BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 26 Makassar Kota Makassar, Subjek dikelompokkan berdasarkan gender dan kemampuan memecahkan masalah relasi dan fungsi. Pengelompokan kemampuan matematika berdasarkan siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah didasarkan pada hasil tes relasi dan fungsi. Pengelompokan kemampuan siswa ini berdasarkan pada data nilai hasil tes dengan materi relasi dan fungsi. Data dari hasil tes tersebut akan dijadikan data awal untuk mengkategorikan siswa menjadi tiga kategori yaitu kategori siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan matematika siswa akan disesuaikan acuan kriteria skor yang sudah dibuat yaitu penilaian acuan patokan.
Adapun kriteria kemampuan matematika siswa adalah sebagai berikut, Tabel 4.1 Hasil Tes Subjek
No Nama Siswa
13. Na 64 sedang
14. MR 69 sedang
16. SH 39 rendah
18. MF 50 rendah
19. Ri 20 rendah
20. MS 54 rendah
21. MZ 53 rendah
22. AS 20 rendah
1. Kategori siswa berkemampuan tinggi, yaitu siswa yang mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 71.
2. Kategori siswa berkemampuan sedang, yaitu siswa yang mempunyai nilai diantara 55 sampai 71.
3. Kategori siswa berkemampuan rendah, yaitu siswa yang mempunyai nilai kurang dari atau sama dengan 55.
Tabel 4.2 Klasifikasi Hasil Tes Berpikir Kreatif Model Wallas
Kategori Interval Frekuensi
Tinggi x 5
Sedang 56 x 70 9
Rendah x 55 6
Jumlah 20
Sesuai dengan penjelasan sebelumnya bahwa dari 3 Kategori tersebut, siswa akan dikelompokkan lagi berdasarkan gender yaitu perempuan dan laki-laki.
Dari pengelompokan berdasarkan gender didapatkan 3 siswa perempuan dan 3 orang siswa laki-laki, secara spesifik 1 orang siswa perempuan berkemampuan tinggi, 1 orang siswa berkemampuan sedang, dan 1 orang siswa berkemampuan
rendah, dan juga 1 orang siswa laki-laki berkemampuan tinggi, 1 orang siswa berkemampuan sedang, dan 1 orang berkemampuan rendah dengan jumlah siswa seperti yang tercantum dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 4.3 Pengelompokan Siswa Berdasarkan Gender dan Kemampuan Memecahkan Masalah Relasi dan Fungsi.
Kemampuan Matematika
Laki-laki Perempuan
Tinggi LBT no. urut 5 PBT no. urut 4
Sedang LBS no. urut 14 PBS no. urut 13
Rendah LBR no. urut 22 PBR no. urut 16
Pada penelitian ini, siswa yang ada pada tabel 4.3 yang akan dilakukan wawancara untuk mengetahui tahap berpikir kreatif berpandu pada model wallas. Adapun pemaparan mengenai tabel 4.3 sebagai berikut;
a. LBT, bergender laki-laki. Subjek ini termasuk dalam pengelompokan siswa berkemampuan tinggi.
b. LBS bergender laki-laki. Subjek ini termasuk dalam pengelompokan siswa berkemampuan sedang.
c. LBR bergender laki-laki. Subjek ini termasuk dalam pengelompokan siswa berkemampuan rendah.
d. PBT bergender perempuan. bergender laki-laki. Subjek ini termasuk dalam pengelompokan siswa berkemampuan tinggi.
e. PBS bergender perempuan. Subjek ini termasuk dalam pengelompokan siswa berkemampuan sedang.
f. PBR bergender perempuan. Subjek ini termasuk dalam pengelompokan siswa berkemampuan rendah.
Pada penelitian ini, siswa yang sudah dipilih selanjutnya diwawancarai guna mengetahui proses berpikir kreatif siswa menurut model Wallas. Subjek penelitian yang terpilih bukan hanya peneliti yang menentukan tetapi juga dengan pertimbangan guru mata pelajaran matematika, karena penelitian ini bertujuan mengetahui proses berpikir kreatif siswa berdasarkan gender dan kemampuan memecahkan masalah relasi dan fungsi.
1. Pedoman Analisis Proses Berpikir Kreatif Model Wallas Siswa dalam Memecahkan Masalah Relasi dan fungsi
Tabel 4.4 Indikator Tahap Berpikir Kreatif Model Wallas Tahap Indikator Tahap Berpikir Kreatif Model Wallas Siswa
dalam Memecahkan Masalah Relasi dan Fungsi Persiapan Siswa mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah
dengan dengan cara mengumpulkan sumber yang relevan dan mencari pendekatan untuk menyelesaikannya.
a. Siswa memahami informasi awal pada soal yang diberikan, meliputi:
1) Siswa menuliskan yang diketahui dan ditanyakan 2) Siswa memahami apa yang ditanyakan dalam soal 3) Siswa mengetahui syarat-syarat yang harus
dipenuhi yang nantinya diperlukan untuk menyelesaikan soal
b. Siswa dapat mengaitkan informasi yang didapatkan dengan materi yang telah didapatkan dari guru atau membuka buku sebelum mengerjakan tes.
Inkubasi Siswa memikirkan langkah pengerjaan soal relasi dan fungsi dengan berbagai cara seperti berikut:
a. Siswa diam sejenak dan selanjutnya memikirkan ide pemecahan masalah relasi dan fungsi.
b. Siswa melakukan hal seperti merenung, menggigit pulpen, menopang dagu, dan lain sebagainya.
c. Siswa mengaitkan informasi pada soal dengan materi
yang sudah pernah diperoleh dari guru maupun belajar sendiri.
Iluminasi Siswa mendapatkan pemecahan masalah relasi dan fungsi, setelah memikirkan langkah penyelesaian;
Setelah mendapatkan ide penyelesaian siswa akan menjalankan ide-ide untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Verifikasi Siswa menguji dan memeriksa kembali pemecahan masalah terhadap realitas. Pada tahap ini,
a. Siswa memeriksa jawaban yang didapatkan apakah sudah benar dan sesuai pertanyaan pada soal.
b. Siswa menemukan ide lain untuk menyelesaikan masalah pada soal.
a) Data Siswa Laki-laki Berkemampuan Tinggi (LBT)
Gambar 1. Jawaban Siswa LBT 1. Tahap Persiapan
P: “ apa yang kamu lakukan sebelum mengerjakan soal?”
LBT: “ yang saya lakukan pertama, membuka buku, ehh mengingat materi yang pernah diajarkan oleh guru”
P:”apakah kamu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal?”
LBT: iy kak, saya terlebih dahulu menulis diketahui baru ditanyakan setelah itu baru saya kerjakan jawabannya kak”
P:”apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal no.4 dek?”
LBT:”yang diketahui itu kak fungsi x sama dengan –x kuadrat kurang enam x ditambah tujuh, kemudian daerah hasilnya kak himpunan bilangan bulat yaitu {..,-2,-1,0,1,2,..} kemudian yang ditanyakan nilai terbesar dari fungsi f (x)”
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa Subjek LBT menuliskan dan menyebutkan apa yang diketahui yaitu fungsi x sama dengan –x kuadrat kurang enam x ditambah tujuh, kemudian daerah hasilnya kak himpunan bilangan bulat yaitu {..,-2,-1,0,1,2,..} kemudian yang ditanyakan nilai terbesar dari fungsi f (x). Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan Subjek LBT memahami informasi awal pada soal yang diberikan dengan baik.
Subjek LBT mengatakan bahwa soal ini terdapat kaitannya dengan materi relasi dan fungsi. Berdasarkan hal tersebut Subjek LBT dapat mengaitkan informasi yang dipahaminya dengan materi yang pernah diperoleh dengan baik.
2. Tahap Inkubasi
P:”selama kamu pikirkan caranya dan belum dapat ide, apa yang kamu lakukan?
LBT:”ya, saya berusaha ingat kembali kak materi relasi dan fungsi”
P:” ya sebelum dapat ide mencari jawabannya, apa pas habis baca soal atau saat yang lain gitu?”
LBT:”emm, sebelum dapat ide kak, saya mikir-mikir sambil menggigit pulpen, heheh”
Dari hasil wawancara di atas dapat dianalisa, bahwa pada tahapan inkubasi ini Subjek LBT berhenti sejenak dan membaca buku dalam pengerjaannya, sebelum berpikir untuk mencari penyelesaian masalah, Dalam proses itu Subjek LBT mampu mengaitkan pengetahuan yang pernah dia
dapatkan yaitu tentang relasi dan fungsi. Selain itu, dalam proses berpikir sejenak yang Subjek LBT lakukan salah satunya adalah mengaitkan materi yang pernah didapatkannya yaitu materi relasi dan fungsi.
3. Tahap Iluminasi
P:” apakah kamu sudah punya ide untuk menyelesaikan soal yang telah diberikan?”
LBT:” iye kak, setelah saya pikir-pikir tadi saya sudah punya ide untuk menyelesaikan soal ”
P:” terus ide yang adek dapat ada berapa itu?”
LBT:” untuk no. 4 dan no.6 saya punya 2 ide tapi cuma satu ide yang saya tulis seperti pada lembar jawaban saya (sambil menunjuk jawaban) untuk no. 4 bagian b itu jawabannya dapat ditulis kembali jawaban a kemudian didapatkan nilai f(x) yang memenuhi lebih dari -1, kemudian ide yang saya tulis langsung singkat saja seperti jawaban yang saya tulis di lembar jawaban saya (sambil menunjuk jawaban), untuk no.6 itu ada dua langkah yang bisa dilakukan yaitu secara eliminasi dan juga dapat dilakukan secara subtitusi”
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dianalisa, bahwa Subjek LBT mendapatkan 2 ide untuk menyelesaikan permasalahan pada soal no. 4 dan juga no.6. Subjek LBT dapat menjalankan idenya dengan baik sehingga proses pengerjaannya menghasilkan jawaban yang benar pada setiap idenya.
4. Tahap verifikasi
P:”setelah selesai mengerjakan dan menjalankan semua ideta , untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan beberapa ide, apa kamu sudah periksa kembali semua jawabanmta?”
LBT:”sudah kak”
P:”sudah yakin semuanya sudah Benar tidak dek”?
LBT:”emm, iye kak, Saya sudah merasa yakin dengan jawabanku kak”
Hasil wawancara menunjukkan bahwa Subjek LBT memeriksa kembali jawaban yang sudah didapatkannya. Namun Subjek LBT tidak
menemukan kesalahan. Hal ini dikarenakan Subjek LBT melakukan perbaikan langsung saat pengerjaan. Pada tahap ini Subjek LBT tidak mencoba mencari cara lain untuk menyelesaikan permasalahan pada soal.
1) Indikator Berpikir Kreatif a) Kefasihan
Berdasarkan dari hasil wawancara tertulis dan wawancara dengan subjek LBT dapat dianalisa bahwa subjek LBT mampu menyelesaikan pemecahan masalah dengan beberapa alternatif cara penyelesaiannya.
b) Kebaruan
Subjek LBT belum memenuhi aspek kebaruan ini dapat dilihat pada proses pengerjaan masih menggunakan proses penyelesaian yang secara umum, belum menggunakan proses penyelesaian yang berbeda dengan yang lainnya.
c) Fleksibilitas
Penjelasan mengenai aspek fleksibilitas terdapat pada penjabaran aspek kefasihan. Pada penjabaran tersebut, subjek LBT mampu menjabarkan dua idenya dengan baik, maka memenuhi indikator fleksibilitas.
2) Deskripsi subjek LBT
Proses berpikir kreatif model wallas subjek LBT dalam menyelesaikan masalah relasi dan fungsi, berikut adalah tabel triangulasi data proses berpikir kreatif pada soal relasi dan fungsi:
Tabel 4.5 Proses berpikir kreatif subjek LBT
Tahap Data Soal
Persiapan Subjek LBT menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa subjek LBT memahami informasi awal pada soal yang diberikan. Subjek LBT juga mengatakan bahwa soal ini terdapat kaitannya dengan materi fungsi kuadrat. Berdasarkan hal tersebut, subjek LBT dapat mengaitkan informasi yang telah diberikan sebelumnya dengan materi relasi dan fungsi. Pada wawancara diatas subjek LBT dapat memaparkan soal dengan kalimatnya sendiri.
Inkubasi Subjek LBT tidak langsung mendapatkan ide. Subjek berhenti sejenak, membaca mengingat materi dan setelahnya mulai mengaitkan dengan materi lain yang pernah diajarkan.
Iluminsi Subjek LBT mendapatkan dua ide. dalam proses mengerjakan subjek LBT mengerjakan yang lain dengan jawaban yang benar dan sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh peneliti.
verifikasi Subjek LBT meriksa kembali jawaban yang telah ia kerjakan selama waktu masih ada yang tersisa.
Tabel 4. 6. Aspek Kreativitas Subjek LBT Indikator Kreatif Soal
1. Kefasihan Memenuhi
2. Kebaruan Memenuhi
3. Fleksibilitas Memenuhi
Berdasarkan hasil triangulasi di atas, didapatkan data valid sebagai berikut:
1. Kefasihan
Subjek LBT dalam menyelesaikan masalah dengan memenuhi indikator kreativitas kefasihan.
2. Kebaruan
Subjek LBT dalam menyelesaikan masalah aspek kreativitas memenuhi indikator kebaruan.
3. Fleksibilitas
Subjek LBT dalam menyelesaikan memenuhi aspek kreativitas fleksibilitas.
Berdasarkan indikator kreativitas yang dicapai, tingkat berpikir kreatif subjek LBT dalam menyelesaikan masalah dapat diketahui berdasarkan tabel berikut:
Tabel 4. 7. Tingkatan Berpikir Kreatif
Tingkat Karakteristik
Tingkat 4 (Sangat Kreatif) Kriteria dalam pemecahan masalah, Siswa mampu menunjukkan kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan
Tingkat 3 (Kreatif) Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa mampu menunjukkan kebaruan atau fleksibilitas atau kefasihandan fleksibilitas Tingkat 2 ( Cukup Kreatif) Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa
mampu menunjukkan salah satu dari kebaruan
atau fleksibilitas
Tingkat 1 (Kurang Kreatif) Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa hanya mampu menunjukkan kefasihan
Tingkat 0 (Tidak Kreatif) Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa tidak mampu menunjukkan ketiga indikator kreatif.
b. Data Siswa Laki-laki Berkemampuan Sedang (LBS)
Gambar 2. Laki-laki Berkemampuan Sedang (LBS) 1) Tahap persiapan
Berikut adalah hasil wawancara untuk mengkonfirmasi hasil tertulis dari Subjek LBS guna mengungkap tahap persiapan:
P : “sebelum mengerjakan soal apa yang kamu lakukan?
LBS:”yang saya lakukan sebelumnya kak membaca buku baru saya mengingat kembali materi yang diajarkan sama ibu guru”
P:”Setelah kamu membaca dan mengamati soalnya, apa yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal ini?”
LBS:”yang diketahui di no. 5 kak f (x) sama dengan m(x) dikurangi dua, baru memetakan empat ke dua kak”
P : “Trus yang ditanyakan apa?”
LBS: yang ditanyakan itu, ee peta dari lima kak”
P: “Coba jelaskan lagi dengan kata-katamu sendiri tentang soal ini?”
LBS: “diketahui fungsi x sama dengan mx kurang dua memetakan empat kedua artinya fungsi empat dihubungkan kedua kak”
Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan Subjek LBS memahami informasi awal pada soal yang diberikan. Subjek LBS mengatakan bahwa soal ini terdapat kaitannya dengan pokok bahasan relasi dan fungsi dari apa yang ditanyakan pada soal yaitu peta dari 5. Berdasarkan hal tersebut Subjek LBS dapat mengaitkan informasi yang dipahaminya dengan materi yang pernah diperoleh. Pada wawancara di atas Subjek LBS memaparkan soal dengan kalimatnya sendiri yaitu bahwa diketahui fungsi x sama dengan mx kurang dua memetakan empat kedua artinya fungsi empat dihubungkan kedua kak, ditanyakan peta dari lima maksudnya hubungannya 5, apa. Berdasarkan hasil tersebut Subjek LBS memaparkan apa yang ada, apa saja yang diketahui, apa yang ditanyakan serta komentar tambahan mengenai permasalahan pada soal tanpa membaca soal, sehingga Subjek LBS dikatakan dapat mengutarakan soal dengan bahasanya sendiri dengan baik.
2) Tahap Inkubasi
P : “Habis baca soalnya kamu langsung dapet ide ga?Pake cara apa?”
LBS : “Ya mikir dulu lah kak, sempet pusing juga tadi kak.”
P: “Apa yang kamu pikirin? “
LBS: “Ya karena ini kayak masuk materi relasi dan fungsi ya mikirnya tak hubung-hubungin mesti ya pakekan rumus-rumus yang ada dimateri relasi fungsi kak.”
Dari hasil wawancara di atas dapat dianalisa, bahwa pada tahapan
inkubasi ini Subjek LBS tidak langsung mendapatkan ide untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada soal no. 5. Subjek LBS diam sejenak dan berpikir sambil mengaitkan permasalahan yang diberikan dengan materi berkaitan yang sudah Subjek LBS dapatkan sebelumnya.
3) Tahap Iluminasi
P : “Setelah apa yang kamu pikirkan, langsung dapet ide untuk mengerjakan soal itu gak?”
LBS: “Iya kak.”
P: “ Truz idenya apa? Langsung dapet berapa ide?”
LBS : “Ya dapatnya Cuma satu ide kak, tapi saya coba pikir-pikir lagi siapa tau masih ada ide yang saya dapat kak .”
P: “Tadi sempat dapet ide dua gitu?”
LBS: “Gak lah kak, tadi tak coret-coret dulu kira-kira bisa ga ya cara ini, bisa ga ya cara itu. Ya habis dapet satu cara tapi belum langsung tak kerjain kak, ya saya coret-coret sambil mikir kira-kira pake ini bisa ga ya gitu lagi kak."
Pada tahap iluminasi ini seperti pada hasil wawancara di atas Subjek LBS mendapatkan ide melalui tahap sebelumnya. Subjek LBS mampu menyelesaikan permasalahan pada soal dengan arti kata lain Subjek LBS mampu menjalankan ide-ide yang didapatkannya pada tahap inkubasi. Subjek LBS mampu mengeksekusi ide-idenya dengan berhasil mendapatkan cara penyelesaian dan jawaban akhir yang semuanya bernilai benar.
4) Tahap Verifikasi
P: “Udah yakin jawabanmu itu benar?”
LBS: “Iyah kak, soalnya tadi dah teliti. Ya tadi sempet salah-salah ngitung jadi jawabanya ada yang beda. Trus setelah tak teliti ya jawaban akhirnya sudah yakin dengan jawaban saya kak
Berdasarkan hasil wawancara di atas, pada tahap verifikasi ini Subjek LBS memeriksa kembali hasil pengerjaannya dan mencoba untuk mencari
jawaban yang lain. Dalam proses ini Subjek LBS berhasil memperbaiki jawabannya yang salah yang dikarenakan ketidaktelitian Subjek LBS dalam menghitungsampai benar. Pada tahap ini, Subjek LBS mencoba-coba mencari ide lain yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah pada soal, namun akhirnya ditinggalkan karena waktu sudah hampir habis.
1) Indikator Berpikir Kreatif a) Kefasihan
Berdasarkan dari hasil wawancara dengan Subjek LBS dapat dianalisa bahwa Subjek LBS mampu menyelesaikan pemecahan masalah dengan satu penyelesaian. Jawaban dari subjek LBS yaitu f(x) = mx-2 memetakan 4 ke 2 artinya f(4)=2, f(4) = m(4)-2 =2, 4 m = 2+2, m =1 subtitusi m=1 ke persamaan f(x) =mx-2, f(x)=x-2, f(5) = 5-2 =3. Oleh karena itu, Subjek LBS tidak memenuhi indikator kefasihan.
b) Kebaruan
Untuk aspek kebaruan ini dapat dilihat bahwa Subjek LBS untuk no.4 merupakan langkah yang baru dalam materi relasi dan fungsi yang mengaitkan antara persamaan kuadrat dengan materi relasi dan fungsi, sehingga subjek LBS memenuhi indikator kebaruan.
c) Fleksibilitas
Penjelasan mengenai aspek fleksibilitas terdapat pada penjabaran aspek kefasihan. Pada penjabaran tersebut, didapatkan bahwa subjek LBS tidak memenuhi fleksibilitas.
2) Deskripsi Proses Berpikir Kreatif Subjek LBS dalam
Menyelesaikan Masalah Berpandu Model Wallas
Berikut adalah tabel triangulasi data proses berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah pada soal relasi dan fungsi:
Tabel 4. 8. Proses Berpikir Kreatif Subjek LBS
Tahap Data Soal
Persiapan Subjek LBS tidak menuliskan dan menyebutkan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan serta komentar tambahan mengenai permasalahan, namun ketika wawancara subjek LBS dapat menjelaskannya dengan lancar, sehingga Subjek LBS dikatakan dapat mengutarakan soal dengan bahasanya sendiri dengan baik.
Inkubasi Subjek LBS berhenti sejenak dalam pengerjaannya untuk berpikir bagaimana langkah pengerjaan dan alternatif lainnya. Sementara itu Subjek LBS memikirkan penyelesaian sambil mengaitkan informasi- informasi dengan materi yang sudah iya dapatkan sebelumnya yaitu mengenai materi relasi dan fungsi sebelum mendapatkan ide. Sebelum mendapatkan idenya, siswa beralih untuk mengerjakan atau mencari bagian-bagian yang dianggap perlu nantinya.
Iluminasi Subjek LBS pada tahap ini mendapatkan ide yang mana didapatkan melalui proses sebelumnya yaitu inkubasi. Subjek LBS menjalankan ide- idenya dengan baik dan mendapatkan hasil yang benar pada setiap jawaban yang didapatkan. Namun ide yang didapatkannya hanya satu ide saja.
Verifikasi Subjek LBS kembali memeriksa jawaban yang telah dapatkan, kemudian memperbaiki jawaban yang menurutnya kurang tepat Dalam proses perbaikan Subjek LBS hanya mengalami kesalahan yaitu hanya pada proses penghitungan yang tidak teliti. Dalam proses verifikasi ini pula, Subjek LBS juga belum mendapatkan ide pemecahan masalah lain, dan juga waktu hampir habis, maka ditinggalkan begitu saja.
Tabel 4. 9. Aspek Kreativitas Subjek LBS Aspek Kreativitas Soal
1. Kefasihan Tidak Memenuhi
2. Kebaruan Memenuhi
3. Fleksibilitas Tidak Memenuhi
Berdasarkan hasil triangulasi di atas, didapatkan data valid sebagai berikut:
a) Kefasihan
Subjek LBS dalam menyelesaikan masalah tidak memenuhi indikator kreativitas kefasihan.
b) Kebaruan
Subjek LBS dalam menyelesaikan masalah aspek kreativitas memenuhi indikator kebaruan.
c) Fleksibilitas
Subjek LBS dalam menyelesaikan tidak memenuhi aspek
kreativitas fleksibilitas.
Berdasarkan aspek kreativitas yang dicapai, tingkat berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah dapat diketahui berdasarkan tabel berikut:
Tabel 4. 10. Tingkatan Berpikir Kreatif
Tingkat Karakteristik
Tingkat 4 (Sangat Kreatif)
Kriteria dalam pemecahan masalah, Siswa mampu menunjukkan kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan Tingkat 3 (Kreatif) Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa mampu
menunjukkan kebaruan atau fleksibilitas atau kefasihandan fleksibilitas
Tingkat 2 ( Cukup Kreatif)
Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa mampu menunjukkan salah satu dari kebaruan atau fleksibilitas Tingkat 1 (Kurang
Kreatif)
Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa hanya mampu menunjukkan kefasihan
Tingkat 0 (Tidak Kreatif)
Kriteria pemecahan masalah tersebut Siswa tidak mampu menunjukkan ketiga indikator kreatif.
c) Data Siswa Laki-laki Berkemampuan Rendah (LBR)
Gambar 3. Jawaban Siswa Laki-laki Berkemampuan Rendah (LBR)
1) Tahap Persiapan
P : “sebelum mengerjakan soal apa yang kamu lakukan?
LBR:”yang saya lakukan sebelumnya kak langsung baca soal sama mengingat kembali materi yang diajarkan sama ibu guru”
P: “Setelah kamu membaca soalnya, informasi awal apa yang kamu dapatkan?”
LBR: “Yang diketahui fungsi x sama dengan min x pangkat dua kurang enam x ditambah tujuh kak, baru kan a itu berada di variabel x pangkat dua, jadi a nya sama dengan -1, baru b nya sama dengan -6, dan c nya sama dengan 7 kak”
P : “Coba jelaskan soal ini lagi dengan kata-katamu sendiri!”
LBR: “kan kak diketahui fungsi yang bentuknya fungsi kuadrat yaitu fungsi x sama dengan min x pangkat dua kurang enam x ditambah 7, baru daerah asalnya himpunan semua bilangan bulat, kan saya tidak tau itu kak, jadi saya langsung menggunakan rumus penyelesaian fungsi persamaan kuadrat kak yaitu x sama dengan min b per 2a, jadi kudapatmi nilai x nya kak yaitu -3 baru ku subtitusikanmi ke fungsi x kak, kudapatmi 16”
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa Subjek LBR menuliskan dan menyebutkan apa yang diketahui. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan Subjek LBR memahami informasi awal pada soal yang diberikan . Subjek LBR mengatakan bahwa soal ini terdapat kaitannya dengan materi persamaan kuadrat dan tidak berpikir bahwa soal ini berkaitan dengan pokok bahasan relasi dan fungsi. Berdasarkan hal tersebut Subjek LBR tidak mengaitkan informasi yang dipahaminya dengan materi relasi dan fungsi yang sudah diajarkan. Pada wawancara di atas Subjek LBR memaparkan soal dengan kalimatnya sendiri. Berdasarkan hasil tersebut Subjek LBR memaparkan yang diketahui dan apa yang ditanyakan hanya berdasar apa yang dituliskan pada soal, sehingga Subjek LBR mengutarakan soal dengan bahasanya sendiri dengan tidak baik.
2) Tahap Inkubasi
P: “Setelah membaca soal, apakah kamu langsung mendapatkan ide? Maksud saya, tadi langsung dapet ide apa kamu mikir-mikir dulu gitu, diem bentar , apa ngapain dulu gitu,”
LBR: “Ya tadi sich sempat saya ga langsung kerjakan, pusing kak, tapi habis itu langsung mikir sich gimana nyeleseinnya.”
Berdasarkan hasil wawancara di atas, Subjek LBR tidak langsung
Berdasarkan hasil wawancara di atas, Subjek LBR tidak langsung