BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2) Keterampilan Proses
Menurut Indrawati (1993) (dalam Susanto, 2013 :9) menyebutkan ada enam aspek keterampilan proses, yang meliputi : observasi, klasifikasi, pengukuran, mengomunikasikan, memberikan penjelasan atau interpretasi terhadap suatu pengamatan dan melakukan eksperimen.
3) Sikap
(Deni Kurniawan, 2014:11) Ranah afektif merujuk pada hasil belajar yang berupa kepekaan rasa atau emosi. Sikap merujuk pada perbuatan, perilaku, atau tindakan seseorang. Adapun kesimpulan penulis tentang bentuk-bentuk belajar yaitu pemahaman konsep, keterampilan proses, dan sikap anak dalam menangkap materi pembelajaran.
e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut Wasliman (2007) (dalam Susanto 2013 :12) membedakan
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar :
a) Faktor Internal; faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi: kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
b) Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat marit keadaan ekonominya, pertengakaran suami istri, perhatian orang tua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang baikdari orang tua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik.
Kualitas pengajaran disekolah sangat ditentukan oleh guru,
sebagaimana dikemukakan oleh Wina Sanjaya (2006) (dalam Susanto, 2013:
13), bahwa guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam
B. Kerangka Pikir
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor tersebut
terdiri atas faktor internal maupun eksternal. Karena itu untuk meningkatkna hasil
belajar siswa, guru perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar siswa baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Faktor internal meliputi faktor jasmaniah (mencakup faktor kesehatan,
cacat tubuh), faktor psikologis (mencakup intelegensi, perhatian, minat, bakat,
motif, kemantangan, kesiapan) dan faktor kelelahan. Sedangkan faktor ekstrenal
meliputi faktor keluarga (mencakup cara orang tua mendidik, relasi antar anggota
keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, dan latar belakang
kebudayaan), faktor sekolah meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru
dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu
sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan
tugas rumah dan faktor masyarakat (mencakup kegiatan siswa dalam masyarakat,
media masa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
Seorang siswa yang belajar dengan motivasi belajar ekstrinsik yang tinggi
akan mendapatkan hasil belajar yang bagus dibandingkan dengan siswa yang
belajar tanpa motivasi. Motivasi ekstrinsik siswa akan menjadi pendorong dalam
rangka meningkatkan kemampuan siswa memahami materi pelajaran.
Berdasarkan uraian tersebut, maka kerangka pikir dalam penelitian ini
24
Gambar Skema kerangka berpikir siswa
C. Hipotesis Penelitian
Dari kajian pustaka dan kerangka pikir diatas dapat diajukan hipotesis
penelitian sebagai berikut: Ada pengaruh motivasi belajar ekstrinsik dalam aspek
membaca puisi baru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa
indonesia kelas
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD NEGERI BAREMBENG II
Motivasi Belajar ekstrinsik (X)
Temuan
HASIL BELAJAR (Y) Apresiasi sastra
Membaca puisi
25 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
expost facto. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2018: 14) pendekatan
kuantitaif adalah meotde penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi
dan sampel tertentu.
Expost facto artinya sesudah fakta, Yaitu penelitian yang dilakukan setelah
suatu kejadian itu terjadi. Disebut juga sebagai restropectivestudy karena
penelitian ini merupakan penelitian penelusuran kembali terhadap suatu peristiwa
atau suatu kejadian dan kemudian menurut kebelakang untuk mengetahui
faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.
Expost facto sebagai metode penelitian menunjuk kepada perlakuan atau
manipulasi variable bebas X telah terjadi sebelumnya sehingga penelitian ini tidak
perlu memberikan perlakuan lagi tinggal melihat efeknya pada variabel terikat.
Pada penelitian ini, ketertarikan antara variabel bebas dengan variabel terikat
sudah terjadi secara alami.
B. Populasi Dan sampel
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017: 215) mengatakan bahwa “populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi melihat efeknya pada variabel terikat. Pada
26
penelitian ini, ketertarikan antara variabel bebas dengan variabel terikat sudah
terjadi secara alamiyang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
dan ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian ini yang diambil adalah seluruh siswa kelas IV
di SD Negeri Barembeng II Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa yang
terdaftar tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 32 siswa yang terdiri atas 15
siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.
2. Sampel
Menurut Wiratma (2018: 65) mengatakan bahwa “sampel adalah bagian dari sejumlah yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. Bila
populasi besar, peneliti tidak mungkin mengambil semua untuk penelitian missal
karena terbatasnya dana, tenaga, dan waktu. Sampel yang dipilih oleh peneliti
yaitu kelas IV dengan jumlah 32 siswa. Untuk lebih jelasnya terdapat pada tabel
3.1 sebagai berikut.
Tabel 3.1 Sampel penelitian SD Negeri Barembeng II Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa
No Kelas Jenis kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 IV 15 17 32
Jumlah 32
C. Variabel Dan Desain Penelitian
1. Variabel bebas dalam penelitian ini ada dua, yaitu:
a. Motivasi belajar ekstrinsik siswa (X`)
2. Variabel terikat adalah hasil belajar siswa (Y)
3. Desain penelitian sebagai berikut:
Gambar Desain Penelitian
Pada desain penelitian diatas ditunjukkan bahwa variabel x (motivasi
belajar ekstrinsik) mempengaruhi variabel y (hasil belajar).
D. Defenisi Operasional
1. Motivasi belajar ekstrinsik siswa adalah dorongan atau semangat siswa
kela IV SD Negeri Barembeng II Kecamatan Bontonompo Kabupaten
Gowa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia yang berasal dari
luar.
2. Hasil belajar siswa adalah nilai dari aspek membaca puisi baru pada
mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Barembeng
II Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
E. Instrumen Penilaian
Untuk memperoleh data penelitian digunakan instrumen penelitian.
Instrumen penelitian ini yaitu alat yang digunakan dalam mengumpulkan data
berupa tes, kusioner dan dokumentasi.
28
F. Teknik Pengumpulan Data
a. Tes
Menurut Sujarweni (2018: 74) Data dalam penelitian menjadi 3 yaitu
fakta, pendapat dan kemampuan. Instrument TES digunakan untuk mengukur
ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang kita teliti. Tes dapat
digunakan untuk mengukur kemampuan dasar maupun pencapaian atau
prestasi misanya tes IQ, minat, bakat khusus dan sebagainya.
b. Teknik Kusioner
Sugiyono (2017: 142) mengemukakan bahwa “kusioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.
Kusioner digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui besarnya
pengaruh motivasi belajar ekstrinsik dalam membaca puisi baru siswa
terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV
SD Negeri Barembeng II Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
Jenis kusioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
kusioner tertutup, yaitu kuesioner yang disusun dengan menyediakan jawaban
sehingga pengisi hanya memberikan tanda pada jawaban yang dipilihnya
sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Untuk mendapatkan skor tentang bagaimana motivasi belajar
ekstrinsik siswa, digunakan pengukuran berupa pernyataan-pernyataan yang
Kisi-kisi yang digunakan sebagai dasar pembuatan instrument dalam
penelitian ini adalah:
Tabel3.2Kisi-kisi motivasi belajar ekstrinsik Guru danSiswa
No Variabel Indikator Pernyataan jumlah Positif (+) Negatif (-) 1 Motivasi Belajar Ekstrinsik Faktor guru 1, 2,4,5,9 5 Siswa 3,6,7,8,10 5 Jumlah 10 10
Penelitian ini hanya menggunakan angket/kuesioner dengan pertimbangan
lebih mudah dan efisien dalam penggunaan waktu sehingga responden tidak
hanya kehilangan waktu saat disekolah.
Tabel 3.3Alternatif jawaban instrument penilaian
Alternatif Jawaban Skor Positif (+) Negatif (-) Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3
30
G. Teknik Analisis Data
a. Teknik Analisis Data
Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis
statistik, yaitu statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial
1. Analisis statistik deskriptif
Statistik deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk
mendeskripsikan data peroleh hasil belajar siswa dalam penelitian seperti
nilai rata-rata (mean), nilai tengah data (median), variansi (variance),
simpangan baku (standar deviation), nilai terendah data (minimum), nilai
tertinggi data (maksimum), dan sebagainya.
Tabel distribusi frekuensi penelitian ini dibuat dengan cara
menentukan kelas interval dan kategorinya. Kriteria tingkat
kecenderungan hasil pengukuran masing-masing siswa diperiksa
kemudian diberi skor. Skor yang diperoleh kemudian dikonversi dalam
bentuk nilai skala 0 sampai 100 dengan menggunakan rumus berikut:
x 100
Nilai inilah yang kemudian akan diolah sebagai data penelitian.
Sedangkan untuk data hasil belajar, peneliti memperolehnya dari tes
membaca puisi. Dalam analisis ini penguasaan materi pelajaran sesuai
Tabel3.4Pengkategorian hasil belajar No Rentang Nilai Kategori Nilai
1. 85-100 Sangat baik
2. 70-84 Baik
3. 55-69 Cukup
4. 40-54 Kurang
5. 0-39 Sangat kurang
2. Analisis statistik inferensial
Sebelum pengujian hipotesis secara inferensial maka
terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis sebagai berikut:
a. Uji normalitas distribusi frekuensi
Uji normalitas distribusi frekuensi dilakukan untuk
mengetahui normal tidaknya distribusi data dari signifikan uji
normalitas dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan
taraf signifikan α = 5% atau 0,05.
Dalam penganalisaan uji ini menggunakan SPSS versi 19.0 for
windows.
Jika signifikan yang diperoleh > α, maka distribusi normal Jika signifikan yang diperoleh < α, maka distribusi tidak normal. b. Uji linearitas regresi sederhana
Uji linearitas regresi dilakukan untuk mengukur derajat
keeratan pengaruh, memprediksi besarnya pengaruh antar variabel,
serta meramalkan besarnya variabel terikat jika nilai variabel bebas
32
lebih besar dari harga F pada taraf signifikan 5% (α = 0,05) maka harga F hitung signifikan, yang berarti bahwa koefisien regresi
adalah berarti (bermakna). Dalam penganalisaan uji ini
menggunakan SPSS versi 21 for windows.
c. Uji hipotesis
Untuk mencari pengaruh dan menguji hipotesis
berpengaruh dua variabel digunakan analisis regresi sederhana
sedangkan hipotesis pengaruh yang lebih dari dua variabel
digunakan analisis regresi ganda. Dalam penganalisaan uji ini
menggunakan SPSS versi 21 for windows.
Ho= tidak ada antara variabel x terhadap y.
Ha= Ada pengaruh antara variabel x dan y.
Cara penentuan tingkat signifikan dan daerah
penerimaan/penolakan α = 5%
P value (sig) > α = Ha diterima.
Berarti dengan kata lain ambil kesimpulan Ha.
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Hasil penelitian
1. Karakteristik Responden
a. Berdasarkan jenis Kelamin
Keragaman responden berdasarkan jenis kelamin dapat
ditunjukkan padatabel berikut ini:
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Berdasarkan jenis kelamin
Frequency Percent Valid
Percent Cumulative Percent V a l i d laki laki 15 46.9 46.9 46.9 Perempuan 17 53.1 53.1 100.0 Total 32 100.0 100.0
Berdasarkan karakteristik jenis kelamin, responden pada tabel 4.1
tersebut terlihat pada kelas responden terhadap laki laki sebanyak
15 orang dengan nilai presentase 46,9% dan responden perempuan
34