• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.4 Hasil Penelitian Siklus II

Siklus kedua ini dilaksanakan seperti pada siklus pertama yaitu 1 kali pertemuan dengan 3 jam pelajaran dan tiap jam pelajaran terdiri dari 45 menit. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2012. Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini lebih baik dan lebih dapat meningkatkan hasil belajar apabila dibandingkan dengan siklus I, sehingga penelitian diakhirkan pada siklus II. Pelaksanaan siklus II dibagi menjadi beberapa tahap yaitu:

1. Perencanaan

Perencanaan pada siklus II dibuat berdasarkan hasil refleksi siklus I. Masalah yang ada pada siklus I yaitu belum tercapainya indikator ketuntasan belajar siswa yang belum sesuai target, kemudian baik guru maupun siswa masih belum optimal dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran TSTS. Dengan melihat hasil pada siklus I maka diperlukan suatu perencanaan untuk memperbaiki proses dan meningkatkan hasil belajar pada siklus II.

Kegiatan yang dilakukan antara lain guru menyusun rencana pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar aktivitas siswa, lembar aktivitas guru, serta soal post test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, tes berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal. Guru berusaha untuk lebih menguasai model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. (Lebih

jelasnya dapat dilihat pada lampiran 1 halaman 80, lampiran 6 halaman 92-93, lampiran 7 halaman 94-95, lampiran 22 halaman 127)

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran siklus II dilaksanakan sesuai skenario yang ada pada rencana pembelajaran.

a. Pertemuan 3

Pada pertemuan ketiga tahap-tahap yang dilakukan adalah guru melakukan presensi, guru memberi pertanyaan tentang materi mengidentifikasi persyarataan personil kantor kepada siswa, guru menerangkan materi selanjutnya, guru membentuk siswa dalam 11 kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 4-5 orang, guru membimbing dan mengkondisikan siswa yang sedang diskusi, guru membimbing dua orang siswa dalam tiap-tiap kelompok untuk bertamu ke kelompok lainnya, setelah diskusi guru melanjutkan presentasi hasil diskusi siswa dengan memanggil 5 kelompok yaitu kelompok 2, 5, 7, 8, 10 dari anggota kelompok yang dipilih secara acak, nomer yang dipilih membacakan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, guru memberikan kesempatan pada kelompok lain yaitu kelompok 1, 3, 4, 6, 9, 11 untuk menanggapi hasil diskusi kelompok yang presentasi, guru mengevaluasi dan menyimpulkan hasil diskusi siswa, guru membimbing siswa untuk merangkum materi pelajaran yang telah dilaksanakan, guru membagi soal evaluasi, siswa mengerjakan soal evaluasi, guru mengawasi

61

jalannya tes evaluasi dan setelah selesai mengerjakan guru menutup pelajaran.

3. Pengamatan

Pengamatan siklus II diperoleh hasil sebagai berikut: a. Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Hasil pengamatan siklus II dicatat dalam lembar observasi aktivitas siswa yang telah dipersiapkan. Observasi aktivitas belajar siswa dilakukan selama proses pembelajaran model pembelajaran TSTS yang difokuskan pada kesiapan dalam mengikuti pelajaran, perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran, mengkondisikan dalam bentuk kelompok, menghargai pendapat orang lain, kemampuan siswa dalam bertanya, bekerjasama dalam kelompok, dan ketepatan waktu dalam mengerjakan soal diskusi. Pengamatan tersebut dilakukan selama siklus II berlangsung. Hasil dari observasi aktivitas siswa, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

No Persentase Kriteria Frekuensi Persentase

1 24,96% - 43,72% Kurang 0 0%

2 43,73% - 62,48% Cukup 1 2%

3 62,49% - 81,24% baik 38 83%

4 81,25% - 100 % Sangat baik 7 15%

Sumber: data penelitian 2012

Berdasarkan tabel 4.5, observasi aktivitas siswa dalam model pembelajaran TSTS pada siklus II menunjukkan hasil bahwa aktivitas siswa yang termasuk dalam kategori cukup sebanyak 1 siswa (2%),

dalam kategori baik sebanyak 38 siswa (83%), dan dalam kategori sangat baik sebanyak 7 siswa (15%). Apabila disajikan dalam bentuk gambar dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.4. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

Berdasarkan tabel 4.5 dan gambar 4.4 di atas, observasi aktivitas siswa dalam model pembelajaran TSTS pada siklus II menunjukkan hasil bahwa aktivitas siswa yang paling tinggi adalah kategori baik sebanyak 38 siswa (83%). Sedangkan yang paling rendah adalah kategori cukup yaitu (1%).

Sedangkan kalau ditinjau dari tiap-tiap aspek, aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran TSTS disajikan dalam bentuk tabel berikut:

Tabel 4.6. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Per Aspek Siklus II

No Aspek

Jumlah

Skor % Kriteria

1 Kesiapan mengikuti pelajaran 144 78% Baik 2 Perhatian dalam pelajaran 146 79% Baik 3

Mengkondisikan dalam bentuk

kelompok 140 76% Baik

4

Menghargai pendapat orang

lain 159 86%

Sangat Baik 5 Kemampuan dalam bertanya 127 69% Baik 6 Kerjasama dalam kelompok 121 66% Baik

0% 2% 78% 20% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

kurang cukup baik Sangat baik

63

7 Ketepatan waktu mengerjakan

soal diskusi 137 74% Baik

Sumber : Data penelitian 2012

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus II pada aspek menghargai pendapat orang lain sudah sangat baik. Sedangkan pada aspek kesiapan mengikuti pelajaran, perhatian dalam kelompok, mengkondisikan dalam bentuk kelompok, kerjasama dalam kelompok, kemampuan dalam bertanya dan ketepatan waktu mengerjakan soal diskusi sudah baik. Lebih jelasnya hasil pengamatan aktivitas siswa per aspek dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.5.Hasil Aktivitas Siswa Per Aspek Siklus II

Berdasarkan tabel 4.6 dan gambar 4.5 dilihat dari indikator keberhasilan aktivitas siswa yang ditetapkan disekolah sebesar 75%, serta ketuntasan seluruh siswa yang diperoleh pada siklus II persentase aktivitas siswa sebesar 76% yang artinya sudah mencapai indikator penelitian. 0 50 100 150 200 144 146 140 159 127 121 137 78% 79% 76% 86% 69% 66% 74% Series1 Series2

b. Lembar Observasi Aktivitas Guru

Hasil observasi guru pada siklus II ini lebih baik dibandingkan siklus I. Hasil evaluasi siklus I tersebut dijadikan sebagai panduan untuk mengadakan perbaikan. Perbaikan dalam hal ini bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran pada siklus II. Kinerja guru dalam pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.7. Aktivitas guru dengan pembelajaran TSTS Siklus II

No Kegiatan Penilaian Kategori

1 Menyampaikan tujuan dan materi pembelajaran

3 Baik

2 Guru mengajukan pertanyaan yang dapat memotivasi siswa

3 Baik

3 Kemampuan guru menetapkan siswa dalam kelompok

3 Baik

4

Guru membantu dan membimbing tim-tim belajar dalam menyelesaikan tugas

4 Sangat

Baik

5 Guru melakukan pengamatan pada saat diskusi berlangsung

3 Baik

6 Guru memanggil dua nomor untuk bergabung dengan kelompok lainnya

4 Sangat

Baik 7 Guru mengarahkan jawaban yang

benar

3 Baik

8

Guru memanggil nomor tertentu untuk mempresentasikan atau menjawab pertanyaan

3 Baik

9 Guru memberikan evaluasi hasil belajar

65

10 Guru memberikan kesimpulan 3 Baik

= = 80%

Berdasarkan tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa kinerja guru dalam mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran TSTS pada siklus II sudah memenuhi kriteria, karena pada siklus II ini kinerja guru mengalami peningkatan sebesar 10% dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II.

c. Hasil Belajar Siswa Siklus II

Hasil tes diperoleh setelah siswa mengerjakan tes siklus II. Hasil perhitungan tes evaluasi siklus II dapat dilihat pada lampiran. Berikut tabel hasil evaluasi siklus II:

Tabel 4.8. Hasil Tes Evaluasi Siklus II

No. Rentang

Nilai

Jumlah siswa

Hasil tes Tes evaluasi

siklus I

1. 91 - 100 2 Nilai tertinggi 95

2. 81 - 90 14 Nilai terendah 65

3. 71 – 80 22 Rata-rata nilai 80

4. 61 – 70 8 Jumlah siswa tuntas 38

5. 51 – 60 0 Jumlah siswa tdk tuntas 8 6. ≤ 50 0 Ketuntasan hasil belajar

(%)

83% Sumber: Data Penelitian 2012

Berdasarkan tabel 4.8 nilai rata-rata kelas 80, siswa yang tuntas sebanyak 38 orang dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa dengan persentase ketuntasan klasikal 83% yang berarti hasil evaluasi siklus II

sudah memenuhi persentase ketuntasan klasikal yang ditargetkan yaitu 75%. Lebih jelasnya hasil tes evaluasi siklus II dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.6 Hasil Tes Evaluasi Siklus II

Berdasarkan tabel 4.8 dan gambar 4.6 menunjukkan bahwa siklus II sudah berhasil. Siklus II dapat dikatakan berhasil karena telah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu minimal memperoleh nilai 75 sebanyak 75% sesuai dengan KKM yang telah ditentukkan oleh sekolah. Tabel 4.10 dan dan 4.6 menunjukkan siswa memperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80 dengan ketuntasan klasikal 83%.

4. Refleksi

Gambaran secara umum pelaksanaan siklus II sudah berjalan dengan baik. Di bawah ini dipaparkan hasil pelaksanaan siklus II:

a. Berdasarkan kriteria aktivitas siswa pada siklus II pada aspek kesiapan mengikuti pelajaran sudah baik yaitu siswa menyiapkan buku pelajaran dengan tertib dan tenang.

0 20 40 60 80 100 95 65 80 38 8 Series1

67

b. Berdasarkan kriteria aktivitas siswa untuk perhatian dalam pelajaran sudah baik karena siswa menyimak penjelasan dari guru dengan aktif. c. Berdasarkan kriteria aktivitas siswa pada mengkondisikan siswa dalam

bentuk kelompok sudah terlihat baik karena siswa mengkondisikan dalam bentuk kelompok dengan tenang dan cepat.

d. Berdasarkan kriteria aktivitas siswa pada proses pembelajaran dalam model TSTS siswa sudah tidak tampak kaku dengan mengunakan model TSTS karena siswa sudah berani untuk memberikan masukan atas pendapat teman serta siswa sudah tidak canggung untuk bertanya kepada teman maupun guru jika tidak paham atas instruksi guru maupun dalam pengerjaan diskusi berlangsung.

e. Guru sudah optimal dalam menggunakan model Two Stay Two Stray f. Guru mampu menguasai kelas dengan baik.

g. Berdasarkan hasil perhitungan kemampuan siswa dari 46 siswa kelas X AP terdapat 38 siswa yang tuntas dan 8 siswa yang belum tuntas. Dari hasil evaluasi diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 83% serta diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80. Dengan demikian proses pembelajaran tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Dokumen terkait