4.3.4 Hasil Penelitian Komponen Product
Analisis product adalah sebuah tahap akhir dalam model evaluasi yang dikembangkan oleh Stufflebeam, tahap ini merupakan tahap dimana bentuk program yang telah diterapkan dianalisis sejauh
mana program tersebut membawa dampak perubahan sesuai dengan tujuan ataupun rencana program sehingga fungsi dalam analisis product ini secara umum adalah dapat membantu penanggung jawab program dalam mengambil keputusan yaitu keputusan dalam meneruskan, memodifikasi atau bahkan menghentikan program sehingga tahap evaluasi ini memerlukan perbandingan antara hasil pencapaian program dengan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi
product penerapan program SIM JIBAS dalam pengelolaan keuangan di SMK NU 03 Kaliwungu dapat dianalisis dengan memperhatikan beberapa kriteria secara umum yaitu meliputi:
a. Sekolah/Petugas tata usaha (TU) dalam hal ini bendahara dan tenaga kependidikan bidang IT sebagai pelaksana program dapat menjalankan atau melaksanakan program SIM JIBAS dalam pengelolaan keuangan di SMK NU 03 Kaliwungu. b. Kebutuhan sekolah dalam pengelolaan keuangan
secara lebih rapi, cepat dan akurat dalam penyajian data sudah terpenuhi selama proses pelaksanaan program penerapan SIM JIBAS di SMK NU 03 Kaliwungu.
c. Adanya perubahan yang terjadi antara sistem pengelolaan keuangan dengan cara lama dan sistem pengelolaan dengan program JIBAS
Program JIBAS dalam pengelolaan keuangan di SMK NU 03 Kaliwungu merupakan sebuah kebijakan kepala sekolah yang diterapkan karena adanya kesadaran akan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi sekolah dalam menerapkan pengelolaan keuangan dengan lebih rapi, cepat dan akurat. Dalam penelitian yang peneliti laksanakan melalui beberapa teknik pengambilan data baik wawancara, dokumentasi dan observasi data yang diperoleh peneliti telah mendiskripsikan beberapa perubahan mendasar yang terjadi dalam sistem pengelolaan yang ada di SMK NU 03 Kaliwungu antara pengelolaan keuangan pola lama dengan pengelolaan keuangan pola baru, perubahan itu peneliti kategorikan kedalam beberapa aspek yang meliputi : Sistem pengolahan data, jenis dokumentasi pembayaran serta dampak secara umum penerapan program. Dari pernyataan diatas dapat peneliti perjelas dengan tabel dibawah ini:
Aspek
Sistem pengelolaan keuangan Pengelolaan
keuangan cara lama
Pengelolaan keuangan dengan SIM JIBAS Sistem pengolahan
data - Manual - Computerize System
Jenis dokumentasi pembayaran - Tulisan tangan bendahara di buku besar dan kartu SPP siswa
- Print out kartu SPP siswa dari pengolahan data komputer
- Bukti
pembayaran/kwitansi dari program
- Rekap manual ke buku besar bendahara - SMS Gateway
pemberitahuan
informasi pembayaran yang telah dilakukan siswa kepada walimuridvia SMS. Dampak secara umum - Lebih banyak terdapat kesalahan penulisan dan penghitunga n - Lama dalam proses pelaksanaan - Rentan terjadi pemalsuan data - Kesalahan dalam penulisan maupun penghitungan dapat di minimalkan karena dengan computerize system
- Proses lebih cepat - Upaya pemalsuan
sulit dilakukan - Informasi keuangan
dapat diakses lebih luas melalui komputer sekolah maupun
Perubahan yang terjadi dalam sistem pengelolaan keuangan secara manual sebelum diterapkannya SIM JIBAS dengan sistem pengelolaan keuangan setelah menggunakan program JIBAS di SMK NU 03 Kaliwungu sesuai dengan tabel di atas menjadi satu hal penting dalam pertimbangan sekolah dalam menentukan kebijakan penerapan program SIM JIBAS.
Proses pengelolaan keuangan sebelum diterapkannya SIM JIBAS di SMK NU 03 Kaliwungu sesuai dengan diskripsi di atas sejalan dengan yang disampaikan bendahara dalam sebuah wawancara pada hari kamis, 19 Februari 2015 pukul. 10.00 Wib di tempat tinggalnya sebagai berikut:
“Sebelum memakai JIBAS yang digunakan adalah manual pakai kwitansi manual yang dicetakkan ke percetakan begitu ya...kemudian untuk ke bendaharanya menggunakan buku bantu, datanya masih manual di buku bantu dan buku rekap SPP dan berbentuk penerimaan pengeluaran serta saldo sedangkan proses analisis kita lakukan secara manual dan penghitungannya dengan menggunakan kalkulator serta program excel jika transaksinya banyak dan ada sekitar 8 transaksi yang dilakukan oleh setiap siswa yang jumlahnya sekitar 600 siswa”.
Perubahan dalam proses pengelolaan keuangan setelah menerapkan program SIM JIBAS sesuai dengan pernyataan tenaga kependidikan bidang IT dalam wawancara pada hari rabu, 18 Februari 2015 pukul. 16.00 Wib di kantor tata usaha SMK NU 03 Kaliwungu yang menyatakan sebagai berikut:
“Dengan menerapkan JIBAS dalam pengelolaan keuangan di SMK NU 03 Kaliwungu ini.. pembuatan rekapan jauh lebih cepat, lebih akurat dan penyajiannya lebih informatif serta mudah dibaca. Misalnya oleh siswa, wali kelas dan kepala sekolah selaku top managementserta bisa diakses informasinya oleh semua pihak. Rekapan tunggakan, pendapatan sekolah hari tertentu, minggu tertentu maupun per bulan serta informasi data siswa yang sudah bayar dan belum bayar kemudian yang sudah lunas dan yang belum lunas yang semua itu bisa diakses dalam bentuk data maupun print out”.
Penerapan SIM pendidikan JIBAS dalam pengelolaan keuangan di SMK NU 03 Kaliwungu telah dilaksanakan selama 2 tahun ajaran, proses operasional pelaksanaan SIM JIBAS dalam pengelolaan keuangan tersebut dilaksanakan oleh 2 orang bendahara sekolah dan 1 orang tenaga kependidikan bidang IT yang telah mampu menjalankan fungsinya melalui dukungan sekolah dengan mengirimkan tenaga kependidikan bidang IT untuk mengikuti pelatihan program JIBAS selama 4 hari di Bandung yang selanjutnya pelatihan yang telah didapat diteruskan kepada 2 bendahara dalam mengelola keuangan di SMK NU 03 Kaliwungu.
Perubahan yang terjadi di SMK NU 03 Kaliwungu dalam penerapan program JIBAS dalam pengelolaan keuangannya dirasakan oleh beberapa pihak dalam hal ini warga sekolah termasuk siswa sebagai objek penerapan program dan wali kelas yang juga menjadi objek penerima hasil program JIBAS berupa rekapan
bersentuhan langsung dengan bendahara maupun tenaga IT sebagai pengelola program memiliki kartu SPP yang berfungsi sebagai bukti bahwa siswa telah membayar dengan jenis pembayaran tertentu sesuai yang tercetak dalam kartu yang di print oleh bendahara ketika siswa telah melakukan transaksi, selain itu siswa juga akan mendapatkan kwitansi dari JIBAS serta SMS gateway berupa info pembayaran kepada wali murid yang langsung terkirim sesaat setelah terjadi transaksi pembayaran. Proses tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan dimana terjadi sebuah proses pengelolaan keuangan yang lebih praktis dan mudah dengan tingkat kesalahan yang sangat rendah serta dapat mencegah prilaku tidak jujur yang bisa dilakukan oleh siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat siswa SMK NU 03 Kaliwungu dalam wawancara yang peneliti lakukan pada hari jum’at, 20 Februari 2015 pukul 14.00 Wib di depan ruang kelas yang menyatakan sebagai berikut:
“Proses pembayaran sekarang lebih praktis dan bisa mengecek pembayaran, tunggakan melalui komputer sekolah dengan lebih cepat. Cara pembayarannya kartu SPP dan uang pembayaran saya setorkan ke bendahara lalu bendahara mengeprint kartu SPP saya selanjutnya orang tua saya mendapatkan informasi yang saya bayarkan dari sekolah melalui SMS jadi saya tidak bisa bohong..hahaha...”.
Melalui beberapa teknik pengambilan data yang peneliti lakukan, peneliti menemukan data dokumentasi produk JIBAS berupa kwitansi pembayaran, print out kartu SPP serta data hasil observasi yang peneliti ambil pada saat terjadi transaksi pembayaran serta hasil wawancara dengan beberapa responden yang kesemuanya itu merupakan bentuk trianggulasi teknik yang dilakukan oleh peneliti yang menjelaskan tentang mekanisme proses pembayaran dengan menggunakan program SIM JIBAS di SMK NU 03 Kaliwungu.
4.4 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti diskripsikan di atas, maka pembahasan penelitian ini mengacu pada empat komponen evaluasi yaitu context, input, process dan product.