BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2 Hasil Penelitian
Data yang terkumpul dari informan atas pertanyaan-pertanyaan yang peneliti ajukan di tulis selengkap-lengkapnya sesuai dengan hasil rekaman dan hasil catatan terlampir. Adapun hasil penelitian dari keempat (4) informan untuk
48
satu (1) tujuan yaitu mengevaluasi Pengalaman Ibu Hamil dalam Perawatan Kehamilan berbasis Budaya Madura.
5.2.1 Mengevaluasi stigma masyarakat Desa Pegantenan Tentang Pengalaman Ibu Hamil dalam Perawatan Kehamilan berbasis Budaya Madura.
Tema 1 :Pengalaman Ibu Selama Hamil dalam perawatan kehamilan di Madura.
Dalam penelitan ini bertujuan untuk mendapatkan evaluasi stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Pengalaman Perawatan Kehamilan yang dimiliki semua informan. Hasil wawancara dengan informan didapatkan stigma masyarakat tentang pengalaman ibu selama hamil dalam
perawatan kehamilan di Madura, pada respon masyarakat Pengalaman ibu
hamil dalam perawatan berbasis budaya Madura di bedakan menjadi 2 sub tema yaitu Mengunjungi Dukun Beranak dan Mengunjungi Bidan Desa. Pada respon masyarakat didapatkan bahwa masyarakat merespon merasa Lebih Sering pergi ke Dukun Beranak untuk memeriksa kehamilannya. Adapun tema, sub tema dan kategorinya tersebut dapat lihat berdasarkan kutipan wawancara berikut.
P1 : Pangalaman kauleh selama hamil sanyatanah depadeh sareng lumranah oreng hamil,gi entar ka Dhukon kaangguy ngecek posisi
beji‟.
(pengalaman saya selama hamil sama seperti orang hamil
biasanya, iya pergi ke dukun beranak untuk mengecek posisi bayi)
P3 : saben areh senin apareksah dha‟ dhukon kaangguy ngecek posisi
beji‟.tor sabulen sekali apareksah dha‟ bu bidan
(setiap hari senin periksa ke dukun untuk mengecek posisi bayi dan sebulan sekali priksa ke bu bidan)
P4 :apareksah pak, dha‟ dhukon beranak, dha‟ bu bidan, keng manabi
kauleh pribadi lebih seggut apareksah dha‟ dhukon
(periksa pak, ke dukun beranak, ke bu bidan, tapi kalau saya pribadi lebih sering periksa ke dukun)
49
Kemudian sub tema yang selanjutnya yaitu lebih dominan
mengunjungi bidan desa. lebih dominan mengunjungi bidan desa didukung oleh ungkapan partisipan sebagai berikut:
P2 :gi entar ka bu bidan ben bulen pak apareksah (pergi ke bidan desa setiap bulan pak, periksa)
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut ini:
P5: kalau ibu hamil yang ada di desa saya mayoritas masih percaya kepada dukun beranak, penyebabnya mungkin karena memeriksakan kehamilan kepada dukun beranak sudah menjadi tradisi sejak dulu walaupun memeriksakan kehamilan kebidan desa lebih akurat.
P6: kalau di Madura khususnya di desa Pegantenan ini ya Rata – rata
memang lebih percaya kepada dukun beranak dibandingkan kepada tenaga ahli kesehatan seperti saya, dukun beranak dipercaya lebih bisa mengatur posisi bayi di dalam kandungan, padahal dukun
beranak itu hanya ,mengira – ngira Cuma menggunakan filling, yang
sebenarnya bisa membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan.
Secara lebih rinci analisis hasil tema 1 dapat dilihat dengan jelas pada skema 5.2.1 berikut ini:
Tujuan Mengevaluasi
Pengalaman Ibu hamil dalam perawatan kehamilan berbasis budaya Madura
Tema 1
Pengalaman ibu selama hamil dalam perawatan kehamilan di Madura. SubTema Mendatangi Dukun Beranak Mendatangi Bidan Desa
Skema 5.2 Tema 1 :Pengalaman ibu selama hamil dalam perawatan kehamilan di Madura
50
Tema 2 :Mitos – mitos dalam merawat kehamilan di Madura.
Stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan
Berbasis Budaya Madura memperoleh 1 tema yaitu Mitos – mitos dalam
merawat kehamilan di Madurayang terdiri dari 2 sub tema yaitu Ada Mitos yang dipercaya dan tidak ada Ada Mitos yang dipercaya. Ke dua sub tema tersebut dapat didukung oleh pendapat informan berikut ini:
Mitos – mitos dalam merawat kehamilan di Madura terdiri dari
sub tema Ada Mitos yang dipercaya. Hal ini didukung oleh pernyataan partisipan berikut :
P1 :Manabi Mitos se eyakini kauleh akadhi tak olle ale „ leaghianduk
neng le‟er.cekpon oreng madureh mon ale‟leagi anduk e le‟er epartajeh deggik tontonannah ana‟en ale‟le ka beji‟ se bisa abahaya aghi beji‟ edelem kandungan.
(kalau mitos yang saya yakini seperti tidak boleh melilitkan handuk di leher, menurut orang Madura kalau melilitkan handuk di leher dipercaya tali pusar bayi akan melilit ke bayi yang bisa membahayakan bayi di dalam kandungan)
P4 :manabi se eyakini keluarga kauleh akadhi tak olle ngetok obu‟,
tak olle makoh, tor tak olle tojuk e beng labeng.
(kalau yang diyakini keluarga saya seperti tidak boleh memotong rambut, tidak boleh memaku, dan tidak boleh duduk di pintu)
P3 :tak olle ngetok obu‟ ebektoh ngandung, beji‟ se bedeh e delem
kandungan bisah tacekek.
(tidak boleh memotong rambut ketika hamil, bayi di dalam
kandungan bisa tercekik)
Selain dari pada sub tema tersebut hasil kutipan wawancara yang menunjukkan sub tema masyarakat ada yang tidak percaya adanya Mitos,yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut:
P2 :sobung pak, kaluarga kauleh tak partajeh de‟ mitos – mitos gepanikah.
(tidak ada pak, keluarga saya tidak percaya kepada mitos – mitos
seperti itu)
51
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut:
P5: kalau dimadura apa lagi di desa saya ya pasti ada dan mitos-mitos itu masih sangat diyakini oleh masyarakat asli desa pegantenan.
P6 : selama saya menangani ibu hamil disini memang banyak ibu hamil
yang menanyakan hal terkait mitos – mitos yang diyakini oleh
keluarganya, seperti tidak boleh duduk di pintu, padahal menurut ilmu kesehatan itu tidak ada hubungannya, tapi ya mau gimana lagi, saya juga tidak bisa melarang soalnya itu sudah menjadi tradisi budaya madura dan sudah ada sejak nenek moyang mereka.
Secara lebih rinci analisis hasil tema 2 dapat dilihat dengan jelas pada skema 5.2.2 berikut ini:
Tujuan Tema 2 Sub Tema
Mengevaluasi Ada Mitos
Pengalaman Ibu
Mitos – mitos
hamil dalam
perawatan dalam merawat kehamilan kehamilan di
berbasis budaya Madura
Tidak Ada Mitos Madura
Skema 5.2 Tema 2 :Mitos – mitos dalam merawat kehamilan di Madura
Tema 3 :Resiko jika Tidak mengikuti Semua Ritual kehamilan menurut budaya Madura.
Dalam masyarakat terhadap Stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan Berbasis Budaya Madura memiliki 1 tema yaitu Resiko jika Tidak mengikuti Semua Ritual kehamilan menurut
52
budaya Madura dibedakan menjadi sub tema Akan Mendatangkan
Musibah. Adapun respon masyarakat tersebut dapat dilihat berdasarkan kutipan wawancara berikut:
P1 : Manabi tak noro‟en ritual se bedeh eyakini madeteng musibe se
bisah nempa beji‟ tor ebunah, polanah ritual gepanikah kan ampon bedeh sebelum kauleh lahir, akadih ritual 4 bulenan tor 7 bulenan.
(kalau tidak mengikuti ritual yang ada diyakini akan mendatangkan musibah yang bisa menimpa bayi dan ibunya, karena ritual sudah ada sebelum saya lahir, seperti ritual empat bulanan dan 7 bulanan)
P2 : sebenderah menurut kauleh tadek resikonah,keng polanah pon eyakinih tor deddih tradisi
(sebenarnya menurut saya tidak ada resiko, hanya saja sudah diyakini oleh masyarakat dan sudah menjadi tradisi)
P3 : manabi tak ngikudi ritual gi takok bedeh masalah se terjadi dha‟
ka kandungan kauleh, deddih gi kauleh paggun noro‟en tradisi se
bedeh.
(kalau tidak mengikuti ritual saya takut ada masalah yang akan terjadi pada kandungan saya, jadi saya pasti mengikuti tradisi yang ada)
P4 : sabenderrah resikonah gi takok ekasangkal pak, soalah ritual gepanikah pon kadung eyakini secara turun temurun.
(sebenarnya resikonya ya takut mendatangkan musibah pak, soalnya ritual itu sudah diyakini secara turun temurun)
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut.
P5: ya pasti ada, jika tidak mengikuti semua proses ritual yang ada, maka diyakini akan mendatangkan musibah kepada ibu dan bayi yang ada didalam kandungan.
P6 : sebenarnya menurut saya tidak ada resikonya, ritual itu hanya tradisi yang ada disini.Jadi mau tidak mau semua warga pasti mengikuti semua ritualnya.
53
Secara lebih rinci analisis hasil tema 3 dapat dilihat dengan jelas pada
skema 5.2.3 berikut ini:
Tujuan Tema 3 Sub Tema
Akan Mengevaluasi
Resiko jika
Pengalaman Ibu Mendatangkan
Tidak mengikuti
hamil dalam Musibah
Semua Ritual perawatan kehamilan kehamilan menurut budaya berbasis budaya Madura. Madura
Skema 5.2 Tema 3 :Resiko jika Tidak mengikuti Semua Ritual kehamilan menurut budaya Madura.
Tema 4: Resiko jika tidak mengikuti proses ritual budaya Madura terkait dengan kehamilan.
Dalam penelitian ini terhadap Stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan Berbasis Budaya Madura memiliki 1 tema yaitu Resiko jika Tidak mengikuti Proses Ritual kehamilan menurut budaya Madura. dibedakan menjadi sub tema Ritual yang dijalani akan percuma dan tidak terjadi apa-apa.Adapun respon masyarakat tersebut dapat dilihat berdasarkan kutipan wawancara berikut:
P1 : manabi tak noro‟en proses deri ritual genikah kadeng deddih
sangkalah de‟ oreng binik se hamil,polanah proses ritual gepanikah eyakini bisah muang sangkal / bek jubeen oreng ngandung.
( kalau tidak mengikuti proses dari ritual itu kadang menjadi kutukan kepada perempuan yang hamil, karena proses ritual itu diyakini bisa membuang kejelekan orang hamil)
P4 : manabi tak ngikudi tadek gunanah pak ritual se selama ini elakonih kauleh
54
(kalau tidak mengikuti berarti tidak ada gunanya pak ritual yang selama ini saya lakukan)
P3 : manabi tak ngikudi proses se bedeh gi tak kerah sampornah ritual se ejeleni kauleh.
(kalau tidak mengikuti proses yang ada ritual yang selama ini dilakukan tidak akan sempurna)
Sub tema selanjutnya adalah ada yang meyakini bahwa tidak akan terjadi apa- apa. Hal itu sesuai dengan pendapat informan sebagai berikut:
P2 : menurut kauleh manabi tak noro‟en proses ritual se bedeh tadek resikonah, tor tak kerah bedeh panapah, paleng gun ekacaca sareng tatanggeh
(menurut saya kalau tidak mengikuti proses ritual yang ada
tidak ada resikonya, dan tidak aka ada apa – apa, mungkin
Cuma jadi pembicaraan tetangga sekitar)
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut:
P5: tidak ada, asalkan proses yang tidak dijalani bukan merupakan ritual inti dari semua ritual yang dijalani.
P6 :sebenarnya menurut saya sama halnya seperti pertanyaan
sebelumnya, tidak ada resikonya, proses maupun semua ritual itu hanya tradisi yang ada disini.jadi mau tidak mau semua warga pasti mengikuti semua ritualnya.
55
Secara lebih rinci analisis hasil tema 4 dapat dilihat dengan jelas pada skema
5.2.4 berikut in:
Tujuan Tema 4 Sub Tema
Resiko yang
Mengevaluasi dijalani akan
Pengalaman Resiko jika percuma
Ibu hamil tidak mengikuti
dalam proses ritual
perawatan budaya Madura
kehamilan
terkait dengan Tidak terjadi apa-
berbasis
kehamilan. apa
budaya Madura
5.2 Tema 4 :Resiko jika tidak mengikuti proses ritual budaya Madura terkait dengan kehamilan.
Tema 5 :Pengalaman Ibu terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu selama hamil menurut aturan budaya Madura
Dalam penelitian ini terdapat Stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan Berbasis Budaya Madura peneliti memperoleh 1 tema yaitu Pengalaman Ibu terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu selama hamil menurut aturan budaya Madura terdiri dari 2 sub tema yaituberkaitan dengan kesehatan, dan berkaitan dengan mitos.
56
Kedua sub tema tersebut akan didukung oleh pendapat informan berikut ini:
P1 : se olle tor tak olle elakonih selama hamil paneka akadhi tak olle mateen hewan, akadhi katak otabe olar.
( yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hamil yaitu seperti tidak boleh membunuh hewan, seperti katak atau ular) P3 : se olle tor tak olle elakonih enggi paneka eyanjur aghi nginom
aing nyior, makle beji‟ se ekandung akolek pote tor
berse,ngakan kacang, tor tak olle ngakan kakanan se ekagebey deri kolek,polanah bisa matebel beddenah aing ketuban
( yang boleh dan tidak boleh dilakukan yaitu dianjurkan meminum air kelapa, supaya bayi yang ada di dalam kandungan berkulit putih dan bersih, memakan kacang, dan tidak boleh makan makanan yang terbuat dari kulit, karena bisa mempertebal tempat air ketuban.
P4 : gi tak olle alakoh berre‟, tak olle tengateng, tak olle mateen
hewan selama ngandung.
(tidak boleh kerja berat, tidak boleh mengangkat berat, dan tidak boleh membunuh hewan selama hamil)
Kemudian sub tema selanjutnya adalah berkaitan dengan
kesehatan. Dengan diungkapkan oleh informan berikut:
P2 : se olle maso tak olle elakonih akadhi tak olle alakoh berre‟. Tor
eyanjur aghi ngepel makle magempang bektonah lahir.
( yang boleh dan tidak boleh dilakukan seperti tidak boleh bekerja berat, dan di anjurkan mengepel supaya mempermudah ketika lahir)
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut:
P5: kalau yang masih sangat diayakini perihan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu selama hamil seperti membunuh hewan. Dipercaya anak yg dilahirkan akan lahir cacat karena dikutuk oleh hewan yang telah dibunuh.
P6 : yang boleh dan tidak boleh dilakukan ya sama seperti sewajarnya pak, seperti tidak boleh kerja berat, tidak boleh banyak pikiran,soalnya itu bisa membahayakan bayi dan ibu hamil, kalau yang di anjurkan ya meminum vitamin khusus ibu hamil agar bisa meningkatkan kondisi kesehatan ibu dan bayi.
57
Secara lebih rinci analisis hasil tema 5 dapat dilihat dengan jelas pada skema 5.2.5 berikut ini:
Tujuan Tema 5 Sub Tema
Rasa empati
Mengevaluasi Pengalaman Ibu
Pengalaman Ibu terkait apa yang boleh
hamil dalam
dan tidak boleh
perawatan
dilakukan ibu selama kehamilan
Dikucilkan
hamil menurut aturan
berbasis budaya budaya Madura Madura
Skema 5.2 Tema 5 :Pengalaman Ibu terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu selama hamil menurut aturan budaya Madura.
Tema 6 :Jika terjadi tekanan Emosi, apa yang dilakukan Ibu selama hamil DalamStigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan Berbasis Budaya Madurapeneliti memperoleh 1 tema Jika terjadi tekanan Emosi, apa yang dilakukan Ibu selama hamil yang terdiri dari sub tema yaitu melampiaskan tekanan emosi dan diam. Pernyataan kategori melampiaskan tekanan emosi dapat dilihat berdasarkan hasil wawancara dari informan berikut ini
P1 : manabi teppaan emosi biasanah kauleh nganceng labeng, nangis e delem kamar.
(kalau sedang emosi biasanya saya mengunci pintu, nangis di dalam kamar)
P2 : manabi teppaan emosi biasanah kauleh nangis ,tor egibeh tedung.
(kalau sedang emosi biasanya saya nangis, dan dibawa tidur) P4 : manabi teppaen emosi biasanah kauleh agigir karebbeh dibik,
soalah kauleh tak bisah ngontrol emosi manabi teppaen peggel.
(kalau sedang emosi biasanya saya marah – marah, soalnya
saya tidak bisa mengontrol emosi saya ketika sedang emosi)
58
Selain dari pada sub tema tersebut hasil kutipan wawancara yang menunjukkan sub tema diam ketika terjadi tekanan emosi, yang terlihat dalam kutipan wawancara informan berikut ini:
P3 : manabi teppa‟en emosi gi ependem e dhelem ateh pak, deggik
pon elang dibik emosinah
(kalau sedang emosi ya di pendam di dalam hati pak, nanti juga hilang sendiri emosinya)
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut:
P5: perbanyak istifar, tingkatkan kesabaran dan kontrol emosi. Itu yang sangat penting yang harus dilakukan ibu hamil menurut pendapat saya.
P6:itu yang memang sering terjadi, soalnya kondisi psikis ibu hamil sangat berpengaruh dan sangat berdampak pada bayi yang ada di dalam kandungan, maka dari itu ibu hamil disarankan untuk bersabar, tidak boleh sering emosi, dan selalu menjaga kesehatan.
Secara lebih rinci analisis hasil tema 6 dapat dilihat dengan jelas pada skema 5.2.6 berikut ini:
Tujuan Tema 6 Sub Tema
Jika terjadi Melampiaskan
Mengevaluasi
tekanan Emosi, tekanan emosi
Pengalaman Ibu apa yang hamil dalam dilakukan Ibu perawatan Diam
kehamilan selama hamil
berbasis budaya
Madura
Skema 5.2 Tema 6 :Jika terjadi tekanan Emosi, apa yang dilakukan Ibu selama hamil
59
Tema 7 :Apakah Ibu Hamil sering Pijat selama Kehamilan
Stigma Stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan Berbasis Budaya Madura digambarkan informan dengan tema yaitu Apakah Ibu Hamil sering Pijat selama Kehamilan dibedakan menjadi 2 sub tema yaitu Sering (Pernah) dan Tidak Pernah.
Pada sub tema tersebut hasil kutipan wawancara yang
menunjukkan sub tema Sering (Pernah), yang terlihat dalam kutipan wawancara berikut:
P1 : enggi sering, biasanah kauleh apelet dukaleh sebulen, kaangguy
ngecek posisi beji‟ e delem kandungan
(iya sering, biasanya saya pijat dua kali sebulan, untuk mengecek posisi bayi di dalam kandungan)
P3 : enggi pernah keng tak sering pak, selama hamil gi dukaleh pak
kauleh apelet.
(iya pernah tapi tidak sering pak, selama hamil ya dua kali pak saya pijat)
P4 : enggi sering pak, biasanah saben bulen kauleh apelet dha‟
dhukon kandungan
(iya sering pak, biasanya setiap bulan saya pijat ke dukun beranak)
Selain dari pada sub tema tersebut hasil kutipan wawancara yang menunjukkan sub tema tentang Tidak pernah pijat tersebut terlihat berdasarkan wawancara berikut:
P2 : bhunten, soallah sareng bu bidan tak eyanjur aghi apelet soallah
bisah abahaya aghi baji‟ e delem kandungan
( tidak, soalnya sama bu bidan tidak di anjurkan untuk pijat soalnya bisa membahayakan bayi di dalam kandungan)
60
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung (triangulasi),pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan wawancara berikut
P5: tradisi pijat kandungan bisa memperbaiki posisi janin yang ada didalam kandungan. Pijat kandungan juga diyakini bisa mempermudah keluarnya janin atau bayi ketika proses lahiran. P6:pijat kandungan pada dasarnya bias membahayakan bayi yang ada
didalam kandungan, karena jika dukun beranak salah menekan bagian perut itu bias menyebabkan kecacatan bagi bayi yang ada didalam kandungan. kalau ada orang yang memeriksakan kehamilan kepada saya, memang tidak saya anjurkan untuk pijat kandungan, soalnya di dalam ilmu medis tidak ada yang namanya pijat kandungan, yang ada yaitu USG.
Secara lebih rinci analisis hasil tema 7 dapat dilihat dengan jelas pada skema 5.2.7 berikut ini:
Tujuan Tema 7 Sub Tema
Sering
Mengevaluasi
Apakah Ibu Hamil
(Pernah)
Pengalaman
sering Pijat selama
Ibu hamil dalam Kehamilan perawatan Tidak Pernah kehamilan berbasis budaya Madura
Tema 8: Kegiatan Khusus setiap bulan selama kehamilan.
Dalam Stigma masyarakat Desa Pegantenan tentang Perawatan Kehamilan Berbasis Budaya Madura peneliti memperoleh 1 tema Kegiatan Khusus
setiap bulan selama kehamilanyang terdiri dari sub tema yaitu Ada
61
kegiatan khusus dan tidak ada kegiatan khusus. Pernyataan kategori Tidak Ada kegiatan khususdapat dilihat berdasarkan hasil wawancara dari informan berikut ini :
P2 : tadek pak,gi pon depadeh sareng lumranah oreng ngandung ( tidak ada pak, ya sama saja seperti lumrahnya orang hamil) P3 : tadek pak,gi depadeh sareng lumranah pak.
( tidak ada pak, ya sama saja seperti biasanya)
P4 : tadek pak manabi se khusus,gi pon depadeh sareng lumranah oreng ngandung biasanah.
(tidak ada pak kalau yang khusus, ya sama saja seperti orang hamil biasanya)
Selain dari pada sub tema tersebut hasil kutipan wawancara yang menunjukkan sub tema Ada kegiatan khusus, yang terlihat dalam kutipan wawancara informan berikut ini:
P1 :Kegiatan khusus se elakonih kauleh akadhi segut ngeding aghi
lagu nasyid islami. Naleen sabbuk e attas tabuk sopajeh bejhi‟
tak nyorsor ka attas.
(kegiatan khusus yang dikerjakan saya seperti sering
mendengarkan lagu nasyid islami, mengikat sabuk di atas perut supaya bayi tidak naik ke atas)
Selanjutnya adalah hasil wawancara dengan informan pendukung
(Triangulasi), pendapat tersebut didukung berdasarkan kutipan
wawancara:
P5: kalau yang khusus menurut saya tidak ada, cukup perbanyak istirahat, menjaga pola makan dan memeriksakan kehamilan. P6 : kalau kegiatan khusus ya tidak ada, ya hanya harus menjaga pola
makan, kesehatan, dan jangan lupa memeriksakan kehamilannya sesuai saran dari bidan desa.
62
Secara lebih rinci analisis hasil tema 8 dapat dilihat dengan jelas pada skema 5.2.8 berikut ini:
Tujuan Tema 8 Sub Tema
Tidak ada
Mengevaluasi Kegiatan Khusus kegiatan
Pengalaman setiap bulan khusus
Ibu hamil selama dalam kehamilan perawatan Ada kehamilan kegiatan berbasis khusus budaya Madura
Skema 5.2 Tema 8 :Kegiatan Khusus setiap bulan selama kehamilan