Hasil Perpaduan dan Perbedaan
E. Hasil Penelitian
1. Nilai-nilai religius siswa yang ditanamkan melalui program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang dan MAN 1 Malang
a. Nilai-nilai religius siswa yang ditanamkan melalui program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang adalah
1) Nilai ibadah
Nilai ibadah dengan ibadah mahdoh yaitu melalui sholat berjama’ah, pengeluaran zakat fitrah, sedangkan ghoiru mahdoh yaitu melalui penyembelihan hewan kurban dan istighosah
2) Nilai Ruhul Jadid
Dengan bersungguh-sunguh dan berjuang untuk mencari ilmu.
3) Nilai Amanah dan Keikhlasan
Mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam mengerjakan tugasnya sebagai siswa maupun pedidik. Sedangkan ikhlas dalam melaksanakan semua program kegiatan keagamaan. Seperti halnya dalam beramal dalam pelaksanaan PHBI, infak maupun shodaqoh.
4) Nilai Akhlak dan Kedisiplinan
Dengan pembudayaan senyum salam sapa, ketika bertemu guru menyapa atau mengucap salam dan berjabat tangan, menyapa teman sebaya, memakai seragam menutupi aurot, beretika dan sopan
santun. Sedangkan kedisiplinan dengan sholat tepat waktu dan berangkat kesekolah juga tepat waktu.
5) Nilai keteladanan
Dalam hal ini yaitu ada keteladanan dalam khataman guru, siraman rohani sebulan sekali untuk guru-guru.
b. Nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan melalui kegiatan keagamaan di MAN 1 Malang adalah
1) Nilai ibadah
nilai ibadah dengan ibadah mahdoh yaitu melalui sholat berjama’ah, pengeluaran zakat fitrah, pembacaan al-qur’an sedangkan ghoiru mahdoh yaitu melalui penyembelihan hewan kurban, perkemahan arofah atau pengobatan gratis serta baksos di panti asuhan dan istighosah dan peringatan hari besar Islam.
2) Nilai Ruhul Jadid
Dengan bersungguh-sunguh dan berjuang untuk mencari ilmu.
3) Nilai Amanah dan Keikhlasan
Mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam mengerjakan tugasnya sebagai siswa maupun pedidik. Sedangkan ikhlas dalam melaksanakan semua program kegiatan keagamaan. Seperti halnya dalam beramal dalam pelaksanaan PHBI, infak maupun shodaqoh.
4) Nilai Akhlak dan Kedisiplinan
Dengan pembudayaan senyum salam sapa, ketika bertemu guru menyapa atau mengucap salam dan berjabat tangan, menyapa teman
sebaya, memakai seragam menutupi aurot, beretika dan sopan santun. Sedangkan kedisiplinan dengan sholat tepat waktu dan berangkat kesekolah juga tepat waktu.
2. Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Religius Siswa Melalui Program Kegiatan Keagamaan di SMAN 1 Malang dan MAN 1 Malang
a. Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Religius Siswa Melalui Program Kegiatan Keagamaan di SMAN 1 Malang
1) Di Kelas Dalam Proses Pembelajaran
Dengan pemberian motivasi dan nasehat-nasehat dalam proses pembelajaran PAI di kelas
2) Di Luar Kelas Melalui Program Kegiatan Keagamaan
Dengan reward (hadiah dan dukungan dari sekolah bagi siswa-siswi yang beprstasi) and punishment (bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan atau tidak mentaati aturan yang sudah di buat oleh sekolah), aturan atau norma-norma yang sudah di buat oleh sekolah (tata tertib dalam sekolah), keteladanan yaitu guru dan kepala sekolah serta warga sekolah memberikan contoh keteladanan kepada siswa-siswi, persuasive (ajakan) melalui kegiatan istighosah amal jariyah, pembiasaan dengan membiasakan melaksanakan semua kegiatan keagamaan di sekolah, perwujudan penciptaan budaya religius di sekolah dengan membudayakan ketika bertemu guru menyapa dan berjabat tangan.
b. Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Religius Siswa Melalui Program Kegiatan Keagamaan di SMAN 1 Malang
1) Di Kelas Dalam Proses Pembelajaran
Dengan pemberian motivasi dan nasehat-nasehat dalam proses pembelajaran PAI di kelas
2) Di Luar Kelas Melalui Program Kegiatan Keagamaan
Dengan pembinaan bagi siswa-siswi yang belum lancar dalam membaca al-qur’an, reward (hadiah dan dukungan dari sekolah bagi siswa-siswi yang beprstasi) and punishment (bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan atau tidak mentaati aturan yang sudah di buat oleh sekolah), aturan atau norma-norma yang sudah di buat oleh sekolah (tata tertib dalam sekolah), keteladanan yaitu guru dan kepala sekolah serta warga sekolah memberikan contoh keteladanan kepada siswa-siswi, persuasive (ajakan) melalui kegiatan istighosah amal jariyah, pembiasaan dengan membiasakan melaksanakan semua kegiatan keagamaan di sekolah, perwujudan penciptaan budaya religius di sekolah dengan membudayakan ketika bertemu guru menyapa dan berjabat tangan.
3. Implikasi internalisasi nilai-nilai religius siswa terhadap perilaku sehari-hari siswa melalui kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang dan MAN 1 Malang
a. Implikasi internalisasi nilai-nilai religius siswa terhadap perilaku sehari-hari siswa melalui kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang
Di SMAN 1 Malang memiliki implikasi 90 % positif dengan indikator meningkatkan karakter religius yaitu dengan melaksanakan ibadah tepat waktu dengan berjama’ah, puasa ramadhan, memperbanyak doa-doa ketika akan ujian b) membangkitkan motivasi dengan indikator melaksanakan di rumah dengan membaca al-qur’an, mengimplementasikan amalan-amalan dan nasehat dari kepala sekolah, guru ataupun ustazah/ustaz dari luar dan mengimplementasikan sholat berjama’ah di rumah karena pembiasaan di sekolah, c) Peningkatan kedisiplinan yaitu taat pada peraturan atau tata tertib yang berlaku di sekolah dan datang tepat waktu dan tepat waktu dalam melaksanakan sholat secara berjama’ah. d) Bertanggung jawab dengan melaksanakan kegiatan keagamaan yang sudah diprogramkan oleh sekolah, mengerjakan tugas secara bersungguh-sungguh serta berani menanggung konsekuensi dari sikap, perkataan dan perilakunya.
b. Implikasi internalisasi nilai-nilai religius siswa terhadap perilaku sehari-hari siswa melalui kegiatan keagamaan di MAN 1 Malang
Di MAN 1 Malang memiliki implikasi 90 % positif dengan indikator a) meningkatkan karakter religus yaitu dengan melaksanakan
ibadah tepat waktu dengan berjama’ah, puasa ramadhan, memperbanyak doa-doa ketika akan ujian b) membangkitkan motivasi dengan indikator melaksanakan di rumah dengan membaca al-qur’an, mengimplementasikan amalan-amalan dan nasehat dari kepala sekolah, guru ataupun ustazah/ustaz dari luar dan mengimplementasikan sholat berjama’ah di rumah karena pembiasaan di sekolah, c) Peningkatan kedisiplinan yaitu taat pada peraturan atau tata tertib yang berlaku di sekolah dan datang tepat waktu dan tepat waktu dalam melaksanakan sholat secara berjama’ah. d) Bertanggung jawab dengan melaksanakan kegiatan keagamaan yang sudah diprogramkan oleh sekolah, mengerjakan tugas secara bersungguh-sungguh serta berani menanggung konsekuensi dari sikap, perkataan dan perilakunya. d) Menghormati orang lain yaitu selalu menghormati guru dan kepala sekolah dan semua warga sekolah. Dengan menyapa dulu ketika bertemu guru, kepala sekolah, petugas TU dan satpam. e)Tawadhu dengan bersikap rendah hati kepada guru dan kepala sekolah dan semua warga sekolah
156
Dalam Bab IV peneliti telah memaparkan data temuan penelitian, pada bab ini temuan ini akan peneliti analisis untuk merekontruksi konsep yang didasarkan pada informasi empiris yang sudah ada pada kajian teori. Adapun bagian-bagian yang dibahas pada bab ini disesuaikan dengan fokus penelitian meliputi : (a) Nilai-nilai religius yang ditanamkan melalui program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang dan MAN 1 Malang, (b) Strategi Internalisasi nilai-nilai religius siswa yang ditanamkan melalui program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang dan MAN 1 Malang, dan (c) Implikasi Internalisasi nilai-nilai karakter religius siswa terhadap perilaku sehari-hari melalui program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Malang dan MAN 1 Malang.
A. Nilai-nilai religius yang ditanamkan melalui program kegiatan