulkan materi walaupun pelaksanaannya masih kurang, karena kurang melibatkan siswa menyimpulkan materi pelajaran berkaitan dengan menulis puisi dan pemanfaatan alam sebagai sumber belajar.

2) Aktivitas belajar siswa

Hasil observasi aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa, disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.1. Hasil Observasi Siswa Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus I

No Aspek yang diamati Pertemuan Ke-

Rata-Rata

Persentase I II III IV (%)

1 Jumlah siswa yang hadir

5 Siswa yang kurang terampil menulis puisi dengan baik dan benar.

7

(main-main, ribut, keluar masuk kelas, menganggu, dan lain-lain)

9 6 6 2 5,75 13,06

Hasil observasi di atas menunjukkan bahwa tidak semua siswa aktif mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two. Ada sebagian siswa kurang aktif mengikuti pelajaran, khususnya menyimak penjelasan guru tentang menulis puisi, mengamati alam sekitar sebagai sumber dalam menulis puisi, dan menyimpulkan materi pelajaran.Bahkan hanya sebagian kecil siswa aktif bertanya jawab dengan sesama siswa dan guru. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi pemahaman terhadap materi dan pada gilirannya mempengaruhi keterampilan menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

3) Hasil belajar

Rekapitulasi nilai keterampilan menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan hasil tes siklus I, disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.2. Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siklus I

Sumber: Hasil analisis hasil belajar siswa siklus I (lampiran 6)

Tabel 4.2 tersebut memberi gambaran bahwa nilai keterampilan menulis puisi pada siklus I, yaitu rata-rata 61,77 nilai tertinggi adalah 80 sementara nilai terendah 40. Dari 31 subjek penelitian, jumlah nilai adalah 1915. Hal ini memberi gambaran bahwa keterampilan menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa pada umumnya masih perlu ditingkatkan melalui Strategi The Power Of Two dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Kemampuan menulis puisi melalui Strategi The Power Of Two di kelas di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa, disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.3. Keterampilan Menulis Puisi pada Siklus I

Interval Kategori Frekuensi Persentase

80 – 100 Sangat terampil 3 9.66

70 – 79 Terampil 10 32.2

60 – 79 Cukup terampil 7 22.54

50 – 59 Kurang terampil 4 12.88

≤ 49 Tidak terampil 7 22.54

J u m l a h 31 100,00

Sumber: Hasil tes siklus I (lampiran 6)

Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki keterampilan menulis puisi pada kategori cukup terampil sebesar 22,54 %, disusul

kategori kurang terampil sebesar 12,88 %, kategori terampil sebesar 32,2 %, tidak terampil sebesar 22.54 %, dan hanya 9.66 % siswa pada kategori sangat terampil.

Sesuai nilai rata-rata keterampilan menulis puisi pada siklus I sebesar 61,22 (lampiran 6) dan dikonsultasikan dengan interval pada tabel 4.3, maka nilai rata-rata tersebut berada pada kategori cukup terampil, walaupun masih terdapat 12.88

% siswa masih kurang terampil dan 22.54 % tidak terampil dalam menulis puisi.

Ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa melalui Strategi The Power Of Two berdasarkan hasil tes siklus I, disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.4. Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus I

Standar KKM Ketuntasan Belajar Frekuensi Persentase

 65 Tuntas 14 45.08

< 65 Tidak tuntas 17 54,74

J u m l a h 31 100,00

Sumber: Hasil tes siklus I (lampiran 6)

Tabel 4.4 tersebut memberi gambaran bahwa ketuntasan belajar siswa di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa pada siklus I, yaitu tuntas belajarnya sebanyak 14 siswa (45.08%) berdasarkan standar KKM 65, sedangkan belum tuntas belajarnya sebanyak 17 siswa (54,74 %). Hal ini berarti sebagian besar siswa belum tuntas belajarnya atau belum mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan, yaitu minimal 85 % dari 31 subjek penelitian sehingga pelaksanaan penelitian harus dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus II).

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran bahasa Indonesia dan penilaian kemampaun menulis puisi melalui Strategi The Power Of Twokelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa , maka dilakukan refleksi oleh guru dan observer untuk mengkaji keberhasilan yang dicapai sekaligus kelemahan yang terjadi sehingga menjadi masukan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada siklus II. Hal ini dilakukan karena hasil penilaian keterampilan menulis puisi pada siklus I belum mencapai indikator keberhasilan pembelajaran yaitu siswa tuntas belajarnya kurang dari 85 % siswa memperoleh nilai minimal 65 ke atas. Hasil refleksi pada siklus I sebagai berikut:

1) Selama proses pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Powe Of Two, langkah-langkah pembelajaran belum diterapkan secara maksimal

berdasarkan tahapan master. Hal ini terkait dengan kurangnya waktu yang diberikan kesempatan siswa memperoleh informasi saat melakukan pengamatan terhadap alam sekitar sebagai bahan untuk menulis puisi sekaligus menyelidiki makna pada alam sekitar. Demikian pula tidak memberi kesempatan kepada semua siswa untuk membacakan hasil karyanya sebagai tahapan pada tipe master yaitu memamerkan apa yang diketahui. Demikian pula tanya jawab pembelajaran kurang maksimal karena hanya melibatkan sebagian siswa, seperti halnya saat menyimpulkan materi pelajaran, karena hanya sebagian kecil siswa aktif menyimpulkan materi pelajaran. Oleh karena itu, langkah-langkah Stragei The Power Of Two harus diterapkan secara

konsisten pada siklus II sebagai upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kemampuan menulis puisi. .

2) Aktivitas belajar siswa menunjukkan adanya siswa kurang aktif mengikuti

pelajaran, berupa: kurang aktif menyimak penjelasan guru, bertanya jawab, dan menyimpulkan materi. Oleh karena itu, siswa perlu diberikan motivasi dan penguatan lebih intensif agar berperan lebih aktif mengikuti pelajaran melalui Strategi ThePower Of Two.

2. Siklus II

Pelaksanaan siklus II merupakan tindak lanjut dari hasil refleksi siklus I sehingga tahapannya sama dengan siklus sebelumnya, tetapi dilakukan perbaikan sesuai hasil refleksi.

a. Perencanaan

Perencanaan pada siklus II dalam dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VI.A SMP Negeri 1 Tinggimoncomg Kabupaten Gowa melalui Strategi The Power Of Two yaitu memperbaiki kelemahan pada siklus I, berupa memperbaiki

RPP yang lebih menekankan partisipasi siswa dalam belajar menulis puisi.

Demikian pula mengelola kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar berdasarkan tahapanStrategi The Power Of Two , dan menetapkan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan sebanyak 4 kali pertemuan untuk mengajarkan materi pelajaran tentang menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa dengan menggunakan melalui Strategi The Power Of Two. Pertemuan I tanggal 28 Oktober 2013, pertemuan II tanggal 29 Oktober 2013, pertemuan III tanggal 31 Oktober 2013, dan pertemuan IV tanggal 2 November 2013 yang sekaligus dilakukan penilaian berdasarkan hasil kerja siswa (puisi). Proses pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa, dibagi tiga kegiatan, yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia aspek menulis puisi melalui strategi The Power Of Twodiawali dengan berdoa dipimpin oleh ketua kelas dan absensi, apersepsi, memotivasi siswa untuk mengamati alam sekitar sebagai sumber belajar dan memiliki kesiapan belajar, kemudian mengemukakan tujuan pembelajaran menulis puisi dengan memanfaatkan alam sekitar berupa flora dan fauna sebagai sumber belajar. Kegiatan inti pembelajaran yaitu: menyampaikan materi puisi dan hal-hal yang berkaitan dengan menulis puisi disertai tanya jawab, kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jawab, membawa siswa keluar kelas untuk mengamati alam sekitar sebagai sumber belajar sebagai bahan dalam menulis puisi dan memberi kesempatan kepada siswa bertanya jawab, dan setiap siswa dimintai mengamati dan mempelajari

makna keadaan sumber daya alam dan keadaan geografis sebagai bahan dalam menulis puisi.

Setelah siswa mengamati alam sekitar sebagai sumber belajar dalam menulis puisi, siswa dilatih secara individu menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan pada alam sekitar dengan memperhatikan penggunaan pilihan kata yang tepat. Selanjutnya, salah seorang siswa membaca puisinya sementara siswa lainnya mendengarkan, sementara guru membimbing siswa menemukan gagasan pokok isi puisi, ditindak lanjuti tanya jawab materi menulis puisi. Kegiatan akhir yaitu: siswa dan guru membuat kesimpulan, refleksi, pemberian pesan-pesan moral, dan menutup pelajaran.

c. Hasil Observasi dan Hasil Penilaian Keterampilan Menulis Puisi

Hasil observasi terhadap proses pembelajaran bahasa Indoensia, berupa aktivitas mengajar guru berdasarkan tahapan Strategi The Power Of Two, dan aktivitas belajar siswa, serta penilaian keterampilan menulis puisi, disajikan sebagai berikut:

1) Aktivitas guru

Hasil observasi aktivitas guru dalam mengajarkan materi menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui Strategi The Power Of Two di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa secara umum berlangsuering dengan baik pada setiap pertemuan (pertemuan I, II, III, dan IV).

Hasil observasi yaitu guru mempersiapkan siswa dengan menugaskan mempersiapkan peralatan menulis berlangsung dengan baik pada setiap pertemuan

dengan tujuan siswa memiliki kesiapan menulis puisi.Demikian pula menyampaikan tujuan pembelajaran menulis puisi melalui pemanfaatan alam sebagai sumber belajar menulis puisi yang dilakukan dengan baik setiap pertemuan. Selama proses pembelajaran menulis puisi, guru berusaha memotivasi siswa mengikuti pelajaran, baik menyimak penjelasan guru, mengamati alam sekitar, maupun menulis puisi. Dalam hal penjelasan tujuan pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar menulis puisi, maka hal tersebut berlangsung dengan baik setiap pertemuan sehingga siswa memahami tujuan ke luar kelas mengamati alam sekitar sebagai bahan menulis puisi.Penyajian materi dilakukan dengan baik setiap pertemuan, karena materi disajikan secara singkat, jelas, dan sistematis disertai pemberian kesempatan bertanya jawab sehingga memudahkan siswa memahami materi menulis puisi.

Saat siswa keluar kelas mengamati alam sekitar sebagai bahan menulis puisi atau kegiatan memperoleh informasi, pelaksanaannya berlangsung dengan baik karena siswa diberi kesempatan sekitar 25 menit mengamati alam sekitar sebagai bahan untuk menulis puisi. Setelah siswa mengamati alam sekitar, siswa masuk kembali ke kelas untuk berlatih menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan yang berlangsung baik, karena setiap siswa diberi kesempatan menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan setiap pertemuan berkaitan dengan keadaan sumber daya alam dan keadaan geografis dengan waktu memadai.Setelah itu, siswa diberi kesempatan membacakan puisinya dengan memberi kesempatan 4 sampai 5 orang membacakan puisinya. Saat proses tanya jawab materi pelajaran dan tentang hasil kerja siswa juga masih berlangsung cukup baik karena guru

berupaya merangsang partisipasi siswa untuk aktif bertanya jawab. Demikian pula pemberian penguatan atau penghargaan atas hasil kerja siswa juga berlansung dengan baik, karena siswa diberikan penguatan secara tepat sasaran dan tepat waktu, khususnya bagi siswa yang membacakan puisinya dengan baik.Pada akhir pertemuan, guru menyimpulkan materi dengan berupaya melibatkan siswa menyimpulkan materi pelajaran berkaitan dengan menulis puisi dan pemanfaatan alam sebagai sumber belajar.

2) Aktivitas Belajar Siswa

Hasil observasi aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa, disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.5. Data Hasil Obsevasi Siswa Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus II.

No Aspek yang diamati Pertemuan Ke-

Rata-Rata

proses pembelajaran

Hasil observasi di atas menunjukkan bahwa siswa umumnya aktif mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran bahasa Indonesia, berupa: aktif menyimak penjelasan guru tentang menulis puisi, mengamati objek

pada alam sekitar sesuai tema yang telah ditentukan, berlatih menulis sebuah puisi berdasarkan informasi yang diperoleh dari objek yang diamati, bertanya jawab materi pelajaran, dan menyimpulkan materi pelajaran.Kondisi tersebut dapat mempengaruhi tingginya pemahaman terhadap materi dan pada gilirannya mempengaruhi keterampilan menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII.A SMP Negeri 1 Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

3) Hasil belajar

Rekapitulasi nilai keterampilan menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan hasil tes siklus II, disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.6. Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siklus II

Aspek-aspek yang dianalisis Nilai

Sumber: Hasil analisis hasil belajar siswa siklus II (lampiran 6)

Tabel 4.6 tersebut memberi gambaran bahwa nilai keterampilan menulis puisi pada siklus II, yaitu rata-rata 77.74, nilai tertinggi adalah 95 sementara nilai terendah 55. Dari 31 subjek penelitian, jumlah nilai adalah 24.10 dan range sebesar 40 . Hal ini memberi gambaran bahwa keterampilan menulis puisi dalam

Tabel 4.6 tersebut memberi gambaran bahwa nilai keterampilan menulis puisi pada siklus II, yaitu rata-rata 77.74, nilai tertinggi adalah 95 sementara nilai terendah 55. Dari 31 subjek penelitian, jumlah nilai adalah 24.10 dan range sebesar 40 . Hal ini memberi gambaran bahwa keterampilan menulis puisi dalam

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: JAMALUDDIN LOLANG NIM (Halaman 43-67)

Dokumen terkait