• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan pada siklus II berdasarkan pada hasil refleksi siklus I, dengan harapan pada siklus II dapat memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Kegiatan siklus II pada tahap perencanaan meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang diajarkan sesuai dengan model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan yang digunakan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini berguna sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

2) Menyusun dan menyiapkan lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan angket sikap kerja keras siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk mengetahui baik tidaknya pengelolaan pembelajaran dan mengukur kesesuaian proses pembelajaran melalui model

pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan. Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengukur aktivitas siswa pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Angket sikap kerja keras siswa digunakan untuk memperoleh informasi mengenai sikap kerja keras siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika materi pecahan melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan.

3) Menyusun dan menyiapkan sarana dan media yang akan digunakan pada proses pembelajaran. Sarana yang digunakan yaitu LKS dan lembar soal. Media yang digunakan pada materi pembagian pecahan yaitu menggunakan kertas lipat, untuk menjelaskan mengenai arti operasi hitung pembagian pecahan dan menurunkan rumus pembagian pecahan. Menyiapkan set balok pecahan yang akan digunakan untuk permainan balok pecahan dalam proses pembelajaran.

4) Mempersiapkan soal tes atau evaluasi akhir siklus. Tes atau evaluasi akhir siklus dilaksanakan pada setiap akhir siklus yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa pada aspek kognitif yaitu dalam menguasai materi yang telah diajarkan.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada siklus II dibagi menjadi 2 pertemuan, yaitu pertemuan 1 dan 2. Siklus II pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 19 Januari 2016 dan pertemuan 2 pada hari Sabtu, tanggal 23 Januari 2016 di kelas V B SD Negeri Panambangan dengan alokasi waktu 3x35 menit atau sama dengan 3 jam pelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun, yaitu pokok bahasan melakukan operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya, melakukan operasi hitung perkalian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya pada pertemuan pertama. Pokok bahasan menjelaskan bahwa pembagian adalah pengurangan yang berulang dan melakukan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa pada pertemuan kedua.

1) Hasil Siklus II Pertemuan 1

Siklus II pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Januari 2016 selama tiga jam pelajaran yaitu mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.45 WIB. Pelaksanaan tindakan mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun. Siswa datang dan memasuki kelas sebelum bel berbunyi sehingga memperlancar pembelajaran yang akan dimulai. Guru dibantu observer membagikan topi kerucut bernomor kepada siswa yang sesuai dengan nomor urut masing-masing siswa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Topi kerucut bernomor tersebut dipakai oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian.

a) Kegiatan Awal

Pembelajaran dimulai dengan siswa berdo‟a bersama yang

dipimpin oleh ketua kelas. Siswa memberikan salam kepada guru

setelah siswa berdo‟a.

Gambar 4.9 Siswa Berdo’a

Gambar 4.9 menunjukkan bahwa siswa sedang berdo‟a

bersama dan masih terlihat ada siswa yang bermain sendiri saat

berdo‟a. Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat pada saat pertemuan sebelumnya, maka siswa yang masih bermain saat

berdo‟a diminta untuk membacakan suratan pendek. Guru

mengingatkan kembali kepada siswa agar pada saat berdo‟a lebih

baik tidak berbicara sendiri, bermain sendiri dan harus khusyu

dalam berdo‟a. Guru mempresensi kehadiran siswa. Pada siklus II

pertemuan 1 seluruh siswa hadir, sehingga jumlah siswa adalah 30 siswa.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan uraian kegiatan serta menginformasikan model pembelajaran yang digunakan. Guru melakukan apersepsi dengan cara mengingatkan

siswa mengenai materi sebelumnya yaitu mengenai operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan pecahan campuran atau sebaliknya dan opersi hitung perkalian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya. Guru memberikan motivasi agar siswa lebih memahami materi pecahan, terutama operasi hitung perkalian pecahan karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya. Guru membimbing siswa juga membahas pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh guru pada pertemuan sebelumnya.

b) Kegiatan Inti

Guru memasuki materi baru dan mempresentasikan materi menggunakan ceramah dan penjelasan di papan tulis mengenai operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya dan operasi hitung perkalian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya. Guru dalam menyampaikan materi sesekali menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa. Siswa terlihat senang saat guru menggunakan bahasa sehari-hari sehingga siswa lebih mudah memahami materi.

Guru memberikan contoh soal mengenai operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya dan operasi hitung perkalian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya. Guru meminta beberapa orang siswa untuk maju mengerjakan soal

yang telah dituliskan oleh guru di papan tulis. Siswa tanpa ditunjuk oleh guru, ada yang langsung mau maju ke depan untuk menjawab pertanyaan guru di papan tulis, tetapi masih banyak juga siswa yang takut untuk maju mengerjakan. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar berani maju mengerjakan soal di papan tulis, dan mengapresiasi kepada siswa yang berani maju mengerjakan soal di papan tulis dengan meminta siswa yang lain untuk memberikan tepuk tangan.

Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang siswa. Suasana kelas menjadi sedikit ramai saat siswa menuju kelompoknya. Guru memerintahkan siswa supaya tidak ramai, setelah siswa tenang guru membagikan satu set media permainan balok pecahan, petunjuk permainan balok pecahan, dan LKS kepada setiap kelompok.

Gambar 4.10 Guru Membagikan Set Balok Pecahan, Petunjuk Permainan Balok Pecahan dan LKS

Gambar 4.10 menunjukkan bahwa guru sedang membagikan set balok pecahan yang berisi sama, petunjuk permainan, dan LKS kepada masing-masing kelompok. Siswa terlihat senang dan antusias karena tahu akan melakukan permainan balok pecahan lagi. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan permainan balok pecahan dan memberikan motivasi kepada siswa dengan mengatakan bahwa kelompok yang dapat menyelesaikan permainan terlebih dahulu akan mendapatkan bintang.

Beberapa kelompok sudah terlihat dapat melakukan permainan balok pecahan sesuai dengan aturan permainan balok pecahan, tetapi masih ada beberapa siswa yang masih merasa kesulitan untuk melakukan permainan balok pecahan. Masing-masing kelompok terlihat berusaha keras untuk dapat menyelesaiakan alur permainan balok pecahan sesuai dengan alur yang telah dibuat oleh guru. Siswa juga terlihat asyik dan senang dalam melakukan permainan balok pecahan.

Gambar 4.11 Siswa Hampir Menyelesaikan Alur Permainan Balok Pecahan

Gambar 4.11 menunjukkan bahwa siswa hampir menyelesaikan alur permainan balok pecahan. Guru berkeliling melihat dan mengawasi siswa dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Beberapa kelompok telah dapat menyelesaikan permainan balok pecahan sebelum waktu yang telah ditentukan habis. Guru berkeliling untuk melihat alur permainan masing-masing kelompok, sebagian besar kelompok telah dapat menyelesaikan alur permainan dengan benar, tetapi masih ada juga kelompok yang alur permainan balok pecahannya masih belum tepat.

Guru dan siswa membahas soal yang ada di dalam balok pecahan dan menuliskannya di papan tulis. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa yang belum paham dengan materi yang telah disampaikan oleh guru. Kelompok yang telah dapat menyelesaiakan permainan balok pecahan terlebih dahulu dan sesuai dengan alur yang telah di buat oleh guru diminta untuk maju ke depan dan guru memberikan penghargaan sebuah bintang kepada kelompok tersebut.

c) Kegiatan Akhir

Kegiatan akhir siklus II pertemuan 1, guru menjelaskan rangkuman materi secara singkat dan meminta siswa untuk mengerjakan soal latihan yang ada di dalam Buku Sekolah

Elektronik (BSE) sebagai tugas rumah (PR) agar siswa lebih memahami materi. Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dan memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru mengakhiri pelajaran

dengan meminta siswa untuk membaca hamdalah “Alhamdulillah”

dan mengucapkan salam. 2) Hasil Siklus II Pertemuan 2

Siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Januari 2016 selama tiga jam pelajaran yaitu mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.45 WIB. Materi yang disampaikan yaitu menjelaskan arti pembagian pecahan, menurunkan rumus pembagian pecahan, dan melakukan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa. Pelaksanaan tindakan mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun. Siswa datang dan memasuki kelas sebelum bel berbunyi sehingga memperlancar pembelajaran yang akan dimulai. Guru dan observer membagikan topi kerucut bernomor kepada siswa yang sesuai dengan nomor urut masing-masing siswa. Topi kerucut bernomor tersebut dipakai oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian.

a) Kegiatan Awal

Pembelajaran dimulai dengan siswa berdo‟a bersama yang dipimpin oleh ketua kelas, siswa memberikan salam kepada guru.

Siswa terlihat khusyu dalam berdo‟a dan tidak ada yang bermain

ataupun berbicara dengan temannya, sehingga siswa tidak ada yang diberikan hukuman oleh guru untuk membaca suratan pendek. Guru memberikan pujian kepada siswa karena sikap mereka dalam

berdo‟a sudah cukup baik dan harus dipertahankan. Guru mempresensi kehadiran siswa dengan bertanya kepada siswa

“Siapa yang hari ini tidak berangkat?”, siswa kompak menjawab

berangkat semua. Sehingga pada siklus II pertemuan 2 seluruh siswa yang hadir yaitu sejumlah 30 siswa.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan uraian kegiatan serta menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan. Guru melakukan apersepsi dengan cara mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya yaitu mengenai operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya dan operasi hitung perkalian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya. Guru memberikan motivasi agar siswa lebih memahami materi pecahan, selain operasi hitung perkalian pecahan, siswa juga harus memahami operasi hitung pembagian pecahan karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai operasi hitung pembagian pecahan. b) Kegiatan Inti

Guru menggunakan media berupa kertas lipat untuk menjelaskan arti pembagian pecahan dan untuk menurunkan rumus

operasi hitung pembagian pecahan. Siswa diikutsertakan dalam penggunaan media, yaitu masing-masing siswa dibagikan dua buah kertas lipat untuk melakukan percobaan.

Gambar 4.12 Siswa Diikutsertakan dalam Penggunaan Media Kertas Lipat

Gambar 4.12 menunjukkan bahwa siswa diikutsertakan dalam penggunaan media kertas lipat. Siswa mengikuti langkah-langkah yang disampaikan oleh guru dalam melakukan percobaan dengan menggunakan media kertas lipat. Guru membimbing siswa dalam menjelaskan arti pembagian pecahan dan menurunkan rumus operasi hitung pembagian pecahan.

Gambar 4.13 Siswa Memperhatikan Penjelasan Guru Mengenai Operasi Hitung Pembagian Pecahan dengan Menggunakan Media Kertas Lipat

Gambar 4.13 menunjukkan bahwa siswa sedang mendengarkan penjelasan guru mengenai operasi hitung pembagian pecahan dengan menggunakan media kertas lipat. Guru memberikan contoh soal pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa kepada siswa di papan tulis. Siswa diminta untuk mengerjakan soal di buku tulis, dan meminta siswa untuk maju ke depan mengerjakan soal yang telah diberikan oleh guru di papan tulis. Siswa sudah banyak yang berani mengacungkan jari untuk maju ke depan mengerjakan soal dari guru dalam pertemuan ini.

Gambar 4.14 Siswa Berani Maju Mengerjakan Soal di Papan Tulis

Gambar 4.14 menunjukkan bahwa salah satu siswa yang berani maju ke depan adalah US. US adalah siswa yang tinggal kelas di kelas V B, usianya jauh lebih tua dari siswa yang lain yang ada di kelas V B. US yang biasanya apabila ditanya oleh guru tidak berani mengungkapkan pendapatnya, pada pembelajaran ini US berani maju ke depan dan dengan bimbingan guru US mengerjakan soal di papan tulis. Guru meminta siswa yang lain untuk

memberikan tepuk tangan kepada US, dan memberikan motivasi kepada siswa yang belum berani maju untuk berani mengungkapkan pendapatnya, dan berani maju ke depan.

Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang siswa. Suasana kelas pada saat siswa menuju kelompoknya sudah cukup tenang karena siswa sudah mengetahui anggota kelompoknya. Setelah semua siswa duduk sesuai dengan anggota kelompoknya, guru membagikan satu set media permainan balok pecahan, petunjuk permainan balok pecahan, dan LKS kepada setiap kelompok. Siswa terlihat senang dan antusias karena tahu akan melakukan permainan balok pecahan lagi. Guru menjelaskan kembali kepada siswa mengenai peraturan permainan balok pecahan kepada siswa. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan permainan balok pecahan dan memberikan motivasi kepada siswa dengan mengatakan bahwa kelompok yang dapat menyelesaikan permainan terlebih dahulu akan mendapatkan bintang.

Siswa sudah banyak yang memahami peraturan permainan balok pecahan dan melakukan permainan balok pecahan dengan baik. Masing-masing kelompok terlihat berusaha keras untuk dapat menyelesaiakan alur permainan balok pecahan sesuai dengan alur yang telah dibuat oleh guru. Siswa juga terlihat asyik dan senang dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru berkeliling

melihat dan mengawasi siswa dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Beberapa kelompok dapat menyelesaikan permainan balok pecahan sesuai dengan alur yang telah ditentukan oleh guru sebelum waktu yang ditentukan oleh guru habis. Guru berkeliling untuk melihat alur permainan masing-masing kelompok, sebagian besar kelompok telah dapat menyelesaikan alur permainan dengan benar.

Guru dan siswa membahas soal yang ada di dalam balok pecahan dan menuliskannya di papan tulis. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kelompok yang telah dapat menyelesaiakan permainan balok pecahan terlebih dahulu dan sesuai dengan alur yang telah di buat oleh guru diminta untuk maju ke depan dan guru memberikan penghargaan sebuah bintang kepada kelompok tersebut.

c) Kegiatan Akhir

Kegiatan akhir siklus II pertemuan 2 siswa mengerjakan soal evaluasi dan mengisi angket sikap kerja keras. Guru membagikan lembar soal evaluasi kepada masing-masing siswa. Guru membacakan terlebih dahulu peraturan mengerjakan soal.

Siswa berdo‟a sebelum mengerjakan soal evaluasi. Guru membagikan angket sikap kerja keras dan menjelaskan petunjuk pengisian angket kepada siswa setelah siswa selesai mengerjakan

soal evaluasi,. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum dipahami, serta membuat rangkuman materi bersama siswa. Guru memberikan tugas rumah atau PR agar siswa lebih memahami materi. Guru memberi motivasi kepada siswa untuk rajin belajar dan memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru menutup pelajaran dengan meminta siswa untuk mengucapkan hamdalah

“Alhamdulilah” secara bersama-sama dan mengucapkan salam.

c. Pengamatan (Observasi)

Pengamatan (observasi) dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelaksanaan pembelajaran atau tindakan serta dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi adalah kegiatan pengamatan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Kegiatan Observasi dilakukan oleh observer I dan Observer II.

Nur Noviliana bertindak sebagai guru pelaksana tindakan pada siklus II. Ibu Ruspiyati S.Pd sebagai observer aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Fitria Febriani sebagai observer II bertugas mengamati aktivitas guru. Aspek yang diamati dari observasi pada siklus II diantaranya sebagai berikut:

Dokumen terkait