BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data Berdasarkan Bentuk dan Fungsi Direktif
Pada bagian ini, data penelitian yang berupa tindak tutur direktif dalam film berjudul “Alice in Wonderland” akan dikategorikan berdasarkan bentuk dan fungsi direktif yang diutarakan oleh Allan (dalam Thomas, 1995: 64) yaitu meliputi empat bentuk (1) Requestives, (2) Questions, (3) Requirements, (4) Prohibitives. Selain itu ditemukan pula dua kategori lainnya yaitu (5) Advice, dan (6) Warning. Pengambilan data dilakukan pada satuan lingual kata, frasa, klausa, atau kalimat. Berdasarkan kriteria
tersebut ditemukan 193 data dalam penelitian ini. Berikut tabel temuan bentuk direktif dalam penelitian ini.
Tabel 4.1 Bentuk Direktif dan Persentasenya
No Bentuk direktif Jumlah Persentase
1 Requestives 27 13, 99% 2 Questions 27 13, 99% 3 Requirements 104 53, 89% 4 Prohibitives 7 3, 63%% 5 Advice 11 5, 70% 6 Warning 17 8, 81% Total 193 100%
Berdasarkan tabel temuan bentuk direktif tersebut diatas dapat dilihat susunan sebagai berikut:
Persentase terbesar ditemukan pada kategori direktif Requirements yaitu sebesar 53, 89% dengan jumlah data 104. Urutan kedua, bentuk direktif yang banyak ditemukan adalah Requestive sebanyak 13, 99% dengan jumlah data 27 buah. Bentuk ini sama banyaknya dengan bentuk Requestive yaitu sebanyak 27 data. Bentuk tindak tutur Warning adalah urutan berikutnya dengan jumlah data 17 dan persentase sebesar 8, 81 %. Pada urutan selanjutnya, terdapat bentuk direktif Advice dengan persentase 5, 70% dengan jumlah data 11. Prohibitives adalah bentuk tindak tutur dengan persentase pada urutan terakhir yaitu 4, 15% dengan 8 data.
1.1. Requestive
Requestive merujuk pada tindak tutur direktif yang berfungsi meminta. Tindak tutur bentuk ini meliputi segala bentuk tuturan yang fungsinya meminta lawan bicara melakukan sesuatu atau meminta sesuatu darinya. Biasanya bernada agak halus bila dibandingkan bentuk requirements. Bila dilihat dari segi penutur, biasanya bentuk ini dilakukan oleh penutur dengan kedudukan atau usia lebih rendah daripada lawan bicaranya. Misalnya dari bawahan kepada atasannya. Dari seluruh temuan data di penelitian ini, ditemukan 27 data requestive. Berikut adalah beberapa contoh datanya:
Contoh 1: Helen:
But you’re not properly dressed Alice:
Who’s to say what is proper? What if it was agreed that “proper” was wearing a codfish on your head? Would you wear it?
Helen: Alice. Alice:
To me a corset is like a codfish. Helen:
(006/ R/ H/ A 00: 03: 38) Please. Not today.
Kumohon, jangan hari ini.
Dialog diatas terjadi di dalam sebuah kereta kuda antara Alice dan Helen Kingsley, ibunya. Mereka beradu pendapat tentang bagaimana berpakaian yang bagus dan sesuai. Hari itu mereka sedang dalam perjalanan menuju acara pesta seorang bangsawan, dan mereka adalah tamu terhormat. Ibunya merencanakan pertunangan Alice dengan anak sang bangsawan tanpa diketahui olehnya.
Alice kesal terhadap ibunya, Helen. Ia tidak suka mengikuti perintah ibunya yang menyuruhnya berpakaian lengkap yang meliputi korset dan stocking. Ujaran diatas dilakukan oleh Helen kepada Alice yang mulai mengomel karena disuruh berpakaian lengkap. Alice beranggapan bahwa korset itu seperti ikan cod. Ujaran tersebut termasuk bentuk tindak tutur direktif bentuk requestive, karena dapat dilihat dengan jelas penandanya, yaitu kata please di awal kalimat. Ibunya meminta agar Alice tidak bertingkah aneh hari itu. Walaupun Helen memiliki kedudukan lebih tinggi sebagai ibu, tetapi ujarannya termasuk ke dalam bentuk requestive karena ia takut kalau anaknya bertingkah macam- macam karena pertengkaran mereka itu.
Contoh 2: Alice:
Don’t most people have different dreams? Helen Kingsley:
I don’t know. (melepas kalungnya untuk kemudian dipakaikan ke Alice) There, you’re beautiful.
(007/ R/ R/ A 00: 04: 16) Now, can you manage a smile? Kau bisa berusaha tersenyum?
Dialog ini terjadi antara Alice dan Helen, ibunya di atas kereta kuda menuju sebuah acara pesta. Sebelumnya mereka bertengkar tentang bagaimana cara berpakaian yang pantas dan sesuai. Alice menceritakan pada ibunya bahwa ia mimpi buruk lagi semalam dan selalu mimpi yang sama. Ia merasa gundah mengapa dia selalu bermimpi yang sama. Itu sebabnya moodnya tidak baik hari ini sehingga menyulut pertengkaran dengan ibunya. Ibunya menjawab tidak tahu lalu memakaikan kalungnya kepada Alice.
Berusaha menghiburnya, Helen meminta Alice untuk tersenyum. Ujaran Helen termasuk direktif berbentuk requestive. Penanda requestive-nya adalah modals yaitu can. Walaupun Helen memiliki hak lebih untuk menggunakan kalimat perintah sebagai ibunya, tapi ia sengaja bersikap lunak kepada Alice yang terlihat sedang gundah. Ia ingin melihat putrinya tersenyum lagi karena mereka akan menghadiri sebuah acara pesta.
Contoh 3:
Lord Ascot:
My condolences, madame. I think of your husband often. He was truly a man of vision.
Helen Kinsley: Thank you. Lord Ascot:
(009/ R/ /A 00: 05: 10)
I hope you don’t think I have taken advantage of your misfortune. Semoga kau tak mengira aku memanfaatkan kemalanganmu.
Helen Kingsley:
Of course not. I’m pleased that you’ve purchased the company.
Dialog diatas terjadi antara Nyonya Helen dan Tuan Ascot. Sebelumnya mereka terlibat percakapan berempat antara Nyonya Ascot dan suaminya, serta Alice dan Helen, ibunya. Keluarga Ascot dan Helen memang akan mengadakan pesta pertunangan antara anak mereka hari itu. Nyonya Ascot sedikit memarahi Alice dan ibunya karena terlambat datang ke acara pesta yang sangat penting tersebut. Setelah Alice dan Nyonya Ascot pergi, Tuan Ascot berbincang- bincang dengan Nyonya Helen. Tuan Ascot meminta maaf atas sikap istrinya yang agak keras.
Tuan Ascot meminta ibu Alice tidak berpikiran buruk atas rencana perjodohan anak mereka. Ujaran Tuan Ascot termasuk dalam bentuk direktif requestive, karena menggunakan i hope di awal kalimat. Karena Tuan Ascot adalah rekan bisnis almarhum, maka ia merasa perlu meyakinkan Helen agar tidak berpikiran negatif tentang rencana pertunangan tersebut. Ia tidak ada niat untuk memanfaatkan Alice setelah kematian suami Helen.
Contoh 4:
Lady Ascot:
(018/ R/ A 00: 08: 01)
Shall we take a leisurely stroll through the garden, just you and me? Maukah kau berjalan- jalan denganku di kebun, berdua saja?
Nyonya Ascot, Ibu Hamish memanggil Alice yang sedang berjalan bersama kakaknya untuk berbicara berdua dengannya di taman. Ia ingin membicarakan sesuatu kepadanya, yaitu tentang rencana pertunangannya. Keluarga Ascot dan Keluarga Kingsley memang berencana untuk menikahkan kedua anak mereka yaitu Hamish dan Alice. Nyonya Ascot ingin berbincang dengan calon menantunya itu sehingga ia mengajaknya ke taman.
Ujaran Nyonya Ascot diatas termasuk ke dalam bentuk requestive. Dari konteks situasinya, dapat dilihat bahwa tuturan tersebut adalah meminta. Nyonya Ascot menggunakan kata shall, yang fungsinya untuk mengajak Alice, bukan memerintah.
Walaupun kedudukannya lebih tinggi dari Alice sebagai calon mertua, namun karena mereka baru saja bertemu jadi requestive lah yang dipilih olehnya.
Contoh 5: Hamish:
(032/ R/ A 00: 11: 00)
Alice kingsleigh, will you be my wife? Alice Kingleigh, maukah kau jadi istriku?
Hamish sedang berlutut di depan Alice yang berdiri. Mereka berdua sedang berada di bawah gazebo. Semua tamu undangan berdiri mengelilingi mereka berdua, termasuk keluarga Ascot dan Keluarga Kingsley. Hamish lalu diberi kode oleh ibunya untuk segera meminang Alice. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Hamish kemudian mengucapkan kalimat di atas kepada Alice.
Ujaran Hamish tersebut termasuk ke dalam bentuk requestive. Dapat dilihat dari konteks situasinya, bahwa Hamish meminta Alice untuk mau menjadi istrinya. Walaupun kedudukannya lebih tinggi karena anak seorang bangsawan, namun posisinya saat itu adalah sebagai seorang laki- laki yang akan meminang seorang wanita.
1.2. Questions
Questions merujuk pada tindak tutur direktif yang berfungsi bertanya. Selain itu questions berfungsi untuk menguji maksud yang terkandung dalam tuturan si penutur kepada lawan bicaranya. Sesuai dengan namanya bentuk direktif ini berbentuk pertanyaan. Berikut adalah contoh datanya:
Contoh 1: Alice:
(003/ Q /A 00: 03: 07) Must we go?
Apa kita harus pergi?
Doubt they’ll notice if we never arrive Helen:
They will notice
Alice dan Helen, ibunya sedang berada di dalam kereta kuda menuju ke sebuah acara pesta yang diadakan oleh seorang keluarga bangsawan. Alice belum mengetahui untuk tujuan apa ibunya mengajaknya pergi ke acara tersebut. Ia berharap tidak jadi pergi karena merasa bukan orang penting untuk hadir disana. Alice terlihat tidak nyaman dan bermuka masam. Sedangkan ibunya terlihat tenang dan mantap untuk pergi ke acara tersebut.
Ujaran di atas diucapkan Alice kepada ibunya. Ujaran Alice tersebut termasuk ke dalam bentuk question. Dilihat dari konteks situasinya, Alice terlihat malas ikut pergi ke acara tersebut, Dari ucapannya tersebut, terkandung maksud bahwa ia berharap ibunya akan membatalkan rencana kepergiannya mereka. Ia merasa bukan orang penting dan beralasan bahwa orang- orang di pesta tak akan menyadari ketidakhadirannya. Akan tetapi jawaban tegas dari ibunya akhirnya membuat Alice diam dan tidak bertanya lagi. Secara tidak langsung ibunya menggagalkan harapan Alice untuk tidak jadi ikut.
Contoh 2: Helen:
(004/ Q /A 00: 03: 16) Where’s your corset? Dimana korsetmu? Contoh 3:
Helen:
(005/ Q/ A 00: 03: 23) And no stockings? Dan tak pakai stoking. Alice:
I’m against them. Helen:
But you’re not properly dressed Alice:
Who’s to say what is proper? What if it was agreed that proper was wearing a codfish on your head. Would you wear it?
Dua contoh ujaran diatas terjadi antara Alice dan Ibunya. Mereka berdua sedang berada di kereta menuju suatu acara pesta. Helen Kingsley, ibu Alice memegang pinggang anaknya untuk mengecek apakah baju yang dipakainya sudah lengkap atau belum. Ia mendapati Alice tidak memakai korset, lalu ia menyingkap rok anaknya dan mengecek kakinya yang ternyata juga tidak memakai stoking. Pada masa itu wanita Inggris memang harus berpakaian lengkap yang meliputi korset dan stocking. Apalagi dalam sebuah pesta. Dua benda tersebut adalah benda yang wajib dipakai.
Pada contoh 2, Ibunya bertanya setengah jengkel kepada Alice mengapa ia tidak memakai korset. Terlihat bahwa dia tidak menginginkan hal itu terjadi. Ujaran tersebut bermakna bahwa sesungguhnya ia sangat mengharapkan anaknya menggunakan korset tersebut.
Begitu pula pada contoh 3, Ibunya lagi- lagi menemukan ketidak- patuhan Alice dimana ia tidak berpakaian dengan layak karena tidak memakai stocking. Dalam ujarannya, ia terlihat jengkel dan menginginkan Alice memakai stocking. Ia menginginkan Alice berpakaian baik dan lengkap seperti gadis lain pada umumnya.
Akan tetapi Alice menentang perintah ibunya tentang kewajiban memakai kedua benda tersebut. Ia mengatakan bahwa ia tidak suka memakai kedua benda tersebut. Dia berargumen bahwa tak ada orang yang boleh menentukan apa yang layak dipakai dan apa yang tidak. Bahkan ia mengatakan tentang bagaimana bila meletakkan seekor ikan cod di atas kepala dianggap sesuatu yang layak. Pasti ibunya sendiri tidak mau memakainya.
Contoh 4: Hamish:
Pardon us, Sir! Miss Kingsley is distracted today. Maaf, pak. Perhatian Nona Kingsley teralih hari ini. (012/ Q/ A 00: 06: 18)
Where is your head? Kenapa kau melamun?
Saat sedang berdansa di taman dengan Hamish, perhatian Alice teralihkan oleh sekawanan burung di awan. Tak sengaja ia menyenggol pasangan dansa di depannya. Orang yang disenggolnya kaget, namun terus melanjutkan dansanya. Hamish meminta maaf kepada mereka sambil terus berdansa. Ia tetap terlihat tenang dan berwibawa. Ia lalu menegur Alice. Dari latar belakangnya, Hamish memang seorang anak bangsawan yang sangat terhormat sehingga semua tingkah lakunya selalu baik dan terjaga.
Ujaran Hamish tersebut termasuk bentuk question, menanyakan mengapa Alice melamun. Hamish sedikit menegurnya. Dalam ujarannya itu terkandung maksud bahwa ia mengingatkan Alice untuk berkonsentrasi pada apa yang sedang dilakukan dan tidak melamun. Alice tidak dapat menjawabnya karena ia merasa salah.
Contoh 5: Margaret:
You’ll soon be 20 Alice, that pretty face won’t last forever. You don’t want to end up like aunt Imogene.
Usiamu menjelang 20 tahun Alice. Wajah cantik itu takkan awet. Kau tak mau berakhir seperti Bibi Imogene.
(016/ Q/ A 00: 07: 46)
And you don’t want to be a burden on mother, do you? Dan kau tak mau jadi beban ibu, bukan?
Alice: No.
Margaret, kakak perempuan Alice, menarik lengan adiknya menjauhi kedua orang teman Alice yang telah membocorkan rahasia pertunangan yang akan dilakukan oleh keluarga Hamish dan Alice. Setelah menjauh dari kedua temannya, Margaret lalu memberitahu bahwa Alice memang harus segera menikah karena sudah saatnya. Itulah sebabnya dia akan ditunangkan dengan Hamish. Dan memang rencana pertunangan itu sengaja dirahasiakan dari Alice untuk memberinya kejutan.
Ujaran Margaret di atas termasuk bentuk question. Ia bertanya apakah Alice mau menjadi beban bagi ibunya untuk seterusnya. Ujarannya mengandung makna bahwa Alice harus segera menikah agar bisa mandiri. Karena tidak selamanya dia akan tinggal
dan bergantung kepada ibunya. Ujaran tersebut berfungsi sebagai penegasan bahwa Alice mau untuk segera menikah, menuruti keinginan orang tuanya.
1.3. Requirements
Requirements merujuk pada tindak tutur direktif yang berfungsi memerintah. Tindak tutur ini meliputi semua tuturan yang fungsinya menyuruh lawan bicara melakukan tindakan yang diinginkan si penutur. Biasanya penutur mengungkapkan secara eksplisit tindakan yang dimau di dalam tuturannya. Dalam Film “Alice in Wonderland” data bentuk ini paling banyak ditemukan diantara bentuk yang lainnya. Karena sebagian besar data berasal dari tuturan tokoh utama yang kedudukannya lebih tinggi kepada lawan bicaranya. Berikut beberapa contoh datanya:
Contoh 1: Hamish:
(013/ R2/ A 00: 06: 34) Come along
Ayo kita pergi.
Contoh 2:
(014/ R2/ A 00: 06: 38)
Alice, meet me under the gazebo in precisely ten minutes Alice, temui aku di bawah gazebo tepat 10 menit lagi.
Hamish dan Alice sedang berdansa sambil mengobrol di tempat dansa. Tiba- tiba ibu Hamish muncul memberi kode kepada Hamish dari kejauhan untuk mendekat. Hamish lalu segera menghentikan aktifitasnya berdansanya. Mengajak Alice keluar dari kerumunan orang- orang yang sedang berdansa.
Pada contoh 1 tampak bahwa Hamish menyuruh Alice untuk mengikutinya. Ujarannya tersebut termasuk ke dalam bentuk requirement. Sambil berkata, Hamish menarik Alice keluar dari kerumunan orang- orang yang berdansa menuju ke tempat yang lebih longgar.
Pada contoh kedua, masih dalam konteks yang sama, Hamish berujar lagi. Dalam ujarannya itu ia dengan jelas menyuruh Alice untuk menemuinya di bawah gazebo tepat 10 menit lagi. Ia kemudian berlalu meninggalkan Alice.
Contoh 3: Margaret:
And you don’t want to be a burden on mother, do you? Dan kau tak mau jadi beban ibu, bukan?
Alice: No. Tidak Margaret:
(018/ R2/ A 00: 07: 49) So, you’ll marry Hamish
Jadi kau akan menikahi Hamish
Alice dan Margaret, kakak perempuannya sedang berbicara sambil berjalan berdua di taman. Alice pada akhirnya tahu bahwa ia akan dijodohkan dengan Hamish. Kakaknya lalu menasehatinya bahwa ia tidak mungkin selamanya perawan. Ia mengingatkan Alice, bahwa tidak mungkin dia tinggal bersama ibunya seterusnya yang tentu akan membebaninya.
Ujaran Margaret tersebut berbentuk requirement. Ia menyuruh Alice untuk menikah dengan Hamish. Karena Margaret adalah kakak, jadi ujaran memerintahlah yang ia gunakan kepada adiknya tersebut.
Contoh 4:
Lady Ascot:
(020/ R2/ A 00: 08: 29)
You should know that my son has extremely delicate digestion. Kau harus tahu, pencernaan putraku sangat rentan
Lady Ascot, ibu Hamish, mengajak Alice berjalan- jalan santai sambil mengobrol di sebuah taman yang penuh bunga mawar. Ia terlihat sangat berwibawa dan tegas sebagai seorang nyonya bangsawan sekaligus seorang ibu. Kalimat pertama yang ia ucapkan kepada Alice adalah sebuah nasihat untuknya. Nasihat yang berhubungan dengan Hamish.
Ujaran Ibu Hamish tersebut termasuk ke dalam bentuk requirement. Sebagai seorang ibu ia sangat mencintai putranya Hamish. Oleh sebab itu kalimat yang ia ucapkan kepada calon menantunya bermaksud memberi tahu sekaligus menyuruh Alice untuk menjaga kesehatan Hamish. Dalam ujarannya, secara tidak langsung ia ingin mengatakan bahwa Alice harus hati- hati dalam menghidangkan makanan bagi Hamish karena pencernaannya sensitif.
Contoh 5: Lady Ascot: See what? Alice: The Rabbit! Lady Ascot: Don’t shout! Jangan berteriak (025/ R2/ A 00: 08: 52)
Now pay attention, hamish said you were easily distracted. Perhatikan. Kata Hamish, perhatianmu mudah teralih
Alice dan Ibu Hamish sedang berjalan- jalan santai di taman bunga. Tiba- tiba Alice melihat kelinci berompi berlari diantara tanaman mawar. Alice tidak memperhatikan perkataan Ibu Hamish yang sedang berbicara dengannya. Ia berulang kali bertanya apakah Ibu Hamish melihatnya juga, tetapi ternyata tidak. Ibu Hamish merasa tidak diperhatikan. Ia lalu mengingatkan Alice untuk memperhatikannya.
Dari konteks situasi di atas, tampak bahwa Ibu Hamish merasa jengkel karena Alice berulang kali menyuruhnya melihat kelinci berompi yang muncul di antara tanaman padahal ia tidak melihatnya. Saat itu ia sedang menjelaskan sesuatu kepada Alice. Ujarannya berbentuk requirement. Ia menyuruh Alice untuk segera memperhatikannya,
karena ternyata apa yang dibilang Hamish terbukti benar, yaitu Alice mudah sekali teralihkan perhatiannya.
1.4. Prohibitives
Prohibitives adalah bentuk tindak tutur direktif yang merujuk pada tindak tutur yang berfungsi melarang. Dari fungsinya, bentuk ini meliputi semua bentuk tuturan yang melarang lawan bicara untuk melakukan sesuatu tindakan atau untuk menghentikan sesuatu yang sedang dilakukan. Berikut adalah beberapa contoh datanya:
Contoh 1: Alice:
Did you see that? Kau lihat itu? Lady Ascot: See what? Alice:
It was a rabbit i think Lady Ascot:
Nasty things. I do enjoy setting the dogs on them.
If you serve Hamish the wrong foods, he could get a blockage.. ...(rustling)
Alice:
Did you see it that time? Kau lihat itu kali ini? Lady Ascot: See what? Alice: The Rabbit! Lady Ascot: (024/ R2/ A 00: 08: 50) Don’t shout! Jangan berteriak
commit to user
Saat sedang berjalan- jalan santai di taman bersama Ibu Hamish, tiba- tiba Alice melihat kelinci berompi lari diantara tanaman. Alice tidak memperhatikan perkataan Ibu Hamish yang sedang berbicara dengannya tentang pernikahannya nanti. Ia dua kali bertanya apakah Ibu Hamish melihatnya juga. Ibu Hamish merasa jengkel tidak diperhatikan dan dibentak olehnya.
Ujaran diatas termasuk kedalam bentuk prohibitive. Dapat dilihat bahwa dalam konteks situasi tersebut Alice begitu yakin telah melihat seekor kelinci diantara tanaman sehingga ia tidak sadar berteriak. Ibu Alice merasa tidak diperhatikan dan jengkel sehingga menegur Alice untuk tidak berteriak. Ia ingin Alice berkonsentrasi pada pembicaraan mereka dan tidak mudah teralihkan perhatiannya.
Contoh 2: Alice:
(031/ P/ A 00: 10:40) Don’t hurt it
Jangan sakiti dia.
(Alice memindahkan ulat bulu ke lantai)
Hamish sedang berlutut di depan Alice. Ia akan meminangnya di depan para tamu undangan. Tiba- tiba seekor ulat bulu sudah berada di bahunya. Hamish ketakutan, ingin mengusirnya tapi ragu- ragu. Tiba- tiba Alice dengan berani mengambil dan memindahkannya ke lantai.
Ujaran di atas diucapkan Alice kepada Hamish. Ia tau Hamish geli terhadap ulat bulu, tetapi dia sendiri tidak. Ia melarang Hamish mengusir ulat tersebut karena hal itu akan menyakitinya. Jadi ia mengucapkan kalimat diatas sambil memindahkan ulat tersebut ke tempat yang aman.
Contoh 3: Alice:
Take me to salazen grum bayard Bawa aku ke Salazen Grum, Bayard
(084/ P/ A 00: 42: 24) don’t forget the hat. jangan lupa topinya.
Alice yang telah mengecil badannya memerintahkan Bayard, si anjing penjaga untuk mengantarnya ke salazen grum, istana Red Queen. Ia bersikeras tidak mau pergi menyelamatkan diri sebelum menyelamatkan Mad Hatter. Alice menyuruh Bayard agar tidak lupa membawa topi Mad Hatter.
Ujaran Alice diatas termasuk kedalam bentuk prohibitive. Dalam ujaran tersebut, Alice mengingatkan Bayard agar jangan sampai lupa membawa topi Mad Hatter bersamanya karena topi itu sangat penting artinya. Secara tidak langsung ia menyuruh Bayard membawa topi tersebut.
Contoh 4:
White Rabbit:
(089/ P/ A 00: 45: 37) Not all of it!
Jangan semuanya! Contoh 5: White Rabbit: (090/ P/ A 00: 45: 39) Stop! Hentikan! (091/ P/ A 00: 45: 39)
no, no, no, don’t. don’t do that! Jangan lakukan itu!
Alice yang mengecil badannya pergi diam- diam ke istana Red Queen yang jahat. Dari balik semak- semak ia tidak sengaja bertemu dengan White Rabbit. Ia lalu meminta kue penumbuh badan kepadanya. Namun Alice terlalu bersemangat memakan
roti penumbuh badan tersebut. White rabbit melarangnya tapi sudah terlambat. Badan Alice sudah terlanjur tumbuh terlalu besar.
Pada contoh ke 4 White Rabbit melarang Alice memakan banyak- banyak kue penumbuh tersebut. Namun Alice sudah terlanjur memakan dua gigitan besar. Tubuhnya sudah terlanjur tumbuh.
Sedangkan pada contoh 5, White Rabbit masih melarang Alice bertumbuh besar, namun terlambat. Pertumbuhan badannya terlalu cepat. Ia tidak bisa melakukan apa- apa selain panik melihat ke arahnya.
1.5. Advice
Advice adalah bentuk tindak tutur direktif yang merujuk pada memberi saran atau nasehat. Sesuai dengan namanya, advice berfungsi menyarankan atau memberi saran kepada lawan bicara. Berikut beberapa contohnya:
Contoh 1: Charles:
(002/ A /A 00: 02: 40)
if you get toofrightened, you can always wake up