BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini diperoleh data berupa data pengetahuan awal siswa yaitu nilai ulangan harian untuk materi ikatan kimia, data motivasi awal (sebelum pembelajaran), data motivasi akhir (setelah proses pembelajaran), serta data prestasi belajar kimia siswa untuk materi asam basa. Data Pre-Lecture Quiz (PLQ) 1 dan Pre-Lecture Quiz (PLQ) 2 merupakan nilai Pre-Lecture Quiz (PLQ) siswa kelas eksperimen untuk pertemuan kedua dan ketiga. Data tersebut dikumpulkan untuk melihat secara kasar perbedaan hasil belajar siswa selama menjalani pre-quiz pertama dan pre-quiz kedua. Jika terdapat peningkatan nilai Pre-Lecture Quiz (PLQ) 1 ke Pre-Lecture Quiz (PLQ) 2, maka secara kasar dapat dikatakan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari minggu kedua ke minggu ketiga. Ringkasan data pengetahuan awal, data motivasi belajar siswa, baik awal maupun akhir, dan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 4. Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 9 sampai dengan Lampiran 12.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi parametris meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Statistika parametris bekerja berdasarkan asumsi bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis berdistribusi normal. Sedangkan pengujian homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas dan uji normalitas dilakukan terhadap semua data. Apabila semua data yang digunakan sudah teruji normal dan homogen, selanjutnya dapat dilakukan uji hipotesis dengan Uji-t sama subjek, Uji-t beda subjek, dan Uji Mancova.
44
Tabel 4. Ringkasan Data Pengetahuan Awal, Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Kimia
Variabel Kelas
Eksperimen (A1) Kontrol (A2) Pengetahuan awal kimia Jumlah siswa 26 27 Nilai tertinggi 88 95 Nilai terendah 43 38 Rerata nilai 63,7 64,6 Motivasi awal siswa Jumlah siswa 26 27 Skor tertinggi 142 167 Skor terendah 95 94 Rerata skor 118,9 125,5 Motivasi akhir siswa Jumlah siswa 26 27 Skor tertinggi 165 173 Skor terendah 119 98 Rerata skor 138,5 128,9 Prestasi belajar kimia Jumlah siswa 26 27 Nilai tertinggi 88 88 Nilai terendah 32 28 Rerata nilai 65,9 55,9 1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan terhadap data pengetahuan awal, motivasi awal belajar kimia, motivasi akhir belajar kimia, data Pre-Lecture Quiz (PLQ) 1 dan data Pre-Lecture Quiz (PLQ) 2, serta prestasi belajar kimia siswa untuk materi asam basa. Data yang diperoleh berdistribusi normal karena pada uji normalitas diperoleh harga G (Zhitung) < Ztabel dan p> 0,05. Penyajian data ringkasan hasil perhitungan uji normalitas ditunjukkan pada Tabel 5.
45
Adapun data perhitungan uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 13.
Tabel 5. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Variabel Kelas N P Sebaran Pengetahuan awal A1 26 0,372 Normal A2 27 0,873 Normal Motivasi awal A1 26 0,630 Normal A2 27 0,710 Normal Motivasi akhir A1 26 0,064 Normal A2 27 0,129 Normal Prestasi belajar kimia A1 26 0,143 Normal A2 27 0,859 Normal
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan terhadap data pengetahuan awal untuk materi ikatan kimia, motivasi awal belajar kimia, motivasi akhir belajar kimia, serta prestasi belajar kimia siswa untuk materi reaksi asam basa. Data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen karena pada uji homogenitas diperoleh harga Fhitung< Ftabel dan p > 0,05. Penyajian data ringkasan hasil pengujian uji homogenitas ditunjukkan pada Tabel 6. Adapun data perhitungan uji homogenitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 14.
Tabel 6. Ringkasan Hasil Uji Homogenitas
Variabel Kelas N Df1 Df2 Fhitung Ftabel P Status Pengetahuan awal A1 26 1 51 0,455 4,030 0,505 Homogen A2 27 Motivasi awal-akhir A1 26 1 50 0,244 4,034 0,623 Homogen A2 27 1 52 0,008 4,026 0,929 Homogen Motivasi akhir A1 26 1 51 1,742 4,030 0,193 Homogen A2 27 Prestasi belajar kimia A1 26 1 51 0,984 4,030 0,326 Homogen A2 27
46 3. Uji Hipotesis
a. Independent t-Test
Uji-t Beda Subjek digunakan untuk menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai rata-rata yang berbeda. Uji beda t-test dilakukan dengan cara membandingkan perbedaan antara dua nilai rata-rata dua grup yang tidak saling berpasangan atau tidak saling berkaitan. Uji ini dilakukan terhadap skor motivasi akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hipotesis nol (H₀) adalah tidak terdapat perbedaan motivasi akhir antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ). Ringkasan hasil uji-t beda subjek disajikan dalam Tabel 7. Data perhitungan uji-t beda subjek selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 15.
Tabel 7. Ringkasan Hasil Uji-t Beda Subjek
Sumber T P
A1 – A2 -2,307 0,026
Besarnya |thitung| adalah sebesar 2,307 dan p = 0,026. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan harga ttabel pada taraf signifikansi 5% dan diperoleh harga ttabel sebesar 2,00. Harga thitung> ttabel dan p < 0,05, sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam hal motivasi belajar kimia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) untuk siswa kelas XI semester 2 SMA N 1 KALASAN tahun ajaran 2015/2016 dengan taraf signifikansi 5%.
47 b. Uji Mancova
Multivariate Analysis of Covariance adalah analisis kovarian di mana setidaknya ada dua variabel dependen yang diukur secara simultan untuk menguji apakah terdapat perbedaan perlakuan terhadap sekelompok variabel dependen setelah disesuaikan dengan pengaruh variabel konkomitan (kendali) (Raykov & Marcoulides, 2008: 192).
Analisis multi kovarian digunakan untuk membandingkan dua data atau lebih yang semuanya bersifat interval dari dua kelompok atau lebih, disertai pengendalian satu atau lebih data yang juga semuanya bersifat interval. Analisis Kovariansi sangat membantu dalam menghasilkan kesimpulan yang lebih akurat. Pada variabel dependen, terdapat satu atau lebih kuantitatif variabel yang dikenal kovariat atau konkomitan variabel. Secara umum, kovariat merupakan variabel yang secara teoritik berkorelasi dengan variabel terikat atau beberapa variabel yang menunjukkan korelasi pada beberapa jenis subjek yang sama. Tujuan utama kovariat dilibatkan dalam penelitian adalah untuk memperoleh presisi dengan menghilangkan variansi kesalahan. Selain itu, pengikutsertaan kovariat juga bertujuan untuk menurunkan efek dari beberapa faktor yang tidak dapat dikontrol oleh peneliti.Dalam penelitian ini digunakan pengendalian pada kondisi awal variabel terikat yang berbeda. Untuk itu, dalam penelitian ini, analisis menggunakan uji mancova digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan rerata prestasi belajar dan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) jika pengetahuan awal siswa dikendalikan secara statistik. Hipotesis nol (H₀) adalah tidak terdapat perbedaan pada prestasi belajar kimia dan motivasi belajar kimia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ). Ringkasan hasil perhitungan uji anakova disajikan
48
pada Tabel 8. Adapun data perhitungan uji anakova secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 16.
Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Mancova
Sumber N1 N2 Df1 Df2 Fhitung P Prestasi Motivasi 26 27 1 50 6,274 34,53 0,016 0,000
Besarnya Fhitung pada prestasi belajar adalah sebesar 6,274 dan p = 0,016. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan harga Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan Df1 sebesar 1 dan Df2 sebesar 50 maka diperoleh harga Ftabel sebesar 4,034. Harga Fhitung> Ftabel dan p < 0,05, sehingga H₀ ditolak. Besarnya Fhitung pada motivasi belajar adalah sebesar 634,53 dan p = 0,000. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan harga Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan Df1 sebesar 1 dan Df2 sebesar 50 maka diperoleh harga Ftabel sebesar 4,034. Harga Fhitung> Ftabel dan p < 0,05, sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada prestasi belajar kimia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa penerapan Pre-Lecture Quiz (PLQ) untuk kelas XI semester 2 SMA N 1 KALASAN tahun ajaran 2015/2016 dengan taraf signifikansi 5%.
c. Data Pre-Lecture Quiz
Dalam hasil penelitian ini dicantumkan pula data Pre-Quiz (PLQ) 1 dan data Pre-Lecture Quiz (PLQ) 2 untuk kelas eksperimen. data ini merupakan nilai Pre-Lecture Quiz (PLQ) siswa kelas eksperimen untuk pertemuan kedua dan ketiga. Data tersebut bermaksud untuk melihat secara kasar perbedaan hasil belajar siswa selama menjalani pre-quiz pertama dan pre-quiz kedua. Jika terdapat peningkatan nilai Pre-Lecture Quiz (PLQ) 1 ke Pre-Pre-Lecture Quiz (PLQ) 2, maka secara kasar dapat dikatan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari minggu
49
kedua ke minggu ketiga. Data tersebut dapat dilihat selengkapnya pada Lampiran 17