• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Perlakuan Akuntansi Sewa Guna Usaha pada CV.Tri Putra Nurinda Dalam usaha mendukung kelancaran operasional perusahaan, maka perusahaan menambah aktiva tetapnya melalui sumber pembebanan dalam bentuk sewa guna usaha dari pihak lessor.

diharapkan dengan menambah aktiva tersebut perusahaan dapat melakukan usahanya secara optimal. Penerapan transaksi leasing pada CV.Tri Putra Nurinda menggunakan metode capital lease adalah barang modal yang di sewakan harus di perlakukan dan di catat sebagai aktiva sewa guna usaha berdasarkan harga perolehan.

pembayaran sewa guna usaha (lease payment) selama tahun berjalan yang di peroleh dari penyewa guna usaha di akui dan di catat berdasarkan metode garis lurus sepanjang masa sewa guna usaha meskipun pembayaranya sewa guna usaha mungkin di lakukan dalam jumlah yang tidak sama dalam setiap priode. Penyusutan aktiva yang di sewa guna usahakan harus di lakukan dalam jumlah yang layak berdasarkan jumlah taksiran masa manfaatnya. Kalau aktiva yang di sewa guna usahakan di jual maka perbedaan antara nilai buku dan nilai jual harus di akui dan di catat sebagai keuntungan dan kerugian tahun berjalan.

Pada hakikatnya dalam sewa pembiayaan seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan hukum dialihkan oleh lessor kepada lesse, dan dengan menerima piutang sewa di perlakukan oleh lessor sebagai pembayaran pokok dan pendapatan keuangan yang di terima sebagai penggantian atas imbalan atas investasi dan jasanya.

47

Pandangan Robinsun Tanggulungan selaku pimpinan perusahaan menyatakan bahwa perlakuan akuntansi sewa guna usaha yang di terapkan sangat di butuhkan, sejalan dengan berkembangnya dunia bisnis dan persaingan yang ketat, lembaga pembiayaan dapat menjadi alternative bagi pengembangan beberapa sektor usaha. Selain itu, sewa guna usaha juga merupakan solusi ketika suatu perusahaan memerlukan sebagian barang modal tentunya secara tiba-tiba tetapi tidak mempunyai dana yang cukup. Dengan melakukan sewa guna usaha, akan lebih menghemat biaya pengeluaran, di bandingkan dengan harus membeli secara tunai (Direktur Utama,Robinsun Tanggulungan.ST)

leasing atau sewa guna usaha merupakan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang atau modal yang di lakukan dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan leasing ini telah di atur dalam keputusan mentri keuangan republic Indonesia nomor: 1169/KMK.01/1991 tentang kegiatan sewa guna usaha (leasing). Keuntungan yang di peroleh jika memilih pembiayaan dengan leasing adalah fleksibel. Fleksibel dalam struktur kontrak serta penentuan besar pembayaran dan waktu yang harus di tempuh. Prosedur dalam leasing cukup sederhana, tentu menjadikan pelayanan lebih cepat. Perusahaan leasing juga membiayai 100% untuk modal yang nasabah butuhkan. Adanya pembiayaan dari lessor (perusahaan leasing) ini tentu menghemat modal bagi perusahaan lessee (pengguna modal).

2. Sistem Akuntansi Sewa pada CV.Tri Putra Nurinda

Dalam kegiatan sewa, CV.Tri Putra Nurinda melakukan beberapa transaksi sewa selama tahun 2020. dan sekarang mencatat transaksi sewa sebagai sewa operasi. Dalam PSAK 73 diatur mengenai klasifikasi yang di bagi menjadi dua yaitu sewa pembiayaan serta sewa operasi,di mana pada masing-masing klasifikasi di atur bagaimana mengatur serta mengungkapkan akuntansi sewa.

1. Sewa Pembiayaan

Sewa pembiayaan adalah sewa yang mengalihkan secara subtansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. hak milik pada akhirnya dapat di alihkan, dapat juga tidak.

Suatu sewa di klasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sudah memenuhi beberapa faktor berikut ini:

a. Sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lesse pada akhir masa sewa.

b. Lesse memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah di bandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat di laksanakan,sehingga pada awal sewa dapat di pastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan.

c. Masa sewa adalah sebagian besar umur ekonomis meskipun hak milik tidak di alihkan.

d. Pada awal masa sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara subtansial mendekati nilai wajar aset sewaan.

e. Aset sewaan bersifat khusus di mana hanya lesse yang dapat menggunakanya tanpa perlu modifikasi secara material.

2. Sewa Operasi

Suatu sewa dikatakan sebagai sewa operasi apabila tidak memenuhi criteria sewa pembiayaan.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu standar yang di gunakan oleh sebuah perusahaan yang telah go public dalam menyusun laporan keuangan di mana laporan

49

keuangan tersebut di gunakan oleh para pihak eksternal baik itu kreditur, pemerintah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Pandangan baharuddin selaku staf keuangan perusahaan menyatakan bahwa sistem akuntansi sewa pada CV.Tri Putra Nurinda yaitu sewa operasi (operating lease) adalah sewa selain sewa pembiayaan serta jika sewa tidak mengalihkan secara subtansial seluruh resiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset (Bidang Keuangan dan Umum,Baharuddin.SE)

Suatu perjanjian atau komitnmen sewa dapat membuat suatu persyaratan untuk menyesuaikan pembayaran sewa karena perubahan dalam konstruksi atau biaya akuisisi property sewaan karena perubahan dalam ukuran biaya atau nilai lainya seperti tingkat harga umum atau biaya pembiayaan yang di keluarkan oleh lessor. definisi sewa yang telah dijelaskan di atas termasuk kontrak untuk menyewa aset dengan suatu persyaratan yang memberikan opsi kepada penyewa untuk memporoleh hak milik atas aset dengan memenuhi ketentuan yang di sepakati dan kontrak ini sering di sebut sebagai kontrak sewa beli.

Laporan Keuangan CV.Tri Putra Nurinda Makassar

Laporan laba rugi di susun agar perusahaan dapat menggambarkan hasil usaha pada suatu priode. Pendapatan dan beban yang diperoleh pada suatu periode harus di bandingkan dengan biaya-biaya pada priode yang sama. Hal ini untuk mengetahui laba atau rugi untuk priode itu. Adapun laba rugi perusahaan CV.Tri Putra Nurinda Makassar untuk bulan desember 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Laba sesudah kena pajak 7.008.509.719,33 15.590.528.497,89 Sumber : laporan keuangan CV.Tri Putra Nurinda

Berdasarkan dari tabel 4.1 yang dapat di ketahui dari laporan laba rugi CV.Tri Putra Nurinda mengalami penurunan, dapat dilihat dari pendapatan pada tahun 2019 sebesar Rp.28.100.117.875,00 sedangkan pada tahun 2020 menjadi Rp.27.818.078.920,00

Berdasarkan dari tabel 4.1 yang dapat di ketahui dari laporan laba rugi CV.Tri Putra Nurinda mengalami peningkatan biaya, dapat di lihat pada tahun 2019 total biaya Rp.12.447.071.334,61 dan pada tahun 2020 meningkat menjadi sebesar Rp.20.738.435.559,18

Selain itu dari laba rugi yang dapat di ketahui adalah laba sesudah kena pajak. Laba sesudah kena pajak CV.Tri Putra Nurinda mengalami penurunan.

Pada tahun 2019 sebesar Rp.15.590.528.497,89 dan pada tahun 2020 turun menjadi Rp.7.008.509.719,3.

Dokumen terkait