BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN
4.2 Hasil Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa SD Negeri Girisekar tahun pelajaran
2010/2011. Jumlah siswa semester genap adalah 32 siswa. Dalam penelitian ini
subjek yang digunakan untuk penelitian adalah 32 siswa.
Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus
terdiri dari satu kali pertemuan masing masing pertemuan 3 jam pelajaran.
Penelitian dilaksanakan melalui proses perencanaan, tindakan, pengamatan, dan
refleksi. Materi dan tindakan yang diberikan berbeda tetapi masih dalam satu
4.2.1 Siklus I
a. Perencanaan
Peneliti merencanakan kegiatan pembelajaran dengan materi
perjuangan para tokoh pejuang melawan penjajahan Belanda
menggunakan pendekatan konstruktivisme media gambar dan
mengembangkan dalam RPP, LKS, kisi-kisi soal dan instrumen penelitian.
Kegiatan yang akan dilaksanakan pada siklus I adalah guru
menfokuskan pada materi penjajahan Belanda. Target nilai yang
ditetapkan adalah 40% siswa memenuhi KKM (65). Guru membagi siswa
dalam kelompok- kelompok kecil setiap kelompok terdiri atas 8 peserta
didik.
Indikator yang ingin dicapai pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Siswa dapat menjelaskan alasan Bangsa Belanda datang ke
Indonesia.
2) Siswa dapat menjelaskan pemerintahan kolonial Belanda
3) Siswa dapat menjelaskan sistem tanam paksa yang diberlakukan
Bangsa Belanda terhadap Indonesia.
4) Siswa dapat mengidentifikasi perlawanan yang dilakukan para
tokoh pejuang terhadap Belanda.
pelajaran. Pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri Girisekar satu jam
pelajaran selama 35 menit. Pelaksanaan siklus I pada hari Senin 2 mei
2011, pukul 10.00- 11.45 WIB. Pada siklus I peneliti membagi
pesertadidik sejumlah 32 peserta didik yang hadir dalam
kelompok-kelompok kecil, masing masing kelompok-kelompok terdiri dari 8 peserta didik.
Sebelum pembelajaran dimulai peneliti membacakan pembelajaran yang
akan dilaksanakan, serta peraturan yang disepakati bersama.
Pembelajaran ini dilaksanakan secara klasikal dan kelompok. Siswa
dirangsang mencari jawaban sendiri , namun masih dibimbing oleh
peneliti. Selama proses pembelajaran akan menggunakan beberapa
metode berupa: tanya jawab, ceramah, diskusi dan pemberian tugas bagi
siswa didukung oleh media gambar.
Kegiatan awal berupa nyanyian yang dilaksanakan secara
bersama-sama dengan tujuan siswa dapat memahami materi dengan menggali isi
lagu yang sering mereka nyanyikan. Tujuan pembelajaran disampaikan
kepada siswa sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Peneliti
menjelaskan proses kedatangan belanda dengan menggunakan braind
storming/ mind mapping berupa tujuan utama Belanda, tempat, dampak.
Peneliti membagikan call card pada peserta didik.
Peneliti membagi kelompok secara acak, siswa memperhatiakan
pembagian kelompok. Siswa duduk sesuai dengan pembagian kelompok.
guru bertanya jawab tentang tokoh yang ada di film tersebut, perwatakan,
tempat, waktu, secara tanya jawab. Masing masing kelompok
mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). tiga gambar berupa tokoh
perjuangan melawan penjajahan Belanda. Siswa mendengarkan peraturan
dari peneliti. Mereka boleh membuka buku. Siswa secara bergantian
sesuai bunyi peluit mencari penjelasan tentang gambar tokoh tersebut dan
menempelkannya disamping gambar seterusnya. Guru selanjutnya
membagikan setiap kelompok satu gambar berupa dampak penjajahan
belanda dan pemerintahan kolonial belanda. Pada akhir permainan siswa
diminta mempresentasikan hasil jawaban mereka.
Peserta didik beserta peneliti menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan bersama. Sebelum evaluasi, peserta didik diminta untuk
membuat pertanyaan sebanyak- banyaknya lalu mereka mengajukan
pertanyaan tersebut dan mendengarkan jawaban dari teman lain yang bisa
menjawab atau dibantu oleh peneliti. Peserta didik mempunyai
kesempatan untuk menanyakan hal- hal yang tidak mereka pahami.
Proses pembelajaran selanjutnya adalah evaluasi dari pembelajaran
yang dilakukan. Proses berikutnya berupa refleksi oleh peserta didik dam
peneliti dengan materi dan metode yang dilakukan bersama. Peserta didik
menuliskan sifat-sifat patriotisme yang menjadi teladan mereka dalam
tetap ingat dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
c. Pengamatan
Pelaksaan siklus I diamati dengan menggunakan instrumen obsevasi.
Pada kelas V pengamatan yang dilakukan peneliti lebih tertuju pada
tingkat antusiasme dan kerja kelompok yang terdapat dalam proses
pembelajaran. Data tersebut dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.1: Data Observasi dan Wawancara Antusiame siswa Siklus I
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan
Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa
Antusiasme 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Siswa tanggap dengan instruksi yang diberikan guru.
√ √ √
2 Siswa mendukung pembelajaran.
√ √ √
3 Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran
√ √ √
4 Siswa bersemangat mengikuti pembelajaran. √ √ √ Jumlah 0 3 1 0 0 2 2 0 0 2 2 0 Skor {(6+ 3):16}x 100= 56,25 {(4+ 6):16}x 100= 62,5 {(4+ 6):16}x 100= 62,5 Rata-rata (56,25+62,5+62,5): 3 = 60,41
Pembelajaran pada siklus I berjalan sesuai dengan rencana. Proses
pembelajaran kelompok bagi siswa berjalan namun masih ada peserta didik masih
merasa asing dengan metode bermain, dan masih belum terangsang dengan metode-
metode pada tahap tertentu. Dari hasil pengamatan siswa, wawancara guru dan
wawancara siswa terlihat masih cenderung rendah. Hal ini disebabkan karena natusias
siswadalam belajar masih kurang karena pembelajaran dengan metode yang baru
sehingga siswa masih beradaptasi dan ragu dalam melangkah. Pada awal
pembelajaran peneliti selalu membangkitkan semangat siswa dengan bertanya, dan
membahas apersepsi. Siswa masih enggan memberikan jawaban individu, karena
masih merasa takut salah dan malu. Intruksi yang diberikan kepada siswa harus
dijelaskan secara lengkap, dan tegas. Masih ada beberapa siswa yang asik main
sendiri, dan itu ditindak tegas peneliti. Dukungan siswa dalam mengikuti
pembelajaran antara lain membawa buku, dan perhatian siswa yang cukup baik
biarpun masih pasif.
Tabel 4.2 : Data Observasi dan Wawancara Kerja Kelompok siswa Siklus I
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan
Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan
Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
menyampaikan ide dalam kelompok.
2 Siswa mampu menanggapi pertanyaan teman.
√ √ √
3 Kerjasama siswa didalam kelompok.
√ √ √
4 Kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil kerja kelompok.
√ √ √
5 Kualitas jawaban siswa dalam bekerja kelompok.
√ √ √ Jumlah 1 4 0 0 0 5 0 0 0 2 3 0 Skor {(4+ 6):20}x 100= 50 {(10):20}x 100= 50 {(4+ 9):20}x 100= 65 Rata-rata (50+50+65):3 = 55
Bekerja dalam kelompok membuat suasana senatiasa menyenangkan,
sehingga mereka bisa bekerjasama dalam kelompok walaupun mereka masih
berdapatasi. Siswa di dalam kelompok bekerjasama menyelesaikan
permasalahan dari guru dan mendengarkan intruksi yang diberikan oleh guru,
membagi tugas sebagai tanggung jawab individu. Sehingga terdapat suasana
dan sebagai juru bicara masing-masing kelompok.
Juru bicara masing-masing kelompok bertugas untuk mempresentasikan
hasil dari kegiatan kelompok. Juru bicara juga masih harus ditunjuk atau siswa
saling tunjuk tidak sukarela sebagai juru bicara. Siswa pada kelompok lain dapat
memberikan pertanyaan dan tanggapan secara terbuka, namun masih banyak
siswa yang pasif. Anak juga belum tanggap dalam memberikan masukan kepada
kelompok lain. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan siswa didepan kelas
walaupun masih ragu-ragu. Para siswa masih ragu mengemukakan pendapat
mereka apabila belum ditunjuk. Kualitas jawaban mereka masih sesuai buku
yang mereka bawa belum meluas dari sumber belajar lain.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan siklus I
berupa tes tertulis. Nilai rata-rata pada siklus I adalah 57,5 dengan KKM 65.00
dan jumlah anak yang mencapai KKM 40% . hasil dari siklus I terdapat pada
tabel V berikut :
Tabel 4.3 : Data Distribusi Nilai Tes Hasil Prestasi Belajar Siklus I
No Urut Sesudah Tindakan
Siklus I N Ketuntasan Ya Tdk 1 70 √ 2 30 √ 3 50 √ 4 70 √
No Urut Sesudah Tindakan Siklus I N Ketuntasan Ya Tdk 6 50 √ 7 50 √ 8 70 √ 9 70 √ 10 70 √ 11 60 √ 12 30 √ 13 70 √ 14 70 √ 15 70 √ 16 80 √ 17 70 √ 18 60 √ 19 50 √ 20 30 √ 21 60 √ 22 50 √ 23 70 √ 24 60 √ 25 70 √ 26 30 √ 27 60 √ 28 60 √ 29 50 √ 30 50 √ 31 60 √ 32 30 √ Jumlah 1840 13 19 Rata-rata 57.5 Persentase 40% 60%
d. Refleksi
Pelaksanaan siklus I berjalan dengan lancar meskipun masih ada
kendala pada penyesuain beberapa siswa. Kemandirian siswa untuk
mencari jawaban sendiri masih harus diperintah. Beberapa siswa masih
ada yang pasif didalam kelompok, dan apabila tidak ditunjuk menjawab
pertanyaan guru maka tidak mau menjawab. Dari hasil pembelajaran
siklus I siswa yang tidak aktif didalam kelas tersebut ditunjukan oleh
siswa- siswa yang masih mengalami kesulitan belajar dapat dilihat dari
data observasi siswa. Dari hasil Data Distribusi Nilai Tes Hasil Prestasi
Belajar Siklus I pada tabel V masing tedapat 60% peserta didik belum
mencapai KKM dan baru 40% memenuhi KKM. Pencapaian siklus I 40%
siswa yang memenuhi KKM telah terlaksana namun jumlah siswa yang
belum memenuhi KKM masih besar maka peneliti melakukan tindakan
lagi yang akan diteruskan ke siklus II untuk meningkatkan nilai
keberhasilan siswa.
Analisis data diadakan pada akhir siklus I untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan siswa menguasai materi pembelajaran yang diberikan
oleh guru dengan pendekatan konstruktivisme . Antusiasme dan kerja
kelompok pada siswa masih cenderung belum meningkat karena siswa
masih beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru. Siswa yang
Distribusi nilai dapat dilihat dari tabel V. Berdasarkan dari nilai
rata-rata kelas V tahun pelajaran 2010/2011 setelah diadakan penelitian
tindakan kelas dapat diperoleh analisi data sebagai berikut:
Tabel 4.4 Perubahan Nilai Rata-rata akhir siklus I
Nilai rata- rata
kelas
Data Awal Data siklus KKM
60,4 57,5 65,00
Nilai rata-rata pada pelaksanaan siklus I menjadi 57,5. Rata-rata pada
siklus I belum memenuhi KKM sehingga akan dilanjutkan siklus II.
4.2.2 Siklus II
a. Perencanaan
Penelitian yang dilaksanakan pada siklus ini didasari dari refleksi
siklus I yang telah dilaksanakan oleh peneliti. Nilai keberhasilan pada
siklus satu sudah menunjukkan hasil yang meningkat dan sesuai dengan
rencana siklus namun mansih banyak peserta didik yang belum meningkat
dalam prosese pembelajaran yaitu tingkat antusias, kerja kelompok, dan
hasil prestasi belajar juga belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan
oleh sekolah. Nilai rata-rata siklus I terlihat dalam tabel VI terjadi
perubahan dari kondisi awal namun belum mencapai rata- rata KKM yang
II. Peneliti mempersiapkan instrumen yang akan diajarkan pada siklus II
yaitu berupa: silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, media pembelajaran dan
instrumen pembelajaran.
Peneliti mempunyai target untuk siklus II ini yaitu meningkatkan
jumlah peserta didik yang mencapai KKM(65) sebesar 55%. Peneliti
merencanakan pembelajaran dalam materi perjuangan melawan
penjajahan jepang dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme
media gambar.
Kegiatan siklus II direncanakan akan mengembangkan daya berpikir
mandiri anak untuk mencapainya peneliti berusaha mengguanakan metode
bermain diluar kelas.
Beberapa indikator yang akan dicapai dalam siklus II adalah sebagi
berikut:
1. Siswa dapat menjelaskan alasan Jepang datang ke Indonesia.
2. Siswa dapat menyebutkan organisasi bentukan Jepang.
3. Siswa dapat menjelaskan penderitaan Bangsa Indonesia selama masa
penjajahan Jepang.
4. Siswa dapat menyebutkan tokoh pejuang dalam melawan penjajahan
Bangsa Jepang.
5. Siswa dapat menyebutkan peranan tokoh pejuang dalam melawan
b. Tindakan
Siklus II dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan tiga jam
pelajaran. Satu jam pelajaran di SD Negeri Girisekar berdurasi 35 menit.
Pelaksanaan siklus II pada hari Selasa, 3 Mei 2011 pada pukul
09.30-11.15. Jumlah siswa yang hadir 32 siswa, pada siklus II ini peneliti
membagi siswa dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dari siklus I,
yaitu masing-masing kelompok terdiri dari 6 pesertadidik.
Pembelajaran pada siklus II ini disajikan dalam bentu berbeda, peserta
didik pada awalnya diberi rangsangan lagu nasional dan membahasnya
sekilas. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kelompok kecil, mereka
diajak menonton film sejarah tentang kedatangan jepang dan akibat
kedatangan jepang ke Indonesia. Mereka diminta menyimak selanjutnya
guru memberikan pertanyaan mengenai isi film yang mereka lihat.
Inti pembelajaran diisi dengan pembelajaran diluar kelas dengan
metode bermain sambil belajar. Siswa diajak bermain bowling berupa
kartu pertanyaan dan secara kelompok mencari jawaban mandiri dengan
sumber yang mereka punya. Mereka juga bisa sambil mencatat apa yang
mereka anggap penting. Pertanyaan juga dapat berupa gambar. Kemudian
dilanjutkan dengan permainan puzzle gambar secara berkelompok
menempel gambar dan menuliskan penjelasan mereka masing- masing
dengan bantuan LKS guna menjawab pertanyaan siswa. Kemudian secara
kelas. Kelompok lain juga diberi kesempatan luas untuk memberikan
tanggapan pada kelompok yang presentasi.
Akhir pembelajaran peserta didik mengerjakan soal evaluasi secara
mandiri. Refleksi bersama dengan guru apa yang mereka telah pelajari.
Dan apa rencana tindak lanjut mereka. Mereka juga mengisi kartu daun
dengan hal-hal patriotik yang sudah mereka lakukan sepanjang hari ini
lalu menempelkannya kedalam pohon patriotisme.
c. Pengamatan
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II berjalan sesuai dengan
rencana. Observasi pada siklus II ini menunjukkkan adanya peningkatan.
Terbukti dalam tabel pengamatan berikut ini:
Tabel 4.5: Data Observasi dan Wawancara Antusiasme siswa Siklus II
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan
Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa
Antusiasme 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Siswa tanggap dengan instruksi yang diberikan guru.
√ √ √
2 Siswa mendukung pembelajaran.
√ √ √
3 Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan
Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa Antusiasme 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 pembelajaran. Jumlah 0 0 4 0 0 0 3 1 0 0 2 2 Skor {(12):16}x 100= 75 {(9+4):16}x 100= 81,25 {(6+8):16}x 100= 87,5 Rata-rata (75+81,25+87,5): 3 = 81.16
Pembelajaran pada siklus II berjalan dengan lancar. Menurut
pengamatan, wawancara guru dan wawancara siswa para siswa aktif
dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung tiga jam pelajaran
tersebut. Diakui minat siswa meningkat dalam pembelajaran ini daripada
pembelajaran siklus I. Hal ini terlihat dari semangat siswa mengikuti
pembelajaran IPS masuk kelas sesuai waktu. Ju mlah peserta yang aktif
menanggapi guru dan bertanya semakin meningkat. Peserta didik juga
berusaha membawa buku sumber belajar tidak hanya yang diwajibkan
dibawa ke sekolah, masing masing anak minimal telah membawa dua
buku sumber belajar materi IPS kelas V ini.
Siswa bersemangat dalam pembelajaran, mereka melaksanakan
intruksi guru dengan segera. Pada siklus II ini para siswa sudah mau
mencatat hal- hal yang mereka anggap penting tanpa harus diberi antruksi
Tabel 4. 6 : Data Observasi dan wawancara Kerja Kelompok siswa Siklus II
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Kerja Kelompok 1 Siswa mampu
menyampaikan ide dalam kelompok.
√ √ √
2 Siswa mampu menanggapi pertanyaan teman.
√ √ √
3 Kerjasama siswa didalam kelompok.
√ √ √
4 Kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil kerja kelompok.
√ √ √
5 Kualitas jawaban siswa dalam bekerja kelompok.
√ √ √ Jumlah 0 1 4 0 0 0 3 2 0 0 2 3 Skor {(2+ 12):20}x 100= 70 {(9+ 8):20}x 100= 85 {(6+ 12):20}x 100= 90 Rata-rata (70+85+90):3 = 81,66
Kerja kelompok siswa pada siklus II ini meningkat dari hasil
dan kemampuan menanggapi pertanyaan dan jawaban yang sudah tidak
ragu-ragu.
Pembagian kelompok terlaksana dengan tertib anak-anak sendiri yang
mengusulkan pembagian kelompok secara acak dan dengan sigap mereka
duduk dalam kelompok mereka masing-masing tanpa ada kendala. Peserta
didik juga tidak segan untuk bertanya kepada guru tentang aturan
permainan dalam pembelajaran. Mereka tidak segan membawa buku
sumber dan meminta ijin untuk meminjam ke perpustakaan buku sumber
yang mereka perlukan. Peserta didik juga terlihat sangat antusias, dilihat
dari proses presentasi yang sangat bagus. Mereka bersemangat untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan tanpa takut salah. Tapi masih ada
beberapa anak yang masih malu dan kalah aktif dengan siswa-siswa yang
menonjol dalam kelompok. Namun dari pembegian kelompok yang lebih
kecil dari kelompok pada siklus I terlihat bahwa terdapat anak yang
tadinya pasif menjadi aktif dan semangat. Keterbatasan waktu membuat
pembelajaran pada siklus II ini tidak maksimal.
Salah satu alat ukur yang digunakan pada siklus II adalah tes tertulis.
Tabel 4. 7 : Data distribusi nilai tes prestasi belajar siklus II
No Urut Sesudah Tindakan Siklus II N Ketuntasan Ya Tdk 1 70 √ 2 30 √ 3 60 √ 4 70 √ 5 80 √ 6 60 √ 7 60 √ 8 80 √ 9 80 √ 10 70 √ 11 70 √ 12 40 √ 13 80 √ 14 70 √ 15 80 √ 16 80 √ 17 70 √ 18 70 √ 19 60 √ 20 40 √ 21 70 √ 22 60 √ 23 70 √ 24 50 √ 25 70 √ 26 40 √ 27 70 √ 28 60 √ 29 60 √ 30 60 √ 31 90 √
No Urut Sesudah Tindakan Siklus II N Ketuntasan Ya Tdk Jumlah 2060 18 14 Rata-rata 64.4 Persentase 55% 45% d. Refleksi
Siklus II berjalan dengan lancar meskipun ada kendala paginya anak-anak
harus tes IQ sehingga siang hari mereka dikawatirkan akan bosan dengan
pelajaran namun dengan metode yang menyenangkan mereka terlihat sangat
antusias. Dalam pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivisme ini
anak diharapkan mampu mencari pengetahuan sendiri, disini terlihat dari
antusias anak membawa buku-buku sumber lain. Motivasi yang diberikan
oleh guru membuat anak senang dan gembira dalam belajar. Peserta didik
mencari jawaban dari pertanyaan yang ditujukan mereka dengan semangat
dan mereka menawarkan diri untuk menjawab pertanyaan. Didalam
kelompok mereka juga sudah terlihat mengerti tugas-tugas mereka sendiri.
Metode yang digunakan adalah permainan dengan media gambar
anak-anak sangat bersemangat. Salah satu anak-anak ada yang sakit sampai mual
dihalaman dan langsung dibantu teman lain ke UKS namun dengan segera
anak itu kembali ke halaman dan ikut serta berlajar bersama teman-teman
Pembelajaran dalam kelompok di siklus II ini mengalami peningkatan
yang menonjol. Anak-anak mampu mengerjakan tugas dan menjawab
pertanyaan secara cepat dan tepat. Mereka juga mau diberi umpan balik dari
guru dan teman satu kelasnya. Peserta didik bekerjasama dengan sangat baik.
Masih ada anak yang pasif dalam mengungkapkan pertanyaan dan hanya
dapat bekerja dalam kelompok namun tidak bisa mengungkapkan jawaban
atau tanggapan kepada teman-teman diluar kelompok dalam forum.
Akhir siklus II diadakan proses analisis data untuk mengetahui
sejauhmana penguasaan materi oleh siswa. Tingkat keberhasilan siswa
dengan pendekatan konstruktivisme apakah berperan pada peningkatan
penguasaan materi peserta didik. Tingkat antusiasme anak dalam
pembelajaran IPS juga meningkat dengan metode pembelajaran pendekatan
konstruktivisme sehingga pembelajaran senantiasa menyenangkan.
Pembelajaran pada kelompok yang lebih kecil daripada siklus I
meningkatkan keaktifan kerja siswa dalam kelompok sehingga pembagian
tugas dapat merata.Distribusi nilai rata-rata akhir siklus dapat dilihat dari
tabel. Berdasarkan nilai setelah diadakan tindakan kelas.
Tabel 4.8: Perubahan nilai rata-rata akhir siklus II
Nilai rata-rata
kelas
Data Awal Data Siklus II KKM
Siklus II telah terlaksana dengan lancar, peningkatan prestasi belajar
siswa dapat dilihat dari tabel VII. Pada data awal nilai rata-rata kelas 60,8,
setelah diadakan tindakan kelas siklus II rata-rata nilai siswa 64,7. Pada
siklus II ini terjadi peningkatan nilai dari data awa yaitu 3,9 sedangkan
rata-rata tersebut belum memenuhi KKM, sehingga akan dilanjutkan dalam siklus
III.
4.2.3 Siklus III
a. Perencanaan
Refleksi pada siklus II yang telah dilaksanakan oleh peneliti
menunjukkan perlu pelaksanaan siklus III. Melihat dari hasil analisis data
nilai tes siklus II masih terdapat nilai rata-rata kelas 64,4 yang belum
memenuhi KKM SD Negeri Girisekar yaitu 65,00 sehingga perlunya
diadakan siklus III dengan tujuan meningkatkan nilai keberhasilan siswa.
Peneliti mempersiapkan siklus III ini dengan instrumen penelitian berupa,
silabus, RPP, LKS, Kisi-kisi soal, dan instrumen pembelajaran yang
mendukung.
Siklus III membahas materi tentang pergerakan nasional dan sumpah
pemuda. Target nilai peneliti adalah pencapaian nilai rata-rata sesuai
pembelajaran dan mengembangkkan dalam RPP, LKS, Kisi-kisi soal, dan
instrumen penelitian yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Siklus III ditujukan untuk meningkatkan kemandirian pesertadidik
menggali pengetahuan dan mencari sumber belajar dari mana saja.
Kegiatan siklus III merencanakan pencapaian KKM peserta didik
mencapai 80%anak.
Beberapa indikator yang akan dipai dari siklus ini adalah :
1. Siswa dapat menyebutkan organisasi Pergerakan Nasional.
2. Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh pergerakan nasional.
3. Siswa dapat menjelaskan latar belakang peristiwa sumpah pemuda.
4. Siswa dapat menyebutkan peranan sumpah pemuda dalam menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
b. Tindakan
Pembelajaran pada siklus ketiga dibuka dengan lagu nasional pembuka
pembelajaran dipimpin oleh salah satu siswa. Pembelajaran ini
dilaksanakan pada Senin, 9 Mei 2011 pada pukul 10.00- 11.45 WIB
dengan jumlah peserta didik 32 siswa. Guru membuka pembelajaran
dengan penyampaian tujuan pembelajaran, siswa dibagi dalam
kelompok-kelompok kecil, masing- masing kelompok-kelompok berjumlah empat peserta didik.
pergerakan nasional. Siswa dbagi dalam kelompok, masing-masing
kelompom terdiri dari empat peserta didik, didalam kelompok siswa
dibagikan gambar dan kartu berupa organisasi pergerakan nasional dan
tokoh pergerakan nasional. Siswa menjelaskan gambar tersebut dan
membahas bersama guru. Siswa dalam kelompok mengerjakan LKS dan
menuliskan bunyi sumpah pemuda dan sejarah serta peranan sumpah
pemuda. Salah satu perwakilan anggota kelompok mempresentasikan hasil
pekerjaan mereka. Kemudian dilanjutkan evaluasi dan refleksi bagi siswa.
Siswa diminta menuliskan didalam daun patriotisme tokoh yang
mereka kagumin dan teladani kemudian mereka menempel didalam pohon
patriotisme. Sebagai evaluasi di siklus III.
c. Pengamatan
Pembelajaran siklus III berjalan sesuai dengan rencana. Peneliti
mengamati peningkatan antusiasme dan kerja kelompok yang yang
mengalami peningkatan pada setiap siklusnya dengan menggunakan
pendekatan konstruktivisme, dapat ditunjukkan dari hasil data pada tabel
Tabel 4.9: Data Observasi dan wawancara Antusiasme siswa Siklus III
No. Obyek yang diamati Instrumen yang digunakan
Pengamatan Wawancara guru Wawancara siswa
Antusiasme 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Siswa tanggap dengan instruksi yang diberikan guru.
√ √ √
2 Siswa mendukung pembelajaran.
√ √ √
3 Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran
√ √ √
4 Siswa bersemangat mengikuti pembelajaran. √ √ √ Jumlah 0 0 1 3 0 0 1 3 0 0 0 4 Skor {(3+ 12):16}x 100= 93,75 {(3+ 12):16}x 100= 93,75 {(16):16}x 100= 100 Rata –rata (93,75+93,75+100):3= 95,8
Pembelajaran siklus III berjalan lancar dan sesuai dengan rencana