BAB V HASIL PNELITIAN
5.4 Keterbatasan Penelitian
1. Sebagian informan tidak memahami maksud dari inti pertanyaan yang diberikan sehingga membuat informasi hasil wawancara masih kurang lengkap
78
2. Terlalu ketatnya sistem di perusahaan PT Abdi Budi Mulia, contohnya tidak boleh sembarangan masuk untuk orang-orang yang tidak berkepentingan di perusahaan tersebut sehingga wawancara dan penelitian kurang intens.
3. Kalaupun diizinkan untuk mahasiswa melakukan penelitian tetapi tidak di perbolehkan untuk berlama-lama atau terlalu sering berkunjung ke areal perusahaan.
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Dalam sebuah penelitian yang cakupan pembahasannya cukup banyak, sehingga perlu ada bagian yang dapat memberi penjelasan secara singkat dan padat yaitu kesimpulan. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah :
1. Penghasilan buruh harian PT.Abdi Budi Mulia adalah Rp.132.000 per harinya.
Tetapi setiap pekerja harian memiliki hari masuk kerja yang berbeda-beda tergantung jenis pekerjaannya, contohnya pekerja harian yang bekerja di lahan dengan jenis pekerjaan seperti : membabat rumput, membersihkan piringan sawit, menyemprot gulma, memupuk sawit dan lainnya memiliki hari masuk kerja selama 13 hari dalam sebulan. sedangkan pekerja harian yang ditugaskan di komplek perumahan asisten dan manager untuk menjaga kebersihan lingkungan memiliki hari masuk kerja selama 20 hari dalam sebulan.
2. Dalam usaha untuk dapat mempertahankan hidupnya, buruh harian melalukan 3 (tiga) jenis strategi stategi bertahan hidup yaitu :
a. Strategi aktif yang dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki untuk menambah pendapatan dengan memancing ikan di parit-parit perkebunan untuk dijual, mencari lidi sawit kemudian dikumpulkan kemudia dijual untuk diproduksi menjadi sapu, mencari sayuran pakis yang melimpah di lahan perkebunan.
b. Strategi pasif yang dilakukan untuk menekan pengeluaran rumah tangga dengan menerapkan pola hemat seperti tidak menjual semua ikan dan sayuran pakis yang didapat untuk kemudian dijadikan sebagai lauk makan. Keluarga buruh harian juga menanam beberapa jenis sayuran dan cabai di pekarangan rumah agar meminimalisir pengeluaran belanja lauk ke kedai.
c. Strategi jaringan yang dilakukan dengan memanfaatkan bantuan material yaitu penerimaan bantuan dari pemerintah seperti bantuan program PKH dan
81
bantuan bulanan berupa sembako. Hal menarik dari keluarga pekerja buruh harian di Desa Perkebunan Teluk Panji adalah memiliki prinsip “pantang hutang” kecuali pada keadaan yang sangat mendesak, dikarenakan berhutang pada hal yang tidak mendesak akan menyusahkan keluarga sendiri ke depannya, dengan hal tersebut keluarga buruh harian lebih memilih aman.
3. Tabel berikut agar memudahkan memahami hasil penelitian terhadap langkah-langkah yang dilakukan buruh harian dalam melakukan strategi bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga :
No Kebutuhan Strategi Bertahan
Penerapan Strategi Bertahan 1. Sandang Pasif Menahan keinginan membeli pakaian
sampai menjelang hari raya.
Jaringan Memanfaatkan sedekah baju setengah pakai dari tetangga atau
Jaringan Memanfaatkan bantuan PKH dan bantuan covid-19 untuk memenuhi
79 kebutuhan pangan.
3. Papan Aktif Membangun rumah sederhana di lahan milik sendiri seluas 200m² dari hasil menabung.
4. Pendidikan Aktif Informan sebagai orangtua selalu mendukung anaknya di di kedai serta memanfaatkan bahan-bahan herbal
seperti bawang merah, daun brotowali, daun pacar cina dan lainnya.
6.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian ini maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :
1. Kepada pihak perusahaan perkebunan agar menambah kembali hari masuk kerja buruh harian menjadi 26 hari dalam sebulan agar kesejahteraan para pekerja harian yang menggantungkan hidupnya menjadi buruh di perusahaan perkebunan PT.Abdi Budi Mulia menjadi lebih baik.
2. Kepada pemerintahan desa membuat program kesejahteraan dan kemandirian ekonomi untuk golongan keluarga buruh harian maupun yang memiliki kondisi sosial ekonomi yang sama.
3. Kepada pekerja buruh buruh harian agar melakukan terobosan ekonomi mandiri mikro yaitu membangun usaha sendiri dengan modal dan pangsa
80
pasar yang kecil seperti membuat kue dan makanan lainnya yang disukai masyarakat desa kemudian dititipkan ke kedai-kedai. Dari langkah tersebut akan dilakukan sistem bagi hasil antara produsen atau penitip dengan pihak kedai yang dititipkan.
82 DAFTAR PUSTAKA
Bungin, B. (2007). PenelitianKualitatif. Jakarta. Kencana.
Fahrudin, A. (2012). Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Khairuddin. H. (2008). Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta. Moleong, L. J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung:
Remaja Rosdakaya.
Siagian, M (2011). Metode Penelitian Sosial Pedoman Praktis Penelitian Bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan. Medan: PT Grasindo Monoratma.
Siagian, M. (2011). MetodePenelitianSosial.Medan. PT. Grasindo Monoratama.
Siagian, M. (2012). Kemiskinan dan Solusi. Medan: Grasindo Monoratama.
Soekanto, S. (1990). Sosiologi Keluarga Tentang Ikhwal Keluarga, Remaja dan Anak. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekanto S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Suharto, E. (2009). Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia. Bandung Alfabeta.
Sukamdi. (2004). Profil Perkembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana . Bali: Denpasar BKKBN.
Tatang, S. (2012). Ilmu Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Tejasari. (2005). Nilai Gizi Pangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Todaro, M. P. (1994). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
83
Sumber jurnal :
Sutarji. (2009). Karakteristik Demografi dan Sosial Ekonomi Pemulung. Jurusan Geografi FIS - UNNES Volume 6 No. 2 Juli 2009124 (diakses pada 1 Desember 2021 pukul 20.00 WIB)
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.phd/JG/article/view/98
Kumesan, Finna. Strategi Bertahan Hidup (LIFE SURVIVAL STRATEGY) Buruh Tani Di Desa Tombatu Dua utara Kecamatan Tombatu Utara. (diakses pada 1 Desember 2021 pukul 21.00 WIB)
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/cocos/article/view9125
Lestari, Y and Hartati, Sri. (2016). Pemenuhan Kebutuhan Hidup Rumah Tangga Petani Miskin (Studi Kasus pada Petani Penggarap di Dusun II Talang Watas Desa Muara Lenkap Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang). Jurnal Sosiologi Nusantara Vol. 2 No. 2 ( diakses pada 2 Desember 2021 pukul 14.00 WIB)
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jsn/article/vies/7655
Winarno, Rifki Fandi. (2016). Strategi Bertahan Hidup Mantan Karyawan PT.
Kertas Nusantara di Desa Pilanjau Kabupaten Berau. Jurnal Sosiastri-Sosiologi Vol.4 No.4 (Diakses pada 3 Desember 2021 pukul 15.00 WIB)
https://ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id/site/sp-content/upload/2016/11/Rifki%20Fandi%20W20(11-08-16-08-27-47).pdf Sembiring, Kristina. (2009). Kondisi Kehidupan Sosial Ekonomi Buruh Harian
Lepas (Aron) Di Kelurahan Padang Mas Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. (diakses pada 3 Desember 2021 pukul 15.46 WIB) https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/4904/130901037 .pdf?sequence=1&isAllowed=y
Sumber Undang-Undang :
Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 26 tentang Pendikan. Undang – Undang RI Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan.
Sumber lain :
Badan Pusat Statistik. (2019). Presentase Penduduk Miskin September 2019 Turun Menjadi 9,22 Persen. https://bisnis.tempo.co/read/1295394/bps (diakses pada tanggal 14 Februari
Departemen Pendidikan Nasional. (2014). KamusBesar Bahasa Indonesia Cetakan ke Delapan Belas Edisi IV. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1995). Jakarta: Balai Pustaka. Halaman 191.
LAMPIRAN
1) Wawancara Dengan Informan Kunci
2. Wawancara Dengan Informan Utama I
3. Wawancara Dengan Informan Utama II
4. Wawancara Dengan Informan Utama III
5. Wawancara Dengan Informan Utama IV
6. Wawancara Dengan Informan Tambahan