BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 4.1.1.1Kondisi Awal
Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi, wawancara dengan guru kelas, menyebar kuesioner ke siswa dan meminta dokumen nilai ulangan siswa. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi awal siswa kelas V B SD Kanisius Sengkan. Observasi dilakukan untuk melihat proses belajar dan mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan permasalahan yaitu rendahnya keaktifan belajar siswa kelas V B SD Kanisius Sengkan. Data tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru kelas V B yang mengatakan bahwa tingkat keaktifan siswa masih kurang ketika pembelajaran monoton. Selain itu, untuk mengetahui kondisi awal keaktifan siswa, peneliti juga menyebar kuesioner. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner diperoleh keaktifan belajar siswa pada kondisi awal yaitu 53,4 termasuk tingkat keaktifan rendah.
Keaktifan belajar siswa yang rendah berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil dokumentasi nilai ulangan siswa, diperoleh data prestasi belajar pada muatan pelajaran IPA pada KD 2.1 siswa kelas V B SD Kanisius Sengkan tahun pelajaran 2014/2015. Kriteria ketuntasan Minimum (KKM) adalah 65. Hasil analisis nilai ulangan yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V B SD Kanisius Sengkan masih banyak yang belum memenuhi KKM. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai ulangan siswa adalah 57,75, sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM adalah 40,62% dan yang masih di bawah KKM adalah 59,38%.
4.1.1.2Siklus I
Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan pada kelas V B SD Kanisius Sengkan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2015 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Oktober 2015. Satu kali pertemuan dilaksanakan selama satu pembelajaran dengan alokasi waktu 2x40 menit. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai observer (pengamat).
1. Perencanaan Tindakan
Perencanaan yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada siklus I. Persiapan yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan perangkat pembelajaran
seperti silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, penghargaan berupa gambar bintang dan hadiah untuk satu kelompok teraktif. Selain itu peneliti menyiapkan instrumen penelitian yaitu lembar observasi dan kuesioner sebagai pengukur keaktifan belajar siswa.
2. Pelaksanaan Tindakan a. Pertemuan 1
Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2015 dengan alokasi waktu 2x40 menit. Pembelajaran pada pertemuan pertama tentang bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya secara umum kemudian mendetail pada bagian tumbuhan yang befungsi sebagai pembuat makanan.
1) Kegiatan Awal
Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, meminta perwakilan siswa untuk memimpin doa, dan menanyakan kabar siswa. Setelah itu guru mengabsen siswa, pada pertemuan ini ada satu siswa yang tidak masuk karena sakit. Selanjutnya guru melakukan kegiatan apersepsi, orientasi, dan motivasi. Kegiatan apersepsi dilakukan dengan melakukan tanya-jawab, siswa yang aktif menjawab atau bertanya akan diberi poin berupa bintang. Kegiatan orientasi dilakukan dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan motivasi dilakukan dengan guru membangkitkan
semangat siswa menanyakan “mana semangatmu?” dan melalui permainan sederhana untuk menyiapkan konsentrasi siswa.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru melakukan pembelajaran sesuai rencana pembelajaran yang sudah dirancang yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model pembelajaran STAD ini secara keseluruhan belajar dalam kelompok. Jadi guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok, guru membagi siswa menjadi delapan kelompok masing-masing kelompok terdiri dari lima siswa secara heterogen berdasarkan tingkat prestasi dan jenis kelamin. Setelah itu siswa duduk bersama anggota kelompok dan guru membagian LKS kepada siswa. Guru menjelaskan sedikit materi yang akan dipelajari hari ini, kemudian guru memberi batasan materi supaya di dalam kelompok masing-masing mendiskusikan batasan materi yang diminta (terlampir pada LKS). Di dalam kelompok, siswa saling berdiskusi dan mengerjakan LKS pada kelompok masing-masing. yang sudah dibagikan pada tiap kelompok. Setelah semua kelompok menyelesaikan dan menyampaikan pendapat tiap kelompok berdasarkan hasil diskusi di dalam kelompok, guru
memberikan kuis lisan. Kuis secara lisan ini bertujuan untuk berlomba mengumpulkan skor dengan mendapatkan bintang. Yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan bintang. Peraturannya adalah harus mengangkat tangan dahulu sebelum menjawab, dan guru yang akan memilih yang mengangkat tangan pertama kali.
Langkah berikutnya yaitu pemberian penghargaan kelompok. Pada tahap ini, guru dan siswa menghitung poin yang diperoleh masing-masing kelompok selama proses pembelajaran. Kelompok yang memperoleh poin paling banyak mendapatkan hadiah berupa bolpoin dari guru.
3) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, siswa dan guru bersama-sama menarik kesimpulan dan refleksi. Selanjutnya salah satu siswa memimpin berdoa, dan mengucapkan salam.
b. Pertemuan 2
Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Oktober 2015 dengan alokasi waktu 2x 40 menit. Pembelajaran pada pertemuan kedua ini tentang pengertian fotosintesis dan bahan-bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis.
1) Kegiatan Awal
Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, meminta perwakilan siswa untuk memimpin doa, dan menanyakan kabar siswa. Setelah itu guru mengabsen siswa, pada pertemuan ini ada tiga siswa yang tidak masuk karena sakit. Selanjutnya guru melakukan kegiatan apersepsi, orientasi, dan motivasi. Kegiatan apersepsi dilakukan dengan melakukan tanya-jawab, siswa yang aktif menjawab atau bertanya akan diberi poin berupa bintang. Kegiatan orientasi dilakukan dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan motivasi dilakukan dengan menanyakan “mana semangatmu?” dan dengan mengajak siswa tepuk kanisius.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru melakukan pembelajaran sesuai rencana pembelajaran yang sudah dirancang yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tipe pembelajaran STAD ini secara keseluruhan belajar dalam kelompok. Jadi guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok, guru membagi siswa menjadi delapan kelompok masing-masing kelompok terdiri dari lima siswa
secara heterogen berdasarkan tingkat prestasi dan jenis kelamin (kelompok sama dengan yang sudah dibagi pada pertemuan pertama). Setelah itu siswa duduk bersama anggota kelompok dan guru memberi batasan materi untuk di diskusikan di dalam kelompok. Guru menjelaskan sedikit materi yang akan dipelajari pada hari ini. Kemudian guru memberikan batasan materi yang disampaikan tentang pengertian fotosintesis dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses fotosintesis. Setelah diskusi dalam kelompok, siswa diberi waktu sebentar untuk belajar mengenai hasil diskusi di dalam kelompok dan guru memberikan kuis secara lisan. Kuis secara lisan ini bertujuan untuk berlomba mengumpulkan skor dengan mendapatkan bintang. Peraturannya adalah harus mengangkat tangan dahulu sebelum menjawab, dan guru yang akan memilih yang mengangkat tangan pertama kali. Kemudian setelah kuis selesai, siswa mengerjakan soal evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur seberapa pehamaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari. Dan juga mengisi kuesioner keaktifan siswa.
3) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, guru meminta siswa menulis kesimpulan dan refleksi pembelajaran, memberi apresiasi
kepada siswa dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui ketercapaian indikator. Salah satu siswa memimpin berdoa, dan mengucapkan salam.
3. Observasi
Observasi pada penelitian ini dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan oleh peneliti dan rekan peneliti. Jadi pengamatnya adalah peneliti dan rekan peneliti. Pengamat mengamati proses pembelajaran dan mengamati keaktifan belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan mengisi lembar observasi untuk melihat adanya peningkatan atau tidak keaktifan belajar siswa. Cara mengisi lembar observasi adalah dengan memberikan tanda checklist pada indikator yang sesuai dengan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Berikut ini hasil observasi dan kuesioner siklus I:
Tabel 4.1 Hasil Observasi Keaktifan Belajar Siklus I
No Nama Pengamat 1 Pengamat 2 Skor Kategori 1. LDKS 100 85,71 92,86 Tinggi 2. 3. KDP 100 100 100 Tinggi 4. 5. AAPA 100 100 100 Tinggi 6. BGPA 85,71 85,71 85,71 Tinggi 7. LNY 71,43 42,86 57,14 Sedang 8. EIR 71,43 71,43 71,43 Tinggi 9. FSAR 71,43 71,43 71,43 Tinggi 10. FBK 57,14 85,71 71,43 Tinggi 11. FDGP 85,71 85,71 85,71 Tinggi
No Nama Pengamat 1 Pengamat 2 Skor Kategori 12. LRO 57,14 57,14 57,14 Sedang 13. MDAM 57,14 57,14 57,14 Sedang 14. NAP 85,71 71,43 78,57 Tinggi 15. NTW 57,14 57,14 57,14 Sedang 16. GLG 71,43 71,43 71,43 Tinggi 17. 18. TNLC 71,43 85,71 78,57 Tinggi 19. AN 71,43 57,14 64,29 Sedang 20. OFW 57,14 71,43 64,29 Sedang 21. ASF 71,43 71,43 71,43 Tinggi 22. AARY 0 14,29 7,14 Rendah 23. AAP 100 85,71 92,86 Tinggi 24. CBS 71,43 85,71 78,57 Tinggi 25. CLCE 57,14 57,14 57,14 Sedang 26. ENAC 71,43 85,71 78,57 Tinggi 27. EVC 42,86 71,43 57,14 Sedang 28. DDE 42,86 57,14 50 Rendah 29. LEMERDM 71,43 71,43 71,43 Tinggi 30. NEB 57,14 71,43 64,29 Sedang 31. NSR 71,43 42,86 57,14 Sedang 32. RJDS 85,71 85,71 85,71 Tinggi 33. SMPBH 71,43 57,14 64,29 Sedang 34. YPERW 71,43 71,43 71,43 Tinggi 35. MAAN 57,14 57,14 57,14 Sedang 36. NGRH 85,71 100 92,86 Tinggi 37. EH 57,14 57,14 57,14 Sedang 38. GYA 71,43 57,14 64,29 Sedang 39. NHW 85,71 71,43 78,57 Tinggi 40. IGPD 85,71 85,71 85,71 Tinggi
Berdasarkan tabel 4.1 tentang hasil observasi keaktifan belajar siklus I dari pengamat 1 dan pengamat 2 diperoleh hasil ada 2 siswa yang termasuk kategori rendah keaktifan belajarnya, 14 siswa yang termasuk kategori sedang keaktifan belajarnya, dan 21 siswa yang termasuk kategori tinggi tingkat keaktifan belajarnya.
Tabel 4.2 Hasil Isian Kuesioner Keaktifan Belajar Siklus I
No Nama Skor Kategori
1. LDKS 81,33 Tinggi 2. 3. KDP 72 Tinggi 4. 5. AAPA 80 Tinggi 6. BGPA 72 Tinggi 7. LNY 56 Sedang 8. EIR 64 Sedang 9. FSAR 61,33 Sedang 10. FBK 65,33 Sedang 11. FDGP 61,33 Sedang 12. LRO 66,67 Tinggi 13. MDAM 72 Tinggi 14. NAP 65,33 Sedang 15. NTW 72 Tinggi 16. GLG 66,67 Tinggi 17. 18. TNLC 60 Sedang 19. AN 85,33 Tinggi 20. OFW 84 Tinggi 21. ASF 66,67 Tinggi 22. AARY 74,67 Tinggi 23. AAP 70,67 Tinggi 24. CBS 62,67 Sedang 25. CLCE 88 Tinggi 26. ENAC 69,33 Tinggi 27. EVC 68 Tinggi 28. DDE 96 Tinggi 29. LEMERDM 60 Sedang 30. NEB 54,67 Rendah 31. NSR 76 Tinggi 32. RJDS 72 Tinggi 33. SMPBH 73,33 Tinggi 34. YPERW 62,67 Sedang 35. MAAN 74,64 Tinggi 36. NGRH 62,67 Sedang 37. EH 70,67 Tinggi 38. GYA 90,67 Tinggi
No Nama Skor Kategori 39. NHW 65,33 Sedang 40. IGPD 56 Sedang Berdasarkan tabel 4.2 tentang hasil kuesioner keaktifan belajar siklus I diperoleh hasil ada 1 siswa yang masih termasuk kategori rendah keaktifan belajarnya, 13 siswa yang termasuk kategori sedang keaktifan belajarnya, dan 23 siswa yang termasuk kategori tinggi tingkat keaktifan belajarnya.
4. Refleksi
Kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada muatan pelajaran IPA di kelas VB SD Kanisius Sengkan berjalan sesuai dengan rencana. Namun, masih ada beberapa masalah saat pembelajaran berlangsung misalnya saat pembagian kelompok terdapat kelompok yang tidak senang dengan teman kelompoknya, ada pula siswa yang ramai dan kurang memperhatikan ketika guru sedang memberikan penjelasan maupun instruksi karena mereka tidak terbiasa belajar secara kelompok, dan juga ada beberapa kegiatan yang terlewati atau tidak dilaksanakan dalam pembelajaran. Ada juga beberapa siswa yang di dalam kelompoknya bermain, berbicara dengan teman kelompoknya sehingga waktu tersita untuk menegur siswa yang ramai. Siswa terlihat individualis terbukti ketika mengerjakan LKS maupun diskusi dalam kelompok hanya beberapa saja yang ikut serta dalam diskusi ataupun mengerjakan
LKS sedangkan anggota lainnya hanya diam bahkan ada yang asyik bermain.
Pada siklus I ini keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa meningkat dari kondisi awal. Keaktifan belajar siswa berdasarkan hasil observasi dan kuesioner yang semula 53,4 (rendah) meningkat menjadi 70,4 (tinggi). Sedangkan kriteria keberhasilan skor keaktifan belajar yang peneliti targetkan sebesar 70. Hal ini menunjukkan keaktifan belajar siswa sudah baik karena sudah meningkat dan melebihi target. Prestasi belajar siswa pada kondisi awal nilai rata-rata 57,75 dengan persentase ketuntasan 40,62%, pada siklus I meningkat menjadi 70,6 dengan persentase ketuntasan 67,57%. Sedangkan kriteria keberhasilan prestasi belajar yang peneliti targetkan yaitu 68 untuk nilai rata-rata dan 65% untuk persentase ketuntasan. Hal ini menunjukkan prestasi belajar siswa sudah baik karena sudah meningkat dan melebihi target.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa kelas V B SD Kanisius Sengkan sudah meningkat dan sudah memenuhi target dan layak untuk dihentikan. Namun, penelitian ini sudah di desain untuk dua siklus, sehingga peneliti melanjutkan penelitian pada siklus II.
4.1.1.3Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan pada kelas V B SD Kanisius Sengkan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 2 November 2015 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 4 November 2015. Satu kali pertemuan dilaksanakan selama satu pembelajaran dengan alokasi waktu 2x40 menit. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai observer (pengamat).
1. Perencanaan Tindakan
Perencanaan yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada siklus II. Persiapan yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, dan penghargaan berupa bintang dan hadiah untuk satu kelompok teraktif. Selain itu peneliti menyiapkan instrumen penelitian yaitu lembar observasi dan kuesioner sebagai pengukur keaktifan belajar siswa.
2. Pelaksanaan Tindakan a. Pertemuan 1
Pertemuan pertama pada siklus II dilaksanakan pada hari Senin, 2 November 2015 dengan alokasi waktu 2x40 menit. Materi IPA pada siklus II pertemuan pertama yaitu cara tumbuhan hijau membuat makanan.
1) Kegiatan Awal
Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, meminta perwakilan siswa untuk memimpin doa, dan menanyakan kabar siswa. Setelah itu guru mengabsen siswa, pada pertemuan ini ada satu siswa yang tidak masuk karena sakit. Selanjutnya guru melakukan kegiatan apersepsi, orientasi, dan motivasi. Kegiatan apersepsi dilakukan dengan melakukan tanya-jawab, siswa yang aktif menjawab atau bertanya akan diberi poin berupa bintang. Kegiatan orientasi dilakukan dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan motivasi dilakukan dengan guru membangkitkan semangat siswa dengan menanyakan “mana semangatmu?” dan juga melalui tepuk konsentrasi.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru melakukan pembelajaran sesuai rencana pembelajaran yang sudah dirancang yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model pembelajaran STAD ini secara keseluruhan belajar dalam kelompok. Jadi guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok, guru membagi siswa menjadi delapan
kelompok masing-masing kelompok terdiri dari lima siswa secara heterogen berdasarkan tingkat prestasi dan jenis kelamin (kelompok sama dengan yang sudah dibentuk pada siklus I). Setelah itu siswa duduk bersama anggota kelompok dan guru membagian LKS kepada siswa. Sebelum mengerjakan LKS di dalam kelompok, guru menampilan terlebih dahulu video tentang cara tumbuhan hijau membuat makanan (fotosintensis). Video tersebut dijadikan acuan dalam mengerjakan soal LKS yang sudah dibagikan dalam kelompok. Di dalam kelompok, siswa saling berdiskusi pada kelompok masing-masing dan mengerjakan soal LKS yang sudah dibagikan pada tiap kelompok. Setelah semua kelompok menyelesaikan dan menyampaikan pendapat tiap kelompok berdasarkan hasil diskusi di dalam kelompok, guru memberikan kuis lisan. Kuis secara lisan ini bertujuan untuk berlomba mengumpulkan skor dengan mendaptkan bintang. Yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan bintang. Peraturannya adalah harus mengangkat tangan dahulu sebelum menjawab, dan guru yang akan memilih yang mengangkat tangan pertama kali.
Langkah berikutnya yaitu pemberian penghargaan kelompok. Pada tahap ini, guru dan siswa menghitung poin yang diperoleh masing-masing kelompok selama proses pembelajaran dan poin kuis. Kelompok yang memperoleh poin paling banyak mendapatkan hadiah berupa penghapus dari guru.
3) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, siswa dan guru menarik kesimpulan bersama-sama dan refleksi, memberi apresiasi kepada siswa dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui ketercapaian indikator. Kemudian guru meminta salah satu siswa untuk mempimpin berdoa, dan mengucapkan salam.
b. Pertemuan 2
Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada hari Rabu,4 November 2015 dengan alokasi waktu 2x40 menit. Materi IPA pada siklus II pertemuan pertama yaitu tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan.
1) Kegiatan Awal
Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, meminta perwakilan siswa untuk memimpin doa, dan menanyakan kabar siswa. Setelah itu guru mengabsen siswa, pada pertemuan ini ada empat
siswa yang tidak masuk karena sakit. Selanjutnya guru melakukan kegiatan apersepsi, orientasi, dan motivasi. Kegiatan apersepsi dilakukan dengan melakukan tanya-jawab, siswa yang aktif menjawab atau bertanya akan diberi poin berupa stiker. Kegiatan orientasi dilakukan dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan motivasi dilakukan dengan guru membangkitkan semangat siswa melalui permainan konsentrasi.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru melakukan pembelajaran sesuai rencana pembelajaran yang sudah dirancang yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model pembelajaran STAD ini secara keseluruhan belajar dalam kelompok. Jadi guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Dalam pembagian kelompok, guru membagi siswa menjadi delapan kelompok masing-masing kelompok terdiri dari lima siswa secara heterogen berdasarkan tingkat prestasi dan jenis kelamin (kelompok sama dengan yang sudah dibentuk pada siklus I). Setelah itu siswa duduk bersama anggota kelompok dan guru memberi batasan materi untuk di diskusikan di dalam kelompok. Guru
menjelaskan terlebih dahulu materi yang akan dipelajari. Kemudian guru memberikan batasan materi tentang empat tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan dan contoh tumbuhannya. Setiap kelompok berdiskusi bersama. Setelah diskusi dalam kelompok, guru memberikan kuis secara lisan. Kuis secara lisan ini bertujuan untuk berlomba mengumpulkan skor dengan mendaptkan bintang. Yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan bintang. Peraturannya adalah harus mengangkat tangan dahulu sebelum menjawab, dan guru yang akan memilih yang mengangkat tangan pertama kali. Kemudian setelah kuis selesai, siswa mengerjakan soal evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur seberapa pehamaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari. dan juga siswa mengisi kuesioner keaktifan. 3) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, guru meminta siswa menulis kesimpulan dan refleksi pembelajaran, memberi apresiasi kepada siswa dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui ketercapaian indikator. Salah satu siswa memimpin berdoa, dan mengucapkan salam.
3. Observasi
Observasi pada penelitian ini dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan oleh peneliti dan rekan peneliti. Peneliti mengamati proses pembelajaran dan juga keaktifan siswa ketika mengikuti pembelajaran berlangsung. Rekan peneliti juga mengamati keaktifan belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan mengisi lembar pengamatan untuk melihat adanya peningkatan atau tidaknya keaktifan belajar siswa. Berikut ini adalah hasil observasi dan kuesioner siklus II.
Tabel 4.3 Hasil Observasi Keaktifan Belajar Siklus II
No Nama Pengamat 1 Pengamat 2 Skor Kategori 1. LDKS 2. ZPT 85,71 85,71 85,71 Tinggi 3. KDP 100 100 100 Tinggi 4. ADS 57,14 71,43 64,29 Sedang 5. AAPA 100 100 100 Tinggi 6. BGPA 71,43 71,43 71,43 Tinggi 7. LNY 85,71 85,71 85,71 Tinggi 8. EIR 85,71 85,71 85,71 Tinggi 9. FSAR 100 100 100 Tinggi 10. FBK 85,71 85,71 85,71 Tinggi 11. FDGP 85,71 85,71 85,71 Tinggi 12. LRO 57,14 57,14 57,14 Sedang 13. MDAM 100 100 100 Tinggi 14. NAP 85,71 85,71 85,71 Tinggi 15. NTW 71,43 71,43 71,43 Tinggi 16. GLG 85,71 85,71 85,71 Tinggi 17. RYE 71,43 71,43 71,43 Tinggi 18. TNLC 85,71 85,71 85,71 Tinggi 19. AN 57,14 57,14 57,14 Sedang
No Nama Pengamat 1 Pengamat 2 Skor Kategori 20. OFW 100 100 100 Tinggi 21. ASF 71,43 71,43 71,43 Tinggi 22. AARY 71,43 100 85,71 Tinggi 23. AAP 85,71 85,71 85,71 Tinggi 24. CBS 25. CLCE 100 100 100 Tinggi 26. ENAC 85,71 85,71 85,71 Tinggi 27. EVC 71,43 71,43 71,43 Tinggi 28. DDE 85,71 85,71 85,71 Tinggi 29. LEMERDM 30. NEB 100 100 100 Tinggi 31. NSR 42,86 57,14 50 Rendah 32. RJDS 71,43 71,43 71,43 Tinggi 33. SMPBH 85,71 71,43 78,57 Tinggi 34. YPERW 57,14 71,43 64,29 Sedang 35. MAAN 71,43 57,14 64,29 Sedang 36. NGRH 85,71 85,71 85,71 Tinggi 37. EH 38. GYA 100 100 100 Tinggi 39. NHW 71,43 71,43 71,43 Tinggi 40. IGPD 85,71 85,71 85,71 Tinggi
Berdasarkan tabel 4.3 tentang hasil observasi keaktifan belajar siklus II dari pengamat 1 dan pengamat 2 diperoleh hasil ada 1 siswa yang termasuk kategori rendah keaktifan belajarnya, 5 siswa yang termasuk kategori sedang keaktifan belajarnya, dan 30 siswa yang termasuk kategori tinggi tingkat keaktifan belajarnya. Tabel 4.4 Hasil Isian Kuesioner Keaktifan Belajar Siklus II
No Nama Skor Kategori
1. LDKS
2. ZPT 78,67 Tinggi 3. KDP 66,67 Tinggi 4. ADS 85,33 Tinggi
No Nama Skor Kategori 5. AAPA 77,33 Tinggi 6. BGPA 78,67 Tinggi 7. LNY 76 Tinggi 8. EIR 84 Tinggi 9. FSAR 85,33 Tinggi 10. FBK 53,33 Rendah 11. FDGP 74,67 Tinggi 12. LRO 77,33 Tinggi 13. MDAM 86,67 Tinggi 14. NAP 74,67 Tinggi 15. NTW 76 Tinggi 16. GLG 77,33 Tinggi 17. RYE 80 Tinggi 18. TNLC 69,33 Tinggi 19. AN 82,67 Tinggi 20. OFW 88 Tinggi 21. ASF 78,67 Tinggi 22. AARY 80 Tinggi 23. AAP 64 Sedang 24. CBS 25. CLCE 80 Tinggi 26. ENAC 81,33 Tinggi 27. EVC 84 Tinggi 28. DDE 90,67 Tinggi 29. LEMERDM 30. NEB 64 Sedang 31. NSR 78,67 Tinggi 32. RJDS 74,67 Tinggi 33. SMPBH 66,67 Tinggi 34. YPERW 84 Tinggi 35. MAAN 84 Tinggi 36. NGRH 85,33 Tinggi 37. EH 38. GYA 88 Tinggi 39. NHW 73,33 Tinggi 40. IGPD 57,33 Sedang
Berdasarkan tabel 4.4 tentang hasil kuesioner keaktifan belajar siklus II diperoleh hasil ada 1 siswa yang masih termasuk
kategori rendah keaktifan belajarnya, 3 siswa termasuk kategori sedang keaktifan belajarnya, dan 32 siswa yang termasuk kategori tinggi keaktifan belajarnya. Jadi, dapat disimpulkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini terbukti dari siklus I ke siklus II siswa yang termasuk kategori tinggi keaktifan belajarnya selalu meningkat dari 23 menjadi 32 siswa.
4. Refleksi
Kegiatan pembelajaran pada siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada muatan pelajaran IPA di kelas V B SD Kanisius Sengkan berjalan sesuai dengan rencana. Suasana kondusif ketika pembelajaran karena guru memberikan poin berupa gambar bintang kepada kelompok yang memperhatikan instruksi dari guru. Masing-masing anggota kelompok menerima anggota kelompok yang lain sehingga dapat mengerjakan tugas kelompok dengan baik.
Pada siklus II ini keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa meningkat dari siklus I. Keaktifan belajar siswa berdasarkan hasil observasi dan kuesioner pada siklus I 70,4 meningkat pada siklus II menjadi 79,4 (tinggi). Sedangkan kriteria keberhasilan keaktifan belajar yang peneliti targetkan sebesar 75. Hal ini menunjukkan keaktifan belajar siswa sudah baik karena sudah meningkat dan melebihi target. Prestasi belajar siswa berdasarkan
hasil rata-rata nilai soal evaluasi pada siklus I 70,6 dengan persentase ketuntasan 67,57 %, pada siklus II meningkat menjadi 73,6 dengan persentase ketuntasan 86.1%. Sedangkan kriteria keberhasilan prestasi belajar yang peneliti targetkan yaitu 70 untuk nilai rata-rata dan 75% untuk persentase ketuntasan. Hal ini menunjukkan prestasi belajar siswa sudah baik karena sudah meningkat dan melebihi target.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa kelas V B SD Kanisius Sengkan sudah meningkat dan sudah memenuhi target dan layak untuk dihentikan. Maka peneliti menghentikan penelitian pada siklus II.
4.1.2 Data Keaktifan Belajar
4.1.2.1Data Keaktifan Belajar Kondisi Awal 1. Observasi
Observasi kondisi awal dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Oktober 2015. Berikut adalah hasil observasi keaktifan belajar