• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Penulis (Halaman 24-0)

Hasil penelitian merupakan penjabaran secara deskriptif dari data yang didapatkan setelah melakukan penelitian. Bagian ini menjelaskan bagaimana proses literasi kuantitatif siswa dengan gaya kognitif field independence dan field dependence dalam tiga tahapan proses matematisasi yaitu merumuskan situasi, menerapkan fakta, prosedur dan konsep, serta mengevaluasi hasil matematika.

4.1 Proses Literasi Kuantitatif Siswa dengan Gaya Kognitif Field Dependence

Proses literasi kuantitatif siswa dengan gaya kognitif field dependence dilihat dari ketiga tahapan yaitu merumuskan situasi secara matematis, menggunakan konsep matematika, fakta, prosedur dan penalaran serta mengevaluasi hasil matematika dijabarkan dalam keenam indikator di bawah ini

Menyusun Tahap Persiapan Tahap Pelaksanaan Tahap Penyelesaian

Gambar 1. Gambar Prosedur Penelitian

15 Interpretasi

Hal pertama yang dilakukan siswa FD saat menyelesaikan masalah adalah dengan melihat pola gambar yang diberikan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara siswa berikut ini

P : Coba ceritakan langkah pertama yang kamu lakukan untuk menyelesaikan soal ini! Melihat pertanyaan dahulu? Melihat gambarnya? Ataukah membaca soal?

S : Melihat gambarnya.

Siswa lalu menjelaskan bagaimana dia memulai untuk memahami soal yaitu dengan mengamati pola gambar kemudian membaca permasalahan yang diberikan. Siswa memahami bahwa simbol ● melambangkan pohon apel dan simbol x melambangkan pohon jeruk. Informasi tersebut digunakan untuk menghitung jumlah pohon apel dan pohon jeruk pada setiap pola gambar. Siswa memahami maksud dari pertanyaan bagian a namun tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan.

Berikut ini adalah hasil jawaban siswa field dependence

Gambar 2. Jawaban Siswa FD

Siswa FD menerapkan rumus n2 untuk menemukan nilai n dengan memasukkan nilai n = 8 yang didapatkan dari jumlah pohon jeruk pada pola gambar pertama. Siswa menarik kesimpulan dari hasil perhitungannya bahwa nilai n adalah 64 pohon. Hal ini menunjukkan siswa membuat hubungan berdasarkan informasi yang diberikan namun sebagian informasi digunakan sehingga hubungan yang dibuat kurang sesuai dengan solusi dari masalah tersebut.

Siswa menuliskan jawaban langsung pada tabel

meskipun jawaban yang diberikan kurang lengkap

16 Representasi

Siswa mengubah informasi dari bentuk pola gambar ke bentuk tabel pada tahapan menerapkan fakta, prosedur, konsep dan penalaran. Hal ini terlihat ketika siswa pada Gambar 9. Siswa mentransformasikan informasi dengan menghitung simbol ● dan x sesuai dengan urutan yang ditanyakan. Hal ini sesuai pernyataan siswa pada hasil wawancara berikut

P : Bagaimana kamu mendapatkan hasil seperti ini? (menunjuk pada jawaban siswa)

S : Saya menghitung gambar titik dan silang di gambar

P: Coba perhatikan data keempat. Jumlah pohon apel ada 16 sedangkan jumlah pohon jeruk ada 32. Nah coba tunjukkan cara kamu menghitungnya!

Siswa lalu menunjuk gambar nomor empat dan mulai menghitung simbol ● dan x.

Perubahan bentuk data yang diberikan siswa dari pola gambar ke tabel memudahkan untuk mengetahui jumlah pohon apel dan pohon jeruk untuk masing-masing gambar.

Data yang dituliskan siswa tidak lengkap sampai pada baris kelima dimana untuk menemukan data baris kelima diperlukan perhitungan lebih lanjut.

Gambar 3. Jawaban Siswa Field Dependence

Ketika mengubah data dari bentuk pola gambar ke tabel siswa mengalami kesulitan untuk menempatkan angka hasil perhitungannya. Siswa juga kesulitan membedakan mana kolom dan tabel. Namun hal ini dapat diatasi setelah siswa membaca kembali pola gambar dan mencocokan dengan tabel yang dibuatnya.

Siswa mengubah bentuk data pola gambar menjadi bentuk tabel meskipun data yang disajikan kurang lengkap

17 Kalkulasi

Siswa melakukan kalkulasi pada tahapan menerapkan yaitu menggunakan rumus pola umum untuk menentukan nilai n. Hasil perhitungan siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Rumus pola umum tidak dituliskan namun siswa langsung memasukkan nilai n = 8 ke dalam perhitungan. Siswa memahami perhitungan kuadrat yaitu 82 berarti 8 x 8 yang hasilnya adalah 64. Meskipun bentuk perkalian tidak ditulikan ke dalam jawaban b, namun siswa sudah memahami konsep tersebut.

Siswa menjelaskan hasil ini menunjukkan nilai n adalah 64 pohon. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan siswa sebagai berikut

P : Dalam perhitungan ini kamu menuliskan 82 = 64 pohon. Nah 8 ini dari mana?

S : Dari sini (menunjuk baris pertama jumlah pohon apel) P : Kalau 64 ini dari mana?

S : Dari 8 x 8 P : Bukan 8 x 2?

S : Bukan Bu

Meskipun operasi bilangan yang dilakukan benar namun perhitungan yang dilakukan siswa secara keseluruhan kurang sesuai dengan solusi dari permasalahan yang diberikan.

Gambar 4. Jawaban Siswa Field Dependence

Operasi bilangan yang dilakukan oleh siswa meliputi perkalian dan penjumlahan. Operasi perkalian dijelaskan dalam wawancara sedangkan operasi penjumlahan dituliskan dalam jawaban siswa. Simbol matematis juga digunakan dalam perhitungan seperti “=” dan “+”. Data perhitungan siswa disajikan secara

Siswa melakukan perhitungan bentuk kuadrat dan penjumlahan

18 sederhana dan jelas namun tidak menunjukkan solusi yang sesuai dengan permasalahan.

Aplikasi/Analisis

Siswa menggunakan pola gambar untuk menyelesaikan permasalahan pada tahapan menerapkan. Menghitung simbol ● dan x dianggap lebih mudah dalam menyelesaikan masalah dibandingkan dengan menggunakan rumus pola umum. Hal ini sesuai dengan penjelasan siswa bahwa dia tidak menemukan hubungan antara rumus pola umum dengan jumlah pohon apel dan pohon jeruk pada pola gambar.

Siswa menunjukkan bahwa siswa menggunakan sebagian data sebagai dasar analisis sehingga mengambil nilai n = 8 kemudian membuat perhitungan 82 = 64 dan menarik kesimpulan nilai n adalah 64 pohon. Selain itu siswa melakukan penjumlahan 5+5+5+5 didapatkan dari keterangan bahwa kebun akan diperluas hingga memuat 5 baris apel. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara sebagai berikut

P : Dalam perhitungan ini kamu menuliskan 5+5+5+5=20. Nah 5 ini dari mana?

S : Ada di soal Bu.

P: Mengapa kamu menjumlahkan angka 5 sampai empat kali?

S : Karena disini (menunjuk gambar) ada empat (empat sisi).

Hasil tersebut didapatkan siswa dengan melakukan satu kali perhitungan tanpa melakukan evaluasi. Hasil operasi bilangan yang dilakukan sudah benar namun hasil akhirnya kurang sesuai dengan permasalahan yang diberikan.

Asumsi

Siswa tidak melengkapi baris kelima dari pola gambar. Hal ini menunjukkan asumsi tidak dibuat ketika menerapkan strategi penyelesaian pada soal bagian a.

Berikut penjelasan yang diberikan siswa pada saat sesi wawancara P : Mengapa baris yang terakhir disini kosong? (tabel jawaban siswa) S : Saya bingung maksudnya bu. Tidak ada gambar yang kelima.

P : Kalau misalkan kamu menggambarkan sendiri gambar kelima bisa?

S : (Diam cukup lama)

P : Baiklah, coba perhatikan n disini. Apakah kamu mengerti n disini menunjukkan apa?

19 Siswa kesulitan memahami makna n dalam rumus pola umum. Namun setelah diberi petunjuk pada gambar dan tabel siswa mengerti maksud dari rumus tersebut.

Sedangkan pada pertanyaan bagian c siswa membuat asumsi pada tahapan menerapkan bahwa setiap pola ditambah dengan 5 baris pohon sehingga hasil dari pertambahan keempat pola adalah 20 pohon. Kesimpulan langsung diambil ketika selesai melakukan perhitungan. Asumsi tersebut tidak didukung dengan bukti serta alasan yang kuat sehingga hasil dari perhitungan yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah yang diberikan.

Komunikasi

Siswa FD mencoba menyampaikan idenya melalui tulisan pada tahapan menerapkan. Ketika diminta untuk menjelaskan maksud dari 82 = 64 siswa menjelaskan bahwa dia menggunakan rumus pola umum n2 kemudian memasukkan nilai 8 yang didapatkan dari tabel jumlah pohon jeruk pertama. Siswa menuliskan jawabannya secara sederhana namun kurang lengkap. Penjelasan yang diberikan cukup sederhana meskipun solusi yang diberikan kurang sesuai dengan permasalahan. Siswa juga menggunakan simbol-simbol matematis dalam tulisannya seperti “+” dan “=”. Selain diberikan secara tertulis, ide siswa juga dipaparkan secara lisan pada tahap merumuskan dan menerapkan. Ketika diminta untuk menjelaskan hasil pekerjaan, siswa secara bertahap menjelaskan bagaimana dia mendapatkan informasi dan menggunakan cara tertentu untuk menyelesaikan permasalahan seperti pada penjelasan siswa pada sesi wawancara berikut ini

P : Disini kamu menuliskan 82=64 pohon. Coba jelaskan hasil jawabanmu berdasarkan pertanyaannya!

S : Pada bagian b yang ditanyakan nilai n, n nya sama dengan 8 jadi dikuadratkan hasilnya 64.

P : Berarti maksudnya n itu jumlah pohon?

S : Iya Bu

Siswa juga menjelaskan maksud dari hasil jawabannya dan membuat kesimpulan berdasarkan permasalahan dan solusinya. Penjelasan yang diberikan meliputi cara menghitung pohon jeruk dan pohon apel pada setiap pola, perhitungan-perhitungan yang dilakukan dan hasil evaluasi matematika.

20 4.2 Proses Literasi Kuantitatif Siswa dengan Gaya Kognitif Field Independence

Proses literasi kuantitatif siswa dengan gaya kognitif field independence dilihat dari ketiga tahapan yaitu merumuskan situasi matematis, menggunakan konsep matematika, fakta, prosedur dan penalaran serta mengevaluasi hasil matematika dijabarkan dalam keenam indikator di bawah ini

Interpretasi

Siswa FI saat menyelesaikan masalah terlebih dahulu membaca permasalahan yang diberikan secara keseluruhan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara siswa berikut ini

P : Coba ceritakan langkah pertama yang kamu lakukan untuk menyelesaikan soal ini! Melihat pertanyaan dahulu? Melihat gambarnya? Ataukah membaca soal?

S : Jadi pertama saya membaca soalnya terlebih dahulu secara keseluruhan. Lalu membaca pertanyaannya lagi. Setelah itu baru menuliskan diketahui dan ditanyakan.

Setelah itu siswa juga menjelaskan proses menjawab pertanyaan yaitu mengamati pola gambar dan berusaha untuk memahami gambar tersebut. Pemahaman siswa terhadap permasalahan yang diberikan dapat dilihat dari usaha siswa dalam menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan seperti pada Gambar 5 berikut ini

Gambar 5. Jawaban Siswa Field Independence

Siswa memahami hubungan antar ide dalam pola gambar dan rumus pola umum

Siswa mengenali sumber kesalahan dan mencoba memperbaiki kesalahan tersebut

21 Siswa menemukan hubungan antara pola gambar dengan rumus pola umum.

Hubungan tersebut digambarkan dengan menggunakan cara sendiri untuk menggali ide utama misalkan menuliskan U1, U2, U3, dan U4 untuk menggambarkan jumlah pohon apel dan jumlah pohon jeruk untuk setiap pola. Siswa menambahkan pola umum Un = n2 untuk jumlah pohon apel dan Un = 8n untuk jumlah pohon jeruk.

Selain itu siswa juga membuat koreksi dalam menuliskan jumlah pohon jeruk pola ketiga. Siswa menuliskan angka 32 kemudian diubah menjadi 24. Hal ini menunjukkan kesadaran dalam mengenali kesalahan dan berusaha memperbaiki kesalahan tersebut. Siswa FI menuliskan ide utama dari permasalahan yang diberikan dengan menggunakan caranya sendiri seperti tampak pada Gambar 6 berikut

Gambar 6. Jawaban Siswa Field Independence

Siswa mengambil informasi relevan dan ide utama dari pertanyaan yang diberikan dan tidak menulis ulang apa yang ditanyakan pada permasalahan melainkan mengambil inti dari pertanyaan tersebut. Proses-proses ini dilakukan pada tahapan merumuskan situasi secara matematis.

Representasi

Siswa mengubah informasi dari bentuk pola gambar ke bentuk simbol atau tabel pada tahap menerapkan fakta, prosedur, konsep dan penalaran. Hal tersebut tampak pada Gambar 7 berikut

Siswa mengenali ide utama pertanyaan yang diajukan

22 Gambar 7. Jawaban Siswa Field Independence

Konsep matematika yang digunakan untuk mengubah informasi dari bentuk pola gambar ke bentuk simbol, angka, ataupun tabel adalah barisan matematika.

Gambar yang disajikan merupakan pola barisan matematika dalam bentuk gambar menggunakan simbol ● dan x yang melambangkan pohon apel dan pohon jeruk.

Siswa mentransformasikan informasi dengan menggunakan rumus pola umum dan menghitung simbol secara manual. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan siswa sebagai berikut

P : Bagaimana kamu mendapatkan hasil seperti ini? (menunjuk pada jawaban siswa)

S : Saya menggunakan rumus Un = n2 dan Un = 8n P : Mengapa rumus ini yang digunakan?

S : Karena rumus ini sesuai dengan jumlah pohon apel maupun pohon jeruk yang ada di gambar.

P : Apakah kamu menghitung simbol ini pada gambar tersebut? (menunjuk simbol ● dan x pada gambar di soal)

S : Ya, saya menghitung sampai gambar kedua. Karena jumlahnya sesuai dengan rumus maka saya menggunakan rumus tersebut. Akan membutuhkan waktu lama jika menghitung semua gambar.

Selain itu siswa FI juga melakukan penalaran untuk menentukan jumlah pohon jeruk dan pohon apel pada barisan kelima. Informasi yang diberika terbatas pada barisan keempat sehingga siswa menggunakan rumus pola umum atau menggunakan tabel untuk menentukan barisan kelima. Selain itu kesimpulan juga digambarkan secara jelas seperti pada gambar berikut

Siswa mengubah data

23 Gambar 8. Jawaban Siswa Field Independence

Siswa FI menggambarkan kesimpulan berdasarkan data perhitungan yang didapatkan pada tahapan mengevaluasi hasil matematika. Meskipun tidak pada semua tahapan evaluasi siswa menuliskan kesimpulan namun siswa menjelaskan kesimpulan tersebut pada sesi wawancara.

Kalkulasi

Siswa FI melakukan kalkulasi pada saat merumuskan situasi matematis yaitu dengan menghitung jumlah pohon apel dan pohon jeruk pada pola gambar. Rumus pola umum juga diterapkan dalam perhitungan untuk menentukan jumlah pohon apel dan pohon jeruk untuk setiap pola gambar. Hasil perhitungan siswa dapat dilihat pada Gambar 6. Siswa langsung mencari sesuai apa yang ditanyakan yaitu berapa jumlah pohon apel pada pola ketiga.

Rumus pola umum terlebih dahulu dituliskan di awal pada Gambar 1 sehingga siswa langsung memasukkan nilai n = 3 ke dalam perhitungan pertama.

Siswa memahami perhitungan kuadrat yaitu 32 berarti 3 x 3 yang hasilnya adalah 9.

Meskipun bentuk perkalian tidak ditulikan ke dalam jawaban a, namun siswa menuliskannya pada jawaban b dan dapat menjelaskan perhitungan tersebut. Siswa

Gambar 9. Jawaban Siswa Field Independence

Siswa melaku kan perhitu

Siswa melakukan

perhitungan bentuk kuadrat Siswa melakukan perhitungan bentuk pembagian

Siswa

menggambarkan kesimpulan yang di dapatkan dari hasil perhitungan

24 menjelaskan hasil ini menunjukkan jumlah pohon apel pada gambar pola ketiga adalah 9 buah. Hal ini sesuai dengan penjelasan siswa sebagai berikut

P : Dalam perhitungan ini kamu menuliskan n2 lalu 32 dan hasilnya 9. Nah 9 ini dari mana?

S : Dari 32, berarti 3 x 3 = 9 P : Bukan 3 x 2?

S : Bukan, Bu

Perhitungan yang dilakukan siswa secara keseluruhan sesuai dengan rumus pola umum yang diberikan dan sesuai dengan jumlah yang tertera pada gambar.

Siswa juga menghitung jumlah pohon apel dan pohon jeruk untuk pola kelima menggunakan rumus pola umum.

Operasi bilangan yang dilakukan oleh siswa meliputi perkalian dan pembagian. Selain itu beberapa simbol matematis digunakan dalam perhitungan seperti “=” dan “” Data perhitungan siswa disajikan secara rapi dan mudah dipahami. Hal ini menunjukkan perhitungan yang dilakukan siswa menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Siswa juga melakukan perhitungan ulang secara manual dengan cara cross check yaitu menghitung simbol ● dan x pada pola gambar untuk memastikan hasil yang didapatkan sudah tepat. Perubahan bentuk data yang diberikan siswa dari simbol ke angka memudahkan untuk mengetahui jumlah pohon apel dan pohon jeruk untuk masing-masing gambar.

Aplikasi/Analisis

Siswa secara berkesinambungan menggunakan pola gambar dan rumus pola umum menyelesaikan permasalahan pada setiap bagian. Hal ini digambarkan pada hasil wawancara berikut ini

P : Coba jelaskan maksud dari 1, 4, 9, 16 ini didapatkan dari mana?

S : Ini deret apel maksudnya jumlah pohon apel di gambar pertama ada satu, digambar kedua ada empat, digambar ketiga ada 9 dst. Nah ini dilihat dari tabel.

P : Hasil di tabel didapat dari perhitungan rumus?

S : Iya, Bu.

P : Kalau deret jeruk?

S : Caranya sama. Sesuai dengan ini (menunjuk perhitungan menggunakan rumus).

Nah ini kalau diteruskan sesuai dengan rumus Un P : Bagaimana kamu bisa menuliskan n2 = 8n?

25 S : Kan di soal b ditanyakan (menunjukkan soal bagian b) Terdapat nilai n dimana

jumlah pohon apel sama dengan pohon jeruk. Ditanyakan nilai n nya.

Ketika merumuskan situasi secara matematis siswa sudah membuat hubungan antara pola gambar dengan pola rumus umum. Menurut siswa hasil perhitungan pola gambar sama dengan hasil perhitungan rumus pola umum. Rumus tersebut dianggap lebih mudah dalam menyelesaikan masalah sehingga digunakan pada setiap bagian.

Hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah dilihat dari aspek aplikasi atau analisis terlihat pada Gambar 10 berikut ini

Gambar 10. Jawaban Siswa Field Independence

Pola rumus umum diterapkan untuk menyelesaikan pertanyaan bagian a, b maupun c. Tahapan pertama yang digunakan siswa bagian b yaitu memisahkan barisan jumlah pohon apel dan jumlah pohon jeruk dan menuliskannya dalam bentuk angka. Hal ini menunjukkan siswa menguraikan informasi yang relevan dan menghubungkan dengan rumus pola umum untuk memudahkan dalam melihat pola barisan masing-masing pohon. Selanjutnya, kata “sama dengan dituliskan dengan menggunakan simbol “=” kemudian menuliskan n2 = 8.n. Artinya siswa memahami untuk mentukan nilai n saat n apel = n jeruk maka diperlukan rumus pola umum pohon jeruk sama dengan rumus pola umum pohon apel. Hal ini menunjukkan siswa menggunakan data sebagai dasar analisis yang cukup mendalam sehingga sampai pada kesimpulan nilai n = 8 yang artinya jumlah pohon apel sama dengan pohon

Siswa menentukan unsur yang relevan ke dalam perhitungan Siswa menguraikan unsur informasi yang

relevan dan mengkombinasikan dengan rumus pola umum menjadi satu kesatuan

26 jeruk ketika pola gambar berada di urutan 8. Kesimpulan tersebat merupakan hasil yang didapatkan siswa dalam mengevaluasi hasil perhitungan.

Asumsi

Siswa memahami maksud dari nilai n dimana n merupakan pemisalan dari jumlah baris. Hal ini ditunjukkan pada penjelasan berikut ini

P : Apakah kamu mengerti n disini menunjukkan apa?

S : Jumlah barisnya

P : Coba jelaskan baris yang mana?

S : Misalkan baris pertama berarti n = 1, baris kedua berarti n = 2 dst P : Apakah kamu sudah menerima materi barisan bilangan?

S : Iya Bu sudah

Selain itu siswa juga menjelaskan cara untuk menemukan pola ke 5 dari pola gambar yang diberikan pada saat menerapkan rumus pola umum dan melakukan cross check menggunakan pola gambar pada tahapan menerapkan fakta, prosedur, konsep dan penalaran. Asumsi yang diberikan adalah setiap pola jumlah baris pohon apel bertambah dari 1, 2, 3, 4 maka baris ke 5 jumlah baris pohon apel adalah 5. Cara yang digunakan adalah siswa melihat baris pohon apel gambar 1 : nilai n = 1, jumlah pohon apel = 1; gambar 2 : nilai n = 2, jumlah baris pohon apel = 2; gambar 3 : nilai n = 3, jumlah baris pohon apel = 3, dst maka untuk baris pohon apel 5 siswa menggambarkan simbol ● sebanyak 5 baris ke kanan dan 5 baris ke bawah. Begitu pula untuk baris pohon jeruk siswa melihat baris pohon jeruk dari gambar 1 : nilai n

= 1, jumlah baris pohon jeruk = 3; gambar 2 : nilai n = 2, jumlah baris pohon jeruk = 5; gambar 3 : nilai n = 3, jumlah baris pohon jeruk = 7, dst maka untuk baris pohon apel 5 siswa menggambarkan simbol x sebanyak 9 baris ke kanan dan 9 baris ke bawah. Hal ini diperkuat dengan adanya pola rumus yang membenarkan hasil dari cara di atas sesuai dengan hasil perhitungan rumus.

Komunikasi

Hasil kerja siswa merupakan cara menyampaikan ide melalui tulisan yang diberikan pada setiap tahapan merumuskan, menerapkan dan mengevaluasi. Ketika diminta untuk menjelaskan maksud dari huruf U dalam proses merumuskan situasi

27 secara matematis, siswa menjelaskan huruf U melambangkan urutan dari pohon.

Misalkan U1 = 1 artinya urutan pertama dari pohon apel berjumlah satu buah.

Menurut siswa n adalah nomor urutan dari pola gambar. Meski siswa mendapatkan rumus umum dari informasi yang disajikan namun siswa cukup paham dengan rumus tersebut. Siswa bisa mengungkapkan ketika pola gambar 2 maka jumlah pohon apel adalah 4 didapatkan dari 22 = 2 x 2 = 4 menurut perhitungan dan hal itu sesuai dengan jumlah pohon apel ketika dihitung secara langsung. Konsep U ini didapatkan siswa ketika menerima mata pelajaran matematika kemudian diterapkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Siswa menuliskan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan. Solusi yang diberikan dituliskan secara jelas dan runtun. Siswa juga menggunakan simbol-simbol matematis dalam tulisannya. Selain diberikan secara tertulis, ide siswa juga dipaparkan secara lisan. Ketika diminta untuk menjelaskan hasil pekerjaan siswa secara bertahap menjelaskan bagaimana dia mendapatkan informasi dan menggunakan cara tertentu untuk menyelesaikan permasalahan. Siswa juga menjelaskan maksud dari hasil jawabannya dan membuat kesimpulan berdasarkan permasalahan dan solusinya seperti pada hasil wawancara berikut ini P : Disini kamu menuliskan 25 apel < 40 jeruk. Coba jelaskan hasil jawabanmu

berdasarkan pertanyaannya!

S : Disini ditanyakan banyak mana pohon apel atau pohon jeruk jika kebunnya diperluas lagi. Nah saya menggunakan rumus Un jika n nya sama dengan lima.

Jumlah pohon apelnya 25 buah sedangkan jumlah pohon jeruk 40 buah. Jadi jika kebunnya diperluas hingga 5 baris maka jumlah pohon jeruk akan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pohon apel.

Penjelasan yang diberikan juga meliputi hubungan antara gambar pola umum dan hasil perhitungan, cara mengecek ulang hasil jawabannya, serta perhitungan-perhitungan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan siswa memberikan gagasannya baik secara lisan maupun tertulis secara konsisten.

28 Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut merupakan rangkuman dari proses literasi kuantitatif siswa FI dan siswa FD dalam proses matematisasi

Tabel 3. Tabel Proses Literasi Kuantitatif Siswa FI dan FD dalam Proses Matematisasi

Indikator

Kalkulasi menjumlah, mengurangi, mengali, membagi serta memanipulasi

bilangan-bilangan dan lambang-lambang matematika - - -

Aplikasi/

Analisis

menerangkan suatu hubungan dan mengkombinasikan beberapa unsur

menjadi satu kesatuan. - - - -

mengurai unsur informasi yang relevan, menentukan hubungan antara unsur yang relevan, dan menentukan sudut pandang tentang tujuan

dalam mempelajari suatu informasi - - - - -

Asumsi membuat dan mengevaluasi asumsi-asumsi penting dalam estimasi,

pemodelan, dan analisis data - - - -

Komunikasi

Menjelaskan ide secara lisan dan tulisan dengan benda nyata, gambar,

grafik atau aljabar. - -

Mengungkapkan kembali suatu uraian atau paragraf matematika dalam

bahasa sendiri

29 5. PEMBAHASAN

Proses literasi kuantitatif merupakan usaha siswa dalam mengerjakan permasalahan yang bersifat kuantitatif. Proses ini dapat dilihat ketika siswa melakukan interpretasi, representasi, kalkulasi, aplikasi/analisis, asumsi dan komunikasi. Terdapat perbedaan antara proses literasi kuantitatif siswa dengan gaya kognitif field independence dan siswa dengan gaya kognitif field dependence.

Siswa dengan gaya kognitif field independence pada aspek interpretasi menjelaskan informasi berupa gambar dengan menggunakan persamaan, angka,

Siswa dengan gaya kognitif field independence pada aspek interpretasi menjelaskan informasi berupa gambar dengan menggunakan persamaan, angka,

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Malang, Agustus Penulis (Halaman 24-0)

Dokumen terkait