• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

dengan judul “Implementasi Pendidikan Karakter Disiplin di SD Negeri 7 Tanjung Raja”. Subjek dalam penelitian ini adalah guru, siswa, dan kepala sekolah SD Negeri 7 Tanjung Raja. Hasil dari penelitian ini menujukkan

adanya perubahan sikap yang positif dari siswa dan hal tersebut terjadi setelah diterapkannya pendidikan karakter disiplin, yaitu pada saat berpapasan dengan guru siswa menerapkan 5s (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun), hormat terhadap guru yang sedang mengajar, berpakain rapi, dan sudah membuang sampah pada tempatnya. Selain itu hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter disiplin dapat berubah sikap dan tangka laku guru maupun siswa-siswa di SD Negeri 7 Tanjung Raja tersebut.

Relevansinya dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu adanya kesamaan pada subjek yang akan diteliti yaitu pelaksanaan nilai karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV SD melaui RPP, pembelajaran PPKn di kelas dan evaluasi atau hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pendidikan nilai karakter tersebut. Yang membedakan dengan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan terletak pada pelaksanaan pendidikan karakter kedisiplinaan dalam muatan pelajaran PPKn melaui RPP, pelaksanaan pembelajaran di kelas dan evaluasi atas hasil pembelajaran. Penelitian terdahulu juga dilaksanakan di SD negeri sedangkan penelitian sekarang ini akan dilaksanakan di sekolah swasta yaitu di salah satu SD Kanisius Yogyakarta.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Maunah (2015) yang berjudul

“Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa”. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yaitu MtsN Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar. Data-data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, wali kelas, dan siswa di dua lokasi penelitian. Hasil dari penelitian ini ditemukan: 1) pengelolaan pendidikan karakter dapat dibagi menjadi dua strategi yaitu internal dan eksternal sekolah;

2) strategi internal sekolah dapat ditempu melalui empat pilar, yakni kegiatan belajar di kelas, kegiatan keseharian dalam bentuk School culture, kegiatan habituation, kegiatan ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler; 3) strategi eksternal dapat ditempuh melalui kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

Relevansinya dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah terdapat pada pendidikan karakternya, kemudian adanya wawan cara yang

dilakukan pada Kepala Sekolah dan wali kelas. Penelitian terdahulu lebih pada kegiatan belajar dan keseharian di sekolah sedangkan penelitian yang akan dilakukan akan lebih mengarah pada pelaksanaan pendidikan nilai karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn, RPP, pembelajaran di kelas dan evaluasi atau hasil pembelajaran.

Penelitian oleh Wuryandani, dkk (2014) berjudul “Pendidikan Karakter Disiplin di Sekolah Dasar”. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunujukkan bahwa dalam melaksanakan pendidikan karakter disiplin di SD Muhammadiyah Sapen dilakukan melalui sembilan kebijkan yaitu membuat program pendididikan karakter; menetapkan aturan sekolah dan aturan kelas; memantau perilaku kedisplinan siswa di rumah melalui buku catatan harian; memberikan pesan-pesa afektif di berbagai sudut sekolah; melakukan Sholat Dhuha dan Sholat berjamaah; melibatkan orang tua; melibatkan komite sekolah; dan menciptakan iklim kelas yang kondusif.

Relevansinya penelitian terdahulu dengan yang akan dilakukan adalah meneliti tentang pendidikan karakter kedisiplinan di sekolah dasar (SD);

melibatkan guru kelas atau aturan yang belaku di kelas dan di sekolah; metode pelitian yang digunakan yaitu kualitaif dan menggunakan teknik pengumpulan data yang sama yaitu triangulasi data. Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu penelitian yang akan dilakukan lebih spesifik pada siswa kelas IV SD; pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pembelajaran PPKn, RPP, pelaksanaan pendidikan karakter kedisiplinan dalam pembelajaran dan hasil/evaluasi dari pendidikan karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV SD Kanisius Babadan.

Chomsatun (2017) dengan judul penelitian “Implementasi Pendidikan Karakter Kedisiplinan dan Kejuruan pada Siswa Madrasah Aliyah negeri 1 Kota Semarang”. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, kemampuan sumber daya manusia dalam pemahaman pendidikan karakter di MAN 1 Kota Semarang sudah mendukung KBM mengintegrasikan pendidikan karakter, tetapi sebagian guru dalam pelaksanaan KBM belum sesuai RPP pendidikan

karakter. Kedua, organisasi pendidikan karakter di MAN 1 Kota Semarang telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku di buku panduan Madrasah. Ketiga sarana dan prasarana MAN 1 Kota Semarang sudah tersedia dan mecukupi kebutuhan. Keempat pendidikan karakter melalui pelaksanaan pembelajaran di MAN 1 Kota Semarang sudah terlaksana dengan adanya tata tertib madrasah yang dipatuhi seluruh warga Madrasah. Kelima pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan Ekstrakurikuler, Ko-kurikuler, dan tata tertib sudah dilaksanakan dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki karakter seperti PMR, pramuka, dan paskibraka.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu terletak pada tempat dan subjek yang yang akan diteliti. Pada penlitian yang akan dilakukan dilaksanakan di sekolah swasta pada siswa kelas IV SD Kanisius. Penelitian ini akan lebih fokus pada pendidikan karakter kedisiplinan dalam muatan pelajaran PPKn melalui RPP, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi/hasil pembelajaran.

Beberapa penelitian di atas merupakan penelitian yang berkaitan dan relevan dengan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan yang akan dilakukan. Berdasarkan penelitian tersebut berikut literatur map dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.2: Skema penelitian yang relevan yang

Hartati (2017) Implementasi pendidikan karakter disiplin di SD

Negeri 7 Tanjung Raja.

Maunah (2015)-SMP.

Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan

kepribadian Holistik siswa.

Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn

pada siswa kelas IV SD Kanisius Babadan

Wuryandani, dkk (2014).

Pendidikan karakter disiplin di sekolah dasar

Chomsatun (2017). Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan dan

kejujuran pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Semarang.

C. Kerangka Berpikir

Arah pendidikan bangsa Indonesia sudah bersifat utuh dan menyeluruh meliputi semua ranah pendidikan yaitu bertujuan untuk mengembangkan semua potensi yang ada dalam diri peserta didik (Supardi, 2015:117). Arah pendidikan nasional yaitu untuk menciptakan anak bangsa menjadi cerdas berintelektual dan memiliki kepribadian yang baik. Namun sebagaimana yang sering kita saksikan terdapat banyak peserta didik yang masih jauh dari rana afektif karena dalam proses pembelajaran sering kali terjadi pengabaian atas ranah tersebut. Ranah kognitif lebih dijadikan pusat utama sebagai tolok ukur dalam suatu keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu terbentuklah individu-individu yang berintelektual baik tetapi kurang memiliki karakter yang baik.

Kebijakan program penguatan pendidikan karakter di SD Kanisius Babadan telah telah terlaksana dengan baik sejak berdirinya Sekolah Kanisius Babadan. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang memuat beberapa hal yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini ingin ditanamkan dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. Penguatan Pendidikan Karakter dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Oleh karena itu Program PPK diharapkan mampu mendorong kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia. Setiap sekolah, baik negeri maupun swasta, memiliki hak yang sama untuk menerapkan program yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang pendidikan ini, (https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/?page_id=132).

Pendidikan karakter yang ditanamkan di sekolah sejak anak mulai bergabung dalan satuan pendidikan akan membentuk peserta didik menjadi orang berkarakter baik dan memiliki moral yang positif. Hal ini akan menciptakan manusia-manusia terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam hidup melainkan berekembang kearah yang positif dan memiliki

karakter terpuji. Pengimplementasian pendidikan karakter dapat diterapkan proses pembelajaran muatan pelajaran PPKn. Muatan pelajaran PPKn sangat berkaitan dengan nilai-nilai karakter. Salah satu karakter yang dapat dikembangkan melalui muatan pelajaran PPKn adalah karakter kedisiplinan.

Meskipun dalam kenyataannya terkadang PPKn hanya fokus pada ranah kognitif dan ranah afektifnya kurang mendapat pehatian.

Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan di SD Kanisius Babadan didapatkan informasi bahwa pelaksanaan pendidikan karakter kedisiplinan dalam muatan PPKn telah dilaksanakan di sekolah tersebut.

Semua guru berusaha agar pendidikan karakter kedisiplinan dapat terlaksana dengan baik namun tetap saja hasilnya belumlah maksimal. Hal ini dipicu oleh adanya guru yang kurang disiplin datang ke sekolah atau masuk kelas kurang tepat waktu. Ada pula siswa yang kurang disiplin dalam berprilaku. Ada siswa terlambat datang ke sekolah dan masuk kelas.

Oleh karena itu, melalui penelitian ini diharapkan supaya mampu menggali lebih jauh sehubungan dengan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada kelas IV SD Kanisius Babadan. Berikut alur kerangka berpikir dalam penelitian ini:

Bagan 2.3: Kerangka Berpikir Arah pendidikan

nasional Kebijakan program penguatan pendidikan karakter dari dinas pendidikan

Pendidikan karakter di sekolah dasar

Pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn SD

Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran

PPKn SD Kanisius Babadan Hasil pendidikan karakter

kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn SD

Kanisius Babadan

D.

Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Apakah sudah ada sosialisasi dari dinas pendidikan mengenai Penguatan Pendidikan Karakter?

2. Bagaimana pemahaman guru kelas IV mengenai pendidikan karakter?

3. Bagaimana implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui perencanaan pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV?

4. Bagaimana implementasi pendidikan karakter kedisiplinan terlaksana melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV?

5. Bagaimana guru melakukan evaluasi hasil penilain pembelajaran pendidikan karakter kedisiplinan melaui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV?

6. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam proses pendidikan karakter nilai kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn?

39 BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab 3 ini akan membahas tentang: a) Jenis penelitian, b) Seting penelitian, c) Desain penelitian, d) Teknik pengumpulan data. e) Instrumen penelitian, f) Kredibilitas dan transferabilitas, dan g) Teknik analisis data.

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif ex post facto. Jenis penelitian kualitatif deskriptif ex post facto digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan suatu kegiatan yang sudah terjadi di lapangan secara alamiah. Peneliti adalah juga kunci utama dalam penelitian karena berperan sebagai instrumen dalam melaksanakan penelitian dan mengumpulkan data. Penelitian kualitatif adalah salah satu penelitian yang hasil penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau metode kuantifikasi yang lain. Penelitian kualitatif teresebut ialah penelitian yang lebih fokus pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis, komplek dan rinci (Anggito, A & Setiawan, J., 2018:8-9).

Sukmadinata dalam Sanang (2020:34-35), mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif memiliki 2 tujuan utama, yaitu (1) menggambarkan dan mengungkapkan berarti dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif yang memberikan deskriptif tentang situasi kompleks, (2) Menggambarkan dan menjelaskan berarti dalam penelitian kualitatif ada hubungan antarfenomena dengan makna terutama pandangan partisipan.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif ex post facto sebagai studi kasus, dikarenakan peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan, hasil pembelajaran dan faktor yang mempengrui pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn di SD Kanisius Babadan, Widomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta tahun ajaran 2019-2020. Penelitian ex post facto adalah

penelitian yang berkaitan dengan peristiwa atau kejadian yang sudah terjadi, bukan peristiwa yang sedang berlangsung terjadi. Peniliti memilih narasumber yaitu Kepala Sekolah, guru kelas, dan 2 siswa kelas IV di SD Kanisius Babadan untuk data penelitian. Metode pengumpulan data melalui dokumentasi, kuesioner, dan wawancara. Data yang akan dikumpulkan berupa pelaksanaan, pengumpulan data, analisis data, dan kesimpulan.

B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian

Peneliti melaksanakan penelitian di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sleman yang terletak di wilayan pemukiman warga masyarakt Babadan yang berlamat Jl. Babadan Ngemplak Sleman, Yogyakarta. SD tersebut memiliki beberapa ruangan antara lain ruang kelas 6 ruangan, ruang guru/kantor guru 1, ruang kepala sekolah 1, ruang perpustakaan sekaligus ruang alat musik gamelan, ruang komputer/laboratorium komputer 1, ruang tata usaha, ada kantin sehat, ruang UKS, kamar mandi dan toilet untuk guru dan siswa, halaman sekolah dan lapangan sepak bola/voli, dan halaman parkir.

2. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV SD Kanisius Babadan yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2019/2020. Jumlah peserta didik kelas IV SD sebanyak 24 orang anak yang terdiri dari 11 laki-laki dan 13 perempuan. Guru kelas IV adalah seorang guru tenaga honorer sekolah.

3. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian yaitu implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Kanisius Babadan.

4. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Babadan. SD Kanisius Babadan berada di Jl. Babadan Ngemplak Sleman, Yogyakarta. Alasan

peneliti memilih lokasi penelitian di SD Kanisius Babadan ini karena SD tersebut merupakan satuan pendidikan sekolah dasar yang sudah mendapatkan penguatan pendidikan karakter (PPK) dari dinas pendidikan yang memuat tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Peneliti juga memilih spesifikasi kelas IV yang digunakan untuk penelitian.

5. Waktu Penelitian

Waktu penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari Desember 2020 sampai pertengahan bulan awal April 2021.

C. Desain Penelitian

Desain penelitian yang akan digunakan oleh peneliti dalam ini adalah sebagai berikut:

Bagan: 3.1: Desain Penelitian

1. Perencanaan

Penelitian ini direncanakan oleh peneliti dengan menentukan terlebih dahulu lokasi tempat penelitian yang akan dilaksanakan, yaitu di SD Kanisius Babadan. Spesifikasi kelas IV SD untuk melakukan observasi penerapan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Selanjutnya peneliti menentukan narasumber wawancara tentang rencana pelaksanaan pembelajaran muatan PPKn di kelas tersebut yaitu guru kelas

Perencanaan

Analisis Data Pengumpulan Data

Kesimpulan

Penyusunan Instrumen

IV dan Kepala Sekolah. Selain itu, peneliti membagikan kuesioner (angket) untuk guru kelas IV, dan kepada 2 orang siswa kelas IV SD Kanisius Babadan.

2. Penyusunan Instrumen

Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dari proses implementasi karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Kansisus Babadan, kegiatan wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru kelas IV, serta kuesioner untuk guru kalas IV dan 2 siswa kelas IV.

3. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, kuesioner, dan wawancara. Teknik dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh data-data berupa RPP, daftar nilai, tata tertib sekolah/kelas. Kuesioner digunakan untuk memperoh informasih dari guru kelas dan siswa kelas IV.

Peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur kepada guru kelas IV dan Kepala Sekolah SD Kanisius Babadan.

4. Analisis Data

Peneliti menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini mengemukakan teknik analisis data kualitatif yang memiliki 4 tahap kegiatan, yaitu: (1) Pengumpulan data, berupa kegiatan yang dilakukan selama penelitian dari awal sampai akhir, (2) Reduksi Data, berupa data yang diubah menjadi bentuk tulisan naratif yang akan dianalisis, (3) Penyajian data, berupa proses pengolahan data dan pengambilan tindakan, dan (4) penarikan kesimpulan atau verifikasi yaitu proses menjawab pertanyaan dari hasil penelitian.

5. Kesimpulan

Penelitian dilaksanakan peneliti di SD Kanisius Babadan dengan alamat Jl. Babadan Ngemplak Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dokumentasi, kuesioner, dan teknik wawancara semi terstruktur. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data-data berupa RPP, tata tertib sekolah/kelas dan gambar media

pembelajaran, lembar kuesioner dari guru kelas dan siswa kelas IV, dan teknik wawancara semi terstruktur dilakukan kepada guru kelas IV dan Kepala Sekolah mengenai penerapan penguatan pendidikan karakter dan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn di SD Kanisius Babadan. Selanjutnya, peneliti mulai menganalisis data-data dengan menggunakan teknik analisis data penelitian dari Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi

D. Teknik Pengumpulan Data

Budiyono (2017:147), mengatakan bahwa teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif bergantung pada kualitas data dan sumber data terkait yang dikumpulkan oleh peneliti.

1. Dokumentasi

Dokumen digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan (Moleong, 2007: 217).

Peneliti mengambil dari dokumen-dokumen berupa RPP, tata tertib sekolah/kelas, gambar media pembelajaran yang berkaitan dengan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV di SD Kanisius Babadan untuk mendapatkan data dukumentasi.

2. Kuesioner/Angket

Kuesioner (angket) merupakan suatu teknik pengumpulan data berupa pertanyaan tertulis yang disampaikan kepada narasumber dan juga jawaban tertulis yang diberikan narasumber. Kuesioner digunakan peneliti untuk memperoleh data tentang implementasi pendidikan nilai karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas IV, guru kelas IV dan kepala sekolah SD Kanisius Babadan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner terbuka, peneliti menggunakan kuesioner terbuka supaya murid dan guru lebih leluasa mengungkapkan

pendapat mereka sesuai pertanyaan. Hal ini dilakukan berhubung adanya pandemi virus Corona-19 (Covid-19) yang sedang mewabah di tempat penelitian, se-Indonesia, bahkan seluruh dunia.

3. Wawancara

Menurut Sugiyono dalam (Setiawan dan Anggito, 2018:89), wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.

Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2018) mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu wawancara terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur.

a. Wawancara terstruktur

Wawancara terstruktur menggunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peniliti atai pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan di peroleh.

b. Wawancara semiterstruktur

Tujuan dari wawancara semiterstruktur ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihka yang diajak wawancara diminta mendapat, dan ide-idenya.

c. Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peniliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Peneliti menggunakan dua model wawancara terstruktur dan wawancara semi struktur. Peneliti menggunakan dua model wawancara tersebut karena menggunakan kuesioner dan wawancara langsung kepada narasumber. Selain itu peneliti berkomunikasi secara intensif dengan informan untuk memperoleh data yang diperlukan selama penulisan.

E. Instrumen Penelitian

Suyitno (2018:110) mengungkapkan bahwa instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan oleh peneliti untuk menjaring dan mengumpulkan data penelitian. Selain alat yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, pedoman kuesioner, dan pedoman wawancara.

Berikut beberapa penjelasan mengenai pedoman-pedoman instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini:

1. Pedoman dokumentasi

Pelaksanaan pengunpulan data menggunakan teknik dokumentasi salah satunya dengan menggunakan pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya (Arikunto, 2013 :201). Pedoman dokumentasi ini digunakan peneliti utuk memperoleh data-data yang diperlukan berhubungan dengan implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pembelajaran PPKn pada siswa kelas IV SD Kansisus Babadan.

Tabel 3.1 Panduan Dokumentasi

No Item Ketarangan

Ada Tidak 1 RPP

2 Evaluasi

3 Daftar hadir Kepala Sekolah, guru dan siswa kelas IV

4 Tata tertib kelas dan sekolah 2. Kuesioner

Kuesioner dibagi menjadi kuesioner (dengan jawaban) tertutup dan kuesioner (dengan jawaban) terbuka. Kuesioner tertutup lazimnya dipakai untuk menjaring informasih berupa fakta, sedangkan kuesioner terbuka lazimnya dipakai untuk menjaring informasih berupa pendapat, pikiran, penalaran, tanggapan perasaan, sikap, kesan atau jenis-jenis ungkapan pribadi lainnya (Supratiknya 2012: 40-41). Dalam penelitian yang akan

dilakukan, peneliti menggunakan kuesioner terbuka untuk memperoleh data yang diperlukan terkait implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui muatan pelajaran PPKn pada siswa kelas 4 SD Kanisius Babadan.

Tabel 3.2 Kisi-kisi Pedoman Kuesioner untuk guru kelas No Aspek yang ditanyakan Jumlah

Item

No.

Item

1 Pendidikan Karakter 2 1 dan 3

2 Perencanaan RPP 2 4 dan 5

3 Pelaksanaan RPP 5 2,7,8,9, dan 10

4 Media pembelajaran 1 11

5 Evaluasi Pembelajaran 1 12

Tabel 3.3 Kisi-kisi Pedoman Kuesioner untuk siswa No Aspek yang ditanyakan Jumlah

Item

No.

Item

1 Karakter kedisiplinan 7,8

2 Pelaksanaan RPP 1,2,3,4,9,10,11, dan 12

3 Media pembelajaran 5

4 Evaluasi Pembelajaran 6

3. Pedoman wawancara

Untuk memperoleh data yang dapat mendukung penelitian ini maka peneliti memakai pedoman wawancara kepada Kepala Sekolah dan guru kelas sebagai berikut: Pedoman wawancara kepala sekolah yang digunakan dalam panelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter dan muatan pelajaran PPKn yang menggunakan pendekatan saintifik pembelajaran kurikulum 2013 SD Kanisius Babadan. Pedoman wawancara guru digunakan peneliti untuk mengumpulkan data tentang implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui pelajaran PKKn pada siswa kelas IV SD Kanisius Babadan. Pedoman tersebut digunakan peneliti dengan tujuan untuk

mengetahui implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melaui muatan pelajaran PPKn di kelas IV SD Kanisius Babadan.

Tabel 3.4 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Kepala Sekolah

Tabel 3.4 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Kepala Sekolah

Dokumen terkait