• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

A. HASIL PENELITIAN 1. Karakteristik Responden

Berdasarkan metode penentuan ukuran sampel yang digunakan, maka ditetapkan sebanyak 52 sampel sebagai responden dalam penelitian ini. Pegawai Kantor Pelanyanan Pajak Pratama Makassar Utara. memiliki karakteristik yang beragam yang merupakan gambaran obyek penelitian yang memberikan interpretasi identitas responden. Perbedaan yang diperlihatkan oleh hasil penelitian tidak dibedakan dengan sengaja, tetapi diambil berdasarkan tekhnik pengambilan sampel dengan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan Pegawai antara lain:

a. Jenis Kelamin

Tabel 4.1

Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase

Pria 32 61.54%

Wanita 20 38.46%

Jumlah 52 100.00%

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa jenis kelamin responden pria berjumlah 32 orang atau 61,54% sedangkan jenis kelamin wanita berjumlah 20 orang atau 38,46%. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang didominasi oleh pria berjumlah 32 orang.

37

b. Tingkat Usia/Umur

Tabel 4.2

Data Responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah (orang) Persentase

20-40 34 65.38%

41-60 18 34.62%

Jumlah 52 100.00%

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.

Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa umur responden 20-40 tahun sebesar 65,38% dari keseluruhan sample pada saat penelitian ini dilakukan. Kemudian umur responden 41-60 tahun sebesar 34.62%.Hal ini menunjukkan bahwa umur responden yang didominasi oleh kelompok umur 20-40 tahun.

c. Tingkat Pendidikan

Tabel 4.3

Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase

D3 4 7.69%

S1 25 48.15%

S2 17 32.72%

S3 6 11.54%

Jumlah 52 100.00%

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.

Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa responden berdasarkan tingkat pendidikan S1 berjumlah 25 orang responden persentasenya 48,15%, tingkat pendidikan S2 berjumlah 17 orang responden persentasenya 32,72%, tingkat pendidikan S3 berjumlah 6 orang responden

persentasenya 11,54% tingkat pendidikan D3 berjumlah 4 orang responden persentasenya 7,69%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden yang didominasi oleh kelompok tingkat pendidikan S1.

d. Pengalaman Kerja

Tabel 4.4

Data Responden berdasarkan pengalaman kerja Pengalaman Kerja Jumlah (orang) Persentase

0-3 8 15.38%

3-5 30 57.69%

>5 14 26.92%

Jumlah 52 100.00%

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.

Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa responden berdasarkan pengalaman kerja 0-3 perusahaan berjumlah 8 orang responden persentasenya 15,38%, pengalaman kerja 3-5 perusahaan berjumlah 30 orang responden persentasenya 57,69%, pengalaman kerja >5 perusahaan berjumlah 14 orang responden persentasenya 26,92%. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja responden yang didominasi oleh kelompok yang pengalaman kerjanya 3-5 perusahaan.

2. Deskripsi Variabel

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja dan usia terhadap kinerja pegawai pada kantor pelayanan pajak pratama Makassar utara. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu, variabel bebas yaitu pengalaman kerja (X1) dan usia (X2), variabel

terikat yaitu kinerja pegawai (Y).Adapun masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pengalaman Kerja (X1)

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai pengalaman kerja secara umum sebagai berikut :

Tabel 4.5

Tanggapan Responden Terhadap Pengalaman Kerja

No Pernyataan

Jawaban Responden

Bobot SS S CS TY STS

5 4 3 2 1

1. Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pegawai di dapat dari pengalaman kerja.

20 32 0 0 0 228

2. Pengalaman kerja dapat memberikan penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan.

22 30 0 0 0 230

3. Lama waktu/masa kerja berpengaruh terhadap pengalaman kerja.

17 25 8 2 0 213

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016

Variabel pengalaman kerja (X1) diukur dengan menggunakan 5 buah pernyataan, pengskoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai 5. Pada variabel pengalaman kerja (X1) yang menunjukan sangat menentukan terhadap kinerja pegawai terdapat pada pernyataan nomor 2 dengan bobot tertinggi sebesar 230 tentang (Pengalaman kerja dapat memberikan penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan) memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan lebih banyak dibandingkan dengan pernyataan lainnya, dan yang menentukan kinerja

pegawai yang paling sedikit pada pengalaman kerja terdapat pada pernyataan nomor 3 tentang pengalaman kerja dengan bobot terendah sebesar 213 dimana ini menjelaskan bahwa Lama waktu/masa kerja berpengaruh terhadap pengalaman kerjabukan hal yang utama mempengaruhi kinerja pegawai pada pengalaman kerja.

b. Usia (X2)

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai usia pegawai secara umum sebagai berikut :

Tabel 4.6

Pengkategorian Frekeunsi terhadap Usia Pegawai

No Pernyataan

2. Kecepatan, kelincahan, kekuatan dan koordinasi dalam bekerja berpengaruh terhadap usia

17 25 8 2 0 213

3. Pembagian dan

pengklasifikasian job dimana tempat saya bekerja, sangat ditentukan oleh faktor usia

20 30 2 0 0 224

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016

Variabel usia (X2) diukur dengan menggunakan 5 buah pernyataan, pengskoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai 5. Pada variabel usia (X2) yang menunjukan sangat menentukan terhadap kinerja pegawai terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan bobot tertinggi sebesar 225 tentang (Usia pegawai mampu mempengaruhi kemampuan bekerja) memberikan pengaruh terhadap kinerja

pegawai lebih banyak dibandingkan dengan pernyataan lainnya, dan yang menentukan kinerja pegawai yang paling sedikit pada usia terdapat pada pernyataan nomor 2 tentang usia dengan bobot terendah sebesar 213 dimana ini menjelaskan bahwaKecepatan, kelincahan, kekuatan dan koordinasi dalam bekerja berpengaruh terhadap usia bukan hal yang utama mempengaruhi kinerja pegawai pada usia pegawai.

c. Kinerja pegawai (Y)

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai kinerja pegawai secara umum sebagai berikut :

Tabel 4.7

Pengkategorian Frekeunsi terhadap Kinerja Pegawai

No Pernyataan

Jawaban Responden

Bobot SS S CS TY STS

5 4 3 2 1

1. Pegawai menyelesaikan jumlah pekerjaan sesuai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan

21 24 6 0 0 219

2. Pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diharapkan

29 21 2 0 0 235

3. Pegawai menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu

29 20 3 0 0 234

Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016

Variabel kinerja karyawan (Y) diukur dengan menggunakan 5 buah pernyataan, pengskoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai 5. Pada variabel kinerja pegawai (Y) yang menunjukan sangat menentukan terhadap kinerja pegawai

terdapat pada pernyataan nomor 2 dengan bobot tertinggi sebesar 235 tentang (pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diharapkan) memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai lebih banyak dibandingkan dengan pernyataan lainnya, dan yang menentukan kinerja pegawai yang paling sedikit pada pernyataan nomor 1 tentang kinerja pegawai dengan bobot terendah sebesar 219 dimana ini menjelaskan bahwa pegawai menyelesaikan jumlah pekerjaan sesuai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan bukan hal yang utama mempengaruhi kinerja pegawai.

3. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Uji Validitas

Pada penelitian ini, pengujian validitas dengan memperhatikan tingkat Korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi α=5%. Suatu instrument pengukur dinyatakan valid apabila nilai signifikan < 0,05 dan sebaliknya. Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas Instrumen

Variabel Instrumen Rhitung Sig. Ket.

Pengalaman Kerja (X1)

X11 0,000

Valid

X12 0,000 0.05

X13 0,004

Usia (X2)

X21 0,045

Valid

X22 0,000 0.05

X23 0,000

Kinerja pegawai (Y)

Y11 0,000

Y12 0,000 0,05 Valid

Y13 0,000

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Berdasarkan tabel 4.8 hasil pengujian validitas mengenai pengalaman kerja, usia, dan kinerja pegawai dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan valid karena memiliki nilai signifikansi <0,05.

b. Uji Reliabilitas

Uji realibilitas merupakan uji kehandalan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh sebuah alat ukur dapat diandalkan atau dipercaya. Pengujian realibilitas terhadap seluruh item/pernyataanyang digunakan dalam penelitian iniakanmenggunakan formula cronbach’s alpha, dimana secara umum dianggap reliabel apabila nilai cronbach’s alpha> 0,6 hasil lengkap uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini.

Tabel 4.9

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Variabel

Nilai Koefisien Standar Cronbach’s

Alpha

Ket.

Cronbach's Alpha Pengalaman

Kerja (X1) 0.621 0.60 Reliabel

Usia (X2) 0.665 0.60 Reliabel

Kinerja

pegawai (Y) 0.645 0.60 Reliabel

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukan nilai koefisien Cronbach’s Alpha> 0,6 berarti bahwa instrumen yang digunakan sebagai alat ukur variabel adalah reliabel.

4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah untuk mengetahui apakah sebuah data berdistribusi normal atau tidak untuk model asumsi regresinya. Model regresi yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati grafik yaitu Normality Probability Plot. Dasar pengambilan keputusan uji normalitas dengan grafik histogram dan P-PLOT sebagai berikut:

1) Data dikatakan berdistribusi normal, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis histogram.

2) Sebaliknya data dikatakan tidak berdistribusi normal, jika data menyebar jauh dari arah garis atau tidak mengikuti diagonal atau grafik histogramnya.

Hasil Uji Normalitas dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai berikut:

Gambar 4.2

Output SPSS Uji Normalitas dengan Histogram Dependent Variable :rata_kinerja

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Berdasarkan gambar 4.2 histogram menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena bentuk kurva yang memiliki kemiringan yang cenderung imbang dan kurva mendekati pola distribusi normal. Berarti data pada regresi yang digunakan berdistribusi normal karena melebihi nilai signifikansi 0,05. Hasil pengolahan data, menghasilkan pula sebuah grafik normal Q-Qplots sebagai berikut :

Gambar 4.3

Uji Normalitas Probability Plot

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Berdasarkan pada gambar 4.3grafik normal probability plot, dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas, dimana pola titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal yang mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Adanya multikolineritas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai variance inflation factor (VIF). Batas dari tolerance value tersebut adalah 0,10, atau nilai VIF dibawah 10. Gejala multikolinieritas terjadi jika terdapat korelasi yangsignifikan antara salah satu variabel bebas

atau lebih. Jika terdapat multikolinearitas dalam model, maka taksiran koefisien regresi akan stabil dan menjadi bias.

Berikut disajikan pada tabel 4.10 dibawah:

Tabel 4.10

Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel bebas Tolerance VIF Pengalaman Kerja (X1) 0.618 1.169

Usia (X2) 0.618 1.169

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Berdasarkan tabel 4.10 diperoleh nilai VIF sebesar 1,169 yang artinya tidak ada gejala multikolinearitas. Karena nilai tolerance semua variabel bebas mendekati angka 1 dan nilai VIF tidak lebih dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi untuk variabel pengalaman kerja dan usia tidak terdapat masalah multikolinearitas dan model regresi layak untuk digunakan.

c. Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedasitas pada penelitian ini adalah varians dalam model regresi Y yang diprediksi distandardized tidak sama maka model regresi tidak terjadi heteroskedasitas. Apabila regresi tersebut signifikan maka terdapat heteroskedasitas dalam data yang digunakan.Dasar pengambilan keputusan uji heterokedastistas adalah jika terdapat pola tertentu pada gafik scatterplot maka terjadi heterokedastisitas.Sedangkan model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas.Berikut adalah hasil dari uji heterokedastisitas dengan

menggunakan grafik scatterplot. Berikut disajikan pada gambar 4.4 dibawah:

Gambar 4.4

Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot

Dependent Variable :rata_kinerja

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Setelah dilakukan uji heteroskedasitas pada semua nilai varian dan residual variabel bahwa tidak terdapat gejala heteroskedasitas dalam data yang digunakan dalam penelitian ini.Dan data residual diprediksi yang distandardized tidak membentuk titik-titik poin yang teratur atau pola-pola yang teratur.

5. Pengujian Hipotesis

Untuk mengetahui kebenaran suatu hipotesis, maka harus terlebih dahulu memenuhi uji hipotesis. Pengujian ini dilakukan agar hipotesis yang diuji dapat disimpulkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui ada tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, koefisien regresi antar variabel disajikan pada tabel 4.10 berikut:

Tabel 4.11

Hasil Analisis Koefisien Regresi Antar Variabel Indenpentdan Dependen

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

(Constant) 4,310 ,436 9,896 ,000

Pengalaman Kerja ,767 ,126 ,711 6,108 ,000

Usia ,822 ,099 ,966 8,298 ,140

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016 a. Analisis Regresi Berganda

Dari hasilolahan data regresi melalui program SPSS, maka persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

Y = 4.310 + 0.767X1+ 0.822X2

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa semua variabel bebas berkorelasi positif terhadap variabel terikat (kinerja karyawan). Konstan yang bernilai positif telah mengindikasikan bahwa jika variabel bebas (pengalaman kerja dan usia) bernilai nol maka variabel terikat (kinerja karyawan) akan bernilai sebesar 4,310. Dengan asumsi apabila pengalaman kerja dan usia mengalami kenaikan atau dalam posisi tinggi pada titik tertentu, maka kinerja pegawai juga mengalami kenaikan satu kali lebih tinggi dari pengalaman kerja dan usia pada titik tertentu dengan besarnya perubahan 4,310. Sedangkan koefisien regresi variabel X1

sebesar 0,765, menyatakan bahwa setiap satu penambahan tanggapan responden mengenai pengalaman kerja, maka dapat diikuti oleh satu peningkatan kinerja pegawai. Dan koefisien regresi pada variabel X2

sebesar 0,822, yang menyatakan bahwa setiap satu penambahan

tanggapan responden mengenai usia pegawai, maka dapat diikuti oleh satu peningkatan kinerja pegawai.

Dari hasil regresi, telah diperoleh kesimpulan bahwa usia lebih mampu mempengaruhi tingkat kinerja pegawai Kantor pelayanan pajak pratama Makassar utara sebesar 0,822.

b. Uji Hipotesis secara Parsial (Uji t)

Uji t statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi dependen. Selanjutnya nilai thitungakan dibandingkan dengan nilai ttabel, adapun nilai ttabel dapat diperoleh dengan menggunakan distribusi tabel t, berdasarkan pengujian dua sisi, maka nilai  dibagi dua.

Sehingga diperoleh nilai ttabel = t(0.05/2),(52-(2-1)) = t0.025,49= 2,010. Dimana jika thitung<ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.Sebaliknya jika thitung>ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Begitupun jika nilai signifikansi < (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima.

c. Pengaruh Pengalaman Kerja (X1) terhadap Kinerja pegawai (Y)

Berdasarkan tabel 4.11 diperoleh besar koefisien variabel pengalaman kerja (X1) terhadap Kinerja pegawai (Y) sebesar 6,108 dengan nilai p sebesar 0,000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja (Y), karena nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (6.108>2,010) dengan nilai p (0,000<0,05). Menunjukkan bahwa variabel pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai yang ada pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar utara.

d. Pengaruh Usia pegawai (X2) terhadap Kinerja pegawai (Y)

Berdasarkan tabel 4.11 diperoleh besar koefisien variabel usia (X2) diperoleh nilai koefisien regresi terhadap variabel Kinerja pegawai (Y) sebesar 8,298 dengan nilai p sebesar 0,140 . Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel usia (X2) memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) dengan nilai t-hitung lebih besar t-tabel (8,298>2,010) dengan nilai p yang tidaksignifikan karena nilai probabilitas yang lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,140>0,05).

menunjukkan bahwa variabel usia pegawai pada Kantor pelayanan pajak pratama makassar utara memiliki pengaruh namun tidak signifikan, sehingga dapat dikatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

6. Uji Secara Simultan (Uji F)

Untuk mengetahuiapakahadapengaruhsecara simultan(bersama-sama) variabel independen, yaitu pengalamaman kerja dan usia terhadap variabel dependen kinerja pegawai, maka dilakukan uji F (uji simultan).

Selanjutnya nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel, nilai Ftabel

dapat dicari dengan menggunakan tabel F, yaitu dengan rumus: Ftabel= F(,dka, dkb). Dimana  = nilai probability; dka penyebut = jumlah variabel bebas; dkb pembilang = n-dka-1 (n = jumlah sampel). Sehingga diperoleh nilai Ftabel = F(0.05,2(52-2-1)) = F(0.05,2,49) = 3,18

Dimana jika Fhitung< Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Sebaliknya jika Fhitung> Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Begitupun jika nilai signifikansi< (0.05), maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Tabel 4.12

Hasil Analisis Koefisien Regresi Antar Variabel Secara Simultan

ANOVAa

Model Sum of

Squares Df Mean

Square F Sig.

1

Regression 7,540 2 3,770 35,204 ,000b

Residual 5,247 49 ,107

Total 12,787 51

a. Dependent Variable: rata_kinerja

b. Predictors: (Constant), rata_usia, rata_pengalaman.kerja Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016

Berdasarkan hasil pengujian secara simultan sebagaimana pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa besarnya nilai Fhitung=35,204> Ftabel (3,18 ). dan nilai signifikan sebesar 0.000. berarti bahwa variabel pengalaman kerja (X1) dan usia (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor pelayanan pajak pratama makassar utara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) dan usia (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara. Dengan kata lain H0 ditolak atau H1 diterima.

Dokumen terkait