METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Pada bagian ini peneliti akan memaparkan bagian yang menjadi substansi dari peneliti yaitu faktor faktor yang mempengaruhi Tata kelola keuangan pajak kendaraan bermotor (PKB) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah Gowa dengan metode analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif kualitatif.
Dengan menggunakan deskriptif kualitatif,peneliti dituntut dapat memaparkan, menjelaskan, menggambarkan serta menggali data berdasarkan apa yang diucapkan,dirasakan, dilihat dan dilakukan oleh sumber data sesuai dengan fakta fakta lapangan dengan menggunakan wawancara dan observasi langsung pada lokasi penelitian yakni pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Gowa.
Peneliti ini akan meneliti dengan melakukan wawancara secara acak untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini karena ada dua target yang dibutuhkan dalam pengumpulan data yang pertama orang yang terlibat dalam mengelola keuangan pajak kendaraan bermotor dan yang kedua karyawan yang ditugaskan dalam pemetaan keuangan pajak kendaraan bermotor, untuk mengimbangkan data terkumpul yang didapat dari kepala keuangan dan karyawan selain itu tujuan utama dari peneliti disini sesuai dengan dijelaskan pada tujuan penelitian di mana peneliti akan mencari faktor faktor yang mempengaruhi tata
kelola keuangan pada pemetaan pajak kendaraan bermotor(PKB) berbeda pada daerah-daerah lainnya.
Bercerita tentang faktor yang mempengaruhi tata kelola keuangan terhadap pemetaan keuangan pajak kendaraan bermotor berarti bercerita tentang penyebab terjadinya penurunan pada pendapatan pajak kendaraan bermotor. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadi penurunan pada pendapatan pajak kendaraan bermotor adalah faktor masyarakat yang di mana sebagian masyarakat kabupaten gowa tidak ada kesadaran diri untuk membayar pajak tanpa ada peringatan langsung dari pemerintahan gowa khususnya.
Langsung dijelaskan salah satu nara sumber Hakim S.E Kepala Tata Usaha pada kantor (UPT) Unit Pelaksana Teknis.
Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tata kelola keuangan pada kondisi keuangan pajak kendaraan bermotor ? “ yang mempengaruhi tata kelola keuangan pada kondisi keuangan pajak kendaraan bermotor adalah kebijakan pemerintah,tingkat pendapatan masyarakat,bencana alam, yang mana salah satu contoh kebijakan pemerintah adalah pada tahun 2020 pemerintah melakukan mengeluarkan kebijakan kerja pada rumah sehingga banyak masyarakat mengalami kesulitan untuk membayar pajak karena pemerintah mengeluarkan peraturan untuk masyarakat bekerja pada rumah. contoh tingkat pendapatan masyarakat yang di mana masyarakat sendiri memiliki tunggakan pajak tetapi tidak ada kesadaran diri dari masyarakat itu sendiri untuk melakukan pembayaran pajak. Contoh bencana alam yang di mana masyarakat yang mengalami bencana alam seperti banjir,longsor,gempa dan lainnya sebagainya tidak bisa membayar pajaknya,jangankan membayar pajak makannya saja susah. itu adalah bagian-bagian yang mempengaruhi penerimaan pendapatan pajak kendaraan bermotor pada UPT. (Kamis,24 Desember 2020)
Seperti yang dijelaskan salah satu narasumber bernama Hakim mengatakan pendapatnya tentang salah satu cara faktor yang berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pada kondisi pajak kendaraan bermotor dilihat dari lingkungannya dengan cara memahami kondisi masyarakat sebelum dimintai pajak karena tidak semua masyarakat selalu hidup berkecukupan, maka dari itu pemerintah harus melihat kondisi dan situasi yang terjadi pada kabupaten gowa.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat selalu mengalami kesulitan untuk membayar pajak, oleh karena itu pemerintah harus memiliki program kerja untuk membantu masyarakat dalam menangani pembayaran pajak meski terjadinya kesulitan. Pemerintah kabupaten Gowa melakukan yang namanya swepping yang berkolaborasi dengan pihak kepolisian,jasa raharja,pelayanan,serta pihak pembayaran pajak. Guna untuk menyadarkan masyarakat untuk membayar pajak.
Di lihat dari kondisi pendapatan pajak kendaraan bermotor setiap tahunnya mengalami penurunan dikarenakan adanya masyarakat yang tidak mematuhi peraturan pemerintah dikarenakan banyak mengalami masalah keuangan pada masyarakat sehingga target yang ditentukan oleh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan selalu mengalami penurunan setiap tahunnya.
Wawancara dengan salah satu karyawan bagian pelayanan mengatakan.
Bagaimana cara anda untuk memenuhi target yang sudah ditentukan setiap tahunnya? Yang kami lakukan untuk memenuhi target setiap tahunnya yaitu melihat kondisi masyarakat sekarang mengalami kesulitan untuk membayar pajak kendaraan bermotor karena jauh rumahnya,lupa dan sebagainya kami melakukan yang namanya Dor to dor yang mana pemerintahan Gowa khusus pada Unit Pelaksana Teknis melakukan dor to dor untuk mengingatkan masyarakat akan pajak yang dibayarnya. (Kamis, 24 Desember 2020)
Salah satu pendapat narasumber mengatakan tentang proses pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan menegaskan bahwa masyarakat perlu diingatkan untuk membayar pajak, harus adanya tindakan dari pemerintahan daerah untuk mencapai target yang ditentukan setiap tahun, kemudian peneliti kembali bertanya di salah satu anggota yang bekerja dalam tata kelola pendapatan dengan pertanyaan
Bagaiman pendapat anda tentang pendapatan yang kurang tercapai setiap tahunnya ?
dia menjawab :
Tentang soal pendapatan yang sudah kami targetkan dari awal tidak bisa kami manipulasi dikarenakan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) sesuai dengan pembayaran dari masyarakat, ketika masyarakat tidak membayar pajak otomatis target pendapatan kami setiap tahunnya mengalami penurunan,oleh karena itu kami melakukan yang namanya pemeriksaan data bagi orang yang tidk membayar pajak kendaraan bermotor supaya dapat kami ingatkan.(Kamis, 24 Desember 2020)
Hasil wawancara dilakukan oleh peneliti dengan salah satu bagian pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) Tentang pendapatan yang kurang tercapai, dan menurut pendapat dari salah satu narasumber menegaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan pajak kendaraan bermotor tidak lain dari masyarakat itu sendiri.
Bagaimana pendapat anda tentang cara pengelolaan keuangan pajak yang kurang maksimal saat ini ?
Dia menjawab :
Kalau bicara tentang pengelolaan keuangan, kami sudah melakukan dengan semaksimal mungkin, supaya keuangan atau pendapatan pajak kendaraan bermotor tersebut dapat mengalami kenaikan setiap tahunnya, tetapi dilihat dari kondisi yang terjadi sekarang ini, kurang meyakinkan bisa kami memenuhi target yang ingin kami capai dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat dalam kesadaran wajib pajak itu sendiri. (Kamis, 24 Desember 2020).
Hasil wawancara dilakukan oleh peneliti dengan salah satu bagian pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) tentang cara pengelolaan keuangan yang kurang maksimal, dan menurut pendapat dari salah satu narasumber menegaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan pengelolaan keuangan yang kurang maksimal yaitu kurasng kesaradaran dari masyarakat itu sendiri.