BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa terletak di kabupaten Gowa, tepatnya di Kecamatan Bontomarannu, Kelurahan Bontomanai, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Seiring dengan perkembangan Wilayah Kecamatan Bontomarannu sekarang ini, Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa memang mengalami kemajuan dari peminat atau kemauan masyarakat untuk dapat memasukkan putra putrinya di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa, hal ini mungkin juga dikarenakan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa satu-satunya Madrasah Negeri di Kabupaten Gowa, serta mudah dijangkau dengan transportasi umum dan angkutan umum lainnya.
Secara geografis Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa terletak di sisi selatan berbatasan dengan kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Bontomarannu, utara berbatasan dengan jalan Provinsi menuju kota Kabupaten Gowa dan Provinsi Sulawesi Selatan, utara berbatasan dengan POLSEKTA Bontomarannu, dan timur berbatasan dengan rumah penduduk Kelurahan Bontomanai. Profil sekolah Madra-sah Tsanawiyah Negeri Gowa pada penelitian ini dapat dilihat pada (lampiran 3).
2. Sejarah Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa mulai dinegerikan pada tahun 2004. Sebelum dinegerikan perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa tidak terlalu aktif. Perpustakaan pun sudah dua kali berpindah tempat, yang awalnya lokasi perpustakaan berdampingan dengan ruang guru dan sekarang dipindahkan ke
ruangan paling ujung dekat pos satpam. Ruang perpustakaan yang dulu sekarang dijadikan ruang PTSP (pelayanan terpadu satu pintu). Ruang perpustakaan yang dulu dialihkan ke ruang PTSP yang kondisinya sempit, akan tetapi di dalamnya ada WC dan gudang. Ruang perpustakaan yang dulu memiliki rak buku yang panjang sebanyak 2 buah, dan difasilitasi dengan meja lesehan. Jadi ketika peserta didik ada yang berkunjung mereka membaca sambil lesehan. Jumlah peserta didik yang berkunjung pun dibatasi karena kondisi ruang perpustakaan yang sempit. Ruangan yang sempit ini sempat dijadikan perpustakaan dikarenakan jumlah peserta didik pada saat itu belum terlalu banyak jika dibandingkan dengan jumlahnya yang sekarang.
Ruangan perpustakaan yang sekarang lebih luas dikarenakan jumlah peserta didik yang semakin meningkat. Perpustakaan saat ini mengoleksi buku sebanyak 1.471 judul, 8.905 eksamplar, 3 unit kipas angin, printer 1, komputer 1, dan peralatan-peralatan lainnya.
3. Visi, Misi dan Tujuan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Visi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah terwujudnya madrasah rujukan insan yang takwa dalam iman, unggul dalam prestasi, kreatif dalam inovasi, ramah anak, dan berwawasan lingkungan. Selain itu visi lainnya adalah takwa dalam iman yakni terwujudnya peserta didik yang berakhlakul karimah, terwujudnya peserta didik yang menghafal juz amma, terbentuknya peserta didik yang cinta sholat berjamaah, terwujudnya inovasi dalam kebersihan dan keindahan, terwujudnya inovasi dalam keamanan dan ketertiban, dan terwujudnya sarana dan prasaranan yang bersih, asri, ramah, dan nyaman.
Misi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah melaksanakan proses pembelajaran digital yang efektif, kreatif, dan menyenangkan, mengefektifkan kegiatan MGMP dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, melaksanakan proses pembinaan secara berkesinambungan pada bidang MIPA dan MTQ, melaksanakan salat secara berjamaah, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang ramah anak dan lingkungan, meningkatkan pengelolaan keuangan yang realistis, transparan dan akuntabel, memaksimalkan peran komite dan pihak terkait dalam membangun madrasah yang unggul, dan membudayakan salam, sapa, senyum dalam memberikan pelayanan di madrasah.
Adapun tujuan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah meningkatkan sinergi dan kinerja komponen organisasi madrasah yang berpenampilan kompak, koordinatif, pertisipatif, harmonis dalam suasana managemen berbasis madrasah yang handal, menghasilkan peserta didik yang taqwa dalam iman, unggul dalam prestasi dan kreatif dalam inovasi, meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik untuk mendesain kompetensi siswa yang akan dicapai melalui perencanaan pembelajaran yang tepat dan menyenangkan, terbentuknya kemampuan yang handal pada peserta didik dalam bidang organisasi dan cinta prestasi serta lingkungan hidup, terpenuhinya kebutuhan warga madrasah pada sarana dan prasarana pendidikan dan pembelajaran melalui penajaman program pada APBM, terpenuhinya mata anggaran DIPA untuk program yang dicanangkan didalam APBM dengan atas ketelitian, kehati-hatian, transparan, akuntabel, dan konsisten, berdirinya sarana ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan serta pembinaan akhlakul karimah bagi warga madrasah, dan terciptanya partisipasi konkrit dan komite serta
stockholder lainnya untuk menciptakan madrasah unggul di Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan.
4. Visi dan Misi Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Visi perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah mewujdukan generasi yang berkualitas cerdas dan terampil serta mampu bersikap kreatif menggali ilmu dengan membudayakan membaca. Sedangkan misi perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah membantu kebiasaan belajar peserta didik yang baik, meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, membantu memperluas wawasan pengetahuan, mengembangkan kepribadian yang berkarakter dan berbudaya, dan menghadirkan referensi dan informasi pendidikan terkini.
5. Tata Tertib dan Peraturan Perpustakaan
Peraturan yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke perpustakaan adalah peserta didik yang memasuki ruang perpustakaan diharap melapor kepada pengelola perpustakaan dan mengisi buku daftar pengunjung, di dalam ruang perpustakaan harap menjaga ketertiban dan kesopanan supaya tidak mengganggu yang lain, setiap peminjam buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain harus memiliki kartu anggota perpustakaan, setiap peminjam diperbolehkan mengambil sendiri buku yang dipinjam dan melaporkan kepada petugas, buku yang selesai dibaca diletakkan diatas meja, setiap peminjam harus mengembalikan pinjaman buku dan lain-lain sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan oleh perpustakaan, dan menjaga serta merawat buku-buku, majalah, surat kabar dan lain-lain yang dipinjam. Selain itu apabila buku, majalah, surat kabar yang dipinjam rusak atau hilang harap segera melapor kepada pengelola petugas perpustakaan dan menjaga kebersihan dan tidak
membuang sampah sembarangan di dalam ruang perpustakaan untuk mendapatkan kenyamanan.
Larangan yang harus diperhatikan ketika berkunjung ke perpustakaan adalah tidak dibenarkan memakai topi, jaket, serta membawa tas selama berada di ruang perpustakaan, dilarang membawa makanan atau minuman serta benda-benda lain yang tidak berhubungan dengan keperluan sekolah, dilarang makan, minum, merokok dan lain-lain yang bisa menodai barang-barang di dalam ruang perpustakaan serta membuat udara di dalam ruangan sehingga tidak nyaman. Selain itu peserta didik juga dilarang mencoret-coret, menggunting, menyobek buku majalah dan lain-lain, dilarang bermain atau menganggu orang lain yang sedang membaca, tidak diperkenankan memakai ruang perpustakaan untuk keperluan lain selain sebagai sarana pendidikan di sekolah, dan tidak diperkenankan menukar buku, majalah, surat kabar tanpa izin dari petugas perpustakaan.
Adapun sanksi bagi peserta didik adalah setiap pengunjung yang tidak memenuhi ketentuan peraturan ketertiban sekolah akan dikenakan sanksi, dan buku-buku, majalah, serta barang-barang lain milik perpustakaan yang rusak akibat kelalaian peminjam harus dipertanggugjawabkan sesuai dengan kebijaksanaan dan ketentuan yang berlaku di perpustakaan.
6. Struktur Organisasi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Berdasarkan data yang peneliti peroleh ketika melaksanakan proses penelitian lapangan, dapat diketahui struktur organisasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa Zulfikah Nur, S.Pd.I., M.Pd.I, Ketua Komite Drs. H. M. Sanusi K, Kaur Tu Hj. Mardianah M.
Rani, S.Pd.I, Wakamad Kurikulum Dra. Halima Rasud, Wakamad Kesiswaan
Nurbaeti Khalik, S.Pd., M.Pd, Wakamad Sarpras Arifuddin S.Ag, Wakamad Humas Drs. Saharuddin, Kepala Lab IPA Ali Syaid, S.Ag, Kepala Lab Komputer Marlina, S.Ag., Ma, Kepala Perpustakaan Jumiati, S.Pd, Wali Kelas VII, Wali Kelas VIII, Wali Kelas IX, Guru BP/BK, Guru Mata Pelajaran, Pembina UKS, Pembina Mading, Pembina KIR, Pembina OSIM, Pembina Pramuka PA, Pembina Pramuka PI.
Struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa pada penelitian ini dapat dilihat pada (lampiran 4).
7. Struktur Organisasi Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Berdasarkan data yang peneliti peroleh ketika melaksanakan penelitian ke lapangan, dapat diketahui struktur organisasi perpustakaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa adalah Kepala Madrasah Zulfikah Nur, S.Pd.I., M.Pd.I, Kepala Tata Usaha Hj. Mardiana M. Rani, S.Pd.I, Kepala Perpustakaan Jumiati, S.Pd, Pelayanan Teknis Harjunah Habib, S.I.P, dan Pelayanan Pemustaka Sitti Hardiyanti Hastuti.
Struktur organisasi perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa pada penelitian ini dapat dilihat pada (lampiran 5).
8. Sarana dan Prasarana Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa
Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa memiliki beberapa ruang antara lain ruang referensi, ruang baca, ruang sirkulasi, dan ruang kepala perpustakaan. Selain itu perpustakaan juga memiliki beberapa jenis barang-barang yang masih digunakan hingga saat ini antara lain almari kayu 1, benner slogan 10, buku tamu 1, buku peminjaman 1, buku pengembalian 3, cermin 1, dispenser 1, etalase penyimpanan laporan 2, foto presiden dan wakil presiden 2, gambar pancasila 1, gambar-gambar slogan 3, grafik pengunjung 1, grafik peminjaman 1, globe dan galon 1, jam dinding 1, karpet 2, komputer 1, kursi baca 3, kursi kerja 4, kursi
komputer 1, kotak saran 1, kipas angin 3, komoceng 1, klip 3, lampu 4, layar proyektor 1, meja kerja 4, meja komputer 1, meja referensi tamu 1, papan foto 1, pemotong kertas 1, printer 1, peta 2, rak buku 2, rak Koran dan majalah 1, rak sepatu 1, struktur organisasi 1, skop sampah 1, sapu 1, tata tertib perpus 1, tempat sampah 1, dan tempat map 14. Selain itu perpustakaan Madrasah Tsanawiah Negeri Gowa juga memiliki eksamplar buku sebanyak 8.905 dan judul buku sebanyak 1.471.
Daftar inventaris perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa pada penelitian ini dapat dilihat pada (lampiran 6).
Pada bab ini akan diuraikan tentang gambaran data penelitian umum yang akan ditampilkan dalam bentuk rangkuman. Dalam hal ini akan diuraikan hasil penelitian yang dilanjutkan pembahasan dari hasil tersebut. Hasil yang diperoleh untuk memberikan jawaban terhadap masalah penelitian yang dikemukakan dalam siklus penelitian. Hasil dari siklus tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
SIKLUS 1
Tahap penelitian tindakan sekolah pada siklus 1 terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Keempat tahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan
Langkah awal dalam siklus I adalah membuat perencanaan tindakan.
Perencanaan (planning) yaitu proses merencanakan setelah menemukan masalah yang terjadi pada managemen perpustakaan dan minat baca peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa. Adapun bentuk perencanaan tindakan yang telah disusun oleh peneliti adalah memperbaharui ruang perpustakaan, membuat
mading perpustakaan, membuat teras baca, membuat program wajib baca bekerja sama dengan kepala perpustakaan dan guru bahasa Indonesia, dan mengadakan seminar literasi.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tahap penelitian tindakan sekolah pada siklus 1 berlangsung selama 12 hari. Penelitian ini dimulai dari tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 11 Maret 2020.
a. Ruang Perpustakaan
Peneliti melakukan pembaharuan ruang perpustakaan pada tanggal 29 februari 2020. Di sini peneliti mulai dari perabotan perpustakaan yaitu meja, kursi, dan rak buku. Ruang perpustakaan sempit dikarenakan rak buku penempatannya kurang efektif yang menyebabkan peserta didik berdesak-desakan ketika bersamaan datang. Salah satu program perpustakaan adalah mewajibkan setiap hari sabtu satu kelas untuk datang ke perpustakaan mulai dari jam 14.00 sampai menjelang asar.
Setiap kelas memiliki jumlah peserta didik yang berkisar antara 30-40 dalam 1 kelas. Ketika peserta didik bersamaan datang ke perpustakaan, maka yang ada peserta didik akan berdesak-desakan dan suasana perpustakaan akan menjadi panas dan hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan dan susahnya untuk konsentrasi ketika membaca. Hal inilah yang menyebabkan peneliti termotivasi untuk membantu pegawai perpustakaan agar ruang perpustakaan lebih luas.
Pertama-tama peneliti mulai dari rak buku. Sebelumnya kondisi ruang perpustakaan tidak tertata dengan baik dan hanya ada dua kursi dan satu meja.
Tempat untuk rak buku pun sangat luas sedangkan tempat untuk membaca buku sangatlah sempit yang menyebabkan ketika peserta didik berkunjung ke
perpustakaan mereka akan bingung mau duduk di mana. Peneliti bekerja sama dengan pegawai perpustakaan untuk mengatur rak buku agar tidak terlalu mengambil tempat. Rak buku digeser ke pinggir kanan dan kiri yang sebelumnya rak buku yang jumlahnya tiga buah itu ditaruh di posisi bagian kanan saja.
Jadi di bagian kanan ditaruh dua rak buku dan posisinya digeser ke belakang sampai menyentuh tembok, dan rak yang satunya lagi ditaruh di bagian kiri dan juga digeser ke belakang sampai menyentuh tembok. Setelah itu bagian tengah menjadi luas dan peneliti menaruh beberapa kursi dan meja panjang. Selain itu bagian yang kosong yaitu dekat rak buku bagian kiri juga diisi kursi dan meja panjang yang merapat sampai ke tembok. Untuk di bagian belakang sendiri peneliti dan pegawai perpustakaan membuat meja panjang khusus untuk membaca melantai sampai ke ujung dekat rak buku bagian kanan. Di depan meja panjang tersebut diberi karpet agar peserta didik merasa nyaman ketika membaca sambil melantai.
Selain mengatur rak buku peneliti juga mendekorasi ruang perpustakaan agar terlihat lebih indah, karena keindahan dapat membuat perasaan menjadi nyaman dan juga bahagia. Peneliti mulai dari menghias dinding dengan ditempeli sedikit hiasan bunga kertas, dan di bagian belakang yakni meja panjang di bagian kosongnya itu peneliti isi dengan bunga asli yang diisi dengan pot sebanyak lima. Penempelan bunga ini diharapkan mampu menarik perhatian peserta didik untuk semakin tertarik berkunjung ke perpustakaan. Selain bunga peneliti juga menempelkan beberapa kata-kata motivasi terkait akan pentingnya membaca. Kata motivasi ini diharapkan mampu menarik minat dan menumbuhkan semangat peserta didik untuk membiasakan diri membaca buku, karena membaca buku merupakan aktivitas yang mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dikarenakan buku
menjadi satu di antara sumber pengetahuan yang bisa menambah wawasan. Rutin membaca buku juga dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi dan empati seseorang.
b. Pembuatan Mading Perpustakaan
Pembuatan mading dilakukan pada tanggal 29 Februari 2020, di sini peneliti bekerja sama dengan kepala perpustakaan. Peneliti menggunakan papan bekas yang telah disiapkan oleh kepala perpustakaan, supaya kelihatan lebih indah peneliti juga menggunakan kain untuk luarannya dan styrofoam untuk bagian dalamnya. Sebelum dibungkus kain papan bekas ini ditempeli styrofoam terlebih dahulu agar supaya lebih memudahkan ketika ingin menempelkan sesuatu. Styrofoam yang digunakan ada dua buah karena ukuran papan agak besar. Setelah styrofoam sudah terpasang dengan rapi selanjutnya dipasanglah kain agar keliatan lebih indah. Kain yang digunakan adalah kain bekas yang disediakan oleh kepala perpustakaan.
Peneliti sengaja membuat mading perpustakaan karena sebelumnya perpustakaan tidak mempunyai mading. Selain itu pembuatan mading tidak membutuhkan biaya yang cukup besar. Tujuan dari pembuatan mading ini adalah sebagai papan informasi untuk peserta didik agar mengetahui kegiatan-kegiatan perpustakaan dan juga bisa mengetahui program-program perpustakaan yang terbaru. Penempelan foto-foto kegiatan perpustakaan bisa berupa pengolahan, pelayanan, pengembangan maupun lomba-lomba yang ada di perpustakaan. Selain itu, mading ini juga bisa digunakan untuk menempelkan kata-kata motivasi akan pentingnya membaca baik itu dari peserta didik maupun pegawai perpustakaan.
c. Pembuatan Teras Baca
Pembuatan teras baca dilakukan pada hari Ahad tanggal 1 Maret 2020.
Peneliti bekerja sama dengan kepala perpustakaan dan petugas perpustakaan lainnya.
Membaca buku tidak harus dilakukan di kelas atau perpustakaan saja, tetapi juga bisa dilakukan di teras perpustakaan. Teras yang biasa dipakai untuk duduk santai sambil berkumpul dan bercanda, ternyata juga bisa disulap jadi tempat membaca.
Dengan adanya teras baca membuat peserta didik semakin mudah untuk membaca buku, dan teras baca ini bisa digunakan kapan saja seperti membaca di teras sambil menunggu jemputan.
Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan teras baca ini adalah pipa bekas, tali, cat putih, karpet dan pita. Pipa yang peneliti gunakan sebanyak tiga. Jadi pipa bekas dilubangi terlebih dahulu di bagian tengah sebagai tempat untuk menyimpan buku. Selanjutnya bagian kiri dan kanannya juga diberi lubang tetapi agak kecil kemudian dipasangkan tali yang dipakai untuk menggantung. Ketiga pipa bekas ini peneliti gantung di tembok tepatnya sebelah mading yang menghadap keluar sehingga koleksi bukunya lebih terlihat. Selanjutnya ketiga pipa bekas ini dicat warna putih, agar kelihatan lebih indah dan lebih berwarna. Proses pembuatan rak buku dari pipa bekas ini tidak terlalu rumit dikarenakan beberapa teman peneliti dan juga pegawai perpustakaan ikut serta membantu.
Kegiatan selanjutnya peneliti memasang karpet di lantai agar supaya peserta didik bisa duduk sambil membaca tanpa harus takut kotor. Warna karpet yang dipilih peneliti disesuaikan dengan warna gedung sekolah yakni warna hijau. Selain karpet peneliti juga menyediakan tempat duduk dan tempat penitipan tas, agar peserta didik tidak berdesak-desakan duduk di lantai. Di samping tempat penitipan
tas peneliti menempelkan beberapa kata-kata motivasi yang dapat membangkitkan semangat peserta didik untuk membaca buku.
Peneliti berinisiatif untuk membuat teras baca agar supaya fungsi dari teras perpustakaan bukan hanya digunakan sebagai tempat bermain dan nongkrong saja, tetapi alangkah bagusnya ketika ada kegiatan yang lebih bervariasi yang dilakukan oleh peserta didik, misalnya duduk-duduk di teras sambil membaca buku dan berdiskusi. Buku-buku yang disiapkan di teras baca juga harus bervariasi agar supaya banyak pilihan. Selain itu teras baca bertujuan untuk memberikan suasana baru bagi peserta didik dan juga untuk menghindari rasa bosan.
d. Sosialisasi Program Perpustakaan dan Program Kelas
Pada tahap ini peneliti mulai memublikasikan salah satu program perpustakaan dan program kelas. Salah satu program perpustakaan yang diusulkan oleh peneliti adalah membaca dan meminjam buku di perpustakaan satu kali dalam satu bulan. Peneliti memublikasikan program ini ke kepala perpustakaan dan juga peneliti ke ruang guru dan menemui guru bidang studi bahasa Indonesia. Selanjutnya peneliti ke musala dan memublikasikan langsung ke peserta didik dan memberikan sedikit motivasi tentang pentingnya membaca dan pentingnya program ini. Untuk program kelas sendiri yakni membaca 15 menit sebelum memasuki pelajaran, peneliti hanya bekerja sama dengan guru bidang studi bahasa Indonesia. Jadi setiap ada mata pelajaran bahasa Indonesia peserta didik akan diarahkan untuk ke perpustakaan dulu membaca selama 15 menit sebelum melakukan proses belajar mengajar di kelas. Membaca 15 menit adalah program yang dicanangkan kementerian pendidikan dan kebudayaan dimana program ini mewajibkan peserta didik membca buku selama 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Program
membaca 15 menit ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi peserta didik.
Buku yang dibaca disesuaikan dengan minat peserta didik, bisa buku sejarah, agama, novel dan lain-lain. Indonesia merupakan salah satu Negara yang tingkat literasinya rendah, maka dari itu pendidik bertanggung jawab untuk mengkreasikan berbagai macam program yang dapat membangun minat baca peserta didik atau memberikan sedikit motivasi kepada peserta didik untuk membaca baik atas kesadaran dirinya ataupun terpaksa. Membaca selama 15 menit merupakan salah satu program yang diusulkan oleh peneliti dikarenakan sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa belum menerapkan program tersebut. Peneliti berharap program ini bisa membuat siswa menjadi terbiasa dengan buku dan juga terbiasa berkunjung ke perpustakaan.
e. Seminar Literasi (menumbuhkan minat baca dan menulis peserta didik)
Seminar merupakah suatu pertemuan yang dilakukan sekelompok orang dengan tujuan untuk membahas suatu topik tertentu dan mencari solusi terhadap permasalahan dengan cara interaksi tanya jawab. Salah satu alasan peneliti ingin mengadakan seminar ini adalah agar supaya peserta didik termotivasi untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai kebutuhan. Seminar literasi (menumbuhkan minat baca dan menulis peserta didik) ini diadakah di musala sekolah pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2020, tepatnya jam 14.00. Jumlah peserta didik yang hadir pada seminar ini sekitar 100 orang dan mereka semua adalah anggota OSIM. Peneliti membatasi peserta dikarenakan kondisi musala yang sempit dan hanya bisa menampung sekitar 100 orang. Waktu seminar pun hanya berlangsung 2 jam dikarenakan di antara beberapa peserta didik yang hadir ada yang
jarak rumahnya sangat jauh yang menyebabkan guru khawatir jika harus pulang sangat terlambat.
Selama kegiatan seminar literasi berlangsung peserta didik sangat antusias mendengarkan pemateri. Sebelum pemateri membawakan materinya tak lupa peserta didik diberikan game terlebih dahulu agar mereka lebih bersemangat lagi dan tidak merasa canggung. Selama seminar literasi berlangsung peserta didik mendengarkan dengan saksama dan ada beberapa yang mencatat materi yang disampaikan sambil mempersiapkan pertanyaan yang akan di sampaikan di sesi tanya jawab. Setelah pemateri selesai membawakan materinya, peserta didik pun diberi kesempatan untuk bertanya, dan ada beberapa yang menaikkan tangan akan tetapi jumlah penanya dibatasi dikarenakan waktu terbatas. Yang diberi kesempatan untuk bertanya ada 3 orang yaitu Siti Nuraizah (Kelas VIII.3), Eka Amelia Irfha (Kelas VIII.1), dan yang terakhir Nur Inayah Auliani Musyaf (Kelas VIII.2). Pertanyaan yang pertama coba bacakan salah satu puisi ciptaan kakak sendiri, yang kedua bagaimanakah cara menumbuhkan minat membaca dan menulis, dan yang terakhir apa tujuan diselenggarakannya seminar literasi di sekolah-sekolah. Biodata pemateri pada penelitian ini dapat dilihat pada (lampiran 7).
Adapun isi materi yang disampaikan pada seminar literasi (menumbuhkan
Adapun isi materi yang disampaikan pada seminar literasi (menumbuhkan