Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan upaya peningkatan hasil belajar murid, maka penulis penyarankan:
1. Bagi guru, hendaknya senantiasa memberikan treatmen kepada murid khususnya menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching pada mata pelajaran IPS pada siswa kelas V SD Inpres Toddopuli 1 Makassar. Hal ini perlu diperhatikan, karena penerapan matode ini salah satu hal dapat mendukung peningkatan hasil belajar IPS murid.
46
2. Bagi murid, agar murid lebih aktif dan berpartisipasi dan semangat dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas sehingga dapat menciptakan kondisi belajar yang kondusif.
3. Bagi sekolah, untuk meningkatkan kemampuan dasar mengajar guru, sekolah seharusnya lebih memberikan fasilitas dan dukungan dalam sumbangan keterampilan mengajar khususnya proses belajar IPS, dengan memberikan pengarahan yang lebih baik kepada murid yang berprestasi dari pembelajaran IPS.
4. Bagi peneliti, peneliti yang akan melakukan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar IPS, disarankan agar lebih memperhatikan murid pada saat observasi sehingga lebih maksimal dalam mengamati murid.
Bobbi dan Mark Reardon. 2008. Quantum Teaching : Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Penerjemah oleh Ary Nilandari.
Bandung: Kaifa.
DePorter, Kukuh Andri (2010). Model Quantum Teaching dengan pendekatan Cooperative Learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn.
Jurnal Pedagogia ISSN 2089-3833 Volume. 5, No.1. Diakses Februari 2016.
Dianita Ira Reza. 2015. Penerapan Strategi Pembelajaran Quantum Teaching dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA di SDN 15 Samata Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Skripsi.
Makassar: Universitas Negeri Makassar.
Dimiyati, Mudjiono. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Sekolah.
Hamid, Moh. Sholeh. 2011. Metode Edutainment(Menjadi SIswa Kreatif dan Nyaman di Kelas). Jogjakarta: Diva Press.
Huda, Miftahul. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran (Isu-Isu Metodis dan Pragmatis). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kosasih, Dede. (2013). Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan.
Bandung: Alfabeta.
Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rachmawati, dan Riyanto. (2012). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Pemebelajaran Quantum Teaching. Ary Yanuari, A.Sobandi. Jurnal pendidikan manajemen perkantoran Volume 1, nomor 1, Agustus 2016 halaman 11 – 18.
Risma S, Tuti AS. 2011. Penggunaan Model Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri No.040474 Tiga Serangkai. Prodi PGSD FIP UNIMED.
48
Sardiman, Lukman Sunadi. 2011. Pengaruh Motivasi dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar. Surabaya. Jurnal Pendidikan Ekonomi.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Trianto. 2013. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Uno, Hamzah B. 2010. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wena, (2010). Srategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wina Sanjaya. (2013). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:
Kencana.
Yuli Setyaningrum. 2015. Model Pembelajaran Quantum Teaching.
Yurishandcraft.blogspot.com/2015/04model-pembelaran-quantum-teaching.html?m=0 . Diakses 25 Juli 2015.
49
LAMPIRAN
Satuan Pendidikan : SD Inpres Toddopili 1 Makassar Kelas / Semester : V/2 (dua)
Tema7 : Peristiwa dalam Kehidupan
Sub tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan Pembelajaran ke- : 1
Fokus Pembelajaran : Bahasa Indonesia, IPA, IPS Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1x pertemuan) A. KOMPETENSI INTI (KI)
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan tetangga.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.4 Menggali informasi penting dari
teks narasi sejarahyang disajikan secara lisan dan tulis
3.4.1 Menggali informasi penting dari teks narasi sejarah yang disajikan secara lisan dan tulis menggunakan
dari teks narasi sejarah menggunakan aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana serta kosa kata baku dan kalimat efektif
teks narasi sejarah menggunakan aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana serta kosakata baku dan kalimat efektif;
IPA
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5 Menganalisis pengaruh kalor
terhadap perubahan suhu dan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari
3.5.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari;
4.5 Melaporkan hasil percobaan pengaruh kalorpada benda.
4.5.1 Melaporkan hasil percobaan pengaruh kalor pada benda;
IPS
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.6 Mengidentifikasi faktor-faktor
penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya.
3.6.1 Mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya.
4.6 Menyajikan hasil identifikasi mengenai faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa
4.6.1 Menyajikan hasil identifikasi mengenai faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa
1. Siswa dapat mengenal Proklamator Kemerdekaan Indonesia dengan penuh kepedulian.
2. Siswa dapat menyebutkan peristiwa-peristiwa heroik dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab.
3. Siswa dapat memahami kalor dapat mengubah suhubenda dengan penuh percaya diri.
4. Siswa dapat mengetahui kalor dapat mengubah suhusuatu benda dengan penuh tanggung jawab
D. MATERI PEMBELAJARAN
Peristiwa Proklamasi dan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekan.
E. METODE PEMBELAJARAN Model: Quantum Teaching Metode: Diskusi dan tanya jawab
F. MEDIA/ALAT DAN SUMBER BELAJAR
Media/alat: Gambar tokoh-tokoh yang berperan dalam Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Sumber Belajar: Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V, Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan awal Tumbuhkan :
1) Siswa berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing 2) Guru melakukan komunikasi terkait kehadiran siswa
3) Guru menanyakan kabar siswa
6) Guru memberikan motivasi kepada siswa bahwa kita bisa mencontoh
2) Dengan mengingat kembali pelejaran yang lalu, siswa dapat menjelaskan beberapa peristiwa yang terjadi dalam memproklamasikan kemerdekaan 3) Siswa secara bergantian menjawab pertanyaan guru terkait peristiwa
proklamasi kemerdekaan, sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.
Namai :
1) Guru memberikan tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis terkait dengan jasa dan peranan tokoh dalam memprokmasikan kemerdekaan .
2) Guru melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan
3) Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan peranan tokoh-tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan.
Demonstrasikan :
1) Guru bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti
2) Siswa berusaha untuk menjelaskan atau mengerjakan di papan tulis hasil yang telah di dapatkan dari materi perjuangan para tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan
3) Guru dan siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman.
Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup:
Siswa bersama guru menyimpulakan kegiatan belajara mengajar dengan cara bertanya jawab untuk pendalaman materi.
H. PENILAIAN
Tuliskanlah beberapa tokoh yang berhasil
Jelaskanlah beberapa peristiwa penting
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remidial.
Makassar, Agustus 2019
Guru Kelas Mahasiswa
Muhammad Fadli, S.Pdi Nur Rahmah
NIP: 19800925011008 NIM: 10540924614
Kepala Sekolah SD Inpres Toddopuli 1
Dra. Seniwati.MM
NIP: 19620918 198203 2 007
1. Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis.
Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasi kan kemerdekaan.
2. Tokoh-tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Ada banyak tokoh yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan tua dan golongan
bangsa Indonesia melawan penjajahan. Proklamasi Kemerdekaan juga menandai lahirnya Negara Indonesia. Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikuasai oleh Jepang. Namun kedudukan Jepang mulai terdesak oleh pasukan Sekutu. Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Ini merupakan kesempatan emas bagi Bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Namun, untuk memproklamasikan kemerdekaan negara bukanlah hal yang mudah. Tokoh-tokoh bangsa golongan muda dan golongan tua berbeda pendapat tentang cara memproklamasikan kemerdekaan.
Golongan muda menginginkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di luar rapat PPKI. Karena mereka menganggap bahwa PPKI adalah lembaga buatan Jepang. Sementara golongan tua berpendapat sebaiknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dalam rapat PPKI.
Hal ini dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah. Pertentangan kedua golongan memuncak pada peristiwa penculikan. Soekarno- Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok. Namun akhirnya terjadi juga kesepakatan, Proklamasi Kemerdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah Proklamasi pun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Sukarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep
di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno di dampingi Bung Hatta memproklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya. Banyak tokoh dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, antara lain Sukarno, Hatta, Ahmad Subarjo, Maeda, Fatmawati, Syahrir, B. M. Diah, dan lain-lain. Mereka telah berjasa dengan caranya masing-masing. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menghargai perjuangan mereka memproklamasikan kemerdekaan negara kita.
3. Peran Tokoh dalam Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1) Ir. Soekarno
Ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator dengan sapaan akrabnya Bung Karno. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Beliau mulai aktif berjuang pada masa pergerakan nasional dengan memimpin Partai Nasional Indonesia (PNI). Pada masa pendudukan Jepang, beliau menjadi salah seorang pemimpin organisasi Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Di dalam keanggotaan BPUPKI, beliau menjadi ketua Panitia Sembilan. Selanjutnya menjadi ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai pengganti BPUPKI.
1902. Beliau berjuang sejak zaman pergerakan nasional, dimulai di negeri Belanda. Beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, beliau dikenal dengan julukan Dwi Tunggal bersama Bung Karno. Beliau aktif dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, menghadiri rapat PPKI di rumah Laksamana Maeda, dan mendampingi Bung Karno dalam pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
3) Mr. Achmad Soebardjo
Merupakan golongan tua pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia dilahirkan tanggal 23 Maret 1897 di Karawang Jawa Barat. Ia aktif dalam perjuangan pergerakan nasional, termasuk anggota PPKI, serta terlibat dalam perumusan rancangan Undang-Undang Dasar.
4) Fatmawati
Adalah istri Bung Karno, dilahirkan di Bengkulu pada tahun 1923.
Ia berjasa menjahitkan Bendera Pusaka Merah Putih. Bendera tersebut dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di halaman rumahnya yang sekaligus tempat dibacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.
Akhmad Soebardjo dan bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Untuk itu, rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuaan para pejuang Indonesia untuk merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.
6) Wikana
Aktif dalam organisasi kepemudaan pada masa Jepang. Ia dilahirkan tanggal 13 September 1916 di Sumedang Jawa Barat. Ia merupakan wakil dari golongan muda yang menghadap Ir. Soekarno bersama Darwis untuk menyampaikan hasil rapat para pemuda Indonesia di gedung Bakteriologi.
Ia juga ikut mengusulkan agar proklamasi diadakan di Jakarta.
7) Latif Hendraningrat
Seorang pejuang kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Peta (Pembela Tanah Air). Beliau adalah penggerek Bendera Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945. Beliau membawa Ir Soekarno dan Drs. M. Hatta ke Rengas dengklok Karawang.
8) Sukarni
Dilahirkan tanggal 14 Juli 1916 di Blitar, Jawa Timur. Ia aktif sebagai anggota organisasi pemuda Angkatan Baroe Indonesia dan Gerakan Rakyat Baru yang bertujuan Indonesia Merdeka. Selama pendudukan Jepang, ia bekerja di kantor berita Domei, Sandenbu, dan kantor pusat
Seorang aktivis pemuda dalam pergerakan nasional Ia dilahirkan tanggal 13 September 1916 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Ia menjadi anggota Angkatan Muda Indonesia pada saat pendudukan Jepang, tetapi akhirnya ia sangat dibenci oleh pihak Jepang. Ia menjadi pemimpin pertemuan di gedung Bakteriolog Jakarta (sekarang Universitas Indonesia) yang menginginkan kemerdekaan tanpa ada peran dari PPKI. Menurutnya, PPKI merupakan bentukan Jepang.
1. Tuliskan isi teks proklamasi kemerdekaan!
2. Sebutkan tokoh-tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan!
3. Siapa saja tokoh-tokoh yang termasuk golongan muda?
4. Siapa saja 3 tokoh yang merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia?
5. Tanggal berapa UUD 1945 disahkan?
Kami bangsa Indonesia dengan ini mennyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 – 8 – 45 Wakil-wakil bangsa Indonesia 2. Tokoh-tokoh penting dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan indonesia
antara lain:
1) Ir. Soekarno
2) Drs. Mohammad Hatta 3) Ahmad Subarjo
4) Ibu Fatmawati 5) Suktan Syahrir
6) Laksamana Takasi Maeda 7) Wikana
8) Latif Hendraningrat 9) Sukarni
10) Chaerul Saleh
3. Golongan muda terdiri dari: Sukarni, B.M Diah, Yusuf Kunto, Wikana, Sayuti Melik, Adam Malik, dan Chaerul Saleh.
4. Tokoh yang merumuskan teks proklamasi yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh.
Hatta, dan Ahmad Subarjo.
5. UUD 1945 disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945
2. Sebutkan 4 makna proklamasi kemerdekaan Indonesia!
3. Jelaskan peran Bung Karno dan Bung Hatta dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia!
4. Sebutkan pertempuran-pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia!
5. Tuliskan cara mengenang dan menghormati jasa para pahlawan!
1) Jepang menyerah kepala sekutu dan dibentuknya BPUPKI dan PPKI
2) Peristiwa Rengasdengklok 3) Dirumuskannya teks proklamasi 4) Pembacaan teks proklamasi
2. Makna proklamasi kemerdekaan Indonesia:
1) Berakhirnya penderitaan rakyat Indonesia 2) Lahirnya sebuah negara Indonesia
3) Tonggak sejarah Indonesia
4) Proklamasi Indonesia merupakan momentum sejarah bagi negara Indonesia
3. Ir. Soekarno:
Ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator dengan sapaan akrabnya Bung Karno. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur.
Beliau mulai aktif berjuang pada masa pergerakan nasional dengan memimpin Partai Nasional Indonesia (PNI). Pada masa pendudukan Jepang, beliau menjadi salah seorang pemimpin organisasi Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Di dalam keanggotaan BPUPKI, beliau menjadi ketua Panitia Sembilan. Selanjutnya menjadi ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai pengganti BPUPKI.
Drs. Moh. Hatta:
Ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator. Panggilan akrabnya adalah Bung Hatta. Dilahirkan di Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902.
Beliau berjuang sejak zaman pergerakan nasional, dimulai di negeri Belanda. Beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, beliau dikenal dengan julukan Dwi Tunggal bersama
tanggal 17 Agustus 1945.
4. Pertempuran-pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertempuran 10 November di Surabaya
Pertempuran Bandung Lautan Api
Pertempuran Medan Area
Pertempuran 5 hari di Semarang
Palagan Ambarawa
5. Ada beberapa cara mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, di antaranya sebagai berikut.
1) Pada waktu upacara di sekolah atau di kantor, dilakukan acara mengheningkan cipta yang tujuannya untuk mengenang jasa para pahlawan.
2) Melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan mendoakan semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
3) Meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
4) Mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan membangun Indonesia supaya lebih maju.
1. AMA 50 Tidak Tuntas
2. AD 50 Tidak tuntas
No. X1 (Pre-Test) X2 (Post-Test) d = X2 - X1 d²
1 50 75 25 625
2 20 50 30 900
3 60 80 20 400
4 50 75 25 625
5 30 60 30 900
6 70 80 10 100
7 50 75 25 625
8 40 70 30 900
9 80 90 10 100
10 50 75 25 625
11 20 50 30 900
12 60 80 20 400
13 30 60 30 900
14 40 60 20 400
15 60 80 20 400
16 50 70 20 400
17 20 40 20 400
18 70 80 10 100
19 60 80 20 400
20 50 70 20 400
24 30 60 30 900
25 60 80 20 400
26 50 75 25 625
27 40 60 20 400
1360
1980 600 14250
1. Berdasarkan data hasil pretest, diperoleh nilai:
Nilai minimum= 20 Nilai maksimal= 80 median= 50
modus= 50
mean (rata-rata) = jumlah data dibagi banyak data
=
= 50
Table distribusi frekuensi menggunakan rumus H.A Sturgees dengan menentukan jumlah kelas interval, menghitung rentang data, dan menentukan panjang kelas. Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus yaitu
Jumlah kelas = 1 + 3,3 log n,
dimana: n = jumlah sampel atau responden
= 1+3,3 log 28
= 5,74 dibulatkan menjadi 6
Rentang data dihitung dengan rumus nilai maksimal – nilai minimal, sehingga diperoleh rentang data sebesar 80 – 20 = 60. Sedangkan
Panjang kelas (rentang)/K = = 10
median= 60 modus= 80
mean (rata-rata) = jumlah data dibagi banyak data
= = 71,07
Table distribusi frekuensi menggunakan rumus H.A Sturgees dengan menentukan jumlah kelas interval, menghitung rentang data, dan menentukan panjang kelas. Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus yaitu
Jumlah kelas = 1 + 3,3 log n,
dimana: n = jumlah sampel atau responden
= 1+3,3 log 28
= 5,74 dibulatkan menjadi 6
Rentang data dihitung dengan rumus nilai maksimal – nilai minimal, sehingga rentang data sebesar = 80 – 40
= 40.
Panjang kelas (rentang)/K = = 7
Md = ∑
=
= 22,2
2. Mencari harga “∑x²d” dengan menggunakan rumus:
∑x²d = ∑d²- ∑
= 14250 -
= 14250 – 44
= 14206 3. Menentukan t- Hitung
t
Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi T dengan taraf signifikan a = 0,05 dan b = N – 1 = 27-1 =26 maka diperoleh t 0,05 = 3,707 Setelah di peroleh tHitung = 4,9 dan tTabel = 3,707 maka diperoleh tHitung > tTabel atau 4,9 > 3,707 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti bahwa penggunaan model Quantum Teaching berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas V SD Inpres toddopuli 1 Makassar.
1. Pertemuan ke-1 sebelum dilakukan perlakuan
2. Pertemuan ke-2 Pre-Test
4. Pemberian Post-Test
Desember 1996. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan dari Ayahanda Bahrul Amin dan Ibunda Nurmiah. Penulis masuk sekolah dasar pada tahun 2002 di SD Negeri 1 Pekkae Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru dan tamat tahun 2008. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan Pendidikan di SMP Negeri 1 Tanete Rilau dan tamat pada tahun 2011, dan tamat SMK Negeri 1 Barru tahun 2014. Pada tahun yang sama (2014), penulis melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Makassar Program Studi Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan selesai pada tahun 2019.