BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.3 Hasil Penelitian Siklus I
Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari tiga jam pelajaran yang masing-masing terdiri dari 45 menit. Pertemuan pertama pada tanggal 3 November 2012 dan pertemuan kedua pada tanggal 10 November 2012. Siklus I terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.Perencanaan
Pada tahap perencanaan guru menyusun rencana pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar aktivitas siswa, lembar aktivitas guru, serta soal post test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, tes berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal. (Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 1 halaman 80, lampiran 15 halaman 113, lampiran 11 halaman 102, lampiran 7 halaman 97, lampiran lampiran 20 halaman 122).
Untuk persiapan mengajar, diberitahukan terlebih dahulu kepada siswa bahwa pembelajaran untuk kompetensi dasar Mengidentifikasi Persyaratan Personil Administrasi Kantor akan dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe To Stay Two Stray.
2.Pelaksanaan
a. Pertemuan 1
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dengan materi Mengidentifikasi Persyaratan Personil Administrasi Kantor. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah guru melakukan presensi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, guru menjelaskan materi pelajaran hari itu dengan menjelaskan langkah kerja model pembelajaran dengan Two Stay Two Stray (TSTS), guru menyuruh siswa mempersiapkan segala perlengkapan yang akan digunakan, termasuk buku siswa yaitu Modul Menyelenggarakan Prinsip-Prinsip Administrasi Perkantoran,
49
alat tulis, buku catatan dan lain-lain, memberikan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan personil kantor? Pertanyaan pancingan tersebut untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai pelajaran Menyelenggarakan Prinsip-Prinsip Administrasi Perkantoran sebelumnya, guru menerangkan garis besar mengenai Mengidentifikasi Persyaratan Personil Administrasi Kantor.
b. Pertemuan 2
Pada pertemuan kedua tahap-tahap yang dilakukan adalah guru melakukan presensi, guru memberi pertanyaan tentang materi mengidentifikasi persyratan personil kantor sebelumnya kepada siswa, guru menerangkan materi selanjutnya, guru membentuk siswa dalam 11 kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 4-5 orang, guru membimbing dan mengkondisikan siswa yang sedang diskusi, masing-masing kelompok bekerja dengan sumber belajar yang sudah disiapkan oleh guru yaitu lembar diskusi dan lembar jawaban, saat diskusi berlangsung guru membimbing 2 siswa dari tiap kelompok mewakili kelompoknya bertamu ke kelompok lainnya untuk mencari tahu hasil diskusi kelompok lainnya dan 2 siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas untuk memaparkan hasil diskusi kepada kelompok yang bertamu, siswa dipesilahkan kembali ke kelompok masing-masing untuk melihat kekurangan hasil kerja kelompoknya, setelah diskusi guru melanjutkan presentasi hasil diskusi siswa dengan memanggil 4 nomor kelompok yaitu kelompok 1, 3, 9, dan
kelompok 11 dari anggota kelompok yang dipilih secara acak, nomer yang dipilih membacakan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, guru memberikan kesempatan pada kelompok yang tidak ditunjuk yaitu kelompok 2, 4, 5, 6, 7, 8, 10 untuk menanggapi hasil diskusi kelompok, guru mengevaluasi dan menyimpulkan hasil diskusi siswa, guru membimbing siswa untuk merangkum materi pelajaran yang telah dilaksanakan, guru membagi soal evaluasi, siswa mengerjakan soal evaluasi, guru mengawasi jalannya tes evaluasi dan setelah selesai mengerjakan guru menutup pelajaran.
3. Pengamatan
Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa siklus I dicatat dalam lembar observasi yang telah dipersiapkan. Pengamatan siklus I diperoleh hasil sebagai berikut:
a. Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Hasil pengamatan siklus I dicatat dalam lembar observasi aktivitas siswa yang telah dipersiapkan. Observasi aktivitas belajar siswa dilakukan selama proses pembelajaran model pembelajaran TSTS yang difokuskan pada kesiapan dalam mengikuti pelajaran, perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran, mengkondisikan dalam bentuk kelompok belajar, menghargai pendapat orang lain, kemampuan siswa dalam bertanya, bekerjasama dalam kelompok, dan ketepatan waktu dalam mengerjakan soal diskusi. Pengamatan tersebut
51
dilakukan selama siklus I berlangsung. Hasil dari observasi aktivitas siswa, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I
No Persentase Kriteria Frekuensi Persentase
1 24,96% - 43,72% Kurang 3 7%
2 43,73% - 62,48% Cukup 36 78%
3 62,49% - 81,24% Baik 6 13%
4 81,25% - 100 % Sangat baik 1 2%
Sumber: data penelitian 2012
Berdasarkan tabel 4.1, observasi aktivitas siswa dalam model pembelajaran TSTS pada siklus I menunjukkan hasil bahwa aktivitas siswa yang termasuk dalam kategori kurang sebanyak 3 siswa (7%), kemudian dalam kategori cukup sebanyak 36 siswa (78%), dalam kategori baik sebanyak 6 siswa (13%), dan dalam kategori sangat baik sebanyak 1 siswa (2%). Apabila disajikan dalam bentuk gambar dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.1. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I
Tabel 4.1 dan gambar 4.1 menunjukkan bahwa aktivitas siswa dengan kategori kriteria cukup merupakan yang paling tinggi yaitu 78%, kategori baik yaitu sebesar 13%, kategori kurang sebesar 7%, sedangkan kategori sangat baik masih rendah sebesar 2%. Hal ini
7% 78% 13% 2% 0% 50% 100%
kurang cukup baik Sangat baik
berarti masih banyak aktivitas siswa yang harus ditingkatkan. Oleh karena itu, aktivitas siswa perlu ditingkatkan dan perlu dipertahankan pada siklus selanjutnya.
Sedangkan kalau ditinjau dari tiap-tiap aspek, aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran TSTS disajikan dalam bentuk tabel berikut:
Tabel 4.2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Per Aspek Siklus I
No Aspek
Jumlah
Skor % Kriteria
1 Kesiapan mengikuti pelajaran 130 71% Baik 2 Perhatian dalam pelajaran 106 58% Cukup 3
Mengkondisikan dalam bentuk
kelompok 76 41% Kurang
4 Menghargai pendapat orang lain 150 82%
Sangat baik 5 Kemampuan dalam bertanya 76 41% Kurang 6 Kerjasama dalam kelompok 93 51% Cukup 7 Ketepatan waktu mengerjakan
soal diskusi 105 57% Cukup
Sumber: Data Penelitian 2012
Berdasarkan Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I pada aspek menghargai pendapat orang lain sudah sangat baik mencapai 82%. Pada aspek kesiapan mengikuti pelajaran sudah baik mencapai 71%. Namun, perhatian dalam pelajaran mencapai 58%, kerjasama dalam kelompok mencapai 51%, dan ketepatan waktu mengerjakan soal diskusi masih cukup mencapai 57%. Sedangkan mengkondisikan dalam bentuk kelompok dan kemampuan dalam bertanya masih kurang yaitu mencapai 41%. Lebih
53
jelasnya hasil pengamatan aktivitas siswa per aspek dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 4.2. Hasil Aktivitas Siswa Per Aspek Siklus I
Dilihat dari hasil aktivitas siswa per aspek siklus I kesiapan mengikuti pelajaran jumlah skornya mencapai 130, perhatian dalam pelajaran jumlah skornya mencapai 106, mengkondisikan dalam bentuk kelompok jumlah skornya 76, kemampuan dalam bertanya jumlah skornya 76, kerjasama kelompok jumlah skornya 93, sedangkan ketepatan waktu mengerjakan soal diskusi jumlah skornya mencapai 105.
b. Lembar Observasi Aktivitas Guru
Data hasil observasi kinerja guru digunakan untuk mengetahui kinerja guru selama proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran TSTS. Kinerja guru dalam pembelajaran pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
130 106 76 150 76 93 105 0 20 40 60 80 100 120 140 160 Series2 Series1
Tabel 4.3. Aktivitas guru dengan pembelajaran TSTS Siklus I
No Kegiatan Penilaian Kategori
1 Menyampaikan tujuan dan materi
pembelajaran 3 Baik
2 Guru mengajukan pertanyaan yang
dapat memotivasi siswa 2 Cukup
3 Kemampuan guru menetapkan siswa
dalam kelompok 4
Sangat Baik 4 Guru membantu dan membimbing
tim-tim belajar dalam menyelesaikan tugas
2 Cukup
5 Guru melakukan pengamatan pada
saat diskusi berlangsung 2 Cukup
6 Guru memanggil dua nomor untuk
bergabung dengan kelompok lainnya 4
Sangat Baik 7 Guru mengarahkan jawaban yang
benar 2 Cukup
8 Guru memanggil nomor tertentu untuk mempresentasikan atau menjawab pertanyaan
3 Baik
9 Guru memberikan evaluasi hasil
belajar 3 Baik
10 Guru memberikan kesimpulan 3 Baik
= = 70%
Berdasarkan tabel di atas hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kinerja guru dalam proses belajar mengajar dengan
55
menggunakan model TSTS adalah sebesar 70% artinya sudah baik. Pada siklus I, (1) kemampuan guru dalam menyampaikan tujuan dan materi secara klasikal sudah dilaksanakan dengan baik karena relevan dengan materi dan memberikan apersepsi sehingga siswa tampak memperhatikan penjelasan dari guru, (2) Mengajukan pertanyaan yang dapat memotivasi siswa dengan kriteria penilaian cukup karena guru sudah membimbing siswa untuk bertanya, (3) Membagi siswa dalam kelompok dengan kriteria penilaian sangat baik sehingga tidak ada perbedaan dengan murid.
(4) Membimbing siswa dalam menyelesaikan tugas dengan kriteria penilaian cukup karena guru membimbing siswa dalam pertanyaan yang sulit, (5) Melakukan pengamatan dengan kriteria penilaian cukup karena guru mengawasi proses diskusi dari bangku guru, (6) Memanggil dua nomor untuk bertamu ke kelompok lain dengan kriteria sangat baik karena guru sudah mengatur jalannya diskusi, walaupun terkesan masih ramai tapi guru dapat mengontrolnya, (7) Mengarahkan jawaban yang benar dengan kriteria cukup karena guru membimbing siswa menjawab pertanyaan yang sulit, (8) Memanggil nomor tertentu untuk presentasi didepan kelas dengan kriteria penilaian baik karena guru memanggil sebagian kelompok untuk persentasi hasil diskusi didepan kelas, (9) Memberikan evaluasi belajar siswa dengan kriteria penilaian baik karena guru sudah memberikan tugas kelompok dan tugas individu serta memberikan pertanyaan pancingan, (10) Memberikan kesimpulan dengan
kriteria penilaian baik karena guru membimbing siswa dalam mempublikasikan hasil diskusi.
c. Hasil Belajar Siswa Siklus I
Pelaksanaan siklus I dengan pembelajaran TSTS membahas materi tentang mengidentifikasi persyaratan personil administrasi perkantoran, yaitu pengertian, macam-macam, tugas dan tanggung jawab personil kantor, perangkat kerja personil kantor, tahapan pengadaan personil kantor, syarat-syarat personil kantor, pelatihan dan pengembangan personil kantor, mutasi personil kantor dan pemberhentian personil kantor. Hasil belajar pada siklus I diperoleh dari hasil tes evaluasi siklus I yang dikerjakan secara individu yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I. Tes yang digunakan adalah tes tertulis berupa soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Berikut ini data hasil belajar pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4. Hasil Tes Evaluasi Siklus I No. Rentang
Nilai
Jumlah siswa
Hasil tes Tes evaluasi
siklus I
1. 91 - 100 1 Nilai tertinggi 90
2. 81 -90 3 Nilai terendah 50
3. 71 – 80 21 Rata-rata nilai 71
4. 61 – 70 8 Jumlah siswa tuntas 25 5. 51 – 60 12 Jumlah siswa tdk tuntas 21 6. ≤ 50 1 Ketuntasan hasil belajar
(%)
54% Sumber : Data hasil tes evaluasi siklus I
Berdasarkan Tabel 4.4 Setelah dilakukan analisis data hasil tes evaluasi siklus I diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 54%; nilai rata-rata 71; jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 sedangkan
57
jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 21 siswa, kemudian nilai tertinggi 90 dan nilai terendah adalah 50. Lebih jelasnya hasil tes evaluasi siklus I dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 4.3 Hasil Tes Evaluasi Siklus I
Berdasarkan tabel 4.4 dan gambar 4.3 di atas dapat diketahui bahwa hasil tes evaluasi siklus I belum memenuhi indikator penelitian, yaitu sebesar 75%. Meskipun nilai hasil belajar siswa secara klasikal mengalami kenaikan, untuk itu perlu diadakan perbaikan pada siklus selanjutnya.
4. Refleksi
Siklus I merupakan siklus awal, suasana dalam pembelajaran belum ada perkembangan yang cukup berarti. Keberhasilan dan kegagalan yang terjadi dalam pelaksanaan tindakan selama siklus I dapat diuraikan sebagai berikut:
a.Berdasarkan kriteria aktivitas siswa siklus I proses pembelajaran kooperatif masih ada beberapa siswa yang bersenda gurau dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru.
0 20 40 60 80 100 90 50 71 25 21 Series1
b.Berdasarkan kriteria aktivitas siklus I masih ada yang siswa mengkondisikan dalam bentuk kelompok dengan gaduh tetapi masih dapat di kontrol dengan baik oleh guru.
c.Berdasarkan kriteria aktivitas siswa pada siklus I pada pembelajaran TSTS masih kurang kompak dalam bekerjasama kelompok, karena siswa yang lebih pandai mendominasi jalannya diskusi sedangkan siswa yang lainnya masih pasif.
d.Siswa masih tampak kaku dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model TSTS hal ini terlihat pada saat diberi kesempatan berkunjung pada kelompok lainnya hanya sedikit siswa yang mau bertanya.
e.Pada saat presentasi hasil diskusi masih ada siswa yang terlihat kurang percaya diri.
f. Guru belum optimal dalam menggunakan model Two Stay Two Stray. g.Walau sedikit gaduh, guru mampu menguasai kelas dengan baik.
h.Berdasarkan hasil perhitungan kemampuan siswa dari 46 siswa kelas X AP terdapat 25 siswa yang tuntas dan 21 siswa yang belum tuntas. Dari hasil evaluasi diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 54% serta diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 71.
Dengan demikian proses pembelajaran akan diperbaiki pada siklus II yang diharapkan dapat memperbaiki kekurangan pada siklus I serta meningkatkan hasil belajar siswa pada siklus II.
59