• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian Model Zavgren

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH SUCI TANIA ARNADA (Halaman 86-95)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

33. PT Langgeng Makmur Industry Tbk

4.2 Hasil Penelitian

4.2.3 Hasil Penelitian Model Zavgren

Berikut merupakan titik cut off untuk mengklasifikasikan kondisi perusahaan apakah berada dalam kondisi bangkrut,grey area dan tidak bangkrut.

Tabel 4.4

Cut Off Model Zavgren Periode 2013-2017

Cut Off Point 2013 2014 2015 2016 2017

Standar Deviasi 0,2945 0,2764 0,3028 0,3075 0,3573

T-Tabel 2,056 2,0555 2,0555 2,0555 2,0555

Rentang Interval

Bawah 0,2726 0,2654 0,3591 0,2390 0,4179

Rentang Interval

Atas 0,1673 0,1665 0,2508 0,2189 0,2900

Sumber: Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.4 diatas telah diketahui cut off untuk masing – masing tahun. Perusahaan memiliki nilai Pi dibawah rentang interval bawah (π‘₯ βˆ’

π‘‘π‘Žβ„2𝑠𝑑.π‘‘π‘’π‘£βˆšπ‘› ) diidentifikasikan bangkrut, perusahaan memiliki nilai Pi diatas rentang atas (π‘₯ + π‘‘π‘Žβ„2𝑠𝑑.𝑑𝑒𝑣

βˆšπ‘› ) diidentifikasikan tidak bangkrut, sedangkan perusahaan yang memiliki nilai Pi diantara rentang interval atas dan interval bawah (π‘₯ βˆ’ π‘‘π‘Ž

⁄2𝑠𝑑.𝑑𝑒𝑣

βˆšπ‘› < πœ‡ < π‘₯ + π‘‘π‘Ž

⁄2𝑠𝑑.𝑑𝑒𝑣

βˆšπ‘› ) diidentifikasikan mengalami kondisi grey area.

Setelah mendapatkan fungsi baru tersebut maka proses dilanjutkan dengan melakukan perhitungan dan prediksi kebangkrutan perusahaan manufaktur sektor industri dan konsumsi.

Tabel 4.5

Perhitungan Potensi Kebangkrutan Model Zavgren pada Perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi

Lanjutan Tabel 4.5

Lanjutan Tabel 4.5

Lanjutan Tabel 4.5

Lanjutan Tabel 4.5

Tahun Perusahaan X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 Zavgren Peringkat 2017 SKLT 0,132 1,017 0,020 1,263 0,054 0,275 2,487 0,148 1

STTP 0,105 1,300 0,029 2,640 0,108 0,301 1,647 0,005 1 TCID 0,156 0,949 0,182 4,913 0,085 0,115 1,365 0,007 1 TSPC 0,154 0,814 0,265 2,521 0,233 0,146 1,901 0,057 1 2017 ULTJ 0,140 0,788 0,408 3,516 0,017 0,037 1,284 0,003 1 UNVR 0,058 2,028 0,021 0,633 1,098 0,182 7,065 0,870 3 WIIM 0,452 0,085 0,047 5,335 0,038 0,081 1,457 0,001 1 Sumber: Lampiran 1

Berdasarkan Tabel 4.5 menjelaskan bahwa terdapat 16 (enam belas) perusahaan yang masuk dalam potensi tidak bangkrut selama lima periode penelitian dari tahun 2013 hingga tahun 2017 yang mana nilai yang dihasilkan oleh Zavgren yang menjadi dasar titik cut off pada masing – masing tahun yaitu PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA), PT. Delta Djakarta Tbk (DLTA), PT. Darya Varya Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Gudang Garam Tbk (GGRM), PT. Hanjaya Mandala Sempoerna Tbk (HMSP), PT. Kimia Farma Tbk (KAEF), PT. Kedaung Indah Can Tbk (KICI), PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT. Merk Indonesia (MERK), PT.

Mustika Ratu Tbk (MRAT), PT. Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT. Siantar Top Tbk (STTP), PT. Mandom Indonesia Tbk (TCID), PT. Tempo scan Pacifik Tbk (TSPC), PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) dan PT. Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Dan ada 4 (Empat) perusahaan yang mengalami kondisi bangkrut selama lima periode penelitian dari tahun 2013 sampai tahun 2017 yaitu PT. Multi Bintang Indonesia, PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI), PT. Sekar Bumi Tbk (SKBM) dan PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

PT. Akasha Wira Internasional Tbk (ADES), pada tahun 2013 dan 2014 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut, namun pada tahun 2015 sampai 2017 perusahaan berada dalam kondisi grey area. PT. Tiga Pilar Sejatera Food

Tbk (AISA) pada tahun 2013 dan 2014 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut, pada tahun 2015 perusahaan berada dalam kondisi grey area, dan pada tahun 2016 perusahaan kembali berada dalam kondisi tidak bangkrut, namun pada tahun 2017 perusahaan mengalami kondisi berpotensi bangkrut. PT. Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) pada tahun 2013 perusahaan mengalami kondisi berpotensi bangkrut, pada tahun 2014 perusahaan berhasil berada dalam kondisi tidak bangkrut, namun pada tahun 2015 sampai 2017 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk pada tahun 2013 perusahaan mengalami kondisi tidak bangkrut, namun pada tahun 2014 perusahaan berada dalam kondisi grey area, dan pada tahun 2015 sampai 2017 perusahaan kembali berhasil berada dalam kondisi tidak bangkrut. PT. Indofarma Tbk (INAF) pada tahun 2013 dan 2014 perusahaan berada dalam kondisi grey area, dan pada tahun 2015 perusaahn terus mengalami penurunan kondisi keuangan yaitu berpotensi bangkrut, namun pada tahun 2016 dan 2017 perusahaan berhasil berada dalam kondisi yang tidak bangkrut. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada tahun 2013 berada dalam kondisi grey area, pada tahun 2014 sampai 2015 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut, pada tahun 2016 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut, dan pada tahun 2017 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut.

PT. Langgeng Makmur Industry Tbk (LMPI) pada tahun 2013 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut, pada tahun 2014 perusahaan berada dalam kondisi grey area, dan pada tahun 2015 sampai 2017 perusahaan kembali berada dalam kondisi tidak bangkrut. PT. Martina Berto Tbk (MBTO) pada tahun 2013

perusahaan berada dalam kondisi grey area, dan pada tahun 2014 sampai 2016 perusahaan berhasil berada dalam kondisi tidak bangkrut, tetapi tahun 2017 perusahaan mengalami kondisi berpotensi bangkrut. PT. Mayora Indah Tbk (MYOR) pada tahun 2013 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut, namun perusahaan berhasil berada dalam kondisi tidak bangkrut pada tahun 2014 sampai 2016 setelah itu tahun 2017 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut kembali. PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) pada tahun 2013 sampai tahun 2015 perusahaan mengalami kondisi tidak bangkrut tetapi pada tahun 2016 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut, dan pada tahun 2017 perusahaan kembali dalam keadaan berpotensi bangkrut. PT. Bantoel Internasional Investama Tbk (RMBA) pada tahun 2013 dan 2014 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut, pada tahun 2015 sampai tahun 2017 perusahaan berhasil menjaga eksistensinya dan berada dalam kondisi yang tidak bangkrut. PT. Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI) pada tahun 2013 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut, namun pada tahun 2014 sampai 2016 perusahaan berada dalam kondisi berpotensi bangkrut dan pada tahun 2017 perusahaan berhasil dalam kondisi tidak bangkrut. PT. Sekar Laut Tbk (SKLT) pada tahun 2013 perusahaan berada dalam kondisi tidak bangkrut, namun pada tahun 2014 sampai 2016 perusahaan mengalami kondisi grey area, dan pada tahun 2017 perusahaan mengalami kondisi tidak bangkrut.

4.2.4 Pengujian Hipotesis 1. Pengujian Hipotesis Pertama

Terdapat dua model analisis kebangkrutan yang digunakan dalam penelitian

ini untuk melihat potensi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur industri barang konsumsi terbuka di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Model Altman Z”score dan Zavgren menggunakan variabel yang berbeda dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan. Tabel 4.6 disajikan untuk melihat perbedaan yang terdapat pada setiap model analisis kebangkrutan yang digunakan.

Tabel 4.6

Hasil Uji Kruskal-Wallis H pada Perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi Terbuka di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 – 2017

Ranks

Model N Mean Rank

Peringkat

Z”Score 165 244,90

Zavgren 165 86,10

Total 330

Test Statisticsa,b ZScore

Chi-Square 228,601

df 1

Asymp. Sig. ,000

a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Kode Sumber: Lampiran 5

Uji Kruskal-Wallis H (uji beda rata – rata) peringkat potensi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur industri barang konsumsi terbuka di Bursa Efek Indonesia dilakukan untuk melihat perbedaan model Altman Z”score dan Zavgren. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.6 diperoleh tingkat signifikasi sebesar 0,000. Tingkat signifikasi yang diperoleh lebih kecil dari 0,005 dan menyebabkan Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan potensi kebangkrutan dengan model Altman Z”score dan Zavgren pada perusahaan manufaktur industri barang konsumsi terbuka di Bursa Efek

Indonesia periode 2013 – 2017.

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH SUCI TANIA ARNADA (Halaman 86-95)

Dokumen terkait