• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Deskripsi Hasil Belajar Pre-Test IPS Murid Kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar

Pre-test adalah tahap awal dalam penelitian eksperimen ini. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peristiwa Proklamasi dan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekan, setelah melalui tahap uji validitas, reliabilitas dan uji coba di SD, peneliti kemudian melaksanakan pre-test pada kelas eksperimen.

Hasil pre-test kemudian diolah dan dijadikan pedoman untuk melaksanakan tahap penelitian yang selanjutnya.

Tabel 4.1. Rekapitulasi Hasil Penerapan Model Quantum Teaching SD Inpres 1 Toddopuli Sebelum perlakuan (Pretest) dan Setelah Perlakuan (Posttest)

Sumber :Hasil penelitian pretest dan posttest

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada tabel 4.1 di SD Inpres Toddopuli 1 Makassar, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan

37

melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar murid berupa nilai dari hasil tes yang dilakukan pada murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar.

Jika hasil tes murid dikelompokkan ke dalam skala 5 kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut :

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar IPS Murid Kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar (Pretest) No Skor Kategori Frekuensi Persentase/

%

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, diperoleh bahwa dari 27 orang jumlah murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar, terdapat 8 orang murid yang berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 28%, 10 orang murid berada pada kategori rendah dengan persentase 39%, 4 orang murid berada pada kategori

Berdasarkan data hasil belajar murid yang tercantum pada lampiran tabel 4.2, maka persentase ketuntasan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Inpres

Skor Kategori Frekuensi %

˂ 70 Tidak tuntas 20 74

≥ 70 Tuntas 7 26

Jumlah 27 100

Gambar 4.1Diagram Skor Hasil Belajar IPS Murid Kelas V

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada diagram 4.1 tentang diagram skor hasil belajar IPS murid kelas V maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid pada tahap pre-test dengan menggunakan instrumen tes dikategorikan sangat rendah. Apabila tabel tersebut dikaitkan dengan dengan indikator ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (70) ≥ 70%, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar IPS murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana murid yang tuntas hanya 26% dan tidak tuntas sebanyak 74%.

0.00%

2. Deskripsi Hasil Belajar Post-test IPS Murid Kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar

Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan terhadap hasil murid setelah diberikan perlakuan (Treatment). Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya diperoleh setelah diberikan post-test, perubahan tersebut dapat dilihat dari data perolehan skor post-test hasil belajar murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar, Dapat diketahui bahwa post-test hasil belajar IPS kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar diperoleh nilai rata-rata sebesar 71,07. Nilai rata-rata 71,07 masuk dalam kriteria baik (tuntas) . Skor tertinggi adalah 90 dan skor terendah adalah 45.

Jika hasil tes murid dikelompokkan ke dalam skala 5 kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut :

Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar IPS Murid Kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar (Posttest) No Skor Kategori Frekuensi Presentase/%

1. 0 – 59 Sangat rendah 1 7

Berdasarkan tabel 4.4, diperoleh bahwa dari 27 orang jumlah murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar terdapat 1 orang murid yang berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 0,04%, 1 orang murid berada pada kategori rendah dengan persentase 0,04%, 5 orang murid berada pada kategori sedang dengan persentase 0,17%, 6 orang murid berada pada kategori tinggi

dengan persentase 0,54%. Hal ini disebabkan meningkatnya minat dan perhatian belajar murid.

Berdasarkan data hasil belajar murid terteliti yang tercantum pada lampiran, maka persentase ketuntasan hasil belajar IPS murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar pada hasil belajar Post-test dapat di lihat pada tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.5. Deskripsi ketuntasan hasil belajar Pada Saat Posttest

Skor Kategori Frekuensi %

0 < x ≤ 70 Tidak tuntas 2 7,60

70 ≤ x ≤ 100 Tuntas 25 92,40

Jumlah 27 100

Gambar 4.2 Ketuntasan Hasil Belajar Pada Saat Posttest

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel 4.5 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid pada tahap post-test dengan menggunakan instrumen tes dikategorikan “baik”. Apabila tabel tersebut dikaitkan dengan dengan indikator ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh peneliti

0%

yaitu jika jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (65) ≥ 70%, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar IPS murid kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana murid yang tuntas sebesar 92,40% dan tidak tuntas sebesar 7,60%.

3. Pengaruh Penerapan Model Quantum Teaching terhadap Hasil Belajar IPS Pada Murid Kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar

Sesuai dengan hipotesis penelitian yaitu “Penerapan Model Quantum Teaching memiliki pengaruh terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran IPS kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar”. Maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah statistik inferensial dengan menggunakan uji-t.

Dimana hasil dari statistik inferensial Ini menunjukkan bahwa nilai P (sig2.

Tailed) adalah 0.000 < 0.05 ini berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima atau yakin Pendekatan keterampilan proses berpengaruh terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran IPS kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar.

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:

1. Mencari harga Md dengan menggunakan rumus:

Md =

=

= 22,2

2. Mencari harga “∑x²d” dengan menggunakan rumus:

∑x²d = ∑d²-

= 14250 – 44

= 14206 3. Menentukan t- Hitung

t

t =

t =

t =

t = t = 4,9

4. Menetukan nilai t Tabel

Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi T dengan taraf signifikan a = 0,05 dan b = N – 1 = 27-1 =26 maka diperoleh t 0,05 = 3,707.

Setelah di peroleh tHitung = 4,9 dan tTabel = 3,707 maka diperoleh tHitung > tTabel atau 4,9 > 3,707 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti bahwa penggunaan model Quantum Teaching berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas V SD Inpres toddopuli 1 Makassar.

Dokumen terkait