BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Penelitian yang dilakukan oleh Kartadinata & Tjundjing (2008), pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya angkatan 2004 dan 2005 dengan (N= 227). Data diperoleh dengan pengisian
Time Management Behavior Scale (TMBS) dengan Procrastination Assessment Scale for Student (PASS). Data dianalisis dengan analisis
linear dan r person product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan tetapi menunjukkan korelasi negatif (-0,377) antara pengelolaan waktu dan prokrastinasi akademik. 2. Penelitian serupa yang dilakukan oleh Sandra & M. Djalali (2013)
mengenai hubungan manajemen waktu dan efikasi diri dengan prokrastinasi. Subjek penelitian adalah guru-guru SMA dan sederajat di wilayah Surabaya dan Sidoarjo (N= 110). Subjek diperoleh dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu purposive random
sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil
penelitian menunjukkan variabel manajemen waktu dan self efikasi secara simultan dan sangat signifikan berhubungan dengan prokrastinasi, walaupun pengaruhnya sangat kecil karena dari hasil koefisien determinasi (R= 0,213) menunjukkan bahwa sumbangan relatif yang diberikan oleh variabel manajemen waktu dan self efikasi terhadap prokrastinasi hanya sebesar 21,3 %, sementara sisanya
78,7% merupakan faktor-faktor lain yang menyebabkan munculnya prokrastinasi.
E. Kerangka Pikir
Kemampuan manajemen waktu merupakan satu hal yang penting bagi mahasiswa dalam proses belajar di perguruan tinggi. Banyak tugas yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa, baik tugas akademik maupun tugas non-akademik. Salah satu penentu keberhasilan seorang mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya adalah kemampuan dalam memanajemen waktu. Mahasiswa yang mampu memanajemen waktunya dengan baik memiliki kebutuhan dan tujuan yang jelas, memiliki daftar dan rencana tugas yang jelas, memanfaatkan dan mengendalikan waktunya dengan baik, dan mengevaluasi semua waktu yang digunakan. Dengan memiliki kemampuan-kemampuan tersebut, seorang mahasiswa dapat melaksanakan semua tugasnya dengan efektif, dan dapat merasakan hasil dari tugas-tugasnya tersebut. Secara khusus, mahasiswa dapat menyelesaikan tugas penulisan skripsinya tepat waktu dan memperoleh hasil yang memuaskan.
Sebaliknya, mahasiswa yang kurang mampu memanajemen waktu mengalami kesulitan dalam mengatur waktu untuk memulai dan menyelesaikan pekerjaannya (disorganisasi waktu). Seperti kesulitan mengatur waktu untuk bertemu dengan dosen pembimbing, kesulitan mengatur waktu untuk melaksanakan penelitian. Hal ini dapat pula
membuat seseorang sulit menentukan mana pekerjaan yang penting dikerjakan dan mana pekerjaan yang kurang penting dikerjakan. Salah satu akibatnya adalah mahasiswa cenderung melakukan kebiasaan prokrastinasi atau menunda-nunda pelaksanaan tugasnya, khususnya menunda-nunda penyusunan skripsi dan hal inilah yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini.
Selain manajemen waktu, faktor lain yang menjadi penyebab munculnya kebiasaan prokrastinasi dalam penyusunan skripsi pada mahasiswa adalah faktor dari dalam diri mahasiswa, yakni; Pribadi yang beranggapan bahwa skripsi sebagai situasi yang mengancamnya sehingga dapat menimbulkan kecemasan seperti menghindar dari dosen dan teman-teman, dan tidak yakin dengan kemampuan yang ia miliki; Pribadi yang cenderung menyalahkan dirinya sendiri, orang seperti ini selalu takut salah dengan tugas yang ia buat; Pendekatan yang lemah terhadap tugas yakni ketidakmampuan sesorang untuk mengetahui dari mana ia harus memulai skripsinya. Pada situasi seperti ini, seseorang tersebut mengalami kebingungan untuk memulai yang akhirnya berimbas pada penundaan mengerjakan bahan skripsinya; Adanya kemarahan atau dendam yang berlebihan terhadap sesorang yang dianggap musuh akan mempengaruhi cara seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan orang tersebut. Semisalnya, kurang menyukai cara dosen pembimbing mengoreksi hasil pekerjaan.
Ketidakaturan lingkungan juga dapat menjadi salah satu penyebab adanya prokrastinasi. Ketidakaturan yang dimaksud dalam hal ini adalah keadaan lingkungan yang memiliki banyak gangguan sehingga membuat seseorang susah untuk berkonsentrasi, seperti adanya kertas dimana-mana, referensi yang dibutuhkan untuk mengerjakan skripsi tidak tersedia dan banyak hal lain yang ada di lingkungan dan sifatnya mengganggu sesorang dalam penyelesaian tugasnya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajemen waktu merupakan salah satu penyebab munculnya kebiasaan prokrastinasi pada mahasiwa dalam melaksanakan berbagai macam tugas, khususnya dalam penyelesaian tugas penulisan skripsi. Keterkaitan antara kemampuan manajemen waktu dengan kebiasaan prokrastinasi dapat digambarkan pada bagan berikut ini.
Bagan Kerangka Pikir
Penyusunan skripsi selesai tepat waktu Prokrastinasi Rendah Tinggi Mahasiswa Kemampuan Manajemen Waktu Terlambat menyelesaikan skripsi Prokrastinasi Tinggi Rendah
F. Hipotesis Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan hipotesis penelitian asosiatif yaitu:
Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kemampuan manajemen waktu dengan kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, angkatan 2011 dan 2012.
BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini dipaparkan mengenai jenis dan desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek penelitian, variabel penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas instrumen, dan teknik analisis data.
A. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik korelasi. Furchan (2004: 415-418) mengatakan penelitian deskriptif dengan metode survey dirancang untuk memperoleh informasi dengan mengumpulkan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya. Sifat deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang korelasi antara kemampuan manajemen waktu dengan kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi mahasiswa Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, angkatan 2011 dan 2012.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat : Kampus III Universitas Sanata Dharma 2. Waktu : 10, Mei 2016
Penelitian ini berlangsung selama 7 hari (lama waktu penyebaran instrumen penelitian).
C. Subjek Penelitian
Pengambilan subjek dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2013). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2011 & 2012 berjumlah 44 orang, dengan pertimbangan bahwa sedang dalam proses penyusunan skripsi. Jumlah subjek penelitian disajikan dalam tabel berikut:
Table 1. Subjek Penelitian
No Angkatan Jumlah Mahasiswa
1 2011 5
2 2012 39
Total 44
D. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan dua variabel penelitian yang terdiri dari: 1. Variabel Bebas
Variabel yang mempengaruhi disebut sebagai variabel penyebab, variabel bebas atau independent variable (X). Dalam penelitian ini variabel bebas adalah kemampuan manajemen waktu.
2. Variabel Tergantung
Variabel akibat disebut sebagai variabel tak bebas, variabel tergantung, variabel terikat atau dependent variable (Y). Variabel
tergantung dalam penelitian ini adalah kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi.
E. Alat Penelitian
Alat penelitian adalah suatu pedoman tertulis tentang wawancara atau pengamatan atau daftar pertanyaan yang dipersiapkan untuk mendapatkan informasi dari responden (Gulo, 2002). Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang mengungkap frekuensi kemampuan manajemen waktu dan mengungkapkan frekuensi kebiasaan prokrastinasi belajar mahasiswa. Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini termasuk kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang berisi pertanyaan atau pernyataan yang telah disertai pilihan-pilihan, yaitu sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai, dan sangat tidak sesuai (Furchan, 2004). Kuesioner ini disusun dalam bentuk skala bertingkat menurut skala Likert. Skala Likert adalah jenis skala yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian. Variabel yang diukur dengan skala Likert ini dijabarkan menjadi indikator variabel yang kemudian dijabarkan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrumen.
Modifikasi skala Likert dengan meniadakan jawaban yang ditengah berdasarkan alasan seperti yang dikemukakan oleh Hadi (1991), yaitu (1) bisa diartikan ganda, belum bisa memutuskan, netral, atau bahkan ragu-ragu, (2) bisa menimbulkan kecenderungan
untuk memilih jawaban tengah (central tendency effect), (3) tidak dapat melihat kecenderungan jawaban responden, ke arah sering atau sangat jarang. Pernyataan pada kuesioner dibagi atas dua bagian, yaitu favorable dan unfavorable.
Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah kuesioner kemampuan manajemen waktu dan bagian kedua adalah kuesioner kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi. Penjelasan terperinci mengenai skoring kedua kuesioner tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 2.
Norma Skoring Kuesioner Kemampuan Manajemen Waktu dan Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi
Alternatif Jawaban Kemampuan Manajemen Waktu Kebiasaan Prokrastinasi Skor Favorable Skor Unfavorable Skor Favorable Skor Unfavorable Sangat Sesuai 4 1 1 4 Sesuai 3 2 2 3 Tidak sesuai 2 3 3 2 Sangat Tidak Sesuai 1 4 4 1
Kuesioner dikonstruk berdasarkan aspek-aspek variabel
kemampuan manajemen waktu dan variabel kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi. Operasionalisasi objek penelitian ini dijabarkan lebih jauh dalam konstruk instrumen, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.
Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Manajemen Waktu
No Aspek Kemampuan Manajemen waktu
Indikator Nomor Item Jumlah
Item favorible Item unfavorible 1 Menetapkan tujuan dan prioritas (Setting goals and priorities)
a. Mempunyai tujuan dari kegiatan atau tugas yang dilakukan
1, 2 3 3
b. Menentukan kebutuhan yang ingin dicapai 4 5 6 3
c. Mengidentifikasi tugas atau kegiatan yang penting dan tidak penting maupun tugas atau kegiatan yang mendesak dan tidak mendesak
7 8 9 3
d. Menyisihkan lebih banyak waktu pada tugas atau kegiatan yang diprioritaskan
10 11 12 3
2 Perencanaan dan penjadwalan
(Planning and scheduling)
a. Membuat daftar harian (cheklis) 13 14 2
b. Membuat jadwal harian, mingguan , dan bulanan
15 16 17 18
19 20 6
c. Menggunakan buku agenda 21 22 2
3 Kemampuan mengendalikan waktu
(Perceived control of time)
a. Keyakinan mengenai kemampuan memengaruhi waktu yang dihabiskan
23 1
b. Menggunakan waktu secara efisien 24 26 25 27 4 c. Mengelola stres 28 29 2 d. Bersikap asertif 30 1 4 Preferensi untuk terorganisasi (Preference for organitation)
a. Menggunakan catatan penggunaan waktu (buku catatan mengenai waktu yang sudah terpakai)
31 1
b. Mengevaluasi penggunaan waktu
Tabel 4.
Kisi-kisi Kuesioner Prokrastinasi Penulisan Skripsi
No Aspek Prokrastinasi Penulisan Skripsi
Indikator Nomor Item Jumlah
Item favorible Item unfavorible 1 Tugas-tugas administratif penunjang proses penyusunan skripsi
a. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran UKT dan SKS
1 2 3 3
b. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
4 5 2
c. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan KRS dan BRS 6 7 8 3 2 Menghadiri pertemuan berkaitan dengan proses penyusunan skripsi
a. Menghadiri pertemuan dengan dosen 9 10 11 12 4
b. Menghadiri pertemuan dengan kelompok (bimbingan skripsi kelompok)
13 14 2
3 Membaca buku referensi skripsi
a. Mencari buku-buku referensi penulisan skripsi
15 16 2
b. Meminjam buku referensi penulisan skripsi di perpustakaan
17 1
c. Membaca buku referensi penulisan skripsi 18 19 2
d. Membuat ringkasan dari buku referensi yang telah dibaca
20 1
e. Mengembalikan buku referensi yang telah dipinjam
21 22 2
4 Membuat/Menyu sun skripsi
a. Mencari bahan untuk pembuatan skripsi (buku, jurnal ilmiah, ensikolopedi, dll)
23 24 25 3
b. Memulai mengerjakan skripsi 26 1
c. Menyelesaikan skripsi 27 28 2
5 Belajar menghadapi ujian skripsi/ pendadaran
a. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan ujian skripsi/pendadaran
29, 34 30 2
b. Mempersiapkan mental untuk mempertanggung jawabkan skripsi
31 32 2
c. Mempelajari dan memahami kembali bahan skripsi yang sudah diselesaikan
F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Alat pengumpul data harus memenuhi persyaratan yaitu validitas dan reliabilitas (Azwar, 2008: 5).
1. Validitas
Validitas berasal dari lata validity yang berarti ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2009: 5). Item kuesioner berdasarkan aspek-aspek dari variabel kemampuan manajemen waktu dan prokrastinasi penulisan skripsi. Jenis validitas yang digunakan adalah validitas isi (content validity). Validitas isi adalah validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional. Isi tidak hanya menunjukkan bahwa tes tersebut harus komprehensif isinya akan tetapi harus pula memuat isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur (Azwar, 2009: 45). Validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka namun pada pengesahan yang berdasarkan pada pertimbangan yang biasa diberikan sejumlah ahli (Furchan, 2007: 296).
Dalam pelaksanaannya peneliti meminta pendapat ahli yaitu Dr. Gendon Barus, M.Si selaku dosen pembimbing. Proses pembuatan kuesioner ini dimulai dengan menyusun kisi-kisi berdasarkan aspek-aspek kemampuan manajemen waktu dan prokrastinasi penulisan skripsi, indikator, sub indikator, hingga penyusunan item-item kuesioner.
Kemudian kuesioner diberikan pada ahli yaitu Dr. Gendon Barus, M.Si untuk mengoreksi validitas setiap item dan hubungannya dengan indikator, aspek-aspek, serta kesesuaian kalimat pada tiap item. Setelah dikoreksi kuesioner dikembalikan dengan beberapa cacatan mengenai penggunaan kata dan kalimat pada beberapa item, selanjutnya kuesioner disebarkan ke responden. Selanjutnya dilakukan uji validitas empirik yang analisisnya dilakukan terhadap data yang diperoleh secara empirik, yaitu dari skor sekelompok subjek yang dikenakan tes tersebut.
Teknik statistik yang digunakan untuk menganalisi item-item tersebut adalah teknik korelasi r Pearson Product Moment (Sugiyono, 2013: 255)
Formula;
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ – ∑ Keterangan:
=
korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir N=
jumlah subjekX
=
skor item kuesionerY
=
skor total butir-butir kuesionerPemeriksaan konsistensi internal dalam uji menggunakan program komputer SPSS. Di dalam program komputer SPSS sudah tersedia nilai probabilitas (Pv) maka penentuan keterpenuhan indek konsistensi internal ditetapkan berdasarkan Pv itu, yaitu : yang 0,05 dianggap memenuhi; apabila Pv 0,05 item tersebut tidak memenuhi konsistensi internal, maka didrop.
Proses perhitungan validitas dilakukan dengan cara memberi skor pada setiap item dan mentabulasi data. Tahap pelaksanaannya menggunakan program komputer SPSS. Item variabel kemampuan manajemen waktu yang disebarkan berjumlah 34. Dari hasil perhitungan validitas untuk instrumen ini didapat 27 item yang valid dan 7 item yang gugur. Sedangkan pada item variabel prokrastinasi penulisan skripsi yang disebarkan berjumlah 34. Dari hasil perhitungan validitas untuk instrumen ini didapat 31 item yang valid dan 3 item yang gugur. Adapun rincian dari item yang valid dan gugur dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.
Rincian Item yang Valid dan Gugur Variabel Kemampuan Manajemen Waktu
No Aspek Indikator Nomor Item Jumlah Item
FAV UNF AV
Valid Gugur Valid Gugur 1. Menetapkan
tujuan dan prioritas
(Setting goals and priorities)
a. Mempunyai tujuan dari tugas atau kegiatan yang dilakukan
1,2 3 2 1 2 1
b. Menentukan kebutuhan yang ingin dicapai
4,5 6 3 - 3 -
c. Mengidentifikasi tugas atau kegiatan yang penting dan tidak penting maupun tugas atau kegiatan yang mendesak dan tidak mendesak
7,8 9 3 - 3 -
e. Menyisihkan lebih banyak waktu pada tugas atau kegiatan yang diprioritaskan
10,11 12 3 - 3 - 2. Perencanaan dan penjadwalan (Planning and scheduling)
a. Membuat daftar harian
(cheklis)
13,14 - 1 1 1 1
b. Membuat jadwal harian, mingguan , dan bulanan
15,16, 17,18
19, 20
5 1 5 1
c. Menggunakan buku agenda 21 22 2 - 2 -
3. Kemampuan mengendalikan waktu (Perceived control of time) a. Keyakinan mengenai kemampuan memengaruhi waktu yang dihabiskan
23 - 1 - 1 -
b. Menggunakan waktu secara efisien 24, 26 25, 27 2 2 2 2 c. Mengelola stres 28 29 2 - 2 - d. Bersikap asertif 30 - 1 - 1 - 4. Preferensi untukterorganis asi (Preference for organitation) a. Menggunakan catatan penggunaan waktu (buku catatan mengenai waktu yang sudah terpakai) - 31 1 - 1 - b. Mengevaluasi penggunaan waktu 32,33 34 1 2 1 2 TOTAL 27 7
Tabel 6.
Rincian Item yang Valid dan Gugur Variabel Prokrastinasi Penulisan Skripsi
No Aspek Indikator Nomor Item Jumlah Item
FAV UN FAV
Valid Gugur Valid Gugur 1. Tugas-tugas administratif penunjang proses penulisan skripsi
a. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran UKT dan SKS
1,2 3 3 - 3 -
b. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan Kartu Tanda Mahasiswa
4,5 - 2 - 2 -
c. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan KRS dan BRS 6,7 8 3 - 3 - 2. Menghadiri pertemuan berkaitan dengan proses penulisan skripsi
a. Menghadiri pertemuan dengan dosen
9 10,11, 12
4 - 4 -
b. Menghadiri pertemuan dengan kelompok (bimbingan skripsi kelompok)
13 14 1 1 1 1
3. Membaca buku referensi skripsi
a. Mencari buku-buku referensi penulisan skripsi
15 16 2 - 2 -
b. Meminjam buku referensi penulisan skripsi di perpustakaan
17 - 1 - 1 -
c. Membaca buku referensi penulisan skripsi
18,1 9
- 2 - 2 -
d. Membuat ringkasan dari buku referensi yang telah dibaca
20 - 1 - 1 -
e. Mengembalikan buku referensi yang telah dipinjam
21, 22 - 1 1 1 1 4. Membuat/ menyusun skripsi
a. Mencari bahan untuk pembuatan skripsi (buku, jurnal ilmiah, ensikolopedi, dll)
23,2 4
25 2 1 2 1
b. Memulai mengerjakan skripsi - 26 1 - 1 -
c. Menyelesaikan skripsi 27 28 2 - 2 - 5. Belajar menghadapi ujian skripsi/pendad aran
a. Penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan ujian skripsi/pendadaran
29, 34
30 3 - 3 -
b. Mempersiapkan mental untuk mempertanggung jawabkan skripsi
31 32 2 - 2 -
c. Mempelajari dan memahami kembali bahan skripsi yang sudah diselesaikan
33 - 1 - 1 -
2. Reliabilitas
Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability (Azwar, 2009: 4). Reliabilitas adalah derajat konsistensi instrumen yang bersangkutan (Arifin, 2011: 248). Pengujian reliabilitas pada instrumen menggunakan reliabilitas internal consistensi, yaitu pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS.
Reliabilitas ini mengukur sejauh mana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah, atau sejauhmana hasil pengukuran dapat dipercaya. Kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen pengukuran adalah konsistensi, keajegan atau tidak berubah-ubah. Perhitungan reliabilitas kuesioner menggunakan program komputer yakni SPSS, dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi skor item gasal dan skor item genap dengan menggunakan teknik Product Moment dari Pearson. Hasil perhitungan Product Moment gasal genap kemudian dikoreksi dengan formula Spearman-Brown (Sugiyono, 2013: 185) sebagai berikut:
keterangan:
koefesien reabilitas instrumen
Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209) berikut ini:
Tabel 7. Kriteria Guildford Koefisien Korelasi Kualifikasi
0,91 – 1,00 Sangat Tinggi
0,71 – 0,90 Tinggi
0,41 – 0,70 Cukup Tinggi
1,21 – 0,40 Rendah
Negatif - 0,20 Sangat Rendah
Melalui kriteria tersebut, hasil reliabilitas kuesioner variabel kemampuan manajemen waktu dan variabel kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi tersaji dalam tabel berikut:
Tabel 8.
Hasil Uji Reliabilitas
Kuesioner Kemampuan Manajemen Waktu
Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value 0.854 N of Items 17a Part 2 Value 0.778 N of Items 17b Total N of Items 34
Correlation Between Forms 0.775
Spearman-Brown Coefficient
Equal Length 0.874
Unequal Length 0.874
Guttman Split-Half Coefficient 0.87
a. The items are: M1, M2, M3, M4, M5, M6, M7, M8, M9, M10, M11, M12, M13, M14, M15, M16, M17.
b. The items are: M18, M19, M20, M21, M22, M23, M24, M25, M26, M27, M28, M29, M30, M31, M32, M33, M34.
Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 44 100
Excludeda 0 0
Total 44 100
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Berdasarkan hasil perhitungan indeks reliabilitas kuesioner kemampuan manajemen waktu dan selanjutnya dikonsultasikan dengan kriteria Guilford, dapat disimpulkan bahwa indeks reliabilitas kuesioner kemampuan manajemen waktu tergolong tinggi yaitu 0,874.
Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas
Kuesioner Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi
Berdasarkan hasil perhitungan indeks reliabilitas kuesioner
kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi dan selanjutnya
dikonsultasikan dengan kriteria Guilford, dapat disimpulkan bahwa indeks reliabilitas kuesioner kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi
Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value 0.865 N of Items 17a Part 2 Value 0.805 N of Items 17b Total N of Items 34
Correlation Between Forms 0.848
Spearman-Brown Coefficient
Equal Length 0.918
Unequal Length 0.918
Guttman Split-Half Coefficient 0.914
a. The items are: Pr1, Pr2, Pr3, Pr4, Pr5, Pr6, Pr7, Pr8, Pr9, Pr10, Pr11, Pr12, Pr13, Pr14, Pr15, Pr16, Pr17.
b. The items are: Pr18, Pr19, Pr20, Pr21, Pr22, Pr23, Pr24, Pr25, Pr26, Pr27, Pr28, Pr29, Pr30, Pr31, Pr32, Pr33, Pr34.
Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 44 100
Excludeda 0 0
Total 44 100
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
G. Teknik Analisis Data
Sugiyono (2011: 207), mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Berikut merupakan langkah-langkah teknik analisis data yang ditempuh dalam penelitian ini:
1. Menentukan Skor dan Pengolahan Data
Dalam menentukan skor dan pengolahan data langkah-langkah yang dilakukan adalah:
a. Setiap item diberi skor sesuai dengan norma skoring yang sudah tersedia yaitu untuk variabel kemampuan manajemen waktu, pada pernyataan favorable skor yang digunakan untuk jawaban sangat sesuai adalah 4, untuk jawaban sesuaiadalah 3, untuk jawaban tidak sesuai adalah 2, dan untuk jawaban sangat tidak sesuai adalah 1. Pada pernyataan unfavorable, skor yang digunakan untuk jawaban sangat sesuai adalah 1, untuk jawaban sesuai adalah 2, untuk jawaban tidak sesuai adalah 3, dan untuk jawaban sangat tidak sesuai adalah 4. Sedangkan untuk variabel kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi, pada pernyataan favorable skor yang digunakan untu jawaban sangat sesuai adalah 1, untuk jawaban sesuai adalah 2, untuk jawaban tidak sesuai adalah 3, dan untuk jawaban sangat tidak sesuai adalah 4. Pada pernyataan
unfavorable, skor yang digunakan untuk jawaban sangat sesuai adalah 4, untuk jawaban sesuai adalah 3, untuk jawaban tidak sesuai adalah 2, dan untuk jawaban sangat tidak sesuai adalah 1. b. Membuat tabulasi data dan menghitung frekuensi setiap nilai
berdasarkan skor setiap item.
c. Menghitung jumlah skor dari masing-masing subjek. Skor yang diperoleh tersebut dapat memberikan petunjuk tingkat kemampuan manajemen waktu dan kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi subjek.
d. Menghitung jumlah skor tiap item dari kedua variabel sehingga yang diperoleh dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat item-item tertentu yang skornya rendah dan item-item yang skornya tinggi. e. Menghitung persentase pada tiap frekuensi (banyaknya subjek)
dengan cara membagi banyaknya subjek pada tiap frekuensi dengan banyaknya subjek seluruhnya (N) dikalikan 100.
2. Menentukan Kategori
Pengkategorian tingkat kemampuan manajemen waktu dan kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi disusun berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur
(Azwar, 2009: 107). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari rendah sampai tinggi.
Norma kategorisasi disusun berdasar pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2009:108). Tingkat kemampuan manajemen waktu dan kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, angkatan 2011 dan 2012 terdiri atas tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah denga norma kategorisasi sebagai berikut:
Tabel 10. Kategorisasi Skor
Tingkat Kemampuan Manajemen Waktu dan Kebiasaan Prokrastinasi Penulisan Skripsi Norma/kriteria skor Kategori
µ+0,5σ <X Tinggi
µ-0,5 σ <X≤µ+0,5 σ Sedang
X≤ µ-0,5 σ Rendah
Keterangan:
Skor maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek peneltian berdasarkan perhitungan skala
Skor minimum teoritik : skor terendah yang diperoleh subjek penelitian berdasarkan perhitungan skala
Standar deviasi (σ/sd) : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran Mean teoritik (µ) : rata-rata teoritik skor maksimum
Kategori di atas diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokan tinggi rendah kemampuan manajemen waktu dan kebiasaan prokrastinasi penulisan skripsi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, angkatan 2011 dan 2012, dengan jumlah item kemampuan manajemen waktu= 27, dan jumlah item prokrastinasi penulisan skripsi= 31, diperoleh unsur perhitungan capaian skor subjek sebagai