• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan pada siklus III berdasarkan pada hasil refleksi siklus II, dengan harapan pada siklus III dapat memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus II. Kegiatan siklus III pada tahap perencanaan meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang diajarkan sesuai dengan model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan yang digunakan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini berguna sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

2) Menyusun dan menyiapkan lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan angket sikap kerja keras siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk mengetahui baik tidaknya pengelolaan pembelajaran dan mengukur kesesuaian proses pembelajaran melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan. Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengukur aktivitas siswa pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Angket sikap kerja keras siswa digunakan untuk memperoleh informasi mengenai sikap kerja keras siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika materi pecahan melalui pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan.

3) Menyusun dan menyiapkan sarana dan media yang akan digunakan pada proses pembelajaran. Sarana yang digunakan yaitu Lembar Kerja

Siswa (LKS), dan lembar soal untuk siswa. Menyiapkan set balok pecahan yang akan digunakan untuk permainan balok pecahan dalam proses pembelajaran.

4) Mempersiapkan soal tes atau evaluasi akhir siklus. Tes atau evaluasi akhir siklus dilaksanakan pada setiap akhir siklus yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa pada aspek kognitif yaitu dalam menguasai materi yang telah diajarkan.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada siklus III dibagi menjadi 2 pertemuan, yaitu pertemuan 1 dan 2. Siklus III pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 25 Januari 2016 dan pertemuan 2 pada hari Selasa, tanggal 26 Januari 2016 di kelas V B SD Negeri Panambangan dengan alokasi waktu 3x35 menit atau sama dengan 3 jam pelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun, yaitu pokok bahasan melakukan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran atau sebaliknya, melakukan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya pada pertemuan pertama. Pokok bahasan melakukan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya, melakukan operasi hitung pembagian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya pada pertemuan kedua.

1) Hasil Siklus III Pertemuan 1

Siklus III pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Senin, 25 Januari 2016 selama tiga jam pelajaran yaitu mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.15 WIB. Pelaksanaan tindakan mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun. Siswa datang dan memasuki kelas sebelum bel berbunyi sehingga memperlancar pembelajaran yang akan dimulai. Peneliti dan observer membagikan topi kerucut bernomor kepada siswa yang sesuai dengan nomor urut masing-masing siswa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Topi kerucut bernomor tersebut dipakai oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian.

a) Kegiatan Awal

Pembelajaran dimulai dengan siswa berdo‟a bersama yang

dipimpin oleh ketua kelas, siswa memberikan salam kepada guru.

Siswa terlihat khusyu dalam berdo‟a dan tidak ada yang bermain

ataupun berbicara dengan temannya, sehingga siswa tidak ada yang diberikan hukuman oleh guru untuk membaca suratan pendek. Guru memberikan pujian kepada siswa karena sikap siswa dalam

berdo‟a sudah baik dan harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Guru mempresensi kehadiran siswa dengan bertanya kepada siswa

“Siapa yang hari ini tidak berangkat?”, siswa menjawab ada dua

siswa yang tidak masuk yaitu US dan RF karena sedang sakit. Pada siklus III pertemuan 1 seluruh siswa yang hadir yaitu sejumlah 28

siswa. Guru meminta siswa bersama-sama untuk mendo‟akan US

dan RF agar cepat sembuh dan besok dapat berangkat sekolah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan uraian kegiatan serta menginformasikan model pembelajaran yang digunakan. Guru melakukan apersepsi dengan cara guru mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya yaitu mengenai operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa. Guru memberikan motivasi agar siswa lebih memahami materi pecahan, selain operasi hitung perkalian pecahan, siswa juga harus memahami operasi hitung pembagian pecahan karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai operasi hitung pemabagian pecahan biasa dengan pecahan biasa. Guru dan siswa juga membahas pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh guru pada pertemuan sebelumnya.

b) Kegiatan Inti

Guru memasuki materi baru dan mempresentasikan materi menggunakan ceramah dan menjelaskan di papan tulis mengenai operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran atau sebaliknya dan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya. Guru dalam menyampaikan materi sesekali menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa. Siswa terlihat senang saat guru menggunakan bahasa sehari-hari, sehingga siswa lebih mudah

memahami materi. Guru memberikan contoh soal mengenai operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran atau sebaliknya dan operasi hitung perkalian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya.

Gambar 4.15 Siswa Mencatat Hal Penting yang disampaikan oleh Guru

Gambar 4.15 menunjukkan bahwa siswa memperhatikan penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru. Guru menyampaikan materi dan meminta beberapa orang siswa untuk maju mengerjakan soal yang telah dituliskan oleh guru di papan tulis. Pada pertemuan ini sudah banyak siswa yang berani maju untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru di papan tulis. Guru memberikan motivasi lebih kepada siswa yang belum pernah maju menjawab pertanyaan guru yang ada dipapan tulis, agar berani maju untuk menjawab pertanyaan.

Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa, karena ada dua kelompok yang siswanya tidak masuk sekolah yaitu kelompok US dan RF. Suasana kelas pada saat siswa

menuju kelompoknya sudah cukup tenang karena siswa sudah mengetahui anggota kelompoknya.

Gambar 4.16 Siswa Duduk Sesuai dengan Anggota Kelompok

Gambar 4.16 menunjukkan bahwa siswa duduk sesuai dengan anggota kelompoknya dengan tertib. Guru membagikan satu set media permainan balok pecahan, petunjuk permainan balok pecahan, dan LKS kepada setiap kelompok. Siswa terlihat senang dan antusias karena tahu akan melakukan permainan balok pecahan. Guru menjelaskan kembali kepada siswa mengenai peraturan permainan balok pecahan kepada siswa. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan permainan balok pecahan dan memberikan motivasi kepada siswa dengan mengatakan bahwa kelompok yang dapat menyelesaikan permainan terlebih dahulu akan mendapatkan bintang.

Siswa sudah banyak yang memahami peraturan permainan balok pecahan dan melakukan permainan balok pecahan dengan baik. Masing-masing kelompok terlihat berusaha keras dan ingin menjadi yang pertama untuk dapat menyelesaiakan alur permainan

balok pecahan sesuai dengan alur yang telah dibuat oleh guru. Siswa juga terlihat asyik dan senang dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru berkeliling melihat dan mengawasi siswa dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Sebelum waktu yang telah ditentukan untuk melakukan permainan balok pecahan selesai, ternyata sudah ada beberapa kelompok yang dapat menyelesaikan alur permainan balok pecahan. Kemudian guru berkeliling untuk melihat alur permainan masing-masing kelompok, sebagian besar kelompok telah dapat menyelesaikan alur permainan dengan benar.

Guru dan siswa membahas soal yang ada di dalam balok pecahan dan menuliskannya di papan tulis. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa yang belum paham dengan materi yang telah disampaikan oleh guru. Guru meminta kelompok yang memenangkan permainan balok pecahan maju ke depan dan diberikan penghargaan sebuah bintang.

Gambar 4.17 Penghargaan Bintang Kepada Kelompok Yang Menang

Gambar 4.17 menunjukkan bahwa guru memberikan bintang kepada kelompok pertama yang dapat menyelesaikan permainan balok pecahan dan dengan alur yang sesuai yang telah di buat oleh guru. Bintang tersebut di tempelkan pada LKS kelompok yang memenangkan permainan balok pecahan.

c) Kegiatan Akhir

Kegiatan akhir siklus III pertemuan 1, guru menjelaskan rangkuman materi secara singkat dan meminta siswa untuk mengerjakan soal latihan yang ada di dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE) sebagai tugas rumah (PR) agar siswa lebih memahami materi. Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar dan memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru mengakhiri pelajaran

dengan meminta siswa untuk membaca hamdalah “Alhamdulillah”

dan mengucapkan salam. 2) Hasil Siklus III Pertemuan 2

Siklus III pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Januari 2016 selama tiga jam pelajaran yaitu mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.45 WIB. Pelaksanaan tindakan mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun. Siswa datang dan memasuki kelas sebelum bel berbunyi sehingga memperlancar pembelajaran yang akan dimulai. Peneliti dibantu observer yang lain membagikan topi kerucut bernomor kepada siswa sesuai dengan nomor urut masing-masing siswa sebelum kegiatan pembelajaran

dimulai. Topi kerucut bernomor tersebut dipakai oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian.

a) Kegiatan Awal

Pembelajaran dimulai dengan siswa berdo‟a bersama yang

dipimpin oleh ketua kelas, siswa memberikan salam kepada guru.

Siswa terlihat khusyu dalam berdo‟a dan tidak ada yang bermain

ataupun berbicara dengan temannya, sehingga siswa tidak ada yang diberikan hukuman oleh guru untuk membaca suratan pendek. Guru memberikan pujian kepada siswa karena sikap siswa dalam

berdo‟a sudah baik dan harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Kemudian guru mempresensi kehadiran siswa dengan bertanya

kepada siswa “Siapa yang hari ini tidak berangkat?”, siswa menjawab dengan kompak berangkat semua, tetapi beberapa saat kemudian MF salah satu siswa kelas V B meminta ijin kepada guru untuk tidak mengikuti kegiatan pembelajaran. MF akan mewakili SD Negeri Panambangan mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Kecamatan Cilongok, sehingga pada siklus III pertemuan 2 seluruh siswa yang hadir yaitu sejumlah 29 siswa. Guru meminta siswa bersama-sama untuk mendo‟akan MF, agar MF dapat memenangkan LCC.

Guru melakukan apersepsi dengan cara mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya yaitu mengenai operasi hitung

pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran atau sebaliknya dan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan uraian kegiatan serta menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan.

Gambar 4.18 Guru Menginformasikan Kegiatan

Pembelajaran yang akan dilaksanakan

Gambar 4.18 menunjukkan bahwa guru sedang menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu melakukan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya dan melakukan operasi hitung pembagian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya. Guru memberikan motivasi agar siswa lebih memahami materi pecahan, selain operasi hitung perkalian pecahan, siswa juga harus memahami operasi hitung pembagian pecahan karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Guru melakukan tanya jawab untuk

mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran atau sebaliknya dan operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan pecahan desimal atau sebaliknya. Guru dan siswa juga membahas pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh guru pada pertemuan sebelumnya.

d) Kegiatan Inti

Guru memasuki materi baru dan mempresentasikan materi menggunakan ceramah dan menjelaskan di papan tulis mengenai operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya dan operasi hitung pembagian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya. Guru dalam menyampaikan materi sesekali menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa. Siswa terlihat senang saat guru menggunakan bahasa sehari-hari dan lebih mudah memahami materi. Guru memberikan contoh soal mengenai operasi hitung pembagian pecahan biasa dengan persen atau sebaliknya dan operasi hitung pembagian pecahan campuran dengan persen atau sebaliknya.

Siswa memperhatikan penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru. Guru menyampaikan materi dan meminta beberapa orang siswa untuk maju mengerjakan soal yang telah dituliskan oleh guru di papan tulis. Siswa banyak yang

berebut untuk maju ke depan untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru di papan tulis. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar selalu berani mengungkapkan pendapatnya dan percaya diri dengan jawaban sendiri.

Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa, karena ada satu kelompok yang siswanya tidak mengikuti kegiatan pembelajaran yaitu MF. Suasana kelas pada saat siswa menuju kelompoknya sudah tenang karena siswa sudah mengetahui anggota kelompoknya. Siswa duduk sesuai dengan anggota kelompoknya dengan tertib. Guru membagikan satu set media permainan balok pecahan, petunjuk permainan balok pecahan, dan LKS kepada setiap kelompok. Siswa terlihat senang dan antusias karena tahu akan melakukan permainan balok pecahan. Guru menjelaskan kembali kepada siswa mengenai peraturan permainan balok pecahan. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan permainan balok pecahan dan memberikan motivasi kepada siswa dengan mengatakan bahwa kelompok yang dapat menyelesaikan permainan terlebih dahulu akan mendapatkan bintang.

Siswa sudah banyak yang memahami peraturan permainan balok pecahan dan melakukan permainan balok pecahan dengan baik, masing-masing kelompok terlihat berusaha keras dan ingin

menjadi yang pertama untuk dapat menyelesaiakan alur permainan balok pecahan sesuai dengan alur yang telah dibuat oleh guru. Siswa juga terlihat asyik dan senang dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru berkeliling melihat dan mengawasi siswa dalam melakukan permainan balok pecahan. Guru memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Waktu yang ditentukan untuk melakukan permainan balok pecahan belum habis, tetapi sudah ada kelompok yang dapat menyelesaikan alur permainan balok pecahan.

Gambar 4.19 Siswa Menyelesaikan Permainan Balok Pecahan Sesuai dengan Alur

Gambar 4.19 menunjukkan bahwa siswa telah dapat menyelesaikan alur permainan balok pecahan dengan cepat sebelum waktu habis. Guru berkeliling untuk melihat alur permainan masing-masing kelompok, hampir semua kelompok telah dapat menyelesaikan alur permainan dengan benar, hanya satu kelompok saja yang belum menyelesaikan permainan balok pecahan karena waktu yang diberikan telah habis.

Guru dan siswa membahas soal yang ada di dalam balok pecahan dan menuliskannya di papan tulis. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa yang belum paham dengan materi yang telah disampaikan oleh guru. Guru meminta kelompok yang memenangkan permainan balok pecahan maju ke depan dan diberikan penghargaan sebuah bintang.

c) Kegiatan Akhir

Kegiatan akhir siklus III pertemuan 2 siswa mengerjakan soal evaluasi dan mengisi angket sikap kerja keras. Guru membagikan lembar soal evaluasi kepada masing-masing siswa. Guru membacakan terlebih dahulu peraturan mengerjakan soal.

Siswa berdo‟a sebelum mengerjakan soal evaluasi.

Gambar 4.20 Siswa Mengerjakan Soal Evaluasi

Gambar 4.20 menunjukkan bahwa siswa sedang mengerjakan soal evaluasi dengan tenang dan berusaha keras dalam menjawab soal evaluasi. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara

individu dan dilarang bekerjasama dengan teman. Guru membagikan angket sikap kerja keras dan menjelaskan petunjuk pengisian angket kepada siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi.

Gambar 4.21 Siswa Mengisi Angket Sikap Kerja Keras

Gambar 4.21 menunjukkan bahwa siswa sedang mengisi angket sikap kerja keras dengan jujur dan dengan jawaban sendiri. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum dipahami dan membuat rangkuman materi bersama siswa setelah semua siswa mengisi angket. Guru memberikan tugas rumah atau PR agar siswa lebih memahami materi. Guru memberi motivasi kepada siswa untuk rajin belajar. Guru menutup pelajaran dengan meminta siswa untuk mengucapkan hamdalah

“Alhamdulilah” secara bersama-sama dan mengucapkan salam.

c. Pengamatan (Observasi)

Pengamatan (observasi) dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelaksanaan pembelajaran atau tindakan serta dilakukan dengan

menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi adalah kegiatan pengamatan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Kegiatan Observasi dilakukan oleh observer I dan Observer II, Observer I bertugas untuk mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Observer I memberikan penilaian pada aktivitas siswa dengan mengacu pada lembar observasi aktivitas siswa dengan menuliskan angka 1- 4 pada kolom yang tersedia. Observer II bertugas untuk mengamati aktivitas guru dengan memberikan penilaian pada lembar sudah tersedia pengamat memberikan

penilaian dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.

Nur Noviliana sebagai guru pelaksana tindakan. Ibu Ruspiyati, S.Pd., sebagai observer aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Fitria Febriani sebagai observer II bertugas mengamati aktivitas guru. Aspek yang diamati dari observasi pada siklus III diantaranya sebagai berikut:

Dokumen terkait