• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Hasil Penelitian

1. Siklus I

Penelitian tindakan kelas dengan judul “Meningkatkan Sikap Heroisme Siswa Kelas IX A Melalui Pembelajaran Inovasi Examples Non Examples Di SMP Negeri 3 Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar Tahun 2010 .” ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus kegiatannya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi.

a. Perencanaan

Pada tahap ini guru menyusun RPP dengan penerapan pembelajaran inovatif Examples Non Examples. Langakah berikutnya menyediakan lembar kerja siswa, menentukan dan menyiapkan gambar-gambar peristiwa, kondisi masyarakat, realitas masyarakat yang manjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. Selanjutnya menyiapkan media pembelajaran lain seperti: lembar evaluasi, pengamatan, reward jika memungkinkan. Mengusahakan masuk kelas dengan tepat sehingga waktu pembelajaran sesuai dengan perncanaan. b. Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, guru menjelaskan tujuan pembelajaran, dilanjutkan kegiatan pembelajaran, dengan langkah-langkah:

1). guru mempersiapkan gamabar-gambar tentang ancaman, hambatan dan gangguan dalam masyarakat..

2). guru menempelkan atau membagikan gambar kepada seluruh siswa, siswa menganalisa gambar, ancaman bidang apa ( curah Pendapat ) 3). siswa memperhatikan penjelasan guru, tentang tugas yang berikan,

dilanjutkan memperhatikan gambar ancaman yang perlu dibela.

4). Siswa dengan kelompok mendiskusikan gambar, peristiwa dan membuat analisa gambar menentukan langkah pembelaan negara. 5). siswa mempresentasikan hasil analisis diskusi kelompok, siswa

dikelompk lainnya memperhatikan, dan memberikan masukan, kritik, serta saran.

6). hasil presentasi, menjadi materi pembelajaran yang diperoleh dari analisis gambar tentang peran pembelaan negara.

h. kesimpulan dan refleksi. c. Pengamatan

Pada kegiatan mengamati dan menganalisa gambar guru melakukan pengamatan keaktifan. Pada saat diskusi guru dapat memantau cara kerja kelompok, keaktifan anggota kelompok, keterlibatan setiap anggota dalam kelompoknya, mengamati jalannya diskusi, maupun mengamati keaktifan siswa dalam berdiskusi selama proses pembelajaran

masing-masing anggota belum bekerja sama secara maksimal, karena belum terbiasa dan masih merasa canggung terutama pada bagian diskusi, terbukti adanya peran dominan seorang siswa.

d. Refleksi

Materi pembelajaran yang dipilih adalah materi kelas IX, semester 1 dari Standar Kompetensi 1 yaitu: siwa mampu berperan aktif dalam usaha pembelaan negara. Standar kompetensi ini memiliki kompetensi dasar (KD) sebagai berikut: (1) Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan negara (2) Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan negara, (3) Menampilkan peran serta dalam usaha pembelaan negara

Berdasarkan hasil pengamatan dan ulangan harian dengan metode inovasi Examples Non Examples di kelas IX SMP Negeri 3 Kebakkramat, semester 1 tahun pelajaran 2010/2011 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Peran aktif Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kebakkramat dalam usaha pembelaan ( Siklus I)

No Interval Kategori Jumlah Siswa %

1. 90-100 Amat tinggi

2. 70-89 tinggi 14 42,4

3. 50-69 Cukup 15 45,5

4. 0-49 Rendah 4 12,1

Jumlah 33 100

Sumber : Data pengamatan, 2010

Tabel 1 menunjukkan prestasi belajar siswa yang masuk kategori tinggi sebanyak 14 siswa (42,4%), kategori sedang sebanyak 15 siswa (45,5%), kategori rendah sebanyak 4 siswa (12,1%). Motivasi pembelajaran siswa dalam berperan aktif dalam usaha pembelaan negara

tersebut bila dibandingkan dengan Sikap aktif siswa dalam berperan aktif dalam usaha pembelaan negara dengan menggunakan metode sebelumnya ada peningkatan yang cukup signifikan.

Selain dilihat dari motivasi aktif siswa dalam berperan aktif dalam usaha pembelaan negara, dalam kegiatan refleksi ini juga dipertimbangkan intensitas keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Intensitas kterlibatan siswa dalam pembelajaran merupakan indikator keberhasilan pembelajaran yang dilihat dari segi proses. Indikator yang digunakan untuk mengukur intensitas keterlibatan siswa adalah partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran yang diwujudkan dalam keterlibatan fisik maupun mental, yaitu perhatian dalam kegiatan belajar, keaktifan dalam berdiskusi, keaktifan menjawab analisis gambar.

Dari hasil observasi proses pembelajaran maka dalam siklus I keaktifan siswa dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.

Tabel 2. Keaktifan Siswa Siklus I No Partisipasi siswa dan

keterlibatan dalam PBM Siklus I Jumlah % Siswa Kategori

1. Perhatian pada PBM 67.88 Sedang

2. Interaksi Diskusi 72.45 Tinggi

3. Analisa gambar 71.45 Tinggi

4. Rata – rata 70.59 Tinggi

Sumber: Data pengamatan , 2010

Dari tabel di atas terlihat siswa yang terlibat dalam kategori tinggi dalam pembelajaran inovatif Examples Non Examples, terdapat dalam keterlibatan analisis gambar ( 71.45 ) dan interaksi sosial diskusi (72,45 %), kategori perhatian PBM sebesar(67.88), dan rata-rata partisipasi siswa adalah tinggi yaitu 70,59 %.

2. Siklus II

Penelitian tindakan kelas dengan judul “Meningkatkan Sikap Heroisme Siswa Kelas IX A Melalui Pembelajaran Inovasi Examples Non Examples Di SMP Negeri 3 Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar Tahun 2010 .” ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus kegiatannya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi.

a. Perencanaan

Pada tahap ini guru menyusun RPP dengan penerapan pembelajaran inovatif Examples Non Examples. Langakah berikutnya menyediakan lembar kerja siswa, menentukan dan menyiapkan gambar-gambar peristiwa, kondisi masyarakat, realitas masyarakat yang manjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. Selanjutnya menyiapkan media pembelajaran lain seperti: lembar evaluasi, pengamatan, reward jika memungkinkan. Mengusahakan ada perbaikan berdasarkan hasil refleksi siklus I.

b. Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, guru menjelaskan tujuan pembelajaran, dilanjutkan kegiatan pembelajaran, dengan langkah-langkah:

1). guru mempersiapkan gamabar-gambar tentang ancaman, hambatan dan gangguan dalam masyarakat..

2). guru menempelkan atau membagikan gambar kepada seluruh siswa, siswa menganalisa gambar, ancaman bidang apa ( curah Pendapat )

3). siswa memperhatikan penjelasan guru, tentang tugas yang berikan, dilanjutkan memperhatikan gambar ancaman yang perlu dibela.

4). Siswa dengan kelompok mendiskusikan gambar, peristiwa dan membuat analisa gambar menentukan langkah pembelaan negara. 5). siswa mempresentasikan hasil analisis diskusi kelompok, siswa

dikelompk lainnya memperhatikan, dan memberikan masukan, kritik, serta saran.

6). hasil presentasi, menjadi materi pembelajaran yang diperoleh dari analisis gambar tentang peran pembelaan negara.

i. kesimpulan dan refleksi. c. Pengamatan

Pada kegiatan mengamati dan menganalisa gambar guru melakukan pengamatan keaktifan. Pada saat diskusi guru dapat memantau cara kerja kelompok, keaktifan anggota kelompok, keterlibatan setiap anggota dalam kelompoknya, mengamati jalannya diskusi, maupun mengamati keaktifan siswa dalam berdiskusi selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil pengamatan sementara, siswa belum paham, masing-masing anggota belum bekerja sama secara maksimal, karena belum terbiasa dan masih merasa canggung terutama pada bagian diskusi, terbukti adanya peran dominan seorang siswa.

d. Refleksi

Materi pembelajaran yang dipilih adalah materi kelas IX, semester 1 dari Standar Kompetensi 1 yaitu: siwa mampu berperan aktif dalam usaha pembelaan negara. Standar kompetensi ini memiliki kompetensi dasar (KD) sebagai berikut: (1) Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan negara (2) Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan negara, (3) Menampilkan peran serta dalam usaha pembelaan negara

Berdasarkan hasil ulangan harian dengan metode inovasi Examples Non Examples di kelas IX SMP Negeri 3 Kebakkramat, semester 1 tahun pelajaran 2010/2011 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3. Peran aktif Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kebakkramatdalam usaha pembelaan ( Siklus II)

No Interval Kategori Jumlah Siswa %

1. 90-100 Amat tinggi

2. 70-89 tinggi 25 75,8

3. 50-69 Cukup 8 24,2

4. 0-49 Rendah 0 0

Jumlah 33 100

Sumber : Data pengamatan, 2010

Tabel 3 menunjukkan prestasi belajar siswa yang masuk kategori tinggi sebanyak 25 siswa (75,8%), kategori sedang sebanyak 8 siswa (24,2%), kategori rendah sebanyak 0 siswa (0 %). Dari tabel 3 diatas Sikap siswa berperan aktif dalam usaha pembelaan negara tersebut tinggi yaitu sebesar 75,8 % atau 25 anak dari 33 siswa, bila dibandingkan dengan Sikap aktif siswa berperan aktif dalam usaha pembelaan negara pembelajaran siklus I serta dengan menggunakan metode ceramah ada

suatu peningkatan yang cukup signifikan. Hasil peninggkatan nilai rata rata siswa dalam sikap positif terhadap pembelaan negara yaitu: peran positif awal 60.36, nilai sikap positif siswa dalam siklus I 65.90, dan nilai sikap positif siswa dengan perbaikan di siklus II menjadi 74.82.

Selain dilihat dari Sikap aktif siswa dalam berperan aktif dalam usaha pembelaan negara, dalam kegiatan refleksi ini juga dipertimbangkan intensitas keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Intensitas kterlibatan siswa dalam pembelajaran merupakan indikator keberhasilan pembelajaran yang dilihat dari proses pembelajaran. Indikator yang digunakan untuk mengukur intensitas keterlibatan siswa adalah partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran yang diwujudkan dalam keterlibatan fisik maupun mental, yaitu perhatian dalam kegiatan belajar, keaktifan dalam berdiskusi, keaktifan menjawab analisis gambar.

Dari hasil observasi maka dalam siklus II keaktifan siswa dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.

Tabel 4. Keaktifan Siswa Siklus II No Partisipasi siswa dan

keterlibatan dalam PBM Siklus II Jumlah % Siswa Kategori

1. Perhatian pada PBM 70.61 Tinggi

2. Interaksi Diskusi 73.79 Tinggi

3. Analisa gambar 73.64 Tinggi

4. Rata – rata 72.68 Tinggi

Dari tabel di atas terlihat siswa yang terlibat dalam kategori tinggi dalam pembelajaran inovatif Examples Non Examples, terdapat dalam keterlibatan analisis gambar ( 73.64 ) dan interaksi social diskusi (73.79 %), kategori sedang sebesar (70.61), dan rata-rata partisipasi siswa adalah tinggi yaitu 72,68 %.

Dokumen terkait