BAB IV GAMBARAN UMUM UNIT PENELITIAN
B. Visi dan Misi
Kantor pelayanan pajak pratama Makassar utara mempunyai
Visi Direktorat jenderal pajak : menjadi institusi penghimpun penerimaan Negara yang terbaik demi menjamin kedaulatan, kemandirian Negara dan member pelayanan prima, mengawasi kepatuhan wajib pajak dan mengamankan penerimaan Negara.
Misi Direktorat jenderal pajak : menjamin penyelenggaraan Negara yang berdaulat dan mandiri dengan
a. Mengumpulkan penerimaan berdasarkan kepatuhan pajak sukarela yang tinggi dan penegakan hukum yang adil.
b. Pelayanan berbasis teknologi modern untuk memudahkan pemenuhan kewajiban perpajakan
c. Aparatur perpajakan yang berintegritas, kompeten dan professional
d. Kompensasi yang kompetitif berbasis system manajemen kinerja.
C. STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MAKASSAR UTARA
Manajemen yang baik dapat tertuang dalam struktur organisasi perusahaan, hal ini dikarenakan didalam suatu struktur organisasi yang menunjukkan suatu pola yang saling berhubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian, posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewengan dan tanggung jawab yang berbeda didalam lingkungan organisasi.
29
Stuktur Organisasi kantor pelayanan pajak pratama Makassar utara
29
Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar utara
Syamsinar
Bayu Asmara Widyanto
Supervisor fungsional pemeriksa
Mochammad faisol Supervisor fungsional pemeriksa
Dahlan Solong
Zaenal Haq
Sutrisno Amir.M
Rasidi
Andi sallo
Kepala seksi pelayanan
Abdul Samad
Surdiyono
Kepala subbagian umum Kepala seksi pengolahan data
Kepala seksi pengawasan I
Kepala seksi pengawasan II
Kepala Seksi ekstensifikasi Kepala seksi pemeriksaan
Kepala seksi Penagihan
Aden setiawan Kepala seksi pengawasan III
Agus widodo Kepala seksi pengawasan IV
1. Uraian Tugas dan Tanggung jawab a. Subbagian umum dan kepatuhan internal
Subbagian Umum dan Kepatuhan Interna lmempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga dan pengelolaan kinerja pegawai, pemangtauan dan pengendalian internal,pemantauan pengelolaan resiko ,pemantauan kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut hasil pengawasan, serta penyusunan rekomendasi
perbaikan proses bisnis. Untuk menjalankan tugasnya tersebut, di bawah kepemimpinan Bapak Dahlan Solong, Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal KPP Pratama Makassar Utara ditopang oleh pelaksana-pelaksana terbaik di bidangnya yaitu dua pelaksana di bidang Kepegawaian, satu di urusan Rumah Tangga, satu pelaksana di Keuangan, satu pelaksana di bidang Kepatuhan Internal, serta satu pelaksana sebagai bendahara.
Subbagian umum juga membantu kepala kantor melalui dua orang sekretaris. sKomitmen Sub Bagian Umum terwujud dengan kenaikan pangkat pegawai yang selalu tepat waktu, tersedianya sarana dan prasarana yangmemadai, pembayaran gaji dan tunjangan yang tidak pernah terlambatserta tingkat kedisiplinan pegawai yang tinggi.
b. Seksi pengolahan dan informasi
Seksi Pengolahan Data dan informasi KPP Pratama Makassar Utara dibawah kepemimpinan Bapak Sutrisno bertugas melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, urusan tata usaha penerimaan perpajakan, pengalokasian Pajak
Bumi dan Bangunan, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filing, pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG, serta pengelolaan kinerja organisasi.Kinerja terbaik dapat dicapai berkat sinergi kepala seksi bersama pelaksana PDI yang terdiri dari enam orang, dua diantaranya menjalankan tugas sebagai Operator Console.Kinerja Seksi Pengolahan Data dan Informasi ini dapat dilihat dari banyaknya data alket yang dikirim ke seksi terkait, akurasi data perekaman dan tingkat penyelesaian perekaman yang baik serta kelancaran sistem informasi.
c. Seksi Pelayanan
Seksi Pelayanan mempunyai tugas melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya, serta pelaksanaan pendaftaran Wajib Pajak.Tugas dan fungsi pelayanan bagi Kantor Pelayanan Pajak sangat vital karena menjadi pintu keluar masuknya permohonan dan pelaporan Wajib Pajak. Di bawah koordinasi Bapak Zaenal Haq, Seksi Pelayanan KPP Pratama Makassar Utara memberikan pelayan prima kepada Wajib Pajak dengan menerbitkan produk hukum tepat waktu serta petugas TPT yang senantiasa melayani dengan senyum, salam dan sapa. Pelayanan ini diberikan oleh enam pelaksana back office dan enam pelaksana front office. Kinerja Seksi Pelayanan diukur dari banyaknya jumlah produk hukum tepat waktu yang diterbitkan, pengelolaan penerimaan SPT sesuai jangka waktu yang ditetapkan dan pelayanan pendaftaran Wajib Pajak sesuai SOP yang ada.
d. Seksi penagihan
Seksi Penagihan mempunyai tugas melakukan urusan penatausahaan piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta penyimpanan dokumen-dokumen penagihan. Di bawah bimbingan Bapak Rasidi, Seksi Penagihan KPP Pratama Makassar Utara mampu menorehkan prestasi dengan pencapaian penagihan yang melebihi target yang ditetapkan pada tahun 2014 dan mempersembahkan prestasi bagi KPP Pratama Makassar Utara sebagai Kepala Seksi Penagihan Terbaik III Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara. Hal ini tidak terlepas dari keaktifan dua orang pelaksana yang diangkat sebagai Juru Sita serta dukungan administrasi piutang pajak yang dilaksanakan oleh satu orang pelaksana.Prestasi Seksi Penagihan dilihat dari pencapaian target pencairan piutang pajak. Selain itu pelaksanaan Surat Paksa, Sita dan Lelang juga menjadi tolak ukur keberhasilan Seksi Penagihan.
e. Seksi Estensifikasi dan penyuluhan
Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam menunjang ekstensifikasi, bimbingan dan pengawasan Wajib Pajak baru, serta penyuluhan perpajakan.Bersama Bapak Amir M selaku Kepala Seksi, Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Makassar Utara berhasil meraih prestasi di tahun 2014 sebagai Kepala Seksi Ekstensifikasi terbaik II Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan
Tenggara. Hal ini berkat pencapaian penerimaan WP baru yang mampu melebihi target yang diberikan.Prestasi ini tidak lepas dari kegigihan para pelaksana ekstensifikasi yang saat ini berjumlah lima orang pelaksana dalam melakukan pengamatan potensi, bimbingan wajib pajak baru dan penyuluhan perpajakan
f. Seksi pengawasan dan konsultasi I
Seksi Pengawasan dan Konsultasi I mempunyai tugas melakukan proses penyelesaian permohonan Wajib Pajak, usulan pembetulan ketetapan pajak, bimbingan dan konsultasi teknis perpajakan kepada Wajib Pajak, serta usulan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan.Seksi yang dikomandoi oleh Bapak Abdul Samad ini masih terbilang baru terkait tugas pokok dan fungsinya. Sejak perubahan tata organsasi Direktorat Jenderal Pajak sesuai PMK-206.02/PMK.01/2014, seksi ini belum genap berusia satu tahun. Meski demikian, sinerginya dengan Seksi Pelayanan mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada Wajib Pajak. Dalam pelaksanaan tugasnya, seksi ini digerakkan oleh tujuh orang Account Representative yang selalu sedia memberikan pelayanan terbaik di helpdesk KPP Pratama Makassar Utara.
g. Seksi pengawasan dan konsultasi II
Seksi Pengawasan dan Konsultasi II yang dipimpin oleh Bapak Surdiyono mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan intensifikasi dan himbauan kepada Wajib Pajak yang ada di
wilayah kewenangannya.Seksi ini mengawasi seluruh Wajib Pajak Bendahara yang ada di wilayah kerja KPP Pratama Makassar Utara ditambah Wajib Pajak di Kecamatan Bontoala dan Ujung Tanah, serta beberapa kelurahan di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea. Untuk mengawasi wilayah tersebut, Seksi Waskon II disokong dengan Sembilan orang Account Representative.
h. Seksi pengawasan dan konsultasi III
Seksi Pengawasan dan Konsultasi III mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan intensifikasi dan himbauan kepada Wajib Pajak yang ada di wilayah kewenangannya.Seksi yang dipimpin oleh Bapak Aden Setiawan ini mengawasi Wajib Pajak di Kecamatan Biringkanaya serta beberapa kelurahan di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea. Untuk mengawasi wilayah tersebut, Seksi Waskon III mengandalkan Sembilan orang Account Representative.
i. Seksi pengawasan dan konsultasi IV
Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV, mempunyai tugas yang sama seperti Seksi Pengawasan dan Konsultasi II dan III, yaitu melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan intensifikasi dan himbauan kepada Wajib Pajak yang ada di wilayah kewenangannya.Dalam mengawasi di Kecamatan Wajo serta beberapa kelurahan di Kecamatan Tallo dan
Tamalanrea, Bapak Agus Widodo selaku kepala seksi telah mengukir prestasi yang membanggakan dengan menjadi
Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Terbaik II Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Tahun 2014. Bukan hanya itu, salah seorang Account Representativenya juga terpilih sebagai Account Representative Terbaik III Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Tahun 2014. Dalam pelaksanaan pengawasan wilayah kerjanya, Seksi Waskon IV juga mengandalkan sembilan orang Account Representative.
j. Seksi Pemeriksaan
Seksi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan, penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak, dan administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya, serta pelaksanaan pemeriksaan oleh petugas pemeriksa pajak yang ditunjuk kepala kantor.Seksi Pemeriksaan berfungsi mendukung administrasi pemeriksaan yang dijalankan oleh Fungsional Pemeriksa Pajak. Dikepalai oleh Bapak Andarias Sallo, Seksi Pemeriksaan KPP Pratama Makassar Utara mampu memberikadukungan optimal bagi para fungsional pemeriksa pajak sehingga administrasi pemeriksaan berjalan baik. Kinerja ini merupakan kerja keras dua orang pelaksana yang ditempatkan di seksi ini.Kinerja optimal Seksi Pemeriksaan akan membantu mewujudkan penyelesaian pemeriksaan.
Bahkan tingkat penyelesaian pemeriksaan tepat waktu juga ikut naik berkat dukungan dari Seksi Pemeriksaan.
k. Fungsional pemeriksa pajak
Dalam pelaksanaan pemeriksaan pajak, KPP Pratama Makassar Utara memiliki 9 (Sembilan) orang pejabat fungsional pemeriksa pajak yang terbagi dalam 2 (dua) kelompok di bawah koordinasi dari Bapak Mochammad Faisol sebagai supervisor Kelompok I yang terdiri dari 1 (satu) tim pemeriksa pajak dan Bapak Bayu Asmara Widayanto sebagai supervisor Kelompok II yang terdiri dari 2 (dua) tim pemeriksa pajak.Para pejabat fungsional pemeriksa pajak mempunyai tugas melakukan pemeriksaan pajak untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Pejabat fungsional pemeriksa pajak KPP Pratama Makassar Utara senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Kementerian Keuangan dan memegang teguh kode etik untuk menjamin pelaksanaan pemeriksaan pajak yang berkualitas dan berkontribusi maksimal dalam mengamankan penerimaan pajak.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN 1. Karakteristik Responden
Berdasarkan metode penentuan ukuran sampel yang digunakan, maka ditetapkan sebanyak 52 sampel sebagai responden dalam penelitian ini. Pegawai Kantor Pelanyanan Pajak Pratama Makassar Utara. memiliki karakteristik yang beragam yang merupakan gambaran obyek penelitian yang memberikan interpretasi identitas responden. Perbedaan yang diperlihatkan oleh hasil penelitian tidak dibedakan dengan sengaja, tetapi diambil berdasarkan tekhnik pengambilan sampel dengan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan Pegawai antara lain:
a. Jenis Kelamin
Tabel 4.1
Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase
Pria 32 61.54%
Wanita 20 38.46%
Jumlah 52 100.00%
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.
Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa jenis kelamin responden pria berjumlah 32 orang atau 61,54% sedangkan jenis kelamin wanita berjumlah 20 orang atau 38,46%. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang didominasi oleh pria berjumlah 32 orang.
37
b. Tingkat Usia/Umur
Tabel 4.2
Data Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah (orang) Persentase
20-40 34 65.38%
41-60 18 34.62%
Jumlah 52 100.00%
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.
Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa umur responden 20-40 tahun sebesar 65,38% dari keseluruhan sample pada saat penelitian ini dilakukan. Kemudian umur responden 41-60 tahun sebesar 34.62%.Hal ini menunjukkan bahwa umur responden yang didominasi oleh kelompok umur 20-40 tahun.
c. Tingkat Pendidikan
Tabel 4.3
Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase
D3 4 7.69%
S1 25 48.15%
S2 17 32.72%
S3 6 11.54%
Jumlah 52 100.00%
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.
Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa responden berdasarkan tingkat pendidikan S1 berjumlah 25 orang responden persentasenya 48,15%, tingkat pendidikan S2 berjumlah 17 orang responden persentasenya 32,72%, tingkat pendidikan S3 berjumlah 6 orang responden
persentasenya 11,54% tingkat pendidikan D3 berjumlah 4 orang responden persentasenya 7,69%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden yang didominasi oleh kelompok tingkat pendidikan S1.
d. Pengalaman Kerja
Tabel 4.4
Data Responden berdasarkan pengalaman kerja Pengalaman Kerja Jumlah (orang) Persentase
0-3 8 15.38%
3-5 30 57.69%
>5 14 26.92%
Jumlah 52 100.00%
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016.
Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa responden berdasarkan pengalaman kerja 0-3 perusahaan berjumlah 8 orang responden persentasenya 15,38%, pengalaman kerja 3-5 perusahaan berjumlah 30 orang responden persentasenya 57,69%, pengalaman kerja >5 perusahaan berjumlah 14 orang responden persentasenya 26,92%. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja responden yang didominasi oleh kelompok yang pengalaman kerjanya 3-5 perusahaan.
2. Deskripsi Variabel
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja dan usia terhadap kinerja pegawai pada kantor pelayanan pajak pratama Makassar utara. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu, variabel bebas yaitu pengalaman kerja (X1) dan usia (X2), variabel
terikat yaitu kinerja pegawai (Y).Adapun masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Pengalaman Kerja (X1)
Berdasarkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai pengalaman kerja secara umum sebagai berikut :
Tabel 4.5
Tanggapan Responden Terhadap Pengalaman Kerja
No Pernyataan
Jawaban Responden
Bobot SS S CS TY STS
5 4 3 2 1
1. Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pegawai di dapat dari pengalaman kerja.
20 32 0 0 0 228
2. Pengalaman kerja dapat memberikan penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan.
22 30 0 0 0 230
3. Lama waktu/masa kerja berpengaruh terhadap pengalaman kerja.
17 25 8 2 0 213
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016
Variabel pengalaman kerja (X1) diukur dengan menggunakan 5 buah pernyataan, pengskoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai 5. Pada variabel pengalaman kerja (X1) yang menunjukan sangat menentukan terhadap kinerja pegawai terdapat pada pernyataan nomor 2 dengan bobot tertinggi sebesar 230 tentang (Pengalaman kerja dapat memberikan penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan) memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan lebih banyak dibandingkan dengan pernyataan lainnya, dan yang menentukan kinerja
pegawai yang paling sedikit pada pengalaman kerja terdapat pada pernyataan nomor 3 tentang pengalaman kerja dengan bobot terendah sebesar 213 dimana ini menjelaskan bahwa Lama waktu/masa kerja berpengaruh terhadap pengalaman kerjabukan hal yang utama mempengaruhi kinerja pegawai pada pengalaman kerja.
b. Usia (X2)
Berdasarkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai usia pegawai secara umum sebagai berikut :
Tabel 4.6
Pengkategorian Frekeunsi terhadap Usia Pegawai
No Pernyataan
2. Kecepatan, kelincahan, kekuatan dan koordinasi dalam bekerja berpengaruh terhadap usia
17 25 8 2 0 213
3. Pembagian dan
pengklasifikasian job dimana tempat saya bekerja, sangat ditentukan oleh faktor usia
20 30 2 0 0 224
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016
Variabel usia (X2) diukur dengan menggunakan 5 buah pernyataan, pengskoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai 5. Pada variabel usia (X2) yang menunjukan sangat menentukan terhadap kinerja pegawai terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan bobot tertinggi sebesar 225 tentang (Usia pegawai mampu mempengaruhi kemampuan bekerja) memberikan pengaruh terhadap kinerja
pegawai lebih banyak dibandingkan dengan pernyataan lainnya, dan yang menentukan kinerja pegawai yang paling sedikit pada usia terdapat pada pernyataan nomor 2 tentang usia dengan bobot terendah sebesar 213 dimana ini menjelaskan bahwaKecepatan, kelincahan, kekuatan dan koordinasi dalam bekerja berpengaruh terhadap usia bukan hal yang utama mempengaruhi kinerja pegawai pada usia pegawai.
c. Kinerja pegawai (Y)
Berdasarkan data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai kinerja pegawai secara umum sebagai berikut :
Tabel 4.7
Pengkategorian Frekeunsi terhadap Kinerja Pegawai
No Pernyataan
Jawaban Responden
Bobot SS S CS TY STS
5 4 3 2 1
1. Pegawai menyelesaikan jumlah pekerjaan sesuai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan
21 24 6 0 0 219
2. Pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diharapkan
29 21 2 0 0 235
3. Pegawai menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu
29 20 3 0 0 234
Sumber : Hasil pengolahan data kuesioner, 2016
Variabel kinerja karyawan (Y) diukur dengan menggunakan 5 buah pernyataan, pengskoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai 5. Pada variabel kinerja pegawai (Y) yang menunjukan sangat menentukan terhadap kinerja pegawai
terdapat pada pernyataan nomor 2 dengan bobot tertinggi sebesar 235 tentang (pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diharapkan) memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai lebih banyak dibandingkan dengan pernyataan lainnya, dan yang menentukan kinerja pegawai yang paling sedikit pada pernyataan nomor 1 tentang kinerja pegawai dengan bobot terendah sebesar 219 dimana ini menjelaskan bahwa pegawai menyelesaikan jumlah pekerjaan sesuai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan bukan hal yang utama mempengaruhi kinerja pegawai.
3. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Uji Validitas
Pada penelitian ini, pengujian validitas dengan memperhatikan tingkat Korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi α=5%. Suatu instrument pengukur dinyatakan valid apabila nilai signifikan < 0,05 dan sebaliknya. Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Instrumen
Variabel Instrumen Rhitung Sig. Ket.
Pengalaman Kerja (X1)
X11 0,000
Valid
X12 0,000 0.05
X13 0,004
Usia (X2)
X21 0,045
Valid
X22 0,000 0.05
X23 0,000
Kinerja pegawai (Y)
Y11 0,000
Y12 0,000 0,05 Valid
Y13 0,000
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016
Berdasarkan tabel 4.8 hasil pengujian validitas mengenai pengalaman kerja, usia, dan kinerja pegawai dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan valid karena memiliki nilai signifikansi <0,05.
b. Uji Reliabilitas
Uji realibilitas merupakan uji kehandalan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh sebuah alat ukur dapat diandalkan atau dipercaya. Pengujian realibilitas terhadap seluruh item/pernyataanyang digunakan dalam penelitian iniakanmenggunakan formula cronbach’s alpha, dimana secara umum dianggap reliabel apabila nilai cronbach’s alpha> 0,6 hasil lengkap uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini.
Tabel 4.9
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel
Nilai Koefisien Standar Cronbach’s
Alpha
Ket.
Cronbach's Alpha Pengalaman
Kerja (X1) 0.621 0.60 Reliabel
Usia (X2) 0.665 0.60 Reliabel
Kinerja
pegawai (Y) 0.645 0.60 Reliabel
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016
Berdasarkan tabel 4.9 menunjukan nilai koefisien Cronbach’s Alpha> 0,6 berarti bahwa instrumen yang digunakan sebagai alat ukur variabel adalah reliabel.
4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji Normalitas adalah untuk mengetahui apakah sebuah data berdistribusi normal atau tidak untuk model asumsi regresinya. Model regresi yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati grafik yaitu Normality Probability Plot. Dasar pengambilan keputusan uji normalitas dengan grafik histogram dan P-PLOT sebagai berikut:
1) Data dikatakan berdistribusi normal, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis histogram.
2) Sebaliknya data dikatakan tidak berdistribusi normal, jika data menyebar jauh dari arah garis atau tidak mengikuti diagonal atau grafik histogramnya.
Hasil Uji Normalitas dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai berikut:
Gambar 4.2
Output SPSS Uji Normalitas dengan Histogram Dependent Variable :rata_kinerja
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016
Berdasarkan gambar 4.2 histogram menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena bentuk kurva yang memiliki kemiringan yang cenderung imbang dan kurva mendekati pola distribusi normal. Berarti data pada regresi yang digunakan berdistribusi normal karena melebihi nilai signifikansi 0,05. Hasil pengolahan data, menghasilkan pula sebuah grafik normal Q-Qplots sebagai berikut :
Gambar 4.3
Uji Normalitas Probability Plot
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016
Berdasarkan pada gambar 4.3grafik normal probability plot, dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas, dimana pola titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal yang mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Adanya multikolineritas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai variance inflation factor (VIF). Batas dari tolerance value tersebut adalah 0,10, atau nilai VIF dibawah 10. Gejala multikolinieritas terjadi jika terdapat korelasi yangsignifikan antara salah satu variabel bebas
atau lebih. Jika terdapat multikolinearitas dalam model, maka taksiran koefisien regresi akan stabil dan menjadi bias.
Berikut disajikan pada tabel 4.10 dibawah:
Tabel 4.10
Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel bebas Tolerance VIF Pengalaman Kerja (X1) 0.618 1.169
Usia (X2) 0.618 1.169
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016
Berdasarkan tabel 4.10 diperoleh nilai VIF sebesar 1,169 yang artinya tidak ada gejala multikolinearitas. Karena nilai tolerance semua variabel bebas mendekati angka 1 dan nilai VIF tidak lebih dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi untuk variabel pengalaman kerja dan usia tidak terdapat masalah multikolinearitas dan model regresi layak untuk digunakan.
c. Uji Heterokedastisitas
Uji heteroskedasitas pada penelitian ini adalah varians dalam model regresi Y yang diprediksi distandardized tidak sama maka model regresi tidak terjadi heteroskedasitas. Apabila regresi tersebut signifikan maka terdapat heteroskedasitas dalam data yang digunakan.Dasar pengambilan keputusan uji heterokedastistas adalah jika terdapat pola tertentu pada gafik scatterplot maka terjadi heterokedastisitas.Sedangkan model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas.Berikut adalah hasil dari uji heterokedastisitas dengan
menggunakan grafik scatterplot. Berikut disajikan pada gambar 4.4 dibawah:
Gambar 4.4
Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot
Dependent Variable :rata_kinerja
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS Ver.21, 2016
Setelah dilakukan uji heteroskedasitas pada semua nilai varian dan residual variabel bahwa tidak terdapat gejala heteroskedasitas dalam data yang digunakan dalam penelitian ini.Dan data residual diprediksi yang distandardized tidak membentuk titik-titik poin yang teratur atau pola-pola yang teratur.
5. Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui kebenaran suatu hipotesis, maka harus terlebih dahulu memenuhi uji hipotesis. Pengujian ini dilakukan agar hipotesis yang diuji dapat disimpulkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui ada tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, koefisien regresi antar variabel disajikan pada tabel 4.10 berikut:
Tabel 4.11
Hasil Analisis Koefisien Regresi Antar Variabel
Hasil Analisis Koefisien Regresi Antar Variabel