• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PNELITIAN

5.2 Hasil Penelitian

5.2.2 Hasil Penelitian Informan Utama

A.Bapak Tukiman selaku infoman utama yang pertama diwawancarai, berikut adalah pertanyaan peneliti dan jawaban bapak Tukiman.

“Kira-kira dari tahun 1992, 30 tahun la”

Peneliti bertanya kepada informan utama Imemulai bekerja sebagai buruh harian di PT. Abdi Budi Mulia

“Kalau bagian lelek disuruh bersihkan halaman perumahan asisten, benerin jalan yang rusak sama satu lagi bersihkan enceng gondok di paret (parit) kemudian bantu-bantu pekerjaan di kebon, dan bekerja hanya 20 hari dalam sebulan”

58

Peneliti menanyakan tentang pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dilakukan informan utama I dan berapa hari kerja dalam sebulan, pekerjaan yang dilakukan bukan hanya tentang mengurus perkebunan selain dari mengerjakan hal diluar perkebunan juga ada contoh nya berdasarkan hasil wawancara informan utama I ini.

“Kalau malem kadang nyari ikan di parit kebon, dapet ikan gabus sama betik. Lumayan banyak buat dijual, kan harga ikan gabus mahal. Kalau ada sisa digoreng sendiri di rumah. Alatnya pake pancing sama bubu. Kalau bubunya ditinggal semalaman, besok siangnya diambil habis pulang kerja. Kadang tetangga ngajak ke ladang bantu manen sawit, lelek yang angkut sawit.”

Peneliti bertanya mengenai penghasilan tambahan kepada informan utama I

“Semalam lelek dikasih bantuan untuk covid itu, beras 30kg tiga goni. Dari tahun 2020. Tahun ini dikasih beras 4 goni.

Dikasihnya itu di pertengahan tahun. Dan sebelum ada covid itu dapat bantuan juga la dari pemerintah yang program raskin itu”

Peneliti bertanya tentang apakah keluarga bapak Tukiman mendapatkan bantuan dari pemerintah.

B.Ibu Sunarti selaku informan utama II dan juga sebagai istri dari informan utama I, berikut adalah pertanyaan wawancara dan jawaban dari informan.

“Untuk beras 20 kilo sebulan cukup, orang rumah cuma 3 orang. sayur sayur beli di kedai. Kadang juga masak ikan dari hasil mancing lelek mu (suami beliau) beras bantuan dari pemerintah itu juga selalu dimanfaatkan. Soal makan alhamdulillah nggak kurang wan.”

Peneliti bertanya kepada informan mengenai cara informan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau pakaian cuman pakaian seadanya dan terbatas, artinya menghemat lah kalau soal pakaian, paling kalau ada pakaian tambahan itu darisedekah juga dari masyarakat, kalau untuk baju baru paling bisa dibeli menjelang hari raya aja wan karena lelek mu pasti banyak dapat bonus dari kerjaan jadi bisa dimanfaatkan buat pakaianlah, intinya cuman bisa ganti setahun sekali wan”

Peneliti bertanya mengenai kebutuhan sandang keluarga kepada informan utama II

“Rumah alhamdulillah milik sendiri walau sederhana dinding dari kayu ya dek. Kondisi rumah juga baik, lantai disemen biasa, kalau hujan gak ada yang bocor”

Peneliti bertanya mengenai kebutuhan papan atau tempat tinggal kepada informan utama II

60

“Semua biaya pendidikan anak ya selalu di usahakan lelek mu itu wan Anak ibu cuma satu, sekarang uda SMA. Alhamdulillah selama ini gak ada kendala untuk sekolah. Tapi setelah tamat SMA ini dia mau ikut kerja ke perkebunan, gak ada niat kuliah.”

Peneliti bertanya mengenai kebutuhan pendidikan anak kepada informan II

“Kalau keluarga ada yang sakit biasanya kami tinggal telfon mantri dekat sini nanti datang ke rumah, disuntik aja biar cepat sembuh. Di puskesmas kan bayar juga, jadi daripada capek capek kesana mending kalau gak panggil mantri desa ini kami yang kerumah mantri karena kalau mau ke puskesmas sudah pasti biayanya lebih mahal wan dan BPJS bibik ga punya”

C.Hasil wawancara Bapak Suriyadi selaku informan utama III, berikut adalah pertanyaan wawancara dan jawaban dari informan.

“Sejak tahun 1984, awal awal perkebunan baru di buka la”

Peneliti bertanya kepada informan utama III memulai bekerja sebagai buruh harian di PT. Abdi Budi Mulia

“Dikasih bagian kerja menyemprot rumput, babat rumput rumput tinggi, perbaiki jalan untuk truk pengangkut buah, memupuk sawit , dan bekerja hanya 12 hari dalam sebulan itu kalau dibilang kurang sekali wan tapi cemana uda aturan dari perusahaan nya begitu kita terima saja lah dari pada gada kerjaan

sama sekalikan, untuk memenuhi kebutuhan hidup kalau Cuma saya sendiri yang bekerja gak akan cukup cuman yaitu untungya dibantu istri dan anak anak untuk bekerja”

Peneliti menanyakan tentang pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dilakukan informan utama III dan berapa hari bekerja dalam sebulan.

“Setiap minggu mancing nyari ikan, di paret perkebunan ini kan banyak ikan. Nanti itu dijual, ikan gabus banyak yang nyari buat obat. Kalau istri kadang nyari lidi di perkebunan, nanti dikumpul terus dijual. Lidi lidi itu nantinya dibuat sapu sama pengrajinnya disini. Kadang lelek ikut bantu juga nyari lidi di perkebunan, nanti istri yang bersihkan di rumah.”

Peneliti bertanya mengenai penghasilan tambahan kepada informan utama III

“Bantuan dari pemerintah alhamdulillah ada dari 2015 Wan sampe sekarang masih dapet. Tiap bulannya dapet beras 5kg, telur 15 biji sama kacang kedelai setengah kilo. Lumayan dalam membantu kebutuhan makan dan menghemat pada 2-3 minggu kedepan”.

Peneliti bertanya mengenai bantuan dari pemerintah kepada informan utama II.

62

“Dari gaji saya dan istri sebulan sama tambahan penghasilan bibik itu harus di hemat, pinter pinter ngatur duit la wan. istri kan nanam sayuran juga di belakang rumah jadi gak terlalu sering kali beli sayuran ke kedai. Paling sesekali kalo kepengen tahu samatempe dan mau praktis”

Peneliti bertanya mengenai cara pak Suriyadi memenuhi kebutuhan pangan keluarganya

“Sama dengan ungkapan informan utama II berdasarkan hasil wawancara dalam memenuhi kebutuhan sandang atau pakaian keluarga , paling kalau ada pakaian tambahan itu dari sedekah juga dari masyarakat, kalau untuk baju baru paling bisa dibeli menjelang hari raya aja wan karena lelek mu pasti banyak dapat bonus dari kerjaan jadi bisa dimanfaatkan buat pakaianlah, intinya cuman bisa ganti setahun sekali wan”

Peneliti bertanya mengenai cara pak suriyadi selaku infroman tambahan III memenuhi kebutuhan sandang keluarganya.

“Sebelumnya kami belum punya rumah, masih ngontrak. Baru beli tanah ini tahun 2009 an, harga tanah kalo bukan di depan jalan depan kan gak mahal kali. Tinggal bangun rumahnya dari papan aja, yang penting rumah sendiri dulu biar tenang, apa adanya nggakpapa.”

Peneliti bertanya mengenai cara pak suriyadi selaku infroman tambahan III memenuhi kebutuhan papan atau tempat tinggal.

“Yaa ini anak kedua bibik bentar lagi masuk SMA, lanjut sekolah di kampung sini aja. Soal kuliah dia nggak mau sama kayak kakaknya, tamat SMA kerja sebentar langsung nikah. Kalo nggak ada beasiswa ya bibik nggak bisa juga biayain kuliah masalahnya”

Peneliti bertanya mengenai cara pak Suriyadi selaku infroman tambahan III Bagaimana cara memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di keluarga nya.

“Bibik kalau masak gak pernah pake penyedap rasa, pake bahan bahan alami aja kan itu lebih sehat. Karna diajarin orang tua dulu gitu. Kalau keluarga ada yang sakit biar cepet sembuh disuntik aja, deket situ rumah bidan. Tapi alhamdulillah jarang sakit wan, yang penting jangan makan sembarangan aja. Dan pokoknya harus makan la walaupun hanya dengan lauk seadanya”

D. Hasil wawancara Ibu Sugiyem selaku informan utama IV, berikut adalah pertanyaan wawancara dan jawaban dari informan.

“Bibik kerja harian sejak suami sakit, tahun 2016”

Peneliti bertanya mengenaiseberapa lama informan bekerja di perusahaan PT. Abdi Budi Mulia.

“Bagian kerja harian bibik itu mupuk sawit, babat rumput di gawangan sama miringin (membersihkan rumput pendek radius 2 meter dari pohon sawit).

64

Peneliti bertanya mengenaiJenis pekerjaan apa aja yang dikerjakan.

“Sebulan itu kerja bibik 12 hari aja. Nanti 12 harinya lagi dikasih ke harian yang lain. Karna kebon sekarang ini pekerja hariannya dikurangi terus gajinya ditambah, tapi target kerjaannya jadi ditambah juga. Berat la untuk kayak bibik yang perempuan, dengan gaji 132 ribu perhari nya”

Peneliti bertanya mengenai dalam satu bulan berapa hari masuk kerja dan pendapatan ibu Sugiyem per harinya.

“Selain 12 hari kerja harian itu bibik ikut bantu manen ladang orang ladang tetangga, Cuma ngutip brondolan aja gak berat berat. Lumayan buat tambahan”

Peneliti bertanya mengenai penghasilan tambahan bu sugiyem sebagai buruh harian.

“Bantuan dari pemerintah ada dapet, itu PKH akses namanya jadi tiap keluarga miskin dapat bantuan 1 juta per bulan nya. Bisa terbantu dikit-dikit Wan"

Peneliti bertanya mengenaiapakah keluarga ada dapat bantuan dari pemerintah.

“baju ya pakai baju baju lama, gak pernah baju baru, kadang ada baju baru tapi stok lama hahaha, sedekah dari orang wan”

Peneliti bertanya mengenai bagaimana cara ibu Sugiyem memenuhi kebutuhan pakaian keluarga

“Tempat tinggal kami ya di rumah apa adanya aja ini lah wan, ya tau sendiri rumah bibik. Alhamdulillah rumahnya punya sendiri.

Tanahnya nggak luas jadi rumahnya kecil aja.”

Peneliti bertanya mengenai bagaimana cara ibu Sugiyemmemenuhi kebutuhan papan atau tempat tinggal.

“Anak pertama bibik alhamdulillah sampe tamat SMA, sekarang dia uda berkeluarga. Anak kedua baru masuk SMA sini.

Buat kebutuhan pendidikan pastinya bibik utamakan, tapi ya cuma mau sampe SMA aja. Anak kedua bibik ini ikut bantu kerja bangunan untuk jajan dia.yang paling terpenting itu untuk biaya uang sekolah dan jajan nya selalu terpenuhi bagi bibik wan”

Peneliti bertanya mengenai bagaimana cara ibu Sugiyem memenuhi kebutuhan pemdidikan anak.

“Kalau kebutuhan kesehatan karena duit terbatas kali bibi cuman pakai obat-obatan biasa aja yang dijual di warung atau pakai herbal gitu kayak bawang merah kalau masuk angin atau demam di campur dengan minyak urut kalau masuk angin, bpjs gapunya kalau ke puskesmas juga biayanya mahal karena duit bibik emang terbatas kali apalagi bibi yang mecari nafkah sendiri terus tanggungan masih ada dua orang, suami dan anak bibik yang masih sekolah”

Peneliti bertanya mengenai bagaimana cara ibu Sugiyem memenuhi kebutuhankesehatan keluarga.

66

5.2.3 Hasil Penelitian Informan Tambahan Bapak Munthoha, S.E

Dokumen terkait