• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dimana pengambilan data penelitian menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan siswi kelas VI tentang menarche. Penelitian ini dimulai dari penyebaran kuesioner setelah data terkumpul, langkah yang dilakukan berikutnya adalah pengolahan data. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2015 terhadap 30 responden siswi kelas VI di SD N 3 Plosorejo.

Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4. 1 Mean dan Standar Deviasi

Variabel Mean Standar Devisiasi

Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas VI SD Tentang Menarche

21, 7 4, 7

Sumber : SPSS (2013)

Dari data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel kuantitas responden, berdasarkan 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.2 Kuantitas Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas VI Tentang Menarche di SD N 3 Plosorejo.

No Kategori Jumlah Prosentase (%)

1 Baik 5 16,7

2 Cukup 18 60,0

3 Kurang 7 23,3

Jumlah 30 100

Sumber : Data Primer (2015)

Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi kelas VI tentang

menarche di SD N 3 Plosorejo dengan kategori baik ada 5 responden

(16,7%), kategori cukup ada 18 responden (60,0%), dan kategori kurang ada 7 responden (23,3%).

38

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan siswi kelas VI tentang

menarche di SD N 3 Plosorejo, didapatkan bahwa pengetahuan siswi tentang

menarche dalam kategori baik ada 5 responden (16,7%), kategori cukup ada

18 responden (60,0%), dan kategori kurang ada 7 responden (23,3%).

Kategori pengetahuan siswi kelas VI tentang menarche di SD N 3 Plosorejo dalam kategori cukup 18 responden (60,0%) memungkinkan faktor usia, pengalaman, lingkungan, informasi, sosial budaya dan ekonomi.

Faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan menurut Health (2009), yang menyebutkan bahwa usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin membaik seperti halnya informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Selain itu ada faktor lingkungan yaitu segala sesuatu yang ada disekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis maupun sosial. Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dilingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya interaksi timbal balik ataupun tidak yang akan merespon sebagai pengetahuan oleh setiap individu. Dengan itu masih banyak adanya anggapan orang tua yang salah bahwa menarche merupakan hal yang tabu untuk diperbincangkan dan menganggap bahwa anak akan tahu dengan sendirinya

dan sosial ekonomi keluarga yang rendah sehingga pengetahuannya cukup tentang menarche.

Hal ini sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Health (2009) yang menyebutkan bahwa kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang – orang tanpa melalui penalaran tentang yang dilakukan itu baik atau buruk. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu. Dengan baiknya tingkat pengetahuan siswi kelas VI SD tentang menarche diharapkan siswi siap dalam menghadapi menstruasi pertama. Reaksi positif terhadap menarche dapat dirasakan remaja putri sebagai indeks kedewasaan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Micky Ardila Sari (2011), dengan judul “Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswi Usia 10-12 Tahun Tentang Menarche di Sekolah Dasar Negeri 1 Sukoharjo Eromoko Wonogiri”, hasil penelitiannya yaitu dalam kategori baik (23,3%), kategori cukup (66,6%), kategori kurang (10,0%), dan penelitian dari Puspita Ati (2009), dengan judul ”Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Pada Siswi Sekolah Dasar Negeri III Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo”, diperoleh hasil dalam kategori baik (30,0%), kategori cukup (60,0%), kategori kurang (10,0%).

Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dengan mayoritas berpengetahuan cukup disebabkan kemungkinan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, pengalaman, lingkungan, informasi,

40

sosial budaya dan ekonomi sehingga sangat diperlukan tenaga kesehatan untuk memberi pemahaman dan informasi lebih baik tentang menarche.

D. Keterbatasan

Dalam penelitian ini pun mempunyai keterbatasan, yaitu : 1. Kendala Penelitian

Penelitian ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan belajar mengajar sehingga harus mencari waktu diluar kegiatan pembelajaran.

2. Keterbatasan Penelitian

a. Peneliti ini hanya mengukur tingkat pengetahuan siswi kelas VI SD tentang menarche. Jadi penelitian tidak melakukan intervensi secara langsung terhadap responden.

b. Penelitian ini ada kelemahan dalam menyusun alat (kuesioner) yang menggunakan jawaban tertutup sehingga tidak dapat mengurai jawaban selain dari jawaban yang tersedia.

41

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian, perhitungan hasil dan pembahasan, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil penelitian tingkat pengetahuan siswi kelas VI tentang menarche di SD N 3 Plosorejo adalah sebagai berikut : 1. Tingkat pengetahuan siswi kelas VI tentang menarche di SD N 3

Plosorejo termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 5 siswi (16,7%). 2. Tingkat pengetahuan siswi kelas VI tentang menarche di SD N 3

Plosorejo termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 18 siswi (60,0%).

3. Tingkat pengetahuan siswi kelas VI tentang menarche di SD N 3 Plosorejo termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 7 siswi (23,3%).

Bardasarkan hasil tersebut maka Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas VI Tentang Menarche di SD N 3 Plosorejo tertinggi adalah pada tingkat cukup yaitu sebesar 18 siswi (60%).

42

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan siswi kelas VI SD tentang menarche, maka saran yang dapat penulis sampaikan adalah :

1. Bagi Siswi

Diharapkan siswi lebih aktif mencari informasi tentang menarche baik dari orang tua, guru maupun media massa agar siswi lebih siap dalam menghadapi menarche dan tidak menimbulkan kecemasan.

2. Bagi SD N 3 Plosorejo

Diharapkan dapat memberikan penyuluhan dan menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan (bidan wilayah kerja setempat/ Puskesmas) untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi khususnya menarche.

3. Bagi Institusi Kampus

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menambah bahan pustaka serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa serta pembaca khususnya tentang tingkat pengetahuan menarche.

4. Bagi Tenaga Kesehatan

Diharapkan bisa memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi terlebih tentang perubahan fisik dan menarche.

DAFTAR PUSTAKA

Ardila Sari, M. 2011.Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswi Usia 10 – 13 Tahun

Tentang Menarche Di SD Negeri 1 Sinyoharjo Eromoko Wonogiri.

Surakarta. Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada. Karya Tulis Ilmiah.

Ati, P. 2009. Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang menarche pada siswi sekolah dasar Blimbing III Kecamatan Gatak Kabupaten

Sukoharjo. Surakarta. Fakultas Kedokteran Prodi IV Kebidanan

Universitas Sebelas Maret. KaryaTulis Ilmiah.

Erna. 2008. Menarche Pada Remaja Putri. Error! Hyperlink reference not valid. faktor - yang- mempengaruhi.

Health. 2009. Pengetahuan dan Faktor - faktor Yang Mempengaruhi. http://forbetterhealth.worddpress.com/2009/04/14/21 menarche - pada - remaja

Heffner, Lj dan Schust. 2008. Ata Gland : Sistem Reproduksi. Surabaya : Erlangga.

Hidayat, A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.

. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.

. 2014. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.

Jalal, A. 2010. Pengertian Pengetahuan (knowledge) (http:// forbetterhealth. wordpress. com/20/09/10//24/ pengertian – pengetahuan - knowledge.

Kumalasari, I dan Andhiyantoro, I. 2012. Kesehatan Reproduksi Untuk

Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Mansur, H dan Budiarti, T. 2014. Psikologi ibu dan Anak. Jakarta : Salemba Medika.

Marmi. 2014. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Nursalam. 2013. Pengertian Pengetahuan (knowledge) http:// forbetterhealth. wordpress. com/26/12/13//14/ pengertian – pengetahuan knowledge..

Proverawati, A dan Misaroh, S. 2009. MENARCHE Menstruasi Pertama Penuh

Makna.Yogyakarta: Nuha Medika.

Riwidikdo, H. 2013. Statistik untuk Penelitian Kesehatan dengan Aplikasi

Program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

SDKI, 2012. http://www.kalyanamitra.or/2013/09/kesehatan- reproduksi-

remaja/8 agustus 2014.

Sensus Penduduk, 2010. Jumlah- penduduk –jawa-tengah (penduduk jawa tengah

–knowledge.

Santjaka, A. 2011. Statistik untuk Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Wawan, A dan Dewi, M. 2010. Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta : Nuha Medika.

Dokumen terkait