BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.7.1 Validitas
6,7,9,12,17, 18,19
3.7Teknik Pengujian Instrumen (Validitas dan Reliabilitas)
Data penelitian yang telah diperoleh agar mempunyai kualitas yang cukup tinggi, maka alat yang dapat digunakan untuk mengambil data harus memenuhi syarat sebagai alat pengukur yang baik.
3.7.1 Validitas
Masidjo (2010:242) mengemukakan bahwa validitas adalah taraf dimana sampai suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang akan diukur, sehingga diperlukan uji validitas. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud.Menurut Sanjaya (2009:41) validitas lebih ditekankan pada ketepatan alat ukur sebagai instrumen penelitian. Suatu instrumen adalah tepat untuk digunakan sebagai ukuran suatu konsep jika memiliki tingkat validitas yang tinggi. Sebaliknya, validitas rendah mencerminkan bahwa instrumen kurang tepat untuk diterapkan. Menurut Azwar (2008:45), uji validitas terdiri dari tiga macam, yaitu validitas konstruk (construct validity), validitas isi (content validity), dan validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity).
Dalam menguji validitas konstruk (construct validity), peneliti menggunakan para ahli (judgment experts) untuk diminta pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Para ahli nantinya akan memberikan keputusan apakah instrumen dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan, atau tidak dapat diujicobakan pada sampel dari populasi yang diambil. Pada validitas isi (content validity), pengujian validitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara instrumen dengan materi yang diajarkan. Selain itu, pengujian butir-butir soal juga dikonsultasikan dengan para ahli, kemudian diujicobakan, dan dianalisis. Sedangkan validitas yang berhubungan dengan kriteria (criterion-related validity) adalah validitas yang dilihat dengan membandingkan suatu variabel yang diketahui atauyang dipercaya dapat digunakan untuk mengukur suatu atribut tertentu (Azwar, 2008:45-50).
Peneliti menggunakan validitas konstruk dan validitas isi. Validitas konstruk pada penelitian ini adalah terdapat pada kisi-kisi soal. Peneliti memvalidasi kisi-kisi dengan cara expert judgment. Expert Judgment adalah menguji instrumen kepada ahli. Peneliti memvalidasi RPP, LKS, dan bahan ajar kepada guru IPA, kepala sekolah dan dosen yang mengampu mata kuliah yang berhubungan mata pelajaran IPA. Selain menggunakan validitas konstruk, peneliti juga menggunakan validitas isi. Validitas isi pada
penelitian ini terdapat pada 30 soal. Soal yang sudah diujikan di lapangan dapat dihitung validitasnya dengan rumus korelasi product moment.
3.7.1.1 Validasi Instrumen Soal
Instrumen prestasi belajar siswa berupa soal pilihan ganda. Peneliti membuat 30 soal pilihan ganda materi bagian tumbuhan dan fungsinya (khususnya pada pembuatan makanan) untuk digunakan di siklus I. Peneliti juga membuat 30 soal pilihan ganda materi proses fotosintesis dan tempat menyimpan cadangan makanan pada tumbuhan untuk digunakan siklus II. Soal diujikan kepada 30 siswa kelas VIA SD Kanisius Sengkan yang sudah pernah mengalami dan belajar materi tersebut di kelas V. Rincian pedoman penskoran yaitu jika benar mendapatkan skor 1 dan jika salah mendapatkan skor 0. Lalu hasil soal evaluasi dihitung dengan program SPSS 16 sehingga dapat diperoleh soal soal pilihan ganda yang valid. SPPS adalah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik secara sistem manajemen data pada lingkungan grafis yang memiliki menu deskriptif dan kotak dialog yang mudah dipahami (Ariyanto, 2006:2).
Data soal yang valid pada siklus I adalah 15 soal. Data soal yang valid pada siklus II adalah 13 soal. Soal
yang tidak valid direvisi. Berikut ini hasil dari validitas siklus I dan siklus II.
Tabel 3.11 Hasil Validitas Soal Siklus I No r hitung Taraf Sig 5% r tabel (n=30) Keputusan 1. 1 0,361 Tidak Valid 2. 0,134 0,361 Tidak Valid 3. 0,009 0,361 Tidak Valid 4. 1,000 0,361 Valid 5. 0,082 0,361 Tidak Valid 6. 0,134 0,361 Tidak Valid 7. 0,124 0,361 Tidak Valid 8. 0,935 0,361 Valid 9. 0,134 0,361 Tidak Valid 10. 0,296 0,361 Tidak Valid 11. 0,134 0,361 Tidak Valid 12. 1,000 0,361 Valid 13. 0,935 0,361 Valid 14. 1,000 0,361 Valid 15. 0,413 0,361 Valid 16. 0,396 0,361 Valid 17. 0,071 0,361 Tidak Valid 18. 0,055 0,361 Tidak Valid 19. 0,473 0,361 Valid 20. 0,009 0,361 Tidak Valid 21. 0,126 0,361 Tidak Valid 22. 0,473 0,361 Valid 23. 0,055 0,361 Tidak Valid 24. 0,062 0,361 Tidak Valid 25. 0,535 0,361 Valid 26. 0,535 0,361 Valid 27. 0,935 0,361 Valid 28. 0,935 0,361 Valid 29. 0,473 0,361 Valid 30. 1,000 0,361 Valid
Tabel 3.12 Hasil Validitas Soal Siklus II No r hitung Taraf Sig 5% r tabel (n=30) Keputusan 1. 1 0,361 Tidak Valid 2. 0,134 0,361 Tidak Valid 3. 0,067 0,361 Tidak Valid 4. 0,535 0,361 Valid 5. 0,067 0,361 Tidak Valid 6. 0,067 0,361 Tidak Valid 7. 0,138 0,361 Tidak Valid 8. 0,935 0,361 Valid 9. 1,000 0,361 Valid 10. 0,935 0,361 Valid 11. 0,336 0,361 Tidak Valid 12. 0,134 0,361 Tidak Valid 13. 0,935 0,361 Valid 14. 1,000 0,361 Valid 15. 0,408 0,361 Valid 16. 0,401 0,361 Valid 17. 0,067 0,361 Tidak Valid 18. 1,000 0,361 Valid 19. 0,535 0,361 Valid 20. 0,029 0,361 Tidak Valid 21. 0,134 0,361 Tidak Valid 22. 0,467 0,361 Valid 23. 0,067 0,361 Tidak Valid 24. 0,033 0,361 Tidak Valid 25. 0,267 0,361 Tidak Valid 26. 0,535 0,361 Valid 27. 0,935 0,361 Valid 28. 0,267 0,361 Tidak Valid 29. 0,134 0,361 Tidak Valid 30. 0,333 0,361 Tidak Valid
3.7.1.2 Validasi instrumen keaktifan dan perangkat pembelajaran Pada penelitian ini akan meneliti dua variabel yaitu keaktifan dan prestasi belajar. Untuk mengamati keaktifan belajar dalam pembelajaran diperlukan instrumen sebagai pedoman dalam melakukan penelitian. Instrumen keaktifan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Selain itu juga, dalam penlitian memerlukan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan komponen penting dalam kegiatan pembelajaran. Instrumen keaktifan dan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti mengalami validasi sebelum digunakan dalam kegiatan penelitian. Validasi pembelajaran ini dilakukan melalui validator atau ahli. Validasi dilakukan dengan cara dikonsultasikan kepada tiga ahli yaitu selaku dosen IPA, kepala SD Kanisius Sengkan, dan guru IPA kelas VB. Instrumen keaktifan meliputi lembar observasi dan kuesioner. Dan perangkat pembelajaran yang dimaksud meliputi silabus, RPP, LKS, bahan ajar, dan soal evaluasi.
Tabel 3.13 Kriteria Validasi (Tampubolon, 2013:35) Nilai Keterangan 0-20 Sangat kurang layak 21-40 Kurang layak 41-60 Cukup layak
61-80 Layak
Setelah divalidasikan kepada tiga orang ahli, maka diperoleh hasil penghitungan dalam tabel berikut:
Tabel 3.14 Hasil rata-rata validasi instrumen keaktifan No Instrumen
keaktifan
Validator Hasil
1. Lembar observasi Dosen IPA 75 Kepala SD Kanisius Sengkan 83,3 Guru IPA kelas VB 83,3
Rata-rata 80,5
2. Kuesioner Dosen IPA 72,2
Kepala SD Kanisius Sengkan 80,5 Guru IPA kelas VB 75
Rata-rata 75,9
Rata-rata total 79,6
Setelah divalidasi kepada tiga orang ahli tersebut, didapatkan hasil dari validasi instrumen keaktifan dengan rincian rata-rata skor lembar observasi sebesar 80,5 dinyatakan dengan kriteria “layak”, rata-rata skor kuesioner sebesar 75,9 dinyatakan “layak”. Dari hasil rincian tersebut, diperoleh rata-rata skor total sebesar 79,6 yang menunjukkan kriteria “layak” dari kedua instrumen keaktifan yang akan digunakan untuk penelitian.
Tabel 3.15 Hasil rata-rata Validasi perangkat pembelajaran
No Perangkat
pembelajaran Validator Hasil
1 Silabus Dosen IPA 75
Kepala SD Kanisius Sengkan 75 Guru IPA kelas VB 75
Rata-rata 75
2 RPP Dosen IPA 79,7
Kepala SD Kanisius Sengkan 77,3 Guru IPA kelas VB 88,1
No Perangkat
pembelajaran Validator Hasil
3 LKS Dosen IPA 67,8
Kepala SD Kanisius Sengkan 82,1 Guru IPA kelas VB 71,4
Rata-rata 73,7
4 Bahan ajar Dosen IPA 82,1 Kepala SD Kanisius Sengkan 82,1 Guru IPA kelas VB 71,4
Rata-rata 78,5
5 Soal evaluasi Dosen IPA 78,1 Kepala SD Kanisius Sengkan 81,2 Guru IPA kelas VB 81,2
Rata-rata 80,1
Rata-rata total 77,8
Setelah divalidasi kepada tiga orang ahli tersebut, didapatkan hasil dari validasi perangkat pembelajaran dengan rincian rata-rata skor silabus sebesar 75 dinyatakan dengan kriteria “layak”, rata-rata RPP skor sebesar 81,7 dinyatakan “sangat layak”, rata-rata LKS skor sebesar 73,7 dinyatakan dengan kriteria “layak”, rata-rata bahan ajar skor sebesar 78,5 dinyatakan dengan kriteria “layak”, soal evaluasi skor sebesar 80,1 dinyatakan dengan kriteria “layak”. Dari hasil rincian tersebut, diperoleh rata-rata skor total sebesar 77,8 yang menunjukkan kriteria “layak” dari seluruh komponen perangkat pembelajaran. Dari hasil tersbut dapat dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran layak dan baik digunakAn dalam pembelajaran IPA.